2.7 Komponen Alat Pemipil Jagung tipe MCT 5-60
2.7.2 Puli
digunakan untuk mentransmisikan daya dan putaran poros yang satu ke poros yang lain dengan bantuan sabuk (belt). Kecepatan putaran merupakan perbandingan dari diameter puli penggerak ke diameter puli yang digunakan mempunyai spesifikasi
1. Bahan : Alumunium
2. Diameter Puli Penggerak :3,9 inci
3. Diameter Puli yang digerakan: 3,15 dan 4.7 inci
Gambar 2. 9 puli (Adi, 2019) 2.7.3 Belt (V-Belt)
Sabuk (Belt) terbuat dari karet campuran dan mempunyai penampang trapesium yang ada pada bagian inti sabuk terbuat dari serat teteron.
Gambar 2. 10 sabuk V
15
2.7.4 Bantalan (bearing)
Bantalan adalah salah satu elemen mesin yang berfungsi untuk menumpu poros, agar putaran dan gerakan bolak-balik dapat berlangsung secara halus, aman, dan berfungsi agar umur peralatan menjadi lebih lama.
Gambar 2. 11 bantalan (Adi, 2019) 2.7.5 Corong pemasukan
Corong pemasukan berfungsi untuk menampung sementara bahan yang akan diproses pada ruang penggilingan. Gambar corong pemasukan dapat dilihat pada gambar :
Gambar 2. 12 corong pemasukan
2.7.6 Corong pengeluaran
Corong pengeluaran adalah tempat keluarnya tepung sehabis proses penggilingan agar biji jagung yang sudah dihasilkan tidak berhamburan. Corong pengeluaran berada di bawah ruang penggiling. Gambar corong pengeluaran ditunjukan pada gambar :
Gambar 2. 13 corong pengeluaran 2.8 Puli
Puli merupakan tempat bagi ban mesin/sabuk atau belt untuk berputar.
Sabuk atau ban mesin dipergunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang sejajar. Jarak antara kedua poros tersebut cukup panjang , dan ukuran ban mesin yang dipergunakan dalam sistem transmisi sabuk ini tergantung dari jenis ban sendiri. Sabuk/Ban mesin selalu dipergunakan dengan komponen pasangan yaitu puli. Dalam transmisi ban mesin ada dua puli yang digunakan yaitu puli penggerak dan puli yang digerakkan. Alat ini sudah menjadi bagian dari sistem kerja suatu mesin, baik mesin industri maupun mesin kendaraan bermotor, memberikan ke-untungan mekanis jika digunakan pada sebuah kendaraan. Fungsi dari puli sebenarnya hanya sebagai penghubung mekanis ke AC, alternator, power steering, dan lain-lain. Puli biasanya terbuat dari bahan baku besi cor, baja, aluminium dan kayu. Puli kayu tidak banyak lagi dijumpai. Untuk konstruksi ringan banyak
17
ditemukan pada puli paduan aluminium. Puli yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah puli dengan bahan yang terbuat dari besi cor (Dian Pratama Syahputra, 2019).
Gambar 2. 14 puli 2.9 Tipe Puli
Terdapat beberapa macam tipe puli yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam dunia industri besar maupun kecil, yaitu:
2.9.1 Puli Tetap
Puli tetap atau puli kelas 1 memiliki poros yang tetap, yang berarti porosnya diam atau dipasang pada suatu tempat. Puli tetap digunakan untuk merubah arah gaya pada tali (kabel). Pada puli jenis ini tidak ada penggandaan gaya atau dengan kata lain gaya pada kedua sisi memiliki besar yang sama.
Gambar 2. 15 puli tetap (Syahputra, 2019)
2.9.2 Puli Bergerak
Puli bergerak atau puli kelas 2 memiliki poros yang bebas, yang berarti po-rosnya bebas bergerak pada suatu titik tertentu. Puli bergerak digunakan untuk melipatgandakan gaya. Pada puli jenis ini jika ujung tali diikat pada suatu tempat maka ujung tali yang lain akan melipat gandakan gaya beban yang dipasang pada puli.
Gambar 2. 16 puli penggerak (Syahputra, 2019) 2.9.3 Puli Gabungan
Puli gabungan adalah gabungan dari puli tetap dan puli bergerak. Jenis puli ini terdiri dari minimal satu buah puli yang terpasang pada suatu tempat dan satu puli lainnya yang dapat bergerak
19
.
2. 17 Puli Gabungan (Syahputra, 2019)
2.10 Kapasitas Teoritis pemipil jagung
Kapasitas teoritis merupakan kapasitas mesin berdasarkan perhitungan variabel dan dimensi pemipil pada mesin pemipil biji jagung.Kapasitas teoritis mesin pemipil biji jagung dihitung menggunakan pendekatan dengan persamaan laju alir massa partikel hasil pemipilan pada mesin pemipil biji jagung,yang dihitung menggunakan persamaan (potter dan wiggert,2007 )
M ρ x A x v ... (1)
Keterangan:
M = laju alur massa ( kg/s ),
ρ = massa jenis ( / )
A= luas lubang pada corong (m2)
V= kecepatan jatuh partikel melewati mesin pemipil (m/s)
2.11 Kapasitas aktual pemipilan
Kapasitas aktual pemipilan dihitung untuk mengetahui kemampuan mesin untuk memipil biji jagung hingga terlepas dari bonggolnya pada keadaan aktual.
Kapasitas pemipilan merupakan nilai kapasitas yang diperoleh sampai jagung benar-benar terlepas dari bonggol jagung hingga menjadi biji jagung.kapasitas pemipilan dapat diperoleh dengan persamaan
... (2) Keterangan:
Ka = kapasitas pemipilan biji jagung ( kg/menit ), m = massa bahan ( kg )
t = waktu pemipilan ( menit) 2.12 Efisiensi pemipilan
Efisiensi pemipilan mesin pemipil biji jagung dihitung dengan menggunakan persamaan berikut
x100%... (3) Keterangan:
Y = efisiensi pemipilan
Ka = Kapasitas aktual pemipilan biji jagung ( kg/menit ) t = waktu
21 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Diagram Alur Penelitian
Gambar 3. 1 diagram alur penelitian
2,5 inci 3 inci
mulai
2 inci
Pengujian kapasitas mesin
Hasil dan pembahasan
Pengujian variasi puli terhadap kapasitas
Kesimpulan dan saran Mempersiapkan alat dan bahan
Setudi pustaka
selesai
3.2 Alat dan Bahan
Dalam melakukan penelitian ini diperlukan alat dan bahan yang terdapat pada mesin pemipil biji jagung. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut : 3.2.1 Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Mesin Pemipil biji jagung
Berfungsi sebagai alat untuk pempil biji jagung.
Gambar 3. 2 mesin pemipil jagung
2. Jangka Sorong
Jangka sorong berfungsi untuk mengukur diameter puli yang dipakai pada mesin pemipil biji jagung.
Gambar 3. 3 jangka sorong
23
3. Kunci Ring
Berfungsi untuk mengencangkan, mengendorkan, melepas dan pemasangan baut dan mur saat penyetelan puli pada mesin pemipil biji jagung.
Gambar 3. 4 kunci ring
4. Timbangan
Berfungsi untuk menimbang jagung yang akan dilakukan proses pemipil.
5. Stopwatch
Berfungsi sebagai alat untuk mengukur waktu yang dihasilkan selama proses pemipil biji jagung sebanyak waktu yang ditentukan, dalam setiap kali percobaan di setiap diameter puli. Stopwatch digital yg digunakan dari handphone
Gambar 3. 5 Timbangan
Gambar 3. 6 Stopwatch
6. Tachometer
Gambar 3. 7 Tachometer
25
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Puli
Gambar 3. 8 Puli
2. Buah Jagung
3. 9 Buah Jagung
3. Bahan bakar pertalite
Gambar 3. 10 Pertalite
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari studi literatur, yaitu mengumpulkan data-data dari internet, buku referensi dan jurnal-jurnal yang relevan/terkait dengan topik penelitian.melakukan pengujian kapasitas mesin dengan varian puli,data yang diambil yaitu,kapasitas mesin ,waktu pemipilan berat awal jagung ,berat hasil pemipil ,berat sisa pemipil.
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis data untuk mengetahui Pengaruh variasi puli Terhadap kapa-sitas Mesin pemipil jagung tipe MCT 5-60 dengan bahan baku jagung. Pada pen-gujian pertama dengan cara menganalisis kinerja puli penggerak pada mesin standar dengan ukuran 2,5 Inch dan puli yang digerakan berdiameter 4,5 Inch.
Kemudian pengujian kedua dengan puli variasi penggerak dengan ukuran 2 Inch.
pada pengujian ketiga dengan puli penggerak dengan ukuran puli 3 Inch. dan mas-ing-masing pengujian per 3 kg dalam 3 kali pada kecepatan putaran mesin 1500 rpm di setiap masing-masing ukuran puli yang digerakan, kemudian catat kapasitas yang dihasilkan mesin penepung. Setelah mendapatkan hasil kapasitas dari masing-masing diameter puli lalu bandingkan antara puli standar dan puli variasi dengan bantuan grafik agar lebih mudah dalam melihat hasil analisa.
27 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Prosedur Pengujian
Pada prosedur penelitian mulai lah tahap pengujian dengan melakukan sebagai berikut:
4.1.1 Proses Pemasangan Puli Diameter 2 Inch
Gambar 4. 1 Pemasangan Puli 2 inch 4.1.2 Proses Pemasangan Puli Diameter 2,5 Inch
Gambar 4. 2 Pemasangan Puli 2,5 Inch
4.1.3 Proses pemasangan puli diameter 3 inch
Gambar 4. 3 Pemasangan Puli 3 Inch
4.2 Pembahasan
Pada laporan tugas akhir ini penulis membahas tentang Pengaruh Variasi Di-mensi Puli Terhadap Kapasitas mesin pemipil MCT 5-50 dengan menggunakan variasi puli 2 Inch, 2,5 Inch dan 3 Inch per 3 kg dengan kecepatan mesin 1500 rpm.
4.2.1 Pengukuran Rotasi Putaran Mesin
Proses pengukuran kecepatan dilakukan ketika puli setelah puli sudah terpasang dan bahan bakar sudah terisi, kemudian nyalakan mesin motor peng-gerak. Setelah mesin menyala ukur putaran mesin dengan menggunakan alat Ta-chometer dengan cara fokuskan sensor ke bagian poros puli yang terpasang tanda sensor.kemudian sesuaikan putaran mesin (rpm) Pada pengambilan data ini putaran mesin yang digunakan adalah 1500 rpm.
29
Gambar 4. 4 Pengukuran Rotasi Mesin
4.2.2 Proses Pemipilan
Pada proses proses pemipilan biji jagung, jagung yang sudah dijemur dibawah sinar matahari selama 3-5 hari, kemudian jagung yang telah kering di-masukan ke dalam corong pedi-masukan per 3 kg, dan hasil biji jagung yang sudah dipipil dimasukan kedalam plastik untuk ditimbang.
Gambar 4. 5 Proses Pemipilan jagung dan hasil
4.2.3 Hasil Pemipilan Biji Jagung
Hasil pemipilan biji jagung diperoleh dari per 3 kg dalam proses pemipilan biji jagung per 3 kg dengan menggunakan variasi puli dengan ukuran diameter 2 Inch, 2,5 Inch dan 3 Inch. Setelah proses pemipilan biji jagung selesai kemudian catat hasil pemipilan biji jagung.
Gambar 4. 6 jagung dan hasil pemipilan jagung
4.3 Tabel Hasil Pemipilan
Tabel 4. 1 Hasil Pemipilan Biji Jagung
Pengujian pertama dengan variasi puli 2 inch dengan beban 3 kg membu-tuhkan waktu 73 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,2 kg, Maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil sebanyak 108,5 kg/jam, pada pengujian kedua menghasilkan
No Diameter
31
66 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,1 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil sebanyak 114,5 kg/jam, pada pengujian ketiga menghasilkan 68 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,1 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil sebanyak 111,2 kg/jam, Sehingga rata-rata waktu pemipilan pada puli 2 inch sebe-sar 69 detik dan rata-rata hasil pemipil sebesebe-sar 2,1 kg, maka dalam 1 jam alat ini dapat memipil 111,5 kg/jam.
Pengujian kedua dengan puli berdiameter 2,5 inch dengan beban 3 kg menghasilkan waktu 64 detik dan hasil kapasitas sebesar2,4 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil sebanyak 135 kg/jam, pada pengujian kedua menghasilkan waktu 65 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,5 kg, maka dalam waktu 1 jam alat dapat memipil 138,5 kg/jam, pada pengujian ketiga menghasilkan waktu 64 detik dan hasil kapasitas sebesar2,4 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil 135 kg/jam, Sehingga rata-rata waktu pemipilan pada puli 2,5 sebesar 64 detik dan rata-rata hasil pemipil sebesar 2,4 kg,maka dalam 1jam alat ini dapat memipil 136,2 kg/jam.
Pengujian ketiga dengan puli berdiameter 3 inch dengan beban 3 kg menghasilkan waktu 61 detik dan hasil kapasitas sebesar2,6 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil 153,4 kg/jam, pada pengujian kedua menghasilkan waktu 62 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,7 kg, maka dalam waktu 1 jam alat ini dapat memipil 156,8 kg/jam, dan pada pengujian ketiga menghasilkan waktu 62 detik dan hasil kapasitas sebesar 2,7 kg, maka pada waktu 1 jam alat dapat memipil 156,8 kg/jam, Sehingga rata-rata waktu pemipilan pada puli 3 inch sebesar 62 detik
dan rata-rata hasil pemipil sebesar 2,6 kg. maka pada waktu 1 jam alat ini dapat memipil 155,7 kg/jam.
4.4 Hasil rata-rata waktu pemipilan
Gambar 4. 7 Waktu Pemipilan
Gambar 4.7 merupakan rata-rata waktu kapasitas pemipilan yang dilakukan tahap pertama, kedua dan ketiga. Penelitian pengaruh diameter puli terhadap waktu kapasitas dengan puli 2 inch 69 detik, dibandingkan puli standar 2,5 inch 64 detik.
Sedangkan pengujian dengan puli 3 inch 62 detik. Dari hasil diatas menunjukan bahwa puli diameter 3 inch mendapatkan waktu yang lebih efisien dibandingkan puli 2 inch dan puli 2,5 inch.
Waktu Pengujian ( detik )
Diameter Puli ( Inch )
33
4.5 Hasil rata-rata kapasitas pemipilan
Gambar 4. 8 Kapasitas Hasil Pemipilan
Gambar 4.8 merupakan rata-rata hasil kapasitas pemipilan yang dilakukan tahap pertama, kedua dan ketiga. Penelitian pengaruh diameter puli terhadap hasil kapasitas dengan puli 2 inch sebesar 2,1 kg, dan dalam waktu 1 jam 111,5 kg/jam dibandingkan puli standar 2,5 inch sebesar 2,4 kg, dan dalam waktu 1 jam 136,2 kg/jam,Sedangkan pengujian dengan puli 3 inch sebesar 2,6 kg. dan dalam waktu 1 jam 155,7 kg/jam Dari hasil diatas menunjukan bahwa puli diameter 3 inch mendapatkan hasil yang lebih banyak dibandingkan puli 2 inch dan puli 2,5 inch.
111.4
34 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan penelitian kapasitas pemipil yaitu diameter puli berpengaruh ter-hadap waktu pemipil. Semakin kecil diameter puli waktu pemipil semakin lama, dan semakin besar diameter puli kapasitas pemipil semakin cepat. Penelitian pengaruh diameter puli terhadap waktu kapasitas dengan puli 2 inch 69 detik, dibandingkan puli standar 2,5 inch 64 detik. Sedangkan pengujian dengan puli 3 inch 62 detik. Dari hasil diatas menunjukan bahwa puli diameter 3 inch mendapatkan waktu yang lebih efisien dibandingkan puli 2 inch dan puli 2,5 inch.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil analisa dari pemipilan biji jagung sebaiknya jangan menggunakan diameter puli inch 2 inch dan 2,5 inch. Kemudian pada saat meneliti pemipilan sebaiknya mesin diesel yang diatas 5,5 PK. Dan sebaiknya dalam menen-tukan variasi puli terhadap hasil pemipil diperhitungkan secara tepat terlebih dahulu dan menanyakan pada orang yang berkompeten di bidangnya
35
DAFTAR PUSTAKA
A’ayumi Q, Mesin Pemipil Jagung Dan Alat Pemipil Tradisional, Universitas Muhammadiyah Gresik 2017
Adi, 2019. Repository.Ummat.Ac.Id.Bangun Dengan Menggunakan Dinamo Listrik
Dian Pratama Syahputra, 2019 Analisis Putaran Puli Terhadap Unjuk Kerja Mesin Pencacah Limbah Botol Plastik Dan Softdrink Kapasitas 10 Kg/Jam.
Damardjati, D.S. widowati, S., Wargiano, J., dan Purba, S. 2000. Potensi dan pendayagunaan Sumber Daya Bahan pangan Lokal Serelia, umbi-umbian, dan kacang-kacangan untuk penganekaragaman pangan. Makalah Lokakarya pengembangan pangan Alternatif Jakarta.
Firmansyah,U.I. 2006. Teknologi pengeringan Dan Pemipilan Untuk Perbaikan Mutu Biji Jagung . Jurnal Litbang Pertanian Vol.22, No.3;330-342 Haryoto ( 1996)Teknologi Tepat Guna : Membuat Alat Pemipil Jagung.
Hayado, 2015. Rancang Bangun Alat Pemipil Biji Jagung
Http//Repositori.Stiperkutim.Ac.Id/Id/Eprint/12/12.Di Akses 18 Februari 2021g(Penelitian Desain Dan Uji Kinerja Mesin Pemipil Biji Jagung) Harmaji., 2007 Rancang Bangun Alat Pemipil Jagung Semi Mekanis. Skripsi.
Universitas Lampung.
Kahir, 2020. Disain dan uji kinerja mesin pemipil jagung tipe pemintal rantai dengan motor bakar. STP Kutai Timur.
Sudjudi . 2004 . Alat Pemipil Biji Jagung Mudah Dan Murah Balai Pengajian Teknologi Pertanian . Nusa Tenggara Barat.
36 LAMPIRAN Lampiran A Kesediaan Pembimbing
PENGAJUAN KESEDIAAN PEMBIMBING DAN JUDUL TUGAS AKHIR Kami yang bertanda tangan dibawah ini :
No NIDN/NUPN Nama (lengkap dengan gelar) Keterangan
1 0623127906 Nur Aidi Ariyato, M.T Pembimbing I
2 0627068803 Syarifudin, M.T Pembimbing II
Menyatakan BERSEDIA / TIDAK BERSEDIA membimbing Tugas Akhir maha-siswa berikut :
NAMA : Nur Wahyu
NIM : 18020063
Produk Tugas Akhir : Alat Pemipil Dan Penepung Biji Jagung
Judul Tugas Akhir : Pengaruh Variasi Dimensi Puli terhadap kapasitas Mesin Pemipil biji Jagung Tipe Mct 5-60
Sesuai dengan waktu yang telah disepakati, Tugas Akhir dilaksanakan mulai bulan November tahun 2020 sampai dengan pelaksanaan Sidang Tugas Akhir bulan Juli tahun 2021
Tegal, 14 juni 2021
Pembimbing I Pembimbing II
(Nur Aidi Aryanto, M.T) (Syarifudin, M.T)
NIDN. 0623127906 NIDN. 0627068803
37
Lampiran dokumentasi 1 Puli 2,5 inch
2 Pemasangan Puli 2 inch
3 Pemasangan puli 3 inch
4 Pemasukan bahan jagung
5 Hasil pemipilan
39
Lampiran Buku Bimbingan
LEMBAR PEMBIMBINGAN TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA
2021
NAMA : NUR WAHYU
NIM : 18020063
Produk Tugas Akhir : MESIN ALAT PEMIPIL BIJI JAGUNG
Judul Tugas Akhir
: PENGARUH VARIASI DIMENSI PULI TERHADAP KAPASITAS MESIN
KAPASITAS MESIN PEMIPIL BIJI JAGUNG TIPE MCT 5-60
41