BAB II KETENTUAN UMUM
C. Protokol Kesehatan Individu
1. Peserta
a. Mengikuti lomba dari sekolah atau dari rumah.
b. Memastikan diri dalam kondisi sehat.
c. Menggunakan peralatan protokol kesehatan:
- Wajib : masker medis yang tiga lapis, hand sanitizer dan cuci tangan
- Opsional : face shield dan sarung tangan d. Mengisi surat pernyataan mengikuti lomba
sesuai dengan standar protokol kesehatan
2. Orang Tua / Wali /Pendamping
a. Mendapingi anak mengikuti lomba di rumah atau di sekolah
b. Memastikan anak dalam kondisi sehat untuk mengikuti lomba.
c. Memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi sehat dan tidak termasuk kasus suspek Covid-19
d. Patuh pada 5 M dan menyiapkan peralatan protokol kesehatan:
- Wajib : masker medis yang tiga lapis, hand sanitizer dan cuci tangan
- Opsional : face shield dan sarung tangan e. Menyiapkan perlengkapan lomba yang
diperlukan sesuai dengan kebutuhan.
f. Menandatangani surat pernyataan orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti lomba.
10
3. Panitia
a. Persiapan Lomba
1) Mensosialisasikan kegiatan lomba dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19
2) Memfasilitasi sarana dan prasarana lomba terkait dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19
3) Memastikan seluruh panitia dalam kondisi sehat dan mematuhi 5M
4) Memverifikasi surat pernyataan dari peserta untuk mengikuti lomba dan surat izin dari orang tua
4. Pelaksanaan Lomba
a. Memastikan seluruh panitia dan juri dalam keadaan sehat
b. Menyediakan sarana dan prasarana lomba terkait dengan protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19
c. Memastikan seluruh pihak mematuhi 5M 5. Juri
a. Memastikan dalam keadaan sehat, tidak tersuspect Covid-19
b. Memastikan seluruh pihak mematuhi 5M D. PRINSIP UMUM PROTOKOL COVID- 19
Saat ini diseluruh dunia tak terkecuali bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Risiko pergerakan/mobilitas manusia dan berkumpulnya masyarakat pada tempat dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan COVID-19 yang cukup besar, maka masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru. Agar tercapai tujuan yang diharapkan, maka aspek kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling mendukung. Untuk itu berbagai kebijakan harus memperhatikan penanganan COVID-19 dengan tetap mendukung keberlangsungan perekonomian dan aspek sosial masyarakat.
Terkait hal tersebut di atas maka pelaksanaan kegiatan di setiap Kementerian/Lembaga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang meliputi upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat dan fasilitas umum. Dengan memperhatikan aspek perlindungan kesehatan individu dan titik-titik kritis dalam perlindungan kesehatan masyarakat, yang melibatkan pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum serta masyarakat pengguna, maka perlu menerapkan protokol kesehatan sebagai cara paling ampuh untuk melindungi diri dari virus, sehingga pihak sekolah harus melakukan:
10
3. Panitia
a. Persiapan Lomba
1) Mensosialisasikan kegiatan lomba dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19
2) Memfasilitasi sarana dan prasarana lomba terkait dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19
3) Memastikan seluruh panitia dalam kondisi sehat dan mematuhi 5M
4) Memverifikasi surat pernyataan dari peserta untuk mengikuti lomba dan surat izin dari orang tua
4. Pelaksanaan Lomba
a. Memastikan seluruh panitia dan juri dalam keadaan sehat
b. Menyediakan sarana dan prasarana lomba terkait dengan protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19
c. Memastikan seluruh pihak mematuhi 5M 5. Juri
a. Memastikan dalam keadaan sehat, tidak tersuspect Covid-19
b. Memastikan seluruh pihak mematuhi 5M D. PRINSIP UMUM PROTOKOL COVID- 19
Saat ini diseluruh dunia tak terkecuali bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Risiko pergerakan/mobilitas manusia dan berkumpulnya masyarakat pada tempat dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan COVID-19 yang cukup besar, maka masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru. Agar tercapai tujuan yang diharapkan, maka aspek kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling mendukung. Untuk itu berbagai kebijakan harus memperhatikan penanganan COVID-19 dengan tetap mendukung keberlangsungan perekonomian dan aspek sosial masyarakat.
Terkait hal tersebut di atas maka pelaksanaan kegiatan di setiap Kementerian/Lembaga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang meliputi upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat dan fasilitas umum. Dengan memperhatikan aspek perlindungan kesehatan individu dan titik-titik kritis dalam perlindungan kesehatan masyarakat, yang melibatkan pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum serta masyarakat pengguna, maka perlu menerapkan protokol kesehatan sebagai cara paling ampuh untuk melindungi diri dari virus, sehingga pihak sekolah harus melakukan:
11
1. Gerakan 5M Covid-19
a. Memakai Masker. Wajib memakai masker medis yang tiga lapis saat berada di luar rumah.
b. Mencuci Tangan. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala dan/atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel.
c. Menjaga Jarak. Menjaga jarak 1 hingga 2 meter dari orang sekitar Anda.
d. Menjauhi Kerumunan. Menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah.
e. Mengurangi Mobilitas. Kurangi mobilitas, meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19.
2. Aksi 3T
Aksi 3T ini hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut.
a. Pemeriksaan Dini (Testing). Dengan pemeriksaan sedini dan secepat mungkin, potensi penularan ke orang lain bisa dicegah seminimal mungkin, sehingga jumlah korban terpapar bisa ditekan sekecil mungkin.
b. Pelacakan (Tracing). Setelah melaksanaakan testing, perlu dilakukan tracing atau pelacakan. Petugas kesehatan bisa mendata siapa saja melakukan kontrak erat dengan pasien suspek atau berbasis aplikasi.
c. Perawatan (Treatment). Bila terkonfirmasi terkena Covid-19, perlu dilakukan perawatan dan isolasi mandiri agar bisa sembuh dari penyakit ini.
12
Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), maka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan secara terbatas.
Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih merupakan pilihan mayoritas satuan pendidikan dalam mengakselerasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Berikut persentase antara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menyesuaikan warna zona masing-masing daerah.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas masih perlu diakselerasikan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat:
a. Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil atau kantor kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran protokol kesehatan dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh.
b. Orang tua/wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Berdasarkan keputusan 4 (empat) menteri tentang PTM dan PJJ serta mengingat masih adanya zona merah, oranye dan kuning di Indonesia maka pelaksanaan lomba/kompetisi/festival Jenjang SMK tahun 2021 dilakukan secara daring/Online.
Salinan SKB 4 Menteri tentang Panduan pembelajaran Tatap Muka: Kepala Satuan Pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dalam menyelenggaralan pembelajaran tatap muka terbatas, kepala satuan pendidikan bertanggung jawab untuk: Mengisi daftar periksa kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas satuan pendidikan melalui laman DAPODIK bagi TK, BA, KB, TPA, SPS, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SKB, dan PKBM atau laman EMIS bagi RA, MI, MTs, MA.
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan meliputi:
a. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, paling sedikit memiliki:
1) toilet bersih dan layak;
2) sarana CTPS dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer); dan 3) disinfektan;
b. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya;
c. Kesiapan menerapkan area wajib masker medis yang tiga lapis atau masker medis yang tiga lapis tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu;
12
Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), maka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan secara terbatas.
Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih merupakan pilihan mayoritas satuan pendidikan dalam mengakselerasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Berikut persentase antara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menyesuaikan warna zona masing-masing daerah.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas masih perlu diakselerasikan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat:
a. Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil atau kantor kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran protokol kesehatan dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh.
b. Orang tua/wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Berdasarkan keputusan 4 (empat) menteri tentang PTM dan PJJ serta mengingat masih adanya zona merah, oranye dan kuning di Indonesia maka pelaksanaan lomba/kompetisi/festival Jenjang SMK tahun 2021 dilakukan secara daring/Online.
Salinan SKB 4 Menteri tentang Panduan pembelajaran Tatap Muka: Kepala Satuan Pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dalam menyelenggaralan pembelajaran tatap muka terbatas, kepala satuan pendidikan bertanggung jawab untuk: Mengisi daftar periksa kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas satuan pendidikan melalui laman DAPODIK bagi TK, BA, KB, TPA, SPS, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SKB, dan PKBM atau laman EMIS bagi RA, MI, MTs, MA.
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan meliputi:
a. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, paling sedikit memiliki:
1) toilet bersih dan layak;
2) sarana CTPS dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer); dan 3) disinfektan;
b. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya;
c. Kesiapan menerapkan area wajib masker medis yang tiga lapis atau masker medis yang tiga lapis tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu;
13
d. Memiliki thermogun (pengukur suhu tubuh tembak);
e. Mendata warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan:
f. memiliki kondisi medis comorbid yang tidak terkontrol;
g. tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak;
h. memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah dengan tingkat risiko penyebaran COVID-l9 yang tinggi dan belum menyelesaikan isolasi mandiri sesuai ketentuan yang berlaku dan/atau rekomendasi satuan tugas penanganan COVID-19; dan
i. Memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri sesuai ketentuan yang berlaku dan/atau rekomendasi satuan tugas penanganan COVID-9.
15 BAB III
MEKANISME PELAKSANAAN
A. PERSYARATAN PESERTA
Persyaratan peserta FIKSI Jenjang SMK dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berstatus peserta didik aktif di SMK tahun pelajaran 2021/2022;
2. Memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik);
3. Peserta perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang);
4. Satu sekolah dapat mengikuti semua bidang lomba dan tidak dibatasi jumlahnya;
5. Mengunggah Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah ke laman https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi/ ;
6. Mengunggah Surat Pernyataan yang ditanda-tangani oleh Orang Tua/Wali tentang persetujuan mengikuti lomba ke laman
https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi/
B. PERSYARATAN PENDAMPING
1. Merupakan Guru di SMK asal Peserta, yang bertugas mendampingi para peserta selama proses persiapan dan pelaksanaan FIKSI Jenjang SMK, yang dibuktikan dengan Surat Tugas dari Kepala Sekolah;
2. Mengisi dan mengunggah Surat Tugas dan Pas Foto melalui laman berikut ini : https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi/
C. PERSYARATAN JURI
1. Kompeten di bidang masing-masing, bisa berasal dari akademisi, praktisi maupun profesional.
2. Berpengalaman menjadi Juri sesuai dengan bidangnya.
3. Bersikap adil dan tidak berpihak.
4. Bertanggung jawab terhadap keputusannya.
5. Mampu mengakses dan mengoperasikan perangkat digital dan internet.
6. Bersedia menandatangani pakta integritas sebagai juri FIKSI (format terlampir).
7. Ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
16
D. MEKANISME PELAKSANAAN
Lolos
Tidak Lolos Lolos
Tidak Lolos
Lolos
Tidak Lolos
Registrasi Persyaratan tidak lengkap
Lolos
Pusat Prestasi Nasional Dinas Pendidikan/ MKKS Sekolah
16
D. MEKANISME PELAKSANAAN
Lolos
Tidak Lolos Lolos
Tidak Lolos
Lolos
Tidak Lolos
Registrasi Persyaratan tidak lengkap
Lolos
Pusat Prestasi Nasional Dinas Pendidikan/ MKKS Sekolah
17
E. ALUR PENDAFTARAN FIKSI 2021
F. PERSIAPAN PELAKSANAAN FIKSI
1. Penyusunan Petunjuk teknis (Juknis) FIKSI jenjang SMK Tahun 2021;
2. Sosialisasi Juknis kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Ketua MKKS, Kepala SMK;
3. Membangun aplikasi registrasi dan penilaian FIKSI jenjang SMK tahun 2021;
4. Publikasi registrasi/pendaftaran FIKSI.
Akun TIDAK terverifikasi
Akun terverifikasi
TIDAK
masuk Semi Final
Masuk Semi Final
Mulai Peserta Mendaftar Akun
Akun Terverifikasi
Peserta mengunggah Summary Executive
Penjurian Summary Executive (Tahap I)
Pengumuman Semifinal
Persiapan Peserta Menuju Penjurian Tahap II dan mengunggah Karya
Tulis dan Video Penjurian Tahap II
Hasil Penjurian
Selesai
Selesai
Penjurian Tahap III Expo FIKSI, Workshop Persiapan Peserta
Menuju Penjurian Tahap III dan mengunggah Karya Tulis dan Video
Pengumuman Finalis
Masuk Final
TIDAK masuk Final
18
G. TATA TERTIB DAN KETENTUAN LOMBA
1. Peserta lomba harus memahami segala ketentuan yang tertuang dalam juknis FIKSI jenjang SMK dan mempersiapkan diri sesuai bidang lomba yang dipilih;
2. Peserta lomba harus siap secara maksimal untuk mengikuti lomba;
3. Peserta mempunyai hak untuk mengajukan pertanyaan dan ditanggapi dengan seksama oleh juri dan panitia.
H. TAHAPAN LOMBA
1. Registrasi/pendaftaran FIKSI
Peserta wajib mengisi biodata dan pendamping/pelatih, dengan cara : a. Peserta melakukan pendaftaran ke laman
https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi;
b. Untuk mendaftar, klik Daftar pada laman FIKSI jenjang SMK.
c. Isikan NISN, kemudian klik cari, lalu melengkapi data yang masih kosong (data diri dan data sekolah);
d. Isikan nama tim (isikan nama Tim, pilih provinsi berdasarkan provinsi sekolah, dan pilih bidang lomba);
e. Buat akun, dengan mengisikan surel/e-mail dan kata sandi f. Lalu pilih button daftar.
2. Tahapan Seleksi
Tahapan seleksi dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu:
Tahap I. Pada seleksi tahap ini tim juri akan mereview ringkasan eksekutif/executive summary dan menetapkan peserta yang lolos tahap I
Tahap II. Pada seleksi tahap ini peserta mengirimkan tulisan lebih lengkap dan rinci tentang gagasan dan praktik usahanya dalam karya tulis, video presentasi dan video produksi.
Tahap III. Peserta akan mempresentasikan karyanya dalam forum presentasi dan tanya jawab dengan juri dengan platform daring. Bersamaan dengan pelaksanaan seleksi tahap III akan diselenggarakan expo karya peserta, Workshop (sharing knowledge) dan pengalaman dari praktisi dunia usaha dan industri.
3. Informasi pemenang dan apresiasi
Pusat Prestasi Nasional menerbitkan SK Pemenang FIKSI jenjang SMK Tingkat Nasional berdasarkan Berita Acara pemenang FIKSI SMK Tingkat Nasional dari Tim Juri Nasional, dengan ketentuan kejuaraan dan penghargaan sebagai berikut:
a. Kejuaraan perorangan atau kelompok
Setiap bidang lomba ditetapkan 3 peringkat juara , sebagai berikut.
1) Pemenang I 2) Pemenang II 3) Pemenang III
18
G. TATA TERTIB DAN KETENTUAN LOMBA
1. Peserta lomba harus memahami segala ketentuan yang tertuang dalam juknis FIKSI jenjang SMK dan mempersiapkan diri sesuai bidang lomba yang dipilih;
2. Peserta lomba harus siap secara maksimal untuk mengikuti lomba;
3. Peserta mempunyai hak untuk mengajukan pertanyaan dan ditanggapi dengan seksama oleh juri dan panitia.
H. TAHAPAN LOMBA
1. Registrasi/pendaftaran FIKSI
Peserta wajib mengisi biodata dan pendamping/pelatih, dengan cara : a. Peserta melakukan pendaftaran ke laman
https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi;
b. Untuk mendaftar, klik Daftar pada laman FIKSI jenjang SMK.
c. Isikan NISN, kemudian klik cari, lalu melengkapi data yang masih kosong (data diri dan data sekolah);
d. Isikan nama tim (isikan nama Tim, pilih provinsi berdasarkan provinsi sekolah, dan pilih bidang lomba);
e. Buat akun, dengan mengisikan surel/e-mail dan kata sandi f. Lalu pilih button daftar.
2. Tahapan Seleksi
Tahapan seleksi dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu:
Tahap I. Pada seleksi tahap ini tim juri akan mereview ringkasan eksekutif/executive summary dan menetapkan peserta yang lolos tahap I
Tahap II. Pada seleksi tahap ini peserta mengirimkan tulisan lebih lengkap dan rinci tentang gagasan dan praktik usahanya dalam karya tulis, video presentasi dan video produksi.
Tahap III. Peserta akan mempresentasikan karyanya dalam forum presentasi dan tanya jawab dengan juri dengan platform daring. Bersamaan dengan pelaksanaan seleksi tahap III akan diselenggarakan expo karya peserta, Workshop (sharing knowledge) dan pengalaman dari praktisi dunia usaha dan industri.
3. Informasi pemenang dan apresiasi
Pusat Prestasi Nasional menerbitkan SK Pemenang FIKSI jenjang SMK Tingkat Nasional berdasarkan Berita Acara pemenang FIKSI SMK Tingkat Nasional dari Tim Juri Nasional, dengan ketentuan kejuaraan dan penghargaan sebagai berikut:
a. Kejuaraan perorangan atau kelompok
Setiap bidang lomba ditetapkan 3 peringkat juara , sebagai berikut.
1) Pemenang I 2) Pemenang II 3) Pemenang III
19
b. Hadiah
Hadiah dalam bentuk uang pembinaan diberikan kepada Pemenang I, II, dan III pada masing-masing bidang lomba.
c. Berita Acara
Berita Acara pemenang dan peringkat finalis disahkan oleh juri dengan format Berita Acara Pemenang terlampir.
I. JADWAL PELAKSANAAN
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Keterangan 1. Sosialisasi Panduan Teknis
pelaksanaan FIKSI Tingkat Nasional ke Peserta
31 Maret 2021 5 Juni 2021 2. Uji coba aplikasi Seleksi
Online dan bincang prestasi FIKSI jenjang SMK
Juli
3. Pendaftaran dan submit karya peserta FIKSI jenjang SMK
12 Juli s.d 22 Agustus Melalui laman : https://smk.pusatprestasinasi onal.kemdikbud.go.id/FIKSI/
4. Seleksi Tahap I 30 Agustus s.d 2
September 2021 Menyeleksi karya yang sudah dikirimkan oleh peserta didik (proses seleksi menjadi 40 orang dan atau Tim per bidang lomba).
5. Webinar untuk peserta Tahap II (40 hasil per bidang)
3 September 2021 Peserta didik beserta Guru Pembimbing/Pembina, pembekalan karya Tulis 6. Submit Karya Tulis 6 s.d 27 September
2021 Upload karya tulis peserta
yang lolos tahap II, deadline tanggal 28 September Pkl 00.00
7. Seleksi Tahap II 28 Sep s.d 1 Okt 2021 Menyeleksi 40 hasil karya tulis dari bidang lomba menjadi 10 hasil karya
8. Webinar Persiapan Finalis
10 orang dan atau Tim 4 Oktober 2021 Peserta didik beserta Guru Pembimbing/Pembina,
pembekalan pembuatan presentasi
20
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Keterangan 9. Submit Karya seleksi tahap
III (10 besar) 1 s.d 10 Okt 10. Persiapan Pelaksanaan
FIKSI Nasional 10 s.d 11 Oktober 2021
11. Pelaksanaan FIKSI Tingkat
Nasional (Tahap III) 11 s.d 16 Oktober
2021 Dilaksanakan secara
daring/Online
J. PROSES PENILAIAN 1. Acuan Penilaian.
Penilaian lomba menggunakan acuan penilaian sebagai mana tercantum dalam Panduan Teknis penilaian FIKSI jenjang SMK secara daring.
2. Rentang Nilai.
Penilaian untuk semua bidang lomba menggunakan rentang 0 – 100 3. Pembulatan Nilai.
Pembulatan nilai ditetapkan sebagai berikut:
- Nilai penggabungan menggunakan pembulatan dua desimal di belakang koma;
- Skor < 0,05 dibulatkan ke bawah dan ≥ 0,05 dibulatkan ke atas.
4. Metode Penilaian
Penjelasan detail tentang metode penilaian secara Rinci dijelaskan dalam ketentuan khusus bidang lomba.
5. Bahasa
Komunikasi resmi dalam kegiatan FIKSI jenjang SMK menggunakan Bahasa Indonesia.
20
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Keterangan 9. Submit Karya seleksi tahap
III (10 besar) 1 s.d 10 Okt 10. Persiapan Pelaksanaan
FIKSI Nasional 10 s.d 11 Oktober 2021
11. Pelaksanaan FIKSI Tingkat
Nasional (Tahap III) 11 s.d 16 Oktober
2021 Dilaksanakan secara
daring/Online
J. PROSES PENILAIAN 1. Acuan Penilaian.
Penilaian lomba menggunakan acuan penilaian sebagai mana tercantum dalam Panduan Teknis penilaian FIKSI jenjang SMK secara daring.
2. Rentang Nilai.
Penilaian untuk semua bidang lomba menggunakan rentang 0 – 100 3. Pembulatan Nilai.
Pembulatan nilai ditetapkan sebagai berikut:
- Nilai penggabungan menggunakan pembulatan dua desimal di belakang koma;
- Skor < 0,05 dibulatkan ke bawah dan ≥ 0,05 dibulatkan ke atas.
4. Metode Penilaian
Penjelasan detail tentang metode penilaian secara Rinci dijelaskan dalam ketentuan khusus bidang lomba.
5. Bahasa
Komunikasi resmi dalam kegiatan FIKSI jenjang SMK menggunakan Bahasa Indonesia.
22 BAB IV
KETENTUAN TEKNIS
A. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta adalah perorangan dan atau tim dengan maksimal anggota tim adalah 3 orang;
2. Setiap peserta Wajib didampingi oleh guru pembimbing;
3. Peserta adalah perwakilan sekolah dan setiap sekolah tidak boleh mengirim lebih dari satu tim untuk kategori bidang lomba yang sama;
4. Peserta adalah siswa/i aktif dari 2021-2022 dari SMK terdaftar;
5. Pengumpulan Laporan / Karya inovasi melalui website FIKSI yang telah disediakan;
6. Peserta dapat mengumpulkan Karya yang memiliki nilai guna, mempermudah pekerjaan manusia, serta memiliki nilai jual untuk masyarakat secara luas;
7. Karya Inovasi tidak memiliki unsur penyimpangan terhadap Suku, Ras, dan Agama (SARA) tertentu yang berpotensi menimbulkan konflik / kegaduhan;
8. Karya Inovasi yang diusulkan bukan merupakan hasil plagiat dari hasil karya inovasi orang lain (memiliki keunikan dari inovasi yang sudah ada);
9. Karya yang diusulkan wajib memiliki prototype atau rancang model bukan hanya sekedar ide / wacana;
10. Hasil Produk yang diusulkan belum pernah menang dalam lomba karya inovasi manapun (apabila terbukti sudah pernah mendapatkan juara maka peserta akan didiskualifikasi);
11. Sanksi apabila ternyata Produk Inovasi yang dilombakan menang ternyata merupakan hasil duplikasi atau jiplakan (plagiat), maka Panitia Berhak mencabut dan mengambil Kembali semua penghargaan yang sudah diterima baik itu uang pembinaan, sertifikat dan medali serta kemenangannya dinyatakan batal;
12. Keputusan Juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
B. KETENTUAN SELEKSI 1. Seleksi tahap I
Pada seleksi tahap I dilakukan seleksi administrasi dan penilaian ringkasan eksekutif oleh tim juri. Pelaksanaan lomba menggunakan sistim daring/Online, dengan ketentuan berikut:
a. Setiap peserta wajib mengirimkan dokumen lomba berupa ringkasan eksekutif dalam format file pdf yang mencakup diantaranya :
1) Kreativitas dan orisinalitas ide 2) Fokus masalah
3) Fungsi dan kegunaan 4) Inovasi dan implementasi
5) Konsep dan strategi pemasaran produk
b. Ringkasan eksekutif diunggah pada akun peserta melalui https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi dengan memperhatikan batas
b. Ringkasan eksekutif diunggah pada akun peserta melalui https://smk.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi dengan memperhatikan batas