• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis

3.7.1 Rancangan Analisis Data

Didalam penelitian ini menggunakan data ordinal, pengolahan data dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut:

1. Editing, yaitu pemeriksaan kuesioner yang telah terkumpul kembali setelah diisi responden .

2. Coding, dalam hal ini adalah pembobotan dari setiap item instrumen berdasarkan pada pembobotan sebagai berikut: untuk jawaban positif ranking pertama dimulai dari skor yang terbesar sampai dengan yang terkecil dan untuk jawaban negatif ranking pertama dimulai dari skor yang terkecil sampai dengan yang terbesar. Nilai atau bobot untuk setiap jawaban positif diberi nilai 5-4-3-2-1, dan untuk jawaban negatif diberi skor 1-2-3-4-5.

3. Tabulating, maksudnya adalah tabulasi hasil scoring, yang dituangkan ke dalam tabel rekapitulasi secara lengkap untuk seluruh item setiap variabel. Adapun tabel rekapitulasi seperti berikut:

Tabel 3.8

Rekapitulasi Hasil Skoring Kuisioner

Responden Skor Item Total

1 2 3 4 ... N 1 2 3 4 5 N

60

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 4. Analisis Deskriptif

Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan skor variabel X dan variabel Y serta kedudukannya. Analisis ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus: SK = ST x JB x JR

Dimana:

ST = Skor tertinggi JB = Jumlah bulir JR = Jumlah responden

b. Membandingkan jumlah skor hasil angket dengan jumlah skor kriterium, untuk mencari jumlah skor hasil angket menggunakan rumus:

∑Xi = X1+X2+X3+…Xn Dimana :

Xi = Jumlah skor hasil angket variabel X

X1-Xn = Jumlah skor angket masing-masing responden c. Membuat daerah kategori kontinum

Untuk melihat bagaimana gambaran tentang variabel secara keseluruhan yang diharapkan responden, maka peneliti membagi daerah kategori kontinum ke dalam tiga tingkatan sebagai berikut: Tinggi = ST x JB x JR

Sedang = SS x JB x JR Rendah = SR x JB x JR

61

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Dimana: ST = Skor tertinggi SS = Skor sedang SR = Skor terendah JB = Jumlah bulir JR = Jumlah responden

d. Menentukan garis kontinum dan daerah letak skor untuk kepemimpinan path goal (X1), kompensasi (X2) dan disiplin kerja (Y).

Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat

Rendah Tinggi

3.7.1.1 Method of Successive Interval (MSI)

Data variabel sebelumnya menggunakan data ordinal tetapi dikarenakan pengolahan data dengan penerapan statistik parametrik mensyaratkan data sekurang-kurangnya harus diukur dalam skala interval, maka perlu dilakukan tranformasi ke data interval menggunkan Method of Successive Interval (MSI) dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menghitung frekuensi (f) untuk masing-masing kategori responden.

2. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut proporsi (p)

3. Jumlahkan nilai proporsi kumulatif untuk masing-masing kategori responden sebagai berikut:

1 = 0 + � 2

2 = � 1 + � 2

3 = � 2 + � 3

4 = � 3 + � 4

62

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Diasumsikan proporsi kumulatif mengikuti distribusi normal baku maka setiap nilai PK untuk masing-masing kategori responden akan didapatkan nilai densitas f (z) untuk masing-masing nilai z.

5. Perhitungan skala value (SV) untuk masing-masing kategori responden secara umum yaitu dengan cara:

SV=

� � −(� � � )

� � −(� � � )

3.7..1.2 Uji Korelasi

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu Kepemimpinan Path Goal (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikatnya yaitu Disiplin Kerja (Y) sehingga analisis korelasi yang digunakan adalah analisis korelasi ganda.

Rumus korelasi ganda dua variabel yaitu sebagai berikut :

1 2y =

2

x1y+ 2

x2y−2 x1y x2y 1 2

1− 2

1 2 Sumber : Riduwan (2010:139)

dimana:

1 2 = korelasi antasa variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y

rx1y = korelasi product moment antara X1 dengan Y rx2y = korelasi product moment antara X2 dengan Y rx1x2 = korelasi product moment antara X1 dengan X2

Terdapat dua jenis hubungan variabel yaitu hubungan positif dan negatif. Hubungan X dan Y dikatakan positif apabila kenaikan atau penurunan variabel X

63

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pada umumnya diikuti kenaikan atau penurunan variabel Y. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antara X dan Y disebut koefisien korelasi (r). Nilai koefisien korelasi paling sedikit -1 dan paling besar 1 artinya:

 jika nilai r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan positif.

 jika nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan negatif.

 jika nilai r = 0 atau mendekati 0, maka korelasi variabel yang diteliti tidak ada sama sekali atau sangat lemah

Tabel 3.9

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,800 – 1,00 Tinggi 0,600 – 0,800 Cukup Tinggi 0,400 – 0,600 Sedang 0,200 – 0,400 Rendah 0,000 – 0,200 Sangat Rendah Sumber : Riduwan (2010:136)

3.7.1.3 Uji Regresi Ganda

Riduwan (2010:152) mengungkapkan bahwa :

Analisis regresi ganda ialah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi antara dua kausal antara dua variabel bebas atau lebih (X1), (X2), (X3)….(Xn) dengan satu variabel terikat.

Penelitian ini terdiri dari dua variabel independen (kepemimpinan path goal dan kompensasi) dan satu variabel dependen (disiplin kerja) maka penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.

64

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Y = a + b1X1 + b2X2

Sumber : Riduwan (2010,152) dimana:

Y = Disiplin kerja karyawan X1 = Kepemimpinan path goal X2 = Kompensasi

a = harga Y bila X=0 (harga konstan)

b1, b2 = koefisien regresi yang menunjukkan peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.

3.7.1.4 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat besarnya dampak antara kedua variabel yang diteliti, maka dihitung koefisien determinasi (KP) dengan asumsi dasar faktor-faktor lain diluar variabel dianggap konstan. Berikut merupakan rumus koefisien determinasi

KP = r2 x 100% Sumber : Riduwan (2010:136)

Keterangan:

KP = Koefisien Determinasi

65

Oky Firmansyah Sunarya, 2014

Pengaruh Kepemimpinan Path Goal dan Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan (Studi Persepsional Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen terkait