• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH

3.3. Proyeksi Kondisi Ekonomi Makro Daerah Tahun 2020

Tantangan pada sektor ketenagakerjaan merupakan sektor yang mengalami dampak terbesar dalam pandemi COVID-19. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya PHK dan karyawan yang dirumahkan sebagai akibat dari aktivitas usaha yang terhenti. Kondisi perekonomian global, kondisi perekonomian nasional, kondisi perekonomian provinsi Jawa Barat dan kondisi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Kota Sukabumi menyebabkan penyesuaian proyeksi indikator ekonomi Kota Sukabumi untuk tahun 2020.

Pandemi COVID-19 yang terjadi di awal tahun 2020 tentu akan mempengaruhi capaian indikator-indikator ekonomi makro pada perencanaan awal di RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2018-2023.

0,446

0,412 0,412 0,413

0,408

0,38 0,39 0,4 0,41 0,42 0,43 0,44 0,45

2015 2016 2017 2018 2019

Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi Tahun 2020 III - 13

Pertumbuhan ekonomi indonesia pasca COVID-19 tahun 2020 diperkirakan oleh IMF mencapai 0,5 persen, sementara SDGs Center UNPAD memproyeksikan antara 1,0-1,8 persen jauh di bawah pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama beberapa tahun terakhir yang berada dikisaran 5 persen. Pada analisis outlook ekonomi yang dilakukan UNPAD, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bahkan dapat turun lebih dalam dari nasional menjadi antara -2,1 persen (skenario pesimis) dan 0,6 persen (skenario optimis). Sebagai dampaknya, berbagai agenda pembangunan seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan IPM akan mengalami gangguan serius. Pengangguran diprediksi akan meningkat dari 8 persen di tahun 2019 menjadi 12 persen dalam skenario terparah.

Analisis outlook ekonomi UNPAD tersebut juga memproyeksikan sektor pariwisata, manufaktur dan industri akan terkena imbas yang parah. Analisis ini juga menyimpulkan bahwa sektor pertanian akan terkena dampak paling kecil dibandingkan sector lain. Ketahanan sektor pertanian juga dikonfirmasi oleh proyeksi dari EIU untuk perekonomian Indonesia edisi bulan April lalu EIU merevisi pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 3,0 persen menjadi -1,5 persen (terkoreksi -1,5 persen) dan sektor jasa sebesar 7,2 persen menjadi 2,4 persen (terkoreksi -4,8 persen), pertumbuhan sektor pertanian hanya direvisi dari 4,1 persen.

Proyeksi ekonomi makro Kota Sukabumi untuk Tahun 2020 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Sukabumi Tahun 2018-2023 dengan adanya bencana Pandemi Covid 19 perlu dilakukan penyesuaian dengan memperhatikan proyeksi ekonomi global, nasional dan regional. Berdasarkan hal diatas kami melakukan penyusunan beberapa penyesuaian indikator makro ekonomi dan asumsi-asumsi pada tahun 2020, diantaranya:

1. Vaksin COVID-19 belum ditemukan;

2. Inflasi yang diperkirakan terjaga (>3±1 persen);

3. Nilai tukar rupiah diperkirakan belum stabil;

4. Transaksi digital menjadi preferensi masyarakat dalam bertransaksi jual beli dan sebagainya;

Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi Tahun 2020 III - 14

5. Pemanfaatan program relaksasi kredit berjalan optimal tetapi memerlukan dukungan stimulus modal;

6. Aktivitas industri manufaktur, investasi dan pariwisata mulai bergerak meskipun lamban (kapasitas produksi dan tenaga kerja) terkait penerapan protokol kesehatan pada lini produksi;

7. Proyek-proyek infrastruktur (yang tertunda) mulai berjalan kembali;

8. Belanja pemerintah daerah diarahkan kepada pemulihan ekonomi.

9. Penerapan Konsep new normal secara sosiologis melihat respon masyarakat menjalani kehidupan baru dengan menggunakan konsep AGIL (Adaptation, Goal, Integration dan Latency).

Berdasarkan asumsi tersebut, maka proyeksi indikator makro pembangunan Kota Sukabumi disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.7

Proyeksi Penyesuaian Indikator Makro Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2020

NO INDIKATOR SATUAN Target RPJMD Penyesuaian

Target

2020 2020

1 Indeks Pembangunan

Manusia (IPM) Poin 74.74 73,95

2 Laju Pertumbuhan

Penduduk (LPP) persen 1,39 0,80

3 persentase Penduduk

Miskin persen 7.98 8,00

4 Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) persen 7,53 8,00

5 Laju Pertumbuhan

Ekonomi (LPE) persen 5.76 1 - 3

6 Indeks Gini / Gini Rasio Poin 0.39 0.40

7 Inflasi persen 3,5 2,5

Sumber: Bappeda Kota Sukabumi

3.3.1. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Pada awal tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor kesehatan dan sangat membatasi aktivitas ekonomi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merupakan salah satu bentuk kekarantinaan kesehatan dalam pengendalian Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia, sehingga berdampak pada menurunnya capaian PDRB Kota Sukabumi.

Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi Tahun 2020 III - 15

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi selama 2020 berdasarkan target RPJMD Kota Sukabumi tahun 2018-2023 menunjukan tren yang meningkat. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprediksi sebesar 5,76 persen, Tetapi dengan adanya pandemic Covid 19 diproyeksikan akan terjadi penurunan yang cukup signifikan laju pertumbuhan ekonomi di proyeksikan akan tumbuh dikisaran 1- 3 persen untuk Tahun 2020 dengan catatan beberapa program pemulihan ekonomi pasca pandemic covid 19 yang dilakukan pemerintah berhasil. Berdasarkan Analisa beberapa ahli ekonomi terdapat empat sektor yang paling tertekan akibat wabah virus corona atau Covid-19 yaitu rumah tangga, UMKM, korporasi, dan sektor keuangan.

3.3.2. Proyeksi Inflasi

Nilai proyeksi inflasi Kota Sukabumi tahun 2020 setelah dilakukan penyesuaian diproyeksikan menurun sebab pandemi Covid-19 mendorong tren inflasi menjadi turun karena konsumsi dan kemampuan daya beli masyarakat yang melemah sehingga akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi 2020. Tekanan Inflasi Kota Sukabumi paling besar disumbang oleh kenaikan harga kelompok volatile food dan kelompok administered price sesuai dengan pola seasonalnya. Keefektifan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi dalam melaksanakan tugasnya mengendalikan inflasi sehingga proyeksi inflasi Kota Sukabumi diharapkan tetap stabil. Pada tahun 2020 tingkat inflasi Kota Sukabumi di proyeksikan sebesar 2,5 persen.

3.3.3. Proyeksi Ketenagakerjaan

Dampak dari pandemi COVID-19 pada sektor industri memengaruhi ketenagakerjaan (para pekerja/buruh). Sektor usaha yang memberlakukan kebijakan untuk merumahkan pekerja/buruh selama pandemi COVID-19 adalah sektor industri, sektor akomodasi/restoran dan sektor usaha manufaktur. Sektor usaha yang merumahkan paling sedikit pekerja/buruh adalah industri elektronik dan kontruksi. Secara keseluruhan, jumlah perusahaan yang terdampak COVID-19 dan mengadaptasi kebijakan merumahkan pekerja/buruh di Jawa Barat adalah sebanyak 974 perusahaan dengan total 79.477 pekerja buruh yang terdampak. Kebijakan

Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi Tahun 2020 III - 16

lain selain merumahkan pekerja/buruh sebagai akibat dari pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja/buruh.

Berdasarkan gambaran diatas Proyeksi ketenagakerjaan tahun 2020 untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diproyeksikan mengalami koreksi untuk Tahun 2020 dari yang semula diproyeksikan sebesar 7,53 persen menjadi dikisaran 8,00 persen.

3.3.4. Proyeksi Kemiskinan

Proyeksi persentase penduduk miskin di Kota Sukabumi pada tahun 2020 diperkirakan tingkat kemiskinan diproyeksikan dikisaran 7,98 persen, dan terkoreksi menjadi 8,00 persen.

3.3.5. Proyeksi Ketimpangan Distribusi Pendapatan

Proyeksi Indeks Gini Kota Sukabumi untuk tahun 2020 di proyeksikan terkoreksi di angka 0,40 poin dari target RPJMD 2018-2013 0,39 poin. Prediksi nilai indeks gini ini mengindikasikan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat di Kota Sukabumi masih tetap dalam kategori sedang.

Dokumen terkait