• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.4 Pustakawan sebagai Profesional

Kata profesional dalam perbincangan sehari hari lebih sering diartikan sebagai keahlian atau skill dari seseorang untuk melakukan sesuatu. Terkadang

juga kata profesional dapat melekat kepada seseorang karena sudah terbiasa melakukan pekerjaan nya. Namun dalam definisi yang lebih jelas lagi ternyata kata profesional memiliki beberapa pengertian. Menurut Hari Santoso kata profesional merupakan suatu proses melakukan sesuatu secara kualitatif berdasarkan bidang keahlian dan orang yang mengerjakan tugas secara kualitatif di bidang yang relevan inilah yang disebut sebagai seorang profesional.

Sedangkan menurut pandangan McCuen dan Wallace yang dikutip oleh Hari Santoso (2015) kata profesional merupakan seseorang yang menekuni bidang tertentu yang spesifik sebagai sumber kehidupannya.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa kata profesional dalam pengertian secara spesifik mengarah ke suatu bidang tertentu yang sudah secara relevan untuk dikerjakan oleh seseorang dan menjadi sumber kehidupannya.

Profesional sudah seharusnya dimiliki oleh setiap profesi dalam kegiatan nya, tak terkecuali untuk pustakawan. Pada era informasi sekarang ini, tuntutan kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan akurat harus dipenuhi oleh perpustakaan agar tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Untuk menjawab tuntutan tersebut perpustakaan membutuhkan pustakawan profesional dalam melaksanakan kegiatan kepustakawanan nya. Perpustakaan mutlak harus mempunyai pustakawan yang profesional di bidang nya, hal ini berguna bagi perpustakaan agar mampu bersaing dengan sumber-sumber informasi yang ada saat ini serta untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap perpustakaan.

Menurut Hapsari (2011, 6) yang dimaksud dengan pustakawan profesional adalah pustakawan yang memenuhi beberapa standar kompetensi antara lain memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, bersikap terbuka pada hal-hal baru, kreatif dan yang terpenting mau belajar.

Dalam Occupational Outlook Handbook yang dikutip oleh Zaslina Zainuddin (2005) pustakawan profesional adalah “mereka yang membina dan mengembangkan program dan sistem informasi yang diberikan secara tepat, dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna”. Dalam pengertian ini berarti seorang pustakawan berkewajiban memenuhi kebutuhan informasi pengguna berdasarkan program serta sistem informasi yang dimiliki oleh perpustakaan.

Dari kedua uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pustakawan profesional merupakan seseorang yang bekerja di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna berdasarkan kompetensi yang di peroleh dari pendidikan.

Pustakawan selaku pengelola informasi harus selalu meningkatkan profesionalitas nya agar mampu memenuhi ciri profesional seperti penjelasan di atas.

Menurut Yuhelmi (2014) langkah strategis untuk peningkatan profesionalitas pustakawan yaitu:

a) Fokus terhadap kegiatan pokok dan kegiatan penunjang pustakawan.

b) Fokus terhadap tugas pokok sesuai jenjang jabatannya.

c) Memiliki semangat untuk meningkatkan jenjang jabatannya.

d) Selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

e) Membangun kerjasama.

Untuk semakin membentuk seorang pustakawan profesional, paling tidak pustakawan harus mengetahui karakteristik pustakawan yang profesional agar dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kegiatan kepustakawanan.

Menurut Sapril (2012) yang menjadi karakteristik seorang pustakawan yang profesional adalah:

1. Memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, kecakapan, dan keahlian yang mumpuni dalam bidangnya.

2. Memiliki tingkat kemandirian yang tinggi.

3. Memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama.

4. Senantiasa berorientasi pada jasa dan menjunjung tinggi kode etik pustakawan.

5. Senantiasa melihat ke depan atau berorientasi pada masa depan.

Sedangkan menurut Santoso (2015) menyatakan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan profesional yaitu:

a. Memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya

Untuk menjadi seorang pustakawan yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, namun perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus dengan menggali potensi dan kemampuan diri sampai menjadi ahli.

b. Menghasilkan kinerja yang berkualitas

Seorang pustakawan profesional pada perpustakaan perguruan tinggi harus selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan kinerja yang terbaik dan maksimal (excellent) dengan terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan.

c. Memiliki kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi tekanan, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) , untuk memelihara hubungan dengan orang lain sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin.

d. Memiliki kemampuan berkomunikasi

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang pustakawan harus sering dan secara berkesinambungan melakukan komunikasi atau exposure dengan jejaring, sehingga pengguna semakin memiliki persepsi yang terbentuk dari kompetensi dan integritasnya.

e. Memiliki karakter yang baik

Ada dua komponen penting dalam pengembangan karakter seorang pustakawan , yaitu integritas dan kepribadiannya. Integritas berarti satunya kata dengan perbuatan. Apa yang diucapkan adalah janjinya (my word is my bond), yang berarti pustakawan selalu menepati dan memenuhi apa yang diucapkannya atau dijanjikan kepada orang lain. Melalui integritas dan kepribadian pustakawan , yaitu sopan santun, kebaikan hati, kejujuran dan pemenuhan setiap komitmen, berarti pustakawan sedang menambah cadangan kepercayaan (trust) orang lain yang menjadi stakeholder seorang pustakawan.

Saat ini profesionalisme dalam pekerjaan pustakawan mutlak dibutuhkan untuk memberikan pelayanan optimal serta berorientasi kepada kepuasan pengguna. Dengan adanya peningkatan profesionalitas dari pustakawan, maka akan berdampak langsung pada pengguna perpustakaan. Pengguna akan mendapatkan layanan yang optimal, memberikan penilaian yang baik terhadap perpustakaan dan juga akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat dalam pemenuhan kebutuhan informasi mereka.

Pustakawan profesional harus memiliki kompetensi untuk mendukung kemampuan yang harus diterapkan di perpustakaan. Adapun Kompetensi profesional yang harus dipenuhi oleh pustakawan perguruan tinggi adalah:

1) Memiliki pengetahuan tentang isi sumber-sumber informasi, termasuk kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring sumber-sumber tersebut secara kritis.

2) Memiliki pengetahuan tentang subjek khusus yang sesuai dengan kegiatan perguruan tinggnya.

3) Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dengan baik, mudah diakses, dan cost effective (efektif dalam pembiayaan) yang sejalan dengan aturan strategis perguruan tingginya.

4) Menyediakan bimbingan dan bantuan terhadap pengguna layanan informasi dan perpustakaan.

5) Melakukan survai mengenai jenis dan kebutuhan informasi, layanan informasi dan produk-produk yang sesuai kebutuhan pengguna.

6) Mengetahui dan mampu menggunakan teknologi informasi untuk pengadaan, pengorganisasian, dan penyebaran informasi.

7) Mengetahui dan mampu menggunakan pendekatan bisnis dan manajemen untuk mengkomunikasikan perlunya layanan informasi kepada pimpinan perguruan tingginya.

8) Mengembangkan produk-produk informasi khusus untuk digunakan di dalam atau di luar lembaga atau oleh pelanggan secara individu.

9) Mengevaluasi hasil penggunaan informasi dan menyelenggarakan penelitian yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah manajemen informasi.

10) Secara berkelanjutan memperbaiki layanan informasi untuk menanggapi perubahan kebutuhan.

Seorang pustakawan harus mampu memenuhi segala syarat untuk menjadi seorang pustakawan profesional. Tidak hanya melalui kinerja yang berdasarkan kemahiran teknis, seorang pustakawan juga harus mempunyai mental atau sifat tidak mudah puas atau gampang putus asa sampai hasil yang optimal dicapai sehingga efektivitas tinggi dalam pekerjaan tetap terjaga.

Dokumen terkait