METODOLOGI PENELITIAN
2. Variabel Terikat atau Dependent Variabel (Y)
3.7 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis
3.7.1 Rancangan Analisis Data
Teknik analisis data merupakan suatu cara untuk mengukur, mengolah dan menganalisis data. Tujuan pengolahan data adalah untuk memberikan keterangan
54
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta yang berguna serta menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian ini. Langkah-langkah pengolahan data yaitu :
1. Editing, yaitu pemeriksaan angket yang terkumpul kembali setelah diisi oleh responden. Pemeriksaan tersebut menyangkut kelengkapan pengisian angket secara menyeluruh.
2. Coding, yaitu pemberian kode atau skor untuk setiap opsen dari item berdasarkan ketentuan yang ada, dimana untuk menghitung bobot nilai dari setiap pernyataan dalam angket menggunakan skala Likert kategori lima. 3. Tabulating, adalah tabulasi hasil scoring yang dituangkan kedalam tabel
rekapitulasi secara lengkap untuk seluruh item setiap variabel. Adapun tabel rekapitulasi tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 3.7
REKAPITULASI HASIL SKORING ANGKET
Responden Skor Item Total
1 2 3 4 5 …. n 1 2 3 4 n Sumber : (Sugiyono, 2007: 95) 4. Analisis
Analisis data dalam penelitian ini akan diarahkan untuk menjawab permasalahan sebagaimana diungkapkan pada rumusan masalah. Untuk itu penulis menggunakan dua macam analisis, yaitu :
55
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta Mould Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
a. Analisis deskriptif, analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan skor variabel X dan variabel Y serta kedudukannya, dengan prosedur sebagai berikut :
a. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan rumus :
SK = ST x JB x JR Dimana : SK = skor kriterium ST = skor tertinggi JB = jumlah bulir JR = jumlah responden
b. Membandingkan jumlah skor hasil kuesioner dengan jumlah skor kriterium, untuk mencari jumlah skor hasil kuesioner dengan rumus :
x
i =x
1 +x
2 +x
3 + …. +x
nDimana :
x
i = jumlah skor hasil kuesioner variabel Xx
1-x
n = jumlah skor kuesioner masing-masing repondenc. Membuat daerah kategori kontinum menjadi lima tingkatan yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Menentukan kontinum tertinggi dan terendah. Tinggi : SK = ST x JB x JR Rendah : SK = SR x JB x JR Dimana : ST = skor tertinggi SR = skor terendah JB = jumlah bulir JR = jumlah responden
56
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta Menentukan selisih skor kontinum dari setiap tingkatan rumus :
d. Membuat garis kontinum dan menentukan daerah letak skor hasil penelitian. Menentukan persentase letak skor hasil penelitian (rating scale) dalam garis kontinum (S/Skor maksimal x 100%).
Gambar 3.1
Garis Kontinum Penelitian Motivasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja
e. Membandingkan skor total tiap variabel dengan parameter di atas untuk memperoleh gambaran variabel Motivasi Kerja (X1), Kepuasan Kerja (X2) dan variabel Kinerja (Y).
b. Analisis verifikatif, analisis ini digunakan untuk menjawab permasalahan tentang pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan prosedur sebagai berikut :
a. Mengubah data ordinal ke interval
Mengingat skala pengukuran dalam menjaring data penelitian ini seluruhnya diukur dalam skala ordinal, yaitu skala yang berjenjang dimana sesuatu ”lebih” atau ”kurang” dari yang lain. Maka skala ordinal tersebut harus dirubah kedalam bentuk skala interval, karena merupakan syarat
Rentang Nilai
Sangat
rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi skor kontinum tinggi – skor kontinum rendah R =
57
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta Mould Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
pengolahan data dengan penerapan statistic parametric dengan menggunakan Methode Successive Interval (MSI)
b. Pengujian persyaratan analisis data
Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji persyaratan regresi. Adapun langkah-langkah dalam uji persyaratan regresi diantaranysa meliputi uji normalitas data, uji linieritas dan uji autokorelasi.
c. Analisis Korelasi
Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menghitungnya dengan menggunakan analisis koefisien korelasi yang bertujuan mencari hubungan antara variabel yang diteliti. Penggunaan Korelasi Product moment digunakan untuk menguji hubungan antara variable X1 dan Y, serta Variabel X2 dan Y. Sementara Pengunaan koefisien korelasi ganda digunakan untuk menguji hubungan kedua variabel bebas dan terhadap Y.
Teknik korelasi product moment digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau rasio. Rumus koefisien korelasi Product Moment : ) ) ( . )( ) ( . ( ) )( ( 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY rxy
Koefisien korelasi Ganda merupakan hubungan secara bersama-sama antara dan dengan Y. Pada penelitian ini korelasi ganda yang
58
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 x x x x yx yx r r r r yx r yx r
dimaksud merupakan hubungan antara variabel motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja. Rumus korelasi ganda dua variabel ditunjukan dengan rumus berikut:
= Dimana:
= Korelasi antara variabel , secara dengan variabel Y = Korelasi antara dengan Y
= Korelasi antara dengan Y = Korelasi antara dengan
Menurut Sugiono (2007: 183) kuat lemahnya koefisien tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 3.10
PEDOMAN UNTUK MEMBERIKAN INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI
Interval koefisien Tingkat hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1.000 Sangat Kuat Sumber : Sugiono (2007: 183)
Lalu dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi. Untuk menentukan besarnya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial maka koefisien korelasi parsial tersebut dikuadratkan.
Rumus koefisien determinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan : Kd = Koefisien Determinasi R = Nilai koefisien Korelasi Kd = R2 x 100%
59
Nurul Adhiim Rajasa, 2013
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Anugrah Cipta Mould Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu d. Analisis Regresi Berganda
Menurut Sugiyono (2007:210), analisi regresi ganda digunakan oleh peneliti bila peneliti bermaksud meramalkan keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independent sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya).
Rumus regresi berganda dua variabel ditunjukan dengan rumus berikut yang dikemukakan oleh Sugiyono (2007:211) :
Y = Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
= Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.
= Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertetu.