• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR

E. Kebjakan Non Penal

4. Putusan No 229/Pid.B/2019/PN Tbt

a. Kronologis Kasus

Bermula pada hari Jum’at tanggal 14 Juni 2019 sekitar pukul 17.00 Wib, terdakwa Nanang Arnanda als Nanda datang kerumah saksi Muhammad Fajar Siregar als Fajar di Kampung Manggis Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, dan saat itu terdakwa mengatakan kepada saksi Muhammad Fajar Siregar als Fajar bahwa terdakwa sedang tidak mempunyai uang, lalu terdakwa dan Muhammad Fajar Siregar als Fajar sepakat untuk melakukan pencurian sepeda motor dan Muhammad Fajar Siregar als Fajar mengatakan bahwa dia ada memiliki kunci letter T, kemudian sekitar pukul 23.30 WIB saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar meminjam sepeda motor milik temannya jenis Yamaha Vega R warna merah putih dengan alasan untuk

mengantarkan terdakwa pulang ke Tebing Tinggi, lalu terdakwa diberi saksi Muhammad Fajar Siregar als Fajar sebuah kain sarung warna putih coklat corak kotak-kotak dan Muhammad Fajar Siregar als Fajar menyuruh terdakwa agar nantinya berpura-pura ikut sholat subuh disebuah Mesjid dan Muhammad Fajar Siregar als Fajar juga memberikan sebuah kunci letter T kepada terdakwa sebagai alat untuk mengambil sepeda motor yang akan diambil. Kemudian pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 sekitar pukul 03.00 WIB terdakwa dan Muhammad Fajar Siregar als Fajar pergi menuju Kota Tebing Tinggi dengan maksud hendak mencari sasaran sepeda motor yang akan diambil dan sekitar pukul 05.20 WIB ketika sampai didepan Mesjid Baitul Iman Jalan Abdul Hamid Lubis Lk.IV Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi Muhammad Fajar Siregar als Fajar menghentikan sepeda motornya dan menyuruh terdakwa untuk masuk kedalam Mesjid Baitul Iman dan berpura-pura ikut sholat

Muhammad Fajar Siregar als Fajar menunggu terdakwa disimpang jalan, kemudian ketika waktu sholat sudah masuk terdakwa masuk kedalam Mesjid dan berpura-pura ikut sholat berjama’ah dan saat gerakan rukuk (membungkuk) terdakwa keluar dari dalam Mesjid dan melihat didepan Mesjid ada 2 (dua) unit sepeda motor Honda Beat sedang terparkir masing-masing berwarna putih merah dan berwarna putih biru, awalnya terdakwa berniat hendak mengambil sepeda motor Honda Beat warna putih merah namun kunci kontaknya tertutup pengaman sehingga kemudian terdakwa melihat ke sepeda motor Honda Beat warna putih biru No.Plat BK-3890-NAP yang ada disebelahnya dan kunci kontaknya tidak tertutup pengaman sehingga kemudian terdakwa mengeluarkan kunci letter T

113

yang diselipkannya dipinggangnya dan dengan menggunakan kunci letter T tersebut kemudian terdakwa membuka kunci kontak sepeda motor tersebut dan menghidupkan mesinnya, setelah sepeda motor tersebut menyala terdakwa langsung pergi membawa sepeda motor tersebut bersama-sama dengan saksi Muhammad Fajar Siregar als Fajar yang sudah menunggunya disimpang jalan dan ketika sampai disebuah sungai daerah Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai MUHAMMAD FAJAR SIREGAR alias FAJAR membuka plat sepeda motor tersebut dan membuangnya ke sungai lalu terdakwa dan MUHAMMAD FAJAR SIREGAR alias FAJAR membawa sepeda motor tersebut kerumah MUHAMMAD FAJAR SIREGAR alias FAJAR dan menyembunyikannya ditempat tersebut selama beberapa hari sambil mencari orang yang mau membelinya. Setelah satu minggu berada di rumah MUHAMMAD FAJAR SIREGAR alias FAJAR sepeda motor tersebut tidak juga laku terjual sehingga kemudian terdakwa pulang ke Tebing Tinggi dan saat di Tebing Tinggi terdakwa mendengar kabar bahwa perbuatan terdakwa pada saat melakukan pencurian sepeda motor tersebut di Mesjid Baitul Iman terekam CCTV Mesjid dan beritanya telah beredar di Facebook sehingga terdakwa menceritakan kejadian tersebut kepada MUHAMMAD FAJAR SIREGAR alias FAJAR, lalu karena ketakutan terdakwa pergi melarikan diri kerumah familynya di Desa Gunung Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Tanah Karo.

Hari senin tanggal 29 Juli 2019 sekitar pukul 04.00 WIB terdakwa berhasil ditangkap oleh Petugas Kepolisian Polsek Padang Hilir di Desa Gunung Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Tanah Karo. Terdakwa dan muhammad fajar

siregar als FAJAR tidak ada mendapat izin dari saksi korban DARIANTO untuk mengambil sepeda motor Honda Beat warna putih biru No.Plat BK-3890-NAP miliknya tersebut dan akibat perbuatan terdakwa, saksi korban DARIANTO menderita kerugian sebesar Rp.9.000.000,-(sembilan juta rupiah).

b. Pasal yang didakwakan

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana.

c. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa Nanang Arnanda als Nanda, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nanang Arnanda als Nanda dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.

d. Pertimbangan Hakim

Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya; Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke 4, dan 5 dari KUHPidana, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

115

1) Barang Siapa Menurut Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1398 K/Pid/1994 tanggal 30 Juni 1995 terminologi kata “barangsiapa” atau “hij”

sebagai siapa saja yang harus dijadikan Terdakwa. Pada dasarnya setiap manusia sebagai subyek hukum (pendukung hak dan kewajiban) dapat dijadikan sebagai Terdakwa. Hal ini dikarenakan bahwa setiap orang dianggap mampu melakukan tindakan hukum kecuali undangundang menentukan lain.

(Bandingkan dengan: Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 249). Sedangkan mengenai dapat tidaknya dimintai pertanggungjawaban, hal tersebut akan dibuktikan lebih lanjut berdasarkan fakta-fakta di persidangan mengenai pokok perkaranya dan mengenai diri Terdakwa. Oleh karena itu terkait dengan unsur ini, hanya perlu dibuktikan apakah Terdakwa merupakan orang yang dimaksud sebagai Terdakwa dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum Menimbang, bahwa di dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum telah didakwa seseorang yang bernama Nanang Arnanda Alias Nanda, dengan identitas telah di bacakan secara lengkap di depan persidangan; Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan pembenaran Terdakwa terhadap pemeriksaan identitasnya dalam persidangan, diperoleh fakta bahwa Terdakwa Nanang Arnanda Alias Nanda yang sedang diadili di depan persidangan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, adalah orang yang sama dengan yang dimaksud dengan Surat Dakwaan Penuntut Umum.

Maka jelaslah sudah bahwa pengertian “barang siapa” yang dimaksudkan dalam aspek ini Nanang Arnanda Alias Nanda yang dihadapkan ke depan

persidangan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, sehingga Majelis Hakim berpendirian unsur “barang siapa” telah terpenuhi; Menimbang, bahwa dengan demikian unsur ad 1 telah terpenuhi;

2 Mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dengan maksud akan memiliki secara melawan hukum Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “Mengambil sesuatu barang”

adalah memindahkan sesuatu barang dari tempat semula ketempat lain, sedangkan yang dimaksud “Dengan melawan hukum” adalah Perbuatan yang dilakukan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang karena dilakukan tanpa adanya persetujuan/ijin dari yang berhak.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, yaitu dari keterangan saksi-saksi dan Terdakwa serta dikaitkan dengan barang bukti berupa rekaman CCTV, pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 sekitar pukul 05.00 wib Terdakwa bersama saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar mengambil sepeda motor Honda Beat tahun 2016 warna biru putih BK.3890 NAP milik saksi Darianto yang sedang terparkir dihalaman depan Mesjid Baitul Iman Jl. Abdul Hamid Lubis Lk.IV Kel.

Bagelen Kec. Padang Hilir Kota Tebing Tinggi; Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan cara Terdakwa mengambil sepeda motor tersebut adalah awalnya Terdakwa dan saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar berboncengan mengendarai sepeda motor milik teman saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar lewat didepan

117

Mesjid Baitul Iman dan melihat ada sepeda motor yang diparkir, lalu Terdakwa masuk ke dalam Mesjid

Saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar menunggu didepan gang, kemudian Terdakwa mau mengambil Honda warna putih merah, oleh karena lubang kuncinya tertutup jadi Terdakwa mencari yang lain, lalu terlihatlah Honda Beat biru putih yang lubang kuncinya terbuka, lalu Terdakwa dengan menggunakan alat 1 (satu) buah mata obeng ketok yang ujungnya sudah dipipihkan berhasil membawa sepeda motor saksi korban dan disimpan di rumah saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar; Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Terdakwa dan saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar mengambil sepeda motor tersebut adalah mau dijual tetapi tidak laku sehingga dipakai setiap harinya oleh Terdakwa dan saksi Muhammad Fajar Siregar Alias Fajar; Menimbang, bahwa Terdakwa tidak ada ijin mengambil barangbarang tersebut; Menimbang, bahwa jika dilihat perbuatan dan maksud/tujuan Terdakwa maka dengan demikian Terdakwa telah melakukan

“pencurian” sebagaimana terurai diatas ; Menimbang, bahwa dengan demikian ini unsur ad 2 telah terpenuhi;

3. Unsur Yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;

Menimbang, bahwa sebagaimana telah di uraikan dalam pertimbangan unsur ke-2 telah terbukti bahwa yang mengambil sepeda motor Honda Beat tahun 2016 warna biru putih BK.3890 NAP milik saksi Darianto adalah Terdakwa dan saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar secara bersama-sama dimana Terdakwa berperan mengambil sepeda motor saksi korban yang sedang

terparkir di halaman Mesjid Baitul Iman sedangkan saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar berperan menunggu di depan gang dan setelah berhasil, sepeda motor tersebut disimpan dirumah saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar, lalu saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar pergi untuk menjual tapi tidak laku sehingga sepeda motor tersebut digunakan oleh saksi Muhammad Fajar Siregar alias Fajar dan Terdakwa setiap harinya; Menimbang, bahwa dengan demikian ini unsur ad 3 telah terpenuhi;

4 Unsur Pencurian yang dilakukan oleh tersalah dengan masuk ketempat kejahatan itu atau dapat mencapai barang untuk diambilnya dengan jalan membongkar, memecah atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan diketahui bahwa untuk dapat mengambil sepeda motor Honda Beat tahun 2016 warna biru putih BK.3890 NAP milik saksi Darianto adalah dengan menggunakan alat 1 (satu) buah mata obeng ketok yang ujungnya sudah dipipihkan; Menimbang, bahwa dengan demikian ini unsur ad 4 telah terpenuhi; Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 363 ayat (1) ke 4, dan 5 dari KUHPidana, telah terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal; Menimbang, bahwa terhadap tuntutan Penuntut Umum supaya Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 2 (dua) tahun, Majelis Hakim berpendapat hal tersebut sudah tepat dan setimpal dengan perbuatan Terdakwa; Menimbang, bahwa dalam persidangan,

119

Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka Terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana; Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan; Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya dipertimbangkan sebagai berikut; Menimbang, bahwa barang bukti berupa 1 (satu) buah mata obeng ketok yang ujungnya sudah dipipihkan adalah merupakan alat yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan dan dikhawatirkan dapat dipergunakan lagi untuk mengulangi tindak pidana maka akan dimusnahkan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Beat warna biru putih nomor mesin : JFP2E1271063 dan nomor rangka : MH1JFP218GK271382 tanpa plat nomor polisi, adalah merupakan milik saksi korban Darianto maka akan dikembalikan kepada saksi korban Darianto; Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa 1 (satu) buah flashdisk merk Zee 4 GB warna hitam berisikan rekaman CCTV peristiwa

pencurian sepeda motor karena telah selesai dipergunakan maka akan dikembalikan kepada yang berhak.

e. Putusan Pengadilan

Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara; Memperhatikan, Pasal 363 ayat (1) ke- 4 dan ke-5 dan KUHAP serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

1) Menyatakan Terdakwa Nanang Arnanda alias Nanda tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

“Pencurian dalam keadaan memberatkan” sebagaimana dalam dakwaan tunggal;

2) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun;

3) Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan

f. Analisis putusan

Terdakwa didakwa dengan dakwaan tunggal, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian dalam keadaan memberatkan” Majelis hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun, putusan yang diberikan Majelis Hakim sudah sesuai dengan rasa keadilan, dimana Terdakwa mampu bertanggung jawab dan alasan pemaaf.

121

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait