Tingkat Pendidikan dan Jumlah Sumberdaya Pengelola
B. Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Menunjang Agribisnis Tanaman Hortikultura di Kabupaten Bantaeng Agribisnis Tanaman Hortikultura di Kabupaten Bantaeng
5.2.2 R-O-N Kelompok Tani Butta Ejayya di Desa Bonto Tangga
a. Resoueces (sumberdaya) Kelompok Tani Butta Ejaya,
Desa Bontotangga, terdapat 15 kelompok tani, salah satunya adalah kelompok tani Butta Ejayya, memiliki jumlah anggota
sebanyak 30 orang,yang diketuai oleh Amir Mappa, berusia 39 tahun tingkat pendidikan tamat SMA, dipilih sebagai ketua oleh anggota kelompok karena kemampuan berusaha tani hortikultura yang baik, ditunjang kemampuan komunikasi, memiliki jaringan diluar . Selain itu sangat aktif bukan hanya dikelompok tani juga aktif membantu dikantor desa.
AM sangat memiliki pengetahuan tentang usahatani (kentang, bawang merah, tomat, sawi, daun bawang),sangat baik penguasaan teknik budidaya, pemasaran sampai pengolahan hasil. Kelompok tani dibentuk oleh petugas penyuluh pertanian, dia mengatakan apabila petani berkelompok maka memudahkan transper pengetahuan dari penyuluh ke petani diantaranya mengajarkan cara bercocok tanam, mudah menyampaikan harga komoditi, dan bantuan pemerintah.
Keberadaan kelompok tani ditiap desa hampir sama, kelompok tani butta Ejayya memiliki anggota terdaftar 30 orang dan hanya aktif dalam pertemuan 15 -20 orang saja yang dilaksanakan tiap enam bulan atau saat mau menanam, anggota akan aktif saat akan membagi bantuan dari pemerintah sebagaimana disampaikan oleh ketua.
“Anggota Kelompok tani Butta Ejayya memiliki anggota sebanyak 30 orang, yang aktif dalam kegiatan kelompok hanya 15 – 20 orang alasan banyak kerja, jaraknya jauh, yang dibicarakan itu-itu saja. Kelompok banyak
hadir saat akan pembagian bantuan, walaupu mereka sadari tidak pernah terlibat dalam pembuatan proposal.
Pa Amir mengatakan Kelompok tani dikatakan aktif apabila kelompok tani tersebut bisa mengajukan proposal secara rutin, sehingga anggota kelompok akan bergairah bila memperoleh bantuan, oleh karena itu ketua kelompok lebih aktif mendapatkan informasi dari dinas pertanian atau penyuluh..
Kelompok tani butta ejayya sangat potensial karena ketersediaan sumberdaya (Resources) yang memadai, kelompok tani Butta ejayya anggotanya mengolah lahan usaha tani sekitar 50 ha, memiliki sumber air 3 anak sungai yang digunakan untuk mengairi lahan petani.
Desa Bonton tangga memiliki luas 685 ha, yang dapat digunakan untuk pertanian, berada pada ketinggian 700 – 800 m dari permukaan laut sangat ideal untuk penanaman tanaman hortikultura seperti cabe, bawang, merah, tomat, dan kentang. Potensi lainnya desa Bonto Tangga jumlah ternak terlampir pada lampiran 2
Jumlah ternak sapi potong dan kuda terjadi peningkatan dari tahun ketahun, besarnya jumlah ternak merupakan potensi untuk pengembangan pupuk organik.
c. Organisasi Kelompok Tani Butta Ejaya
Kelompok tani Butta ejayya memiliki struktur organisasi yang terdiri dari: Ketua, Sekretaris, Bendahara serta unit-unit usaha.
Jumlah seksi dalam satu kelompok tidak dibatasi tetapi disesuaikan dengan perkembangan dan jenis aktivitas dalam kelompok tersebut.
Kelompok tani yang baik adalah kelompok yang memiliki
aturan-aturan dan memiliki pembagian tugas yang jelas sehingga pengurus memiliki pedoman dalam menjalankan tugas. Kelompok tani Butta ejaya sebagai organisasi memiliki anggaran dasar, didalamnya mengatur tentang masa kerja pengurus, kriteria calon ketua, alasan penggantian dan lain-lain. Didalam anggaran dasar yang dibuat merupakan hasil kesepakatan bersama dan harus pula ditaati.Serta harus ada sanksi bagi yang melanggarnya
Kelompok tani julu atia dipimpin HH jabatan sebagai ketua telah 12 tahun, setiap 5 tahun semua anggota berkumpul untuk melakukan pemilihan anggota, namun dua priode berturut-turut masih dipercayakan sama HH secara aklamasi dipercayakan sebagai ketua.
Proses penyusunan aturan atau tugas - tugas pengurus dilakukan melalui musyawarah anggota kelompok tani. Aturan kelompok tersebut serta tugas-tugas kelompok dapat dirubah atau ditambah sesuai dengan keperluan dan tingkat perkembangan kelompok tani tersebut.
Adapun tugas dan peran dari masing-masing pengurus sebagai berikut ;
o Ketua Kelompok
Tugas Ketua Kelompok dalam kelembagaan kelompok tani yakni mengkoordinasikan, dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelompok, yang terdiri dari kegiatan ; memimpin
rapat pengurus, memimpin rapat anggota, menanda tangani surat menyurat, mewakili kelompok dalam pertemuan dengan pihak lain dan memimpin pelaksanaan fungsi - fungsi manajemen lainnya.
Apabila diperlukan dapat juga dipilih wakil ketua dengan tugas antara lain mewakili ketua bilamana ketua berhalangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya serta mendapatkan otoritas yang diberikan oleh ketua sebatas ruang lingkup tugas-tugas ketua tersebut.
o Sekretaris Kelompok
Tugas Sekretaris kelompok bertanggung jawab terhadap pelaksanaan administrasi kegiatan non keuangan dengan rincian sebagai berikut: mencatat segala keputusan penting dalam setiap rapat, menindak lanjuti hasil-hasil rapat, menyampaikan hasil - hasil rapat dengan cara membuat notulen dan disampikan dalam rapat berikutnya, membuat dan menyimpan serta menyampaikan hasil notulen rapat kepada pengurus, membuat undangan - undangan, menyiapkan surat menyurat dan pengarsipannya, membuat laporan-laporan (laporan bulanan, laporan tahunan).
Apabila diperlukan dapat ditunjuk wakil sekretaris dengan tugas antara lainmewakili sekretaris bilamana sekretaris berhalangan dalam melaksanakan tugasnya dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekretaris sebatas ruang lingkup tugas – tugas sekretaris tersebut.
o Bendahara Kelompok
Tugas Bendahara Kelompok bertanggung jawab menangani seluruh kegiatan administrasi keuangan kelompok dengan rincian tugas sebagai berikut :menerimapembayaranatasnama kelompok dan menyimpannya dengan baik, melakukan pembayaran atas persetujuan ketua kelompok, menyimpan dan memelihara arsip transaksi keuangan, menyelenggarakan dan memelihara administrasi keuangan kelompok dan menyusun laporan keuangan secara berkala (bulanan dan tahunan).
o Unit-unit usaha
Keberadaan unit-unit dalam Kelompok disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kelompok dapat menetapkan unit usaha yang diinginkannya dengan meilhat potensi yang ada pada kelompok tani terdiri seksi simpan pinjam. Seksi ini mempunyai tugas melayani anggota yang akan menyimpan atau meminjam uang dan mencatatnya dalam buku simpan pinjam, melakukan pencatatan penerimaan dan pembayaran kegiatan simpan pinjam dalam buku kas simpan pinjam serta membuat laporan bulanan dan laporan tahunan untuk kegiatan simpan pinjam.Sek sinon simpan pinjam.Seksi ini mempunyai tugas antara lain melayani anggota dalam kegiatan non simpan pinjam, merencanakan dan mengusulkan kepada ketua tentang pengadaan barangsesuai dengan kebutuhan anggota, melakukan pencatatan tentang
barang anggota kelompok dalam buku pengadaan barang serta membuat laporan bulanan dan tahunan untuk seksi yang bersangkutan.Untuk seksi-seksi lainnya dapat dirumuskan tugasnya sesuai dengan kesepakatan dalam rapat pengurus.
o Anggota
Kedudukan setiap anggota didalam kelompok tani mempunyai hak dan kewajiban. Diantaranya hak dan kewajiban anggota kelompok adalah setiap anggota berhak untuk menyampaikan usul / saran /pendapat kepada pengurus baik dalam rapat maupun diluar forum rapat, memilih dan dipilih menjadi pengurus kelompok, memperoleh pelayanan yang sama sesuai bidang kegiatan yang dilakukan dalam kelompok, serta memperoleh manfaat baik berupa keuntungan material yang diperoleh dari berkelompok tersebut. Sedangkan kewajiban anggota kelompok antara lain mematuhi aturan - aturan atau kesepakatan dalam kelompok, mematuhi keputusan – keputusan rapat, hadir dan aktif pada setiap rapat – rapat anggota (rapat dilaksanakan tiap dua minggu, rapat bulanan, atau rapat – rapat lainnya), membayar iuran - iuran (iuran bulanan, iuran pokok), aktif memanfaatkan pelayanan yang di selenggarakan oleh kelompok serta wajib tanggung renteng jika ada sesuatu kejadian dalam kelompok yang di akibatkan oleh ke tidak sengajaan anggota kelompok.
c. Aturan Norma (N) Kelompok Tani Butta Ejayya
. Didalam kelompok telah ada aturan yang dibuat bersama dan disepakati oleh anggota kelompok, diantaranya pertemuan rutin kelompok, aturan pengelolaan asset kelompok, aturan pembagian bantuan.
Kesepakatan pertemuan rutin untuk tiap kelompok berbeda-beda waktu pertemuannya, ada yang menyepakati pertemuan dilakukan sebulan sekali, tiap tiga bulan dan ada juga enam bulan sekali, walaupun yang lazim pertemuan dilakukan pada saat ingin tanam, Waktu pertemuan disepakati pada minggu terahir bulan berjalan,
Kelompok tani Butta Ejayya telah mendapatkan bantuan dari dinas pertanian propinsi tahun anggara 2015 berupa traktor, pompa air, bantuan telah diatur pemanfaatannya dikelompok.
Aturan main penggunaan pompa air, pengguanan pompa air diatur sesuai prioritas kebutuhan air dilahan kelompok, diprioritaskan anggota yang sangat membutuhkannya, Biaya opersional mesin pompa ditanggung oleh anggota yang menggunakan mesin demikian pula apabila terjadi kerusakan mesin akan ditanggung anggota yang menggunakan saat terjadinya kerusakan. Untuk keberlanjutan mesin pompa disepakati adanya iuran sebanyak Rp.25.000.- perjam ditarik dari anggota yang menggunakan dan disetorkan kepada bendaharan kelompok.
Sedangkan aturan pembagian bantuan kelompok tani berupa bibit, pupuk.dimusyawarahkan setelah diperoleh bantuan, idealnya dengan membagi sesuai porsi luasan areal dari anggota, namun pada beberapa kasus dikelompok tani dibagi oleh ketua kelompok berdasarkan forsi keaktifan anggota kelompok pada pertemuan rutin, keterlibatan dalam pembuatan proposal.
Pa amin ketua kelompok Butta ejaya” untuk memotivasi anggota dalam menghidupkan kelompok tani diberikan penghargaan kepada anggota yang aktif pada tiap pertemuan atau keterlibatan anggota pada pembuatan proposal bantuan dengan memberikan forsi yang lebih banyak pada tarap yang adil, dan anggota secara ihlas menerima keputusan tersebut.
Rekapitulasi unsur R-O-N kelompok tani Butta Ejaya di Desa Bonto Tangga disajikan pada Tabel 15 berikut ini;
Tabel 15.Unsur R-O-N dalam Pengelolaan Kelompok Tani Butta Ejaya di Desa Bonto Tangga
Unsur Keterangan
Resources Anggota Kelompok tani bertambah dari 20 -menjadi 30 orang, luas lahan anggotanya 50 ha, terdapat sumber air dari anak sungai batang sikuyu
Organisasi Setelah terbentuk telah tersusun struktur organisasi, pembagian kerja dalam struktur telah berjalan namun belum maksimal., koordinasi setiap unsur dalam organisasi telah berjalan namun masih rendah
Norma anggaran dasar organisasi, Standar
operasional prosedur (SOP) peminjman alat / mesin pertanian, kepatuhan dalam menjalankan kesepakatan sudah baik
Tabel 16. R-O-N pada tiap Kelompok Tani di Kecamatan Ulu ere Kabupaten Bantaeng
Kelompok Tani
Julu Atia Butta Ejaya
Resources Sumber daya manusia terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani terdapat 30 orang dengan jumlah luas areal yang dikelola 70 ha. Memiliki sarana dan prasarana jalan yang memadai , terdapat sumber mata air pada lahannya
Anggota Kelompok tani bertambah dari 20 -menjadi 30 orang, luas lahan anggotanya 50 ha, terdapat sumber air dari anak sungai batang sikuyu, lahan yang subur
Organisasi Terdapat struktur organisasi, namun belum terlaksana pembagian kerja dalam organisasi, koordinasi setiap unsur dalam organisasi tidak berjalan, ketua kelompok tani memiliki jaringan yang luas
Setelah terbentuk telah tersusun struktur organisasi, pembagian kerja dalam struktur telah berjalan namun belum maksimal., koordinasi setiap unsur dalam organisasi telah berjalan namun masih rendah
Norma anggaran dasar organisasi, Standar operasional prosedur (SOP), kepatuhan dalam menjalankan kesepakatan masih rendah
anggaran dasar organisasi, Standar operasional prosedur (SOP) peminjman alat / mesin pertanian, kepatuhan dalam menjalankan kesepakatan sudah baik
Kemampuan bertahan dari kelompok tani Julu atia dan Butta Ejayya karena dukungan sumberdaya yang memadai dan kepatuhan pada norma yang ada, kelompok tani julu atia memiliki jumlah anggota 30 orang secara rutin melakukan pertemuan dengan anggotanya walupun jumlah yang hadir hanya 50 -70 persen namun dapat terlaksana secara rutin dan patuh pada aturan yang telah dibuat.
C. Kelembagaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa