• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KEDUDUKAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI

C. Putusan Mahkamah Agung Nomor 547/B/PK/PJK/2013

Putusan MA Nomor 547/B/PK/PJK/2013 dimana Direktur Jendral Pajak, bekedudukan di Jalan Jendral Gatot Subroto No. 40-42 Jakarta, dalam hal ini memberi kuasa kepada :

49

1. Catur Rini Widosari, Direktur Keberatan dan banding Direktorat Jendral Pajak.

2. Budi Christiadi, Kasubid Peninjauan Kembali dan Evaluasim Direktorat Keberatan dan Banding.

3. Heru Marhanto Utomo, Kepala Seksi Peninjauan Kembali, Subdit Peninjauan Kembali dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding. 4. Sary Laviningrum, Penelaah Keberatan, Subdit Peninjauan Kembali

dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding.

Keempatnya berkedudukan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 40-42 Jakarta. Melawan PT. MONAGRO KIMIA, beralamat di Wisma Pondok Indah 2 Lantai 6, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav V-TA Pondok Indah, Jakarta 12310, yang menggunakan hakya sesuai dengan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan RI No. 6 Tahun 2009 Pasal 25.

Dimana PT Monagro Kimia (selanjutnya disebut sebagai Pemohon Banding) telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan Pembetulan ke-1 untuk Tahun Pajak 2006 yang menunjukkan posisi lebih bayar sebesar Rp. 8,738,888,746. SPT Tahunan PPh Badan tersebut diterima oleh Kantor

Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Satu (“KPP PMA I”) pada tanggal

13 Juli 2007.

SPT Tahunan PPh Badan tersebut, KPP PMA I menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (“SP3”) Nomor: PRINT-PSL-330 / WPJ.07 / KP.0205/2007 tertanggal 30 Mei 2007 dengan tujuan pemeriksaan adalah

untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Tahun Pajak 2006 yang meliputi semua jenis pajak.

Sebagai hasil dari pemeriksaan tersebut, KPP PMA I menerbitkan surat ketetapan pajak atas semua jenis pajak. Salah satu dari ketetapan pajak tersebut adalah SKPKB PPh Pasal 21 Nomor: 00042 / 201 / 06 / 052 / 08 tanggal 11 Juli 2008. Berikut perincian atas pajak kurang bayar yang di layangkan KKP PMA I :

Tabel 1.3

Surat Keterngan Pajak Kurang Bayar PPh Pasal 21 Nomor: 00042/201/06/052/08 tanggal 11 Juli 2008.

Dengan kekurangan pembayaran pajak sebagaimana tercantum di SKPKB (Surat Keterangan Pajak Kurang Bayar) PPh Pasal 21 dengan tabel tesebut, Pemohon Banding telah melunasinya melalui Surat Setoran Pajak

(“SSP”) ke Kas Negara degan cara mengangsur pada tanggal pada tanggal 11 Agustus 2008 sejumlah Rp. 684,290,573 dan pada tanggal 15 Oktober 2008 Rp.684,290,573, terbilang (Enam Ratus Delapan Puluh Empat Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Tiga Rupiah). Setelah itu Pemohon Banding tidak setuju dengan hasil pemeriksaan sebagaimana tercantum di SKPKB PPh Pasal 21 Nomor: 00042 / 201 / 06 / 052 / 08

51

tanggal 11 Juli 2008 tersebut. Oleh karena itu, PT. MONAGRO KIMIA mengajukan keberatan ke KPP PMA I pada tanggal 3 September 2008 melalui surat permohonan Nomor: MK / Sep-08 / 57 tertanggal 3 September 2008 yang diterima oleh KPP PMA I pada hari yang sama.

Sebagaimana tanggapan atas surat keberatan tersebut, Terbanding menerbitkan Keputusan Terbanding Nomor: KEP-695 / PJ.07 / 2009 tanggal 1 September 2009 tentang keberatan atas SKPKB PPh Pasal 21 Nomor: 00042 / 201 / 06 / 052 / 08 tanggal 11 Juli 2008, yang menolak keberatan Pemohon Banding. Berikut ini perincian tersebut :

Tabel 1.4

Keputusan Terbanding Nomor: KEP-695/PJ.07/2009 tanggal 1 September 2009 tentang keberatan atas Surat Keterngan Pajak Kurang

Bayar PPh Pasal 21 Nomor: 00042/201/06/052/08 tanggal 11 Juli 2008

Perlu diketahui bahwa selama proses keberatan, Peneliti (Fiskus) telah mengirimkan undangan untuk diskusi dengan surat Nomor: S-3621 / PJ.0711 / 2009 tanggal 21 April 2009 yang Pemohon Banding terima pada tanggal 29 April 2009. Namun, dikarenakan keterlambatan pengiriman undangan tersebut, Pemohon Banding tidak dapat menghadiri diskusi dengan Peneliti. Hal tersebut pun telah Pemohon Banding sampaikan kepada Peneliti.

selanjutnya, Peneliti kembali mengirimkan undangan dengan surat Nomor: S-4575 / PJ.0711 / 2009 tanggal 5 Juni 2009, yang Pemohon Banding terima pada tanggal 23 Juni 2009 dan Pemohon Banding dapat menghadiri undangan Peneliti (Fiskus) tersebut. Namun undangan tersebut ternyata tidak untuk mendiskusikan materi keberatan Pemohon Banding dan Pemohon Banding diminta untuk menandatangani Daftar Hasil Akhir Penelitian Keberatan tanpa adanya diskusi terlebih dahulu;

Dasar Hukum yang sesuai dengan Pasal 27 Undang-Undang (“UU”) Nomor: 9 Tahun 1994 stdd. UU Nomor: 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum Perpajakan dan UU Nomor: 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Pemohon Banding mengajukan banding atas keputusan Terbanding Nomor: KEP-695 / PJ.07 / 2009 tanggal 1 September 2009 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar PPh Pasal 21 Nomor: 00042 / 201 / 06 / 052 / 08 tanggal 11 Juli 2008 Tahun Pajak 2006.

Dimana PT. MONAGRO KIMIA mengajukan banding atas koreksi pada Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 21 (“DPP PPh Pasal 21”) sebesar Rp. 2,159,779,821 sebagaimana tercantum di SKPKB PPh Pasal 21 Nomor: 00042 / 201 / 06 / 052 / 08 tanggal 11 Juli 2008 Tahun Pajak 2006. Sebelumnya Pemohon Banding tidak dapat membuktikan sebagaimana rincian biaya yang bukan merupakan obyek PPh Pasal 21 Tahun 2006, menurut Pemohon Banding sebesar Rp. 3,715,337,532 adalah obyek PPh Pasal 21 yang dikoreksi oleh Pemeriksa;

53

Pihak PT. MONAGRO KIMIA mengajukan banding atas koreksi pada DPP PPh Pasal 21 sebesar Rp. 2,159,779,821 dengan alasan SPHP, total koreksi Terbanding atas DPP PPh Pasal 21 adalah sebesar Rp. 3,497,139,472 yang dialokasikan ke masing-masing tempat kedudukan / KPP di mana perusahaan Pemohon Banding terdaftar yaitu KPP PMA I, KPP Madya Tangerang dan KPP Tebing Tinggi. Terbanding mengalokasikan besarnya DPP PPh Pasal 21 menurut Terbanding berdasarkan persentase DPP PPh Pasal 21 sebagaimana tercantum pada SPT Tahunan PPh Pasal 21 yang Pemohon Banding laporkan ke masing-masing KPP / 052 / 08 tanggal 11 Juli 2008.

Tabel 1.5

Keterngan Pajak Kurang Bayar PPh Pasal 21 Nomor: 00042/201/06/052/08 tanggal 11 Juli 2008.

Alasan koreksi PT. MONAGRO KIMIA Terbanding berdasarkan Surat

Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (“SPHP”) Nomor: PHP-PSL-418 / WPJ.07

/ WPJ.07 / KP.0205 / 2008 tanggal 30 Juni 2008. Berdasarkan hasil perhitungan equalisasi, terdapat obyek pajak yang belum dilaporkan sebesar Rp.3,497,139,472. Argumentasi Pemohon Banding akan Pemohon Banding lakukan berdasarkan pendekatan nilai total DPP PPh Pasal 21.

Berikut ini equalisasi PPh Pasal 21 yang Pemohon Banding buat dengan menggunakan pendekatan nilai total tersebut:

Gambar 1.3

Argumentasi Pembelaan Objek Pajak PT. Monagro Kimia

\

1. Pembayaran ke PT Adikarindo (Pemberi Jasa Outsourcing) pembayaran ke PT Adikarindo sebesar Rp.2,952,510,717 (Rp.2,717,850,181 + Rp.

55

234,660,536) merupakan pembayaran atas jasa penyalur tenaga kerja (outsourcing) dan Pemohon Banding telah memotong PPh Pasal 23 atas pembayaran tersebut. Dikarenakan tenaga kerja yang disalurkan merupakan karyawan PT Adikarindo sehingga Pemohon Banding tidak mempunyai kewajiban untuk memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran gaji dan THR tersebut.

2. Housing subsidy Bahwa Pemohon Banding telah membuat koreksi fiskal di SPT Tahunan PPh Badan atas biaya housing subsidy sehingga biaya tersebut harus dikeluarkan dari rekonsiliasi PPh Pasal 21.

3. Salaries allocatedbahwa salaries allocated merupakan biaya penyesuaian atas total pembayaran gaji yang Pemohon Banding lakukan sehingga harus diperhitungkan di rekonsiliasi PPh Pasal 21.

4. Jamsostek JKM dan JKK Bahwa Terbanding seharusnya memperhitungkan pembayaran Jamsostek untuk JKM dan JKK sebesar Rp. 67,552,848 (Rp. 58,600,812 + Rp. 8,952,036) di rekonsiliasi PPh Pasal 21 sehingga Pemohon Banding menambahkannya ke dalam rekonsiliasi PPh Pasal 21 dari penjelasan Pemohon Banding di atas, maka koreksi pada DPP PPh Pasal 21 sebesar Rp. 2,159,779,821 harus dibatalkan.

Hasil dari kesimpulan tersebut berdasarkan hasil uji bukti materi dipersidangan diketahui sebagai berikut :

Dari Objek PPh Pasal 21 cfm yang di periksa oleh pemeriksa sebesar Rp.18.008.082.387 Termohon Peninjauan Kembali (semula Pemohon

Banding) menunjukkan Ledger terkait Direct Labour sebesar Rp.4.798.499.621Salary Wages(Selling) sebesar Rp.5.979.392.945Salary & Wages (Gen & Adm.) sebesar Rp.2.779.138.965 yang didalamnya terdapat beberapa akunSalary Third Party Contractsebesar Rp.2.717.850.181.

Dari data/bukti/dokumen yang disampaikan Termohon Peninjauan Kembali (semula Pemohon Banding / PT. MONAGRO KIMIA) tersebut, sehingga akun-akun yang terkait sebesar Rp.2.717.850.181 merupakan pembayaran atas outsourcing penyediaan tenaga kerja kepada pihak ketiga, yaitu PT. Multi Global Adikarindo, yang menurut Termohon Peninjauan Kembali (semula Pemohon Banding)sudah dipotong PPh Pasal 23 baik di KPP PMA Satu maupun KPP Madya Tangerang.

Didalam proses uji bukti dipersidangan tersebut, Termohon Peninjauan Kembali (semula Pemohon Banding / PT. MONAGRO KIMIA) tidak dapat menunjukkan asli kontrak/perjanjian outsourcing dengan PT. Multi Global Adikarindo beserta bukti/dokumen pembayarannya, Secara material, terdapat perbedaan rincian biaya yang bukan objek PPh Pasal 21 menurut Termohon Peninjauan Kembali (semula Pemohon Banding) dengan koreksi Objek PPh Pasal 21 menurut Pemohon Peninjauan Kembali (semula Terbanding) termasuk jumlah nominalnya.

Setelah dinyatakan Pembuktian Termohon Peninjauan Kembali tidak dapat menunjukkan asli kontrak/perjanjian outsourcing dengan PT. Multi Global Adikar indo beserta bukti/dokumen pembayarannya, dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata; Buku ke Empat Tentang Pembuktian Dan

57

Daluwarsa; Bab II tentang Pembuktian Dengan Tulisan; Pasal 1888,

menyatakan “Kekuatan pembuktian suatu bukti tulisan adalah pada akta aslinya.” Apabila akta yang asli itu ada, maka salinan-salinan serta ikhtisar-ikhtisar hanyalah dapat dipercaya, sekadar salinan-salinan serta ikhtisar-ikhtisar itu sesuai dengan aslinya, yang mana senantiasa dapat diperintahkan mempertunjukkannya.

Berdasarkan fakta-fakta hukum (fundamentum petendi) tersebut di atas secara keseluruhan telah membuktikan secara jelas dan nyata-nyata bahwa Majelis Hakim Pengadilan Pajak telah memutus perkara a quoterkait

sengketa koreksi DPP PPh Pasal 21 sebesar Rp1.774.878.360 tidak berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak berdasarkan hasil penilaian pembuktian, sehingga pertimbangan dan amar putusan Majelis Hakim pada PT. MONAGRO KIMIA sengketa banding di Pengadilan Pajak nyata-nyata telah salah dan keliru serta tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (contra legem), khususnya dalam bidang perpajakan. Oleh karena itu maka Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put. 38985/PP/M.IV/10/2012 tanggal 28 Juni 2012 menyangkut sengketa koreksi DPP PPh Pasal 21 sebesar Rp1.774.878.360

Hakim Menyatakan bahwa, terhadap alasan-alasan peninjauan kembali tersebut, Mahkamah Agung berpendapat bahwasanya, alasan-alasan dari peninjauan kembali tersebut tidak dapat dibenarkan karena pertimbangan hukum dan putusan Pengadilan Pajak yang mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur

Jenderal Pajak Nomor : KEP-695/PJ.07/2009 tanggal 1 September 2009 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2006.

Nomor: 00042/201/06/052/08 tanggal 11 Juli 2008, atas nama Pemohon Banding sekarang Termohon Peninjauan Kembali / PT. MONAGRO KIMIA, sehingga jumlah PPh yang masih harus dibayar dihitung kembali menjadi Rp. 818.534.430 adalah sudah tepat dan benar. Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali : Direktur Jenderal Pajak tersebut adalah tidak beralasan, sehingga harus ditolak.

Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon Peninjauan Kembali dipihak yang kalah, maka harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam peninjauan kembali yang besarnya sebagaimana tersebut dalam putusan ini. Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 dan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali DIREKTUR JENDERAL PAJAK tersebut.

59

Dokumen terkait