• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Seni Karawitan bagi Anak Usia Dini

2. Ragam Gamelan

Satu set gamelan yang lengkap terdiri atas 70-75 alat musik (Sunardi Wisnusubroto, 1997: 2). Alat musik dalam gamelan dapat dibedakan menjadi lima kelompok berdasarkan fungsinya, antara lain alat musik melodi pokok, alat musik aksen, alat musik panerusan, alat musik pengurai, dan alat musik gerak ritme (Sumarsam, 2003: 208; Drummond, 2003: 1-2; Hardja Susilo, 2003: 1).

a. Alat musik melodi pokok

Alat musik melodi pokok disebut sebagai balungan. Alat musik melodi pokok memainkan cantus firmus atau nuclear theme, istilah untuk balunganing gendhing atau kerangka lagu. Balungan dimainkan dengan satu tangan menggunakan pukul berbentuk seperti palu, terbuat dari kayu atau tanduk. Balungan terdiri empat jenis alat musik (Drummond, 2003; Sumarsam, 2003: 341-342; Sunardi Wisnusubroto, 1997: 2-5), yaitu:

1) Saron slentheman atau gender panembung, yakni alat musik berupa bilah perunggu yang terletak diatas resonator dari bambu atau metal. Menurut konstruksinya, slenthem termasuk keluarga gender, namun memiliki bilah sejumlah saron. Slenthem memiliki jangkauan oktaf paling rendah. Fungsi

35

slenthem sebagai pemandu kerangka lagu. Slenthem juga dapat dimainkan dengan teknik pinjalan dengan demung.

2) Saron demung, alat musik menyerupai xylophone dengan bilah perunggu tebal diatas kerangka kayu. Demung memiliki suara satu oktaf diatas slenthem. Satu perangkat gamelan dalam satu laras umumnya mempunyai satu atau dua demung. Fungsi demung sebagai pemandu kerangka lagu. Demung juga dapat dimainkan dengan teknik pinjalan dengan slenthem.

3) Saron barung, berbentuk menyerupai demung dengan ukuran yang lebih kecil. Saron memiliki suara satu oktaf lebih tinggi daripada demung. Satu perangkat gamelan dalam satu laras umumnya mempunyai satu atau dua saron barung. Fungsi saron sebagai pemandu kerangka lagu. Saron juga dapat dimainkan secara imbal dengan saron lain.

4) Saron panerus, adalah saron dengan ukuran paling kecil dan memiliki oktaf tertinggi. Suara yang dihasilkan peking satu oktaf lebih tinggi daripada suara saron. Peking memiliki pukul khusus berupa tanduk sapi atau kayu yang menyerupai tanduk. Pada sampak, peking memainkan kerangka gendhing, namun pada gendhing yang lebih lambat pola pukulan peking dua kali lebih cepat dari pukulan demung.

b. Alat musik aksen

Alat musik aksen terdiri dari kenongan dan gongan. Alat musik aksen membagi alur kerangka gendhing menjadi beberapa fase. Patokan utama lagu ditandai dengan gong ageng, atau disebut gongan. Kenongan dan gongan terdiri

36

dari beberapa alat musik (Drummond, 2003; Sumarsam, 2003: 337-340; Sunardi Wisnusubroto, 1997: 6-13), antara lain:

1) Kenongan terdiri dari kenong, kethuk dan kempyang. Pemain kenongan berjumlah satu orang. Kenong adalah sejenis gong yang disusun secara horizontal dalam rak. Pada satu set gamelan ageng, terdapat sepuluh kenong, yakni slendro 2 3 5 6 1 dan pelog 2 3 5 6 7 1 (Sumarsam, 2002). Kethuk dan kempyang adalah sepasang gong horizontal yang kecil.

2) Gongan terdiri dari gong ageng, gong suwukan dan kempul. Pada umumnya, pemain instrumen aksen hanya dimainkan satu orang. Gongan terdiri dari: a) Gong ageng adalah gong paling besar dengan diameter antara 80-100 cm.

Pada umumnya gong ageng berwarna hitam. Gong ageng berperan sebagai patokan mulai dan selesai dalam sebuah lagu. Tabuh gong memiliki bentuk seperti gada dari kayu dan kain, serta berukuran paling besar.

b) Gong suwukan berukuran sedang dengan diameter antara 50-60 cm. Gong suwukan berperan sebagai penanda satu gatra atau satu baris notasi. Apabila hanya ada satu suwukan, maka nadanya adalah 2. Jika ada dua suwukan, sangat jarang pada laras pelog, maka nadanya adalah 2 dan 7 (Sumarsam, 2002). Tabuh suwukan sama seperti tabuh gong, namun berukuran lebih kecil. c) Kempul adalah gong paling kecil dan memiliki variasi ukuran sesuai nada.

Diameter kempul antara 30-40 cm. Kempul dengan nada rendah memiliki ukuran lebih besar daripada kempul dengan nada tinggi. Jumlah kempul dalam gamelan ageng dapat mencapai delapan kempul. Tabuh kempul sama seperti tabuh suwukan, namun berukuran lebih kecil.

37 c. Alat musik pelengkap atau panerusan

Alat musik pelengkap atau panerusan terdiri dari rebab, gender barung, gender panerus, gambang, siter dan suling (Drummond, 2003). Fungsi utama alat musik panerus adalah memainkan variasi dari kerangka lagu. Pada umumnya, instrumen panerusan digunakan dalam lagu yang lembut (Sumarsam, 2002). Alat musik yang termasuk kelompok panerus (Sumarsam, 2003: 335-342; Sunardi Wisnusubroto, 1997: 18-23)

1) Rebab termasuk cordophone, berbentuk menyerupai biola dengan dua buah senar yang dimainkan seperti memainkan cello. Badan rebab berbentuk hati ditutup membran dari babad sapi. Rebab termasuk instrumen yang susah, sehingga perlu pemain yang berpengalaman untuk memainkannya dengan jelas dan benar.

2) Gender adalah alat musik berupa bilah perunggu yang terletak diatas resonator dari bambu. Gender memiliki 13 nada. Satu perangkat gamelan biasanya memiliki tiga gender barung maupun penerus; yakni satu pasang untuk slendro, satu pasang untuk pelog bem, dan satu pasang untuk pelog barang. Gender dimainkan dengan kedua tangan.

3) Gambang adalah instrumen menyerupai xylophone dari bilah kayu dibingkai pada resonator yang berbentuk gerobog, dimainkan dengan dua tangan. Gambang terdiri dari tiga oktaf dengan 20 nada. Gambang ada tiga macam; yakni untuk slendro, pelog bem dan pelog barang.

4) Celempung, yakni cordophone dengan 13 senar. Celempung dimainkan dengan menggunakan jari, mirip kecapi.

38

5) Suling termasuk alat musik aerophone, terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara ditiup. Suara suling lebih dominan digunakan pada gamelan gaya Sunda.

d. Alat musik pegurai

Alat musik pengurai atau pharaphrasing disebut bonangan. Bonang adalah 10-14 gong kecil yang disusun dalam dua deret secara horizontal diatas rangka kayu. Jangkauan nada bonang meliputi dua oktaf, 14 nada untuk laras pelog dan 10 sampai 12 nada untuk laras slendro. Fungsi dari bonangan bermacam-macam, bisa memainkan kerangka lagu maupun memainkan pola nada yang mengantisipasi nada yang dimainkan berikutnya oleh instrumen lain. Cara memainkan bonangan dua pukul berbentuk silinder yang dilapisi kain, dimainkan dengan dua tangan. Variasi pukulan bonang berupa gembyang, pipilan/mipil, sekaran dan imbal. Pola pukulan bonang yang paling mudah adalah gembyang.

Bonang terdiri dari bonang barung, bonang panerus dan bonang panembung (Drummond, 2003; Sumarsam, 2003: 333-334; Sunardi Wisnusubroto, 1997: 6-13). Bonang barung adalah bonang berukuran sedang dengan oktaf sedang sampai tinggi. Bonang panerus adalah bonang berukuran paling kecil dengan oktaf paling tinggi. Bonang panerus memiliki suara satu oktaf lebih tinggi dari bonang barung. Bonang panerus juga dimainkan dengan kecepatan dua kali lipat bonang barung. Bonang panembung, adalah bonang yang paling besar dengan oktaf rendah sampai tengah. Kerapatan bonang panembung lebih rendah daripada bonang barung. Bonang panembung lebih banyak ditemukan di Yogyakarta.

Dokumen terkait