Marius Panje
Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana
Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan produk video tentang membaca puisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan media video pembelajaran. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan media video pembelajaran adalah model pengembangan R&D. Data yang diperoleh dari ujo coba produk media video pembelajaran ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari angket wawancara pada ahli materi dan ahli media berupa tanggapan dan saran yang hasilnya digunakan untuk memperbaiki media video pembelajaran.
Kata kunci: Pengembangan, Media Video, Bahasa Indonesia dan Puisi
PENDAHULUAN
Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran Bahasa dan Sastra yang menyatakan bahwa belajar bahasa Indonesia adalah belajar menggunakan bahasa yang baik dan benar. Selain itu, pembelajaran bahasa adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran keterampilan. Selain pembelajaran keterampilan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis), pembelajaran bahasa dan sastra juga menghargai sastra dan mampu mengapresiasikan suatu karya sastra. Pada intinya, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diarahkan kepada usaha pengembangan keterampilan berbahasa siswa (Mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) dan pengapresiasian karya sastra dan penciptaan karya sastra. Secara umum pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terdiri dari 2 bidang besar, yaitu bidang bahasa dan bidang sastra. Pada pembelajaran bahasa, siswa diharapkan dapat menguasai semua keterampilan berbahasa yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. (Abdul Kholeq 2012:1)
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dikatakan sebagai
113
sistem karena di dalamnya terdapat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Komponen- komponen tersebut diantaranya adalah; tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. Dalam evaluasi pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu sumber belajar dan penerima pesan. Faktor utama yang menjadi keberhasilan dalam sebuah pembelajaran adalah proses belajar dan perubahan tingkah laku siswa. Oleh karena itu dari keempat komponen tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran diantaranya adalah media pembelajaran.
Dari uraian di atas masalah yang timbul karena pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, pendekatan pembelajaran yang kurang tepat dengan materi yang akan disajikan dan sangat minimnya penggunaaan media saat proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat digunakan beberapa alternatif perbaikan pembelajaran antara lain, dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang lebih variatif pada saat kegiatan pembelajaran, karena dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang sesuai maka siswa akan merasa lebih tertarik untuk belajar dan berkembang.
Salah satu alternatif pemecahan masalah di atas adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan menarik salah satunya adalah media video. Media video merupakan salah satu media pembelajaran yang berbasis gambar, suara dan beberapa animasi sebagai ilustrasi kejadian dari materi yang dipelajari. Pada kesempatan ini peneliti akan mengembangkan media video pembelajaran dangan harapan produk ini akan memberikan gambaran nyata apa yang dipelajari oleh pelajar tentang cara membaca puisi.
METODE PENELITIAN
Model penelitian yang akan digunakan diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983) karena model pengembangan ini disusun secara terprogram dengan langkah-langkah persiapan dan perencanaan yang teliti. Model
pengembangan yang dilakukan Borg & Gall dikenal research and development (R&D). Sugiyono (2011:297) menyebutkan R&D adalah model penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Borg & Gall (1983:775) model pengembangan ini terdiri dari
114
sepuluh langkah yaitu: (1) melakukan pengumpulan informasi (studi literature, pengamatan dalam kelas, wawancara); (2) melakukan perancangan (merumuskan tujuan penelitian); (3) mengembangkan bentuk produk awal (perancangan draf awal produk); (4) melakukan uji coba lapangan permulaan; (5) melakukan revisi terhadap produk utama; (6) melakukan uji coba lapangan utama; (7) melakukan revisi terhadap uji coba lapangan utama; (8) melakukan uji lapangan operasional; (9) melakukan revisi terhadap produk akhir; dan (10) mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk.
Berdasarkan langkah-langkah yang ada pada model pengembangan Borg & Gall, maka langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini akan
dimodifikasi. Pemilihan model pengembangan Borg & Gall didasarkan atas pertimbangan bahwa sebelum mengembangkan media pembelajaran Bahasa Indonesia ini dilakukan studi pendahuluan, studi literatur, dan kajian hasil
penelitian terdahulu. Studi pendahuluan dilakukan agar peneliti dapat mengetahui gambaran nyata tentang keadaan dan karakteristik siswa kelas XI SMA Negeri 3 Atambua, serta untuk mengetahui sejauhmana pemahaman guru dalam
memanfaatkan media pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Selain itu, studi pendahuluan juga dilakukan untuk mengetahui apakah produk yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengurangi kesenjangan yang ada. Studi literatur dilakukan agar peneliti dapat memahami dasar-dasar teori yang akan digunakan dalam mengatasi kesenjangan yang terjadi, sehingga penelitian yang dilakukan tidak menyimpang dan didasarkan pada teori-teori pembelajaran yang ada. Sedangkan kajian penelitian terdahulu digunakan untuk mengkaji hasil penelitian sebelumnya pernah dilakukan.
Pedoman yang digunakan untuk menilai kelayakan panduan membaca puisi adalah sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kriteria Tingkat Keberhasilan (Arikunto, 2000)
Kategori Rentangan Persentase Kualifikasi A 80 – 100 Efektif B 60 – 79 Cukup Efektif C 40 – 59 Kurang Efektif D <40 Tidak Efektif
115 DAFTAR PUSTAKA
Asyur, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajran, Jakarta: Referensi Jakarta Aqib, Z. 2010. Profesionalisme Guru dalam pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta http://abdkholeq.blogspot.com/2012/09/ruang-lingkup-pembelajaran-bahasa-dan.html Hipetiew, I. 2009. Belajar dan pembelajaran.Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Malang
Punaji & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Elang Mas
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta Smaldino, S. dkk. 2012. Instructional Technology and Media for Learning (Ninth Ed):
Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar ((edisi kesembilan), Jakarta: Kencana
Sukiman, 2012.Pengembangan Media Pembelajaran, Yogyakarta: Pedagogia
Susilana, R. & Riyana. C. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: Wacana Prima
Winkel, W. S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo
Winataputra, dkk.2008. Teori Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
116 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA