• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

3. Mencari WACC

4.1.14. PT ATPK Resource Tbk. (ATPK)

Proses hitung nilai interinsik ATPK adalah sebagai berikut:

1. Menghitung Cost of debt

Tabel 4.87. Cost of debt ATPK

ATPK

Laporan keuangan 2009 - 2010 (dalam rupiah)

Obligasi 2010 2009

Obligasi jangka pendek 98.700.000 129.700.000 Total obligasi = 98.700.000 129.700.000

Pihak ketiga

Pihak ketiga - 24.517.988.209

Hubungan istimewa jangka pendek 7.560.805.439 2.079.964.522 Total hutang dengan pihak ketiga = 7.560.805.439 26.597.952.731 Total (a) = 7.659.505.439 26.857.352.731

Interest

Beban bunga 190.700.000 46.294.522

Total Interest expense (b) = 190.700.000 46.294.522

Average Interest Rate kb (b/a) = 2,49% 0,17%

Cost of debt Kd = (Kb(1-tax rate)) 1,87% 0,13%

Sumber: investing businesweek.com dan hitungan penulis 2. Mencari Cost of Equity

Untuk menghitung Cost of equity. penulis menggunakan CAPM. Rincian perhitungan dilampirkan di appendix a. Hasil dari hitungan CAPM adalah sebagai berikut:

equity value (12.103.355.953) number of shares 539.368.500

Share value = = = -22

Tabel 4.88. Cost of Equity ATPK

ATPK Cost of Equity

2010 2009 Ket

N 244 242 apendix a

CoVariance -0,000008613 0,000283896 apendix a Variance 0,000160359 0,000227926 apendix a Return IHSG 43,80% 76,32% a

ß -0,053713188 1,245563056 b

SBI 6,64% 7,77% c

Cost of Equity 4,64% 93,16% c + (b x (a-c)) Sumber: SBI dan IHSG 2010 dan hitungan penulis

3. Mencari WACC

Tabel 4.89. WACC ATPK

ATPK

Weighted Cost of Capital

2010 2009 Keterangan 4. Mencari discounted cash flow.

Dasar asumsi pertumbuhan ATPK dengan menggunakan rata-rata pertumbuhan industri perusahaan. Detail mencari nilai asumsi. dilampirkan di appendix b.

Pertumbuhan rata-rata ATPK dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.90. Pertumbuhan Rata-rata ATPK 2006 - 2010

Untuk mencari nilai interinsik tahun 2009 dan 2010. penulis menggunakan data actual. Nilai interinsik untuk ATPK tahun 2009. 2010. dan 2011 dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.91. Estimasi Arus Kas ATPK Untuk Tahun 2009

ATPK

Plus: depreciation expense 7.549.000.000 7.369.800.000 10.811.046.828 15.859.145.910

Less investments:

In net working capital 74.678.700.000 75.877.300.000 (111.693.796) (107.614.674)

In new capital (CAPEX) 25.600.000 107.500.000 (111.693.796) (107.614.674)

Total net investment for the period 74.704.300.000 75.984.800.000 (223.387.592) (215.229.349) Free cash flow (89.445.675.000) (76.481.600.000) 11.034.434.421 16.074.375.259

Sumber: hitungan penulis

Setelah firm value diketahui. maka proses selanjutnya mencari share value.

WACC= 93,03%

free cash flow2014 16.074.375.258

kwacc 93,03%

(89.445.675.000) (76.481.600.000) 11.034.434.420 (1+93,03%)1 (1+93,03%)2 (1+93,03%)3 16.074.375.258 17.279.058.017

(1+93,03%)4 (1+93,03%)4

= (89.445.675.000) + (76.481.600.000) + 11.034.434.420 + 16.074.375.258 + 17.279.058.017

firm value = (62.928.023.169)

= = 17.279.058.017

terminal value =

firm value = + + +

+

debt value = 26.857.352.731 number of shares = 831.204.669

firm value = debt value + equity value (62.928.023.169) = 26.857.352.731 + equity value

equity value = (89.785.375.900)

Nilai interinsik ATPK untuk tahun 2009 adalah Rp-108.

Tabel 4.92. Estimasi Arus Kas ATPK Untuk Tahun 2010

ATPK

Estimasion Of Free Cash flow

2010 (actual) 2011 (forecast) 2012 (forecast) 2013 (forecast)

Sales 6.116.760.000 7.562.923.783 9.350.998.919 11.561.822.291

Operating income (10.488.800.000) - - -

Less: tax (2.622.200.000) - - -

Net operating profits after tax (7.866.600.000) - - -

Plus: depreciation expense 7.369.800.000 10.366.220.398 14.580.928.295 20.509.256.197

Less investments:

In net working capital 1.642.380.000 723.081.891 894.037.568 1.105.411.686

In new capital (CAPEX) 1.642.380.000 723.081.891 894.037.568 1.105.411.686

Total net investment for the period 3.284.760.000 1.446.163.783 1.788.075.136 2.210.823.372 Free cash flow (3.781.560.000) 8.920.056.615 12.792.853.159 18.298.432.824

Sumber: hitungan penulis

Setelelah firm value diketahui. maka proses selanjutnya mencari share value.

equity value (89.785.375.900) number of shares 831.204.669

Share value = = = (108).

WACC= 3,85%

free cash flow2013 18.298.432.824

kwacc 3,85%

(3.781.560.000) (8.920.056.615) 12.792.853.159 (1+3,85%)1 (1+3,85%)2 (1+3,85%)3 18.298.432.824 475.581.055.942

(1+3,85%)4 (1+3,85%)4

= (3.781.560.000) + (8.920.056.615) + 12.792.853.159 + 18.298.432.824 + 475.581.055.942

firm value = 440.706.809.758

terminal value = = = 475.581.055.942

firm value = + + +

+

debt value = 7.659.505.439 number of shares = 831.204.669

firm value = debt value + equity value 440.706.809.758 = 7.659.505.439 + equity value

equity value = 433.047.304.319

Nilai interinsik ATPK untuk tahun 2010 adalah Rp521.

Tabel 4.93. Estimasi Arus Kas ATPK Untuk Tahun 2011

ATPK

Estimasion Of Free Cash flow

2011 (forecast) 2012 (forecast) 2013 (forecast) 2014 (forecast)

Sales 8.519.951.842 11.867.325.087 16.529.835.768 23.024.183.507

Operating income - - - -

Less: tax - - - -

Net operating profits after tax - - - -

Plus: depreciation expense 9.211.060.472 11.512.338.872 14.388.565.432 17.983.384.393

Less investments:

In net working capital 1.246.666.762 3.212.359.292 2.418.698.746 3.368.972.599

In new capital (CAPEX) 339.126.076 472.364.100 657.949.533 916.448.959

Total net investment for the period 1.585.792.838 3.684.723.392 3.076.648.279 4.285.421.558

Free cash flow 7.625.267.634 7.827.615.479 11.311.917.153 13.697.962.834

Sumber: hitungan penulis

Setelah firm value diketahui. maka proses selanjutnya mencari share value.

equity value 433.047.304.319 number of shares 831.204.669

Share value = = = 521

WACC= 3,85%

free cash flow2014 13.697.962.834

kwacc 3,85%

7.625.267.634 7.827.615.479 11.311.917.153 (1+3,85%)1 (1+3,85%)2 (1+3,85%)3 13.697.962.834 356.013.637.439

(1+3,85%)4 (1+3,85%)4

= 7.625.267.634 + 7.827.615.479 + 11.311.917.153 + 13.697.962.834 + 356.013.637.439

firm value = 342.591.991.010

terminal value = = = 356.013.637.439

firm value = + + +

+

debt value = 7.659.505.439 number of shares = 831.204.669

firm value = debt value + equity value 342.591.991.010 = 7.659.505.439 + equity value

equity value = 334.932.485.571

Nilai interinsik ATPK untuk tahun 2011 adalah Rp403.

4.2. Titik Tertinggi. Terendah. dan Harga Wajar

Untuk menentukan nilai wajar, penulis menggunakan nilai interinsik dari hasil metode discounted cash flow. Sementara untuk titik tertinggi dan terendah, penulis menggunakan titik dimana Bursa saham sendang berada dalam kondisi bearish yang cukup dalam karena sentimen negatif terhadap bursa yang cukup tinggi dan pada saat index berada dalam kondisi bullish karena sentimen positif terhadap bursa yang kuat pada tahun 2009, 2010, dan 2011 (hingga 26 July 2011). Titik-titik dari sentimen negatif dan positif yang kuat dari IHSG dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.94. Titik Tertinggi Dan Terendah

Tahun Nilai terendah Nilai tertinggi

Tanggal Nilai Index Tanggal Nilai Index

2009 3/2/09 1256.11 12/30/09 2534.36

2010 2/8/10 2475.57 12/9/10 3786.10

2011 1/24/11 3346.06 7/26/11 4132.78

Sumber: Pusat Refrensi Pasar Modal (BEJ)

Pada tahun 2009, titik terendah jatuh pada tanggal 3/2/09 yaitu ketika sedang terjadi ressesi global dan tertinggi 12/30/09 ketika ekonomi sedang dalam pemulihan. Pada tahun 2010 titik terendah jatuh pada tanggal 2/8/10 yaitu ketika ekonomi sedang dilanda spekulasi negatif akibat lanjutan dari resesi dan tertinggi 12/9/10 yaitu pada saat optimisme global dan domestik sedang membaik. Pada tahun 2011 titik terendah jatuh pada tanggal 1/24/11 yaitu ketika Bank Indonesia merilis kenaikan tingkat suku bunga, dan tertinggi 7/26/11 yaitu ketika optimisme ekonomi Indonesia akan membaik. Dari titik tertinggi pada saat pasar saham sendang dalam kondisi bullish dan terendah pada saat harga saham sendang dalam kondisi pada kondisi bearish, maka pada tanggal

equity value 334.932.485.571 number of shares 831.204.669

Share value = = = 403

tersebut akan dicari harga saham emiten-emiten perusahaan batu bara. Harga saham emiten batu bara pada saat titik tertinggi dan terendah dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.95. Titik Tertinggi Dan Terendah Saham Emiten Batu Bara Date IHSG ADRO ATPK BORN BRAU BUMI BYAN DEWA

Sumber: Pusat Refrensi Pasar Modal (BEJ)

Dari titik tertinggi dan terendah harga saham emiten batu bara, maka titik tertinggi dan terendah disatukan dengan nilai interinsik emiten-emiten batu bara. Harga-harga saham dengan nilai interinsik, pada saat pasar bullish dan bearish dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.96. Titik Saat Pasar Bullish. Bearish. dan Nilai Interinsik

Emiten 2009 2010 2011

bearish Interinsik bullish bearish Interinsik bullish bearish Interinsik bullish ADRO 740 983 1730 1.840 419 2.625 2.350 2.086 2.500 Sumber: Pusat Refrensi Pasar Modal (BEJ) dan hitungan penulis

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ADRO berada pada Rp2,500. Kesimpulannya saham ADRO saat itu sedang mahal.

4. Tahun 2011, nilai interinsik BORN berada pada Rp2,408. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BORN berada pada Rp1,620. Kesimpulannya saham BORN saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BORN berada pada Rp1,400. Kesimpulannya saham BORN saat itu sedang murah.

5. Tahun 2009, nilai interinsik BUMI berada pada Rp2.425. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BUMI berada pada Rp770. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BUMI berada pada Rp2,425. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang wajar.

6. Tahun 2010, nilai interinsik BUMI berada pada Rp-885. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BUMI berada pada Rp2,400. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BUMI berada pada Rp3,025. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang mahal.

7. Tahun 2011, nilai interinsik BUMI berada pada Rp-404. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BUMI berada pada Rp3,025. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BUMI berada pada Rp3,125. Kesimpulannya saham BUMI saat itu sedang mahal.

8. Tahun 2009, nilai interinsik BYAN berada pada Rp1.080. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BYAN berada pada Rp1,080. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang wajar.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BYAN berada pada Rp5,650. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang mahal.

9. Tahun 2010, nilai interinsik BYAN berada pada Rp9.609. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BYAN berada pada Rp5,700. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BYAN berada pada Rp12,650. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang mahal.

10. Tahun 2011, nilai interinsik BYAN berada pada Rp7,887. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BYAN berada pada Rp17,400. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BYAN berada pada 23,350. Kesimpulannya saham BYAN saat itu sedang mahal.

11. Tahun 2009, nilai interinsik DEWA berada pada Rp480. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham DEWA berada pada Rp57. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham DEWA berada pada Rp136. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang murah.

12. Tahun 2010, nilai interinsik DEWA berada pada Rp62. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham DEWA berada pada Rp117. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham DEWA berada pada Rp75. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang mahal.

13. Tahun 2011, nilai interinsik DEWA berada pada Rp141. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham DEWA berada pada Rp141. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang dalam harga wajar.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham DEWA berada pada Rp121. Kesimpulannya saham DEWA saat itu sedang murah.

14. Tahun 2011, nilai interinsik GTBO berada pada Rp87. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham GTBO berada pada Rp62. Kesimpulannya saham GTBO saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham GTBO berada pada Rp139. Kesimpulannya saham GTBO saat itu sedang mahal.

15. Tahun 2011, nilai interinsik HRUM berada pada Rp10.959. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham HRUM berada pada Rp8,700. Kesimpulannya saham HRUM saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham HRUM berada pada Rp10,400. Kesimpulannya saham HRUM saat itu sedang murah.

16. Tahun 2009, nilai interinsik INDY berada pada Rp-977. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham INDY berada pada Rp1,510. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham INDY berada pada Rp2,225. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

17. Tahun 2010, nilai interinsik INDY berada pada Rp-695. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham INDY berada pada Rp4,275. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham INDY berada pada Rp3,850. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

18. Tahun 2011, nilai interinsik INDY berada pada Rp458. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham INDY berada pada Rp4,275. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham INDY berada pada Rp3,850. Kesimpulannya saham INDY saat itu sedang mahal.

19. Tahun 2009, nilai interinsik ITMG berada pada Rp72,983. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ITMG berada pada Rp9,600. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ITMG berada pada Rp31,800. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang murah.

20. Tahun 2010, nilai interinsik ITMG berada pada Rp32.010. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ITMG berada pada Rp28,950. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ITMG berada pada Rp52,750. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang mahal.

21. Tahun 2011, nilai interinsik ITMG berada pada Rp40,143. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ITMG berada pada Rp46,050. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ITMG berada pada Rp49,300. Kesimpulannya saham ITMG saat itu sedang mahal.

22. Tahun 2011, nilai interinsik KKGI berada pada Rp-56,784. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham KKGI berada pada Rp46,050. Kesimpulannya saham KKGI saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham KKGI berada pada Rp49,300. Kesimpulannya saham KKGI saat itu sedang mahal.

23. Tahun 2009, nilai interinsik PTBA berada pada Rp4.222. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PTBA berada pada Rp7,450. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PTBA berada pada Rp17,250. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

24. Tahun 2010, nilai interinsik PTBA berada pada Rp-311. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PTBA berada pada Rp15,550. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PTBA berada pada Rp22,000. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

25. Tahun 2011, nilai interinsik PTBA berada pada Rp1.585. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PTBA berada pada Rp19.700. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PTBA berada pada Rp20.900. Kesimpulannya saham PTBA saat itu sedang mahal.

26. Tahun 2011, nilai interinsik BRAU berada pada Rp395. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham BRAU berada pada Rp530. Kesimpulannya saham BRAU saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham BRAU berada pada Rp530. Kesimpulannya saham BRAU saat itu sedang mahal.

27. Tahun 2009, nilai interinsik PKPK berada pada Rp-117. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PKPK berada pada Rp310. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PKPK berada pada Rp310. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

28. Tahun 2010, nilai interinsik PKPK berada pada Rp47. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PKPK berada pada Rp290. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PKPK berada pada Rp184. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

29. Tahun 2011, nilai interinsik PKPK berada pada Rp-22. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham PKPK berada pada Rp157. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham PKPK berada pada Rp165. Kesimpulannya saham PKPK saat itu sedang mahal.

30. Tahun 2009, nilai interinsik ATPK berada pada Rp-108. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ATPK berada pada Rp265. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang mahal.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ATPK berada pada Rp129. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang mahal.

31. Tahun 2010, nilai interinsik ATPK berada pada Rp521. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2010 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ATPK berada pada Rp162. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ATPK berada pada Rp220. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang murah.

32. Tahun 2011, nilai interinsik ATPK berada pada Rp403. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish) dan titik tertingginya (bullish) pada tahun 2011 dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada saat index sedang dalam titik terendahnya (bearish), saham ATPK berada pada Rp188. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang murah.

b. Pada saat index sedang titik tertingginya (bullish), saham ATPK berada pada Rp156. Kesimpulannya saham ATPK saat itu sedang murah.

Secara keseluruhan, harga saham-saham batu bara yang terdaftar di bursa efek Indonesia sedang dalam keadaan mahal. Pada tahun 2009 pada saat terjadi resesi global, harga saham sedang dalam keadaan murah. Begitu dalam tahap pemulihan, harga saham mulai bergerak naik dan memnyebabkan rata-rata sedang dalam keadaan mahal. Pada tahun 2010, rata-rata harga saham batu bara sedang dalam keadaan mahal, dengan kondisi perekonomian dunia yang sudah membaik. Pada tahun 2011, pada saat pengumuman suku bunga Bank Indonesia, index mengalami penurunan, dan menyebabkan harga saham turun, namun masih diatas nilai interinsiknya atau rata-rata harga sedang dalam keadaan mahal. Nilai interinsik industri batu bara dari tahun 2009 ke 2010 rata-rata mengalami penurunan. Namun, nilai interinsik dari tahun 2009 hingga 2011 rata-rata mengalami kenaikan karena kondisi perekonomian yang membaik, dan diikuti pula dengan harga saham yang juga mengalami peningkatan sehingga menyebabkan rata-rata harga saham-saham batu bara pada titik terendah dan tertinggi di

2011 dalam keadaan mahal. Hanya 2 perusahaan yang harga sahamnya masih jauh dibawah nilai interinsiknya yaitu BORN dan HRUM.

5.2. Saran

Berdasarkan penelitian ini, saran yang penulis dapat berikan adalah sebagai berikut:

1. Untuk Investor:

a. Untuk saham-saham di sektor batu bara, saham-saham yang masih dapat dijadikan instrumen investasi jangka panjang untuk mendapat potensi capital gain saat ini adalah HRUM dan BORN karena kedua saham tersebut pada saat index titik tertingginya (bullish) dan dalam titik terendahnya (bearish), harga saham kedua perusahaan tersebut masih dibawah nilai interinsiknya.

b. Untuk saham-saham yang sudah tergolong mahal (di atas nilai interisniknya) pada saat pasar sedang dalam kondisi titik tertingginya (bullish), startegi investasi yang dapat penulis berikan adalah melakukan short term trading dan lebih disiplin dalam kebijakan investasi.

2. Implikasi Managerial

Implikasi untuk Manager yang berada dalam lingkup investasi saham-saham batu bara, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk berinvestasi pada saham-saham batu bara. Saham-saham yang masih dapat dijadikan instrumen investasi jangka panjang untuk mendapat potensi capital gain saat ini adalah HRUM dan BORN karena kedua saham tersebut pada saat index titik tertingginya (bullish) dan dalam titik terendahnya (bearish), harga saham kedua perusahaan tersebut masih dibawah nilai interinsiknya. Industri batu bara rentan terhadap perekonomian dunia. Pada saat perekonomian sedang dalam resesi pada mei 2009, berdampak pada penurunan permintaan batu bara. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham-saham batu bara yang tergolong murah. Begitu perekonomian

membaik pada juli 2011, permintaan batu bara kembali mengalami kenaikan sehingga harga saham-saham batu bara naik.

3. Untuk Management masing-masing perusahaan

Dengan melihat kondisi harga batu bara yang rentan terhadap perekonomian, maka saran yang penulis dapat berikan adalah membeli kembali saham perusahaan ketika perekonomian dunia sedang dalam resesi, karena harga saham sedang tergolong murah. Sebaliknya, begitu perekonomian sedang naik, dan harga saham sudah tergolong mahal, maka perusahaan dapat menjual kembali saham perusahaan.

4. Untuk penelitian selanjutnya

Penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk industri lainnya.

Dokumen terkait