BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.2 Metode Penelitian
3.2.5 Rancangan Analisis
3.2.5.1 Rancangan Analisis Deskriptif
Dalam penelitian ini, analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif adalah data yang diperoleh dan dianalisa dengan dasar teoriyang ada sehingga memberikan suatu gambaran dan perhitungan yang cukup jelas mengacu pada fenomena-fenomena objektif serta dikaji secara kuantitatif. Analisis data disini yaitu mengenai perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) untuk meningkatkan pendapatan pada PT. Pegadaian (Persero) di Cabang Cimahi pasar atas pada tahun 2007-2014”. Selanjutnya diteliti kemudian diambil suatu kesimpulan dari hasil tersebut. Dan atas kesimpulan tersebut dianjurkan saran untuk pertimbangan bagi perusahaan PT. Pegadaian (Persero) di Cabang Cimahi pasar atas.
Untuk mengetahui perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dan perkembangan pendapatan disini peneliti menggunakan rumus perhitungan perkembangan:
Rumus diatas digunakan untuk menghitung perkembangan naik serta turun penyaluran kredit cepat aman (KCA) dan pendapatan yang disalurkan oleh PT. Pegadaian (Persero). Sedangkan untuk menghitung berapa persen jumlah peningkatan atau penurunan penyaluran kredit maka digunakan rumus sebagai berikut :
perkembangan Rp tahun n = jumlah pendapatan tahun n − jumlah pendapatan tahun sebelumnya perkembangan Rp tahun n = jumlah kredit tahun n − jumlah kredit tahun sebelumnya
Rumus diatas digunakan untuk menghitung persentase kenaikan atau penurunan jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) dan jumlah pendapatan pada PT. Pegadaian (Persero) pada setiap tahunnya.
% =jumlah pendapatan tahun sebelumnyaperkembangan Rp tahun n x % % =perkembangan Rp tahun n x jumlah kredit tahun sebelumnya %
46 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Pegadaian
4.1.1 Sejarah Singkat PT. Pegadain (Persero)
Tanggal 1 april 2012 merupakan tonggak sejarah bagi seluruh Insan Pegadaian. Pada tanggal tersebut, perusahaan resmi berubah status badan hukum dari Perusahaan Umum (Perum) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Perubahan status badan hukum tersebut tidak sekedar perubahan struktur modal namun mempengaruhi mekanisme pengelolaan perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan.Perusahaan dituntut untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan dalam pasar (Market) yang semakin kompetitif dalam rangka menciptakan nilai tambah (added value) baik bagi pemegang saham (shareholder) dan mengakomodasi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholder).
Dalam persaingan usaha yang semakin ketat saat ini, setiap perusahaan dituntut memiliki keunggulan kompetitif untuk memenangkan persaingan tersebut. Keunggulan tersebut dapat berupa keunggulan secara produk, sistem distribusi, pelayanan, dukungan informasi teknologi dan sebagainya. Namun tidak kalah penting juga adalah keunggulan softstructure berupa pengelolaan perusahaan yang baik, budaya kerja yang kuat, kompetensi SDM dan nilai-nilai perusahaan yang mampu mengikat loyalitas nasabah dan masyarakat secara luas.Pedoman standar etika perusahaan INTAN (Code of Conduct) adalah
sekumpulan komitmen yang terdiri dari Budaya Perusahaan INTAN serta standar etika perusahaan PT. Pegadaian (Persero) yang membentuk dan mengarah kesesuaian tingkah laku sehingga sesuai dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan.
Code of Conduct berlaku untuk seluruh individu yang bertindak atas nama PT. Pegadaian (Persero), Anak Perusahaan, Pemegang Saham serta menjadi acuan seluruh stakeholders atau mitra kerja yang melakukan transaksi bisnis dengan nama PT Pegadaian (Persero).
Direksi PT. Pegadaian (Persero) senantiasa mendorong kepatuhan terhadap Code of Conduct dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya, serta mewajibkan seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Code of Conduct dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing. Penerapan Code of conduct dimaksudkan untuk mempengaruhi, membentuk dan mengarahkan kesesuaian tingkah laku Insan Pegadaian dengan nilai-nilai dan budaya Perusahaan.
4.1.2 Struktur Organisasi PT. Pegadaian (Persero) Pasar Atas
Dengan melakukan pemilihan serta penentuan struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam perusahaan maka pencapaian tujuan perusahan akan lebih terarah. Selain itu, dengan struktur organisasi yang jelas dan baik maka akan dapat diketahui sampai dimana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya. Dalam
menjalankan aktivitas usahanya, PT. Pegadaian (Persero) menerapkan struktur organisasi fungsional. Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan tugas yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut tugas yang dilakukan dalam organisasi.
Berikut struktur organisasi PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas dilihat pada gambar 4.1 :
STRUKTUR ORGANISASI PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIMAHI PASAR ATAS
.
Sumber: PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas
Gambar 4.1
STRUKTUR ORGANISASI PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIMAHI PASAR ATAS
Pemimpin Cabang
Pengelolah UPC Penafsir Penyimpan
PAP PAP
4.1.3 Deskripsi Tugas
1. Pemimpin Cabang Tugas/wewenang :
a. Mewakili direksi pusat menjalankan perusahaan.
b. Memberikan laporan kemajuan cabang kepada direksi pusat termasuk keuangannya.
c. Mengambil semua tindakan yang diperlukan agar cabang berjalan lancar.
d. Menjalankan program perusahaan untuk cabang itu (mengejar target)
e. Berhak atas promosi dan bonus jika cabang maju melebihi target perusahaan.
2. Pengelolah UPC
1. Penaksir, tugas/wewenang :
a. Melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk menentukan mutu dan nilai barang dalam rangka mewujudkan penetapan uang pinjaman yang wajar.
b. Mengajukan kebutuhan peralatan kerja menaksir. c. Menetapkan taksiran sesuai kewenangannya.
d. Bertanggung jawab besarnya uang pinjaman berdasarkan taksiran nilai barang jaminan yang ditaksirnya sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Kasir, tugas/wewenang :
a. Mengurus penerima dan pembayaran semua transaksi yang terjadi di kantor cabang.
b. Melakukan analisa kredit atas usaha calon nasabah sebagai dasar pemberi kredit.
c. Menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan jaminan fludisia.
d. Melaksanakan penyitaan barang-barang jaminan berdasarkan ketentun yang berlaku.
e. Bertanggung jawab terealisasinya analisa kredit atas usaha cabang nasabah sebagai dasar pemberi kredit
f. Bertanggung jawab terealisasinya koordinasinya dengan pihak-pihak yang terkait dengan jaminan fidusia brdasarkan ketentuan yang berlaku.
g. Bertanggung jawab kesiapan berkas-berkas untuk keperluan penyitaan barang jaminan.
h. Bertanggung jawab terlaksananya penyitaan barang jaminan sesuai ketentuan yang berlaku dan secara fidusia yang akan di lelang.
3. Pemegang Gudang, tugas/wewenang :
a. Melakukan pemeriksaan, penyimpanan, dan mengeluarkan barang jaminan selain barang kantong dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan.
b. Mengajukan kebutuhan peralatan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dalam gudang dan memberikan informasi seperlunya kepada nasabah berkaitan dengan barang jaminan yang diserahkan.
c. Bertanggung jawab kebenaran jumlah barang jaminan, kerapian, kebersihan, dan keamanan.
3. Penyimpan
Tugas/wewenang adalah mengurus gudang barang jaminan emas dengan cara menerima, menyimpan, merawat dan mengeluarkan. 4. PAP (Petugas Administrasi Pembayaran)
Tugas/wewenang adalah menerima dan membayar uang kepada nasabah (lembaga keuangan atau bank, pelanggan atau ritel atau clien).
4.1.4 Aspek Kegiatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas
PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas merupakan badan usaha yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti yang di maksud dalam kitab undang-undang hukum perdata pasal 1150.
Dalam kegiatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas sebagai berikut :
1. Penyaluran dana lebih dari 50% dana yang dihimpun oleh PT. Pegadaian (Persero) tertanam dalam aktiva ini, karna ini merupakan
kegiatan utama untuk memperoleh pendapatan, di sampng sumber-sumber lainnya (surat berharga dan lelang)
2. Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva tetap dan inventaris (tanah, bangunan, kendaraan, mebel, dll.)
3. Investasi lain (idle fund) ini dapat digunakan untuk investasi jangka pendek, dan jangka menengah. Contoh : investasi di bidang properti. 4. Penerbitan obligasi, dalam hal ini PT. Pegadaian (Persero) sudah dua
kali menerbitkan obligasi yaitu terjadi pada tahun 1993 sebesar Rp. 25 miliyar, tahun 1994 sebesar Rp. 25 miliyar. Jangka waktu masing-masing 5 tahun.
5. Pendanaan kegiatan operasional (gaji pegawai, perawatan peralatan).
4.2 Hasil Pembahasan
4.2.1 Perkembangan Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) Yang Disalurakan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014.
Jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang disalurkan pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar atas selalu mengalami perubahan setiap tahunnya, untuk mengetahui lebih jelas adanya kenaikan dan penurunan jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) dapat dilihat pada tabel 4.1.
Berikut tabel perkembangan penyaluran kredit pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar :
Tabel 4.1
Perkembangan Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar
Tahun 2007-2014
Tahun Kredit Yang Disalurkan Perkembangan kredit yang
disalurkan Rp % 2007 39.221.536.000 5.178.528.000 15,21 % 2008 60.899.139.000 21.677.603.000 55,26 % 2009 83.494.309.000 22.595.170.000 37,10 % 2010 108.736.332.000 25.242.023.000 30,23 % 2011 130.144.248.000 21.407.916.000 19,68 % 2012 77.425.168.000 -52.719.080.000 -40,50 % 2013 71.261.280.000 -6.163.888.000 -7,96 % 2014 92.239.135.000 20.977.855.000 29.43 % Berikut cara perhitungan perkembangan kredit yang disalurkan dan presentase setiap tahunnya :
Rp = jumlah kredit tahun n– jumlah kredit tahun sebelumnya
% = Perkembangan Rp tahun n x 100 % Jumlah kredit tahun sebelumnya
Tahun 2006 - 2007 = 39.221.536.000 - 34.043.008.000 = 5.178.528.000 5.178.528.000 x 100 = 15,21 % 34.043.008.000 Tahun 2007 - 2008 = 60.899.139.000 - 39.221.536.000 = 21.677.603.000 21.677.603.000 x 100 = 55,26 % 39.221.536.000
Tahun 2008 - 2009 = 83.494.309.000 - 60.899.139.000 = 22.595.170.000 22.595.170.000 x 100 = 37,10 % 60.899.139.000 Tahun 2009 – 2010 = 108.736.332.000 - 83.494.309.000 = 25.242.023.000 25.242.023.000 x 100 = 30,23 % 83.494.309.000 Tahun 2010 – 2011 = 130.144.248.000 - 108.736.332.000 = 21.407.916.000 21.407.916.000 x 100 = 19,68 % 108.736.332.000 Tahun 2011 – 2012 = 77.425.168.000 - 130.144.248.000 = -52.719.080.000 -52.719.080.000 x 100 = -40,50 % 130.144.248.000 Tahun 2012 – 2013 = 71.261.280.000 - 77.425.168.000 = -6.163.888.000 -6.163.888.000 x 100 = -7,96 % 77.425.168.000 Tahun 2013 – 2014 = 92.239.135.000 - 71.261.280.000 = 20.977.855.000 20.977.855.000 x 100 = 29.43 % 71.261.280.000
Grafik perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dengan menggunakan rumus perhitungan Perkembangan yang dapat di lihat pada gambar 4.1 di bawah ini.
Grafik 4.1
Grafik Perkembangan Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014
Grafik presentase perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dengan menggunakan rumus perhitungan Perkembangan yang dapat di lihat pada grafik 4.2 di bawah ini.
Grafik 4.2
Grafik Presentase (%) Perkembangan Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014
0 20000000 40000000 60000000 80000000 100000000 120000000 140000000
Perkembangan kredit yang disalurkan
-60 -40 -20 0 20 40 60 80 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Presentase Kredit (%)
Perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014 dan presentase perkembangan pertahunnya dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pada tahun 2007 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 39.221.536.000 dibandingkan pada tahun 2006 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 34.043.008.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 15,21%.
b. Pada tahun 2008 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 60.899.139.000 dibandingkan pada tahun 2007 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 39.221.536.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 55,26%.
c. Pada tahun 2009 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 83.494.309.000 dibandingkan pada tahun 2008 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 60.899.139.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 37,10%.
d. Pada tahun 2010 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 108.736.332.000 dibandingkan pada tahun 2009 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 83.494.309.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 30,23%.
e. Pada tahun 2011 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 130.144.248.000 dibandingkan pada tahun 2010 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 108.736.332.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 19,68%.
f. Pada tahun 2012 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 77.425.168.000 dibandingkan pada tahun 2011 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 130.144.248.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) menurun sebesar 40,50%.
g. Pada tahun 2013 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 71.261.280.000 dibandingkan pada tahun 2012 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 77.425.168.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) menurun sebesar 7,96%.
h. Pada tahun 2014 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 92.239.135.000 dibandingkan pada tahun 2013 jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang di salurkan sebesar Rp. 71.261.280.000, maka jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) meningkat sebesar 29,43%.
Pada penjelasan diatas perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 55,26% dikarenakan menurunnya tingkat suku bunga pada tahun itu yang
sebelumnya pada tahun 2007 kebawah sebesar 30% setiap tahunnya menjadi 24% setiap tahunnya. sedangkan perkembangan penyaluran kredit yang mengalami penurunan yang drastis terjadi pada tahun 2012 dikarenakan pada tahun itu tingkat perekonomian yang terjadi diindonesia mengalami peningkatan ekonomi yang mengakibatkan kurangnya nasabah yang menggadaikan barang berupa emas maupun non emas di PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar atas.
4.2.2 Perkembangan Pendapatan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014.
Jumlah pendapatan yang diperoleh pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar atas selalu mengalami perubahan setiap tahunnya, untuk mengetahui lebih jelas adanya kenaikan dan penurunan jumlah pendapatan dapat dilihat perhitungan perkembangan pendapatan dibawah ini.
Berikut perhitungan perkembangan pendapatan pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar :
Suku bunga pada tahun 2007 kebawah sebesar 30% setiap tahunnya, sedangkan suku bunga pada tahun 2008 – sekarang sebesar 24% setiap tahunnya.
Cara menghitung = jumlah kredit tahun n x suku bunga. Tahun 2007 = 39.221.536.000 x 30% = 11.766.460.800 Tahun 2008 = 60.899.139.000 x 24% = 14.615.793.360 Tahun 2009 = 83.494.309.000 x 24% = 20.038.634.160 Tahun 2010 = 108.736.332.000 x 24% = 26.096.719.680 Tahun 2011 = 130.144.248.000 x 24% = 31.234.619.520 Tahun 2012 = 77.425.168.000 x 24% = 18.582.040.320
Tahun 2013 = 71.261.280.000 x 24% = 17.102.707.200 Tahun 2014 = 92.239.135.000 x 24% = 22.137.392.400
Berikut tabel perkembangan pendapatan pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar :
Tabel 4.2
Perkembangan Pendapatan Pada
PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Tahun 2007-2014
Berikut cara perhitungan perkembangan pendapatan dan presentase setiap tahunnya :
Rp = jumlah pendapatan tahun n– jumlah pendapatan tahun sebelumnya
% = Perkembangan Rp tahun n x 100 % Jumlah pendapatan tahun sebelumnya
Tahun 2006 - 2007 = 11.766.460.800 - 10.212.902.400 = 1.553.558.400 1.553.558.400 x 100 = 15,21 %
10.212.902.400
Tahun Pendapatan Perkembangan Pendapatan
Rp % 2007 11.766.460.800 1.553.558.400 15,21 % 2008 14.615.793.360 2.849.332.560 24,21 %. 2009 20.038.634.160 5.422.840.800 37,10 % 2010 26.096.719.680 6.058.085.520 30,23 % 2011 31.234.619.520 5.137.899.840 19,68 % 2012 18.582.040.320 -12.652.579.200 -40,50 % 2013 17.102.707.200 -1.479.333.120 -7,96 % 2014 22.137.392.400 5.034.685.200 29.43 %
Tahun 2007 - 2008 = 14.615.793.360 - 11.766.460.800 = 2.849.332.560 2.849.332.560 x 100 = 24,21 % 11.766.460.800 Tahun 2008 - 2009 = 20.038.634.160 - 14.615.793.360 = 5.422.840.800 5.422.840.800 x 100 = 37,10 % 14.615.793.360 Tahun 2009 – 2010 = 26.096.719.680 - 20.038.634.160 = 6.058.085.520 6.058.085.520 x 100 = 30,23 % 20.038.634.160 Tahun 2010 – 2011 = 31.234.619.520 - 26.096.719.680 = 5.137.899.840 5.137.899.840 x 100 = 19,68 % 26.096.719.680 Tahun 2011 – 2012 =18.582.040.320 - 31.234.619.520 = -12.652.579.200 -12.652.579.200 x 100 = -40,50 % 31.234.619.520 Tahun 2012 – 2013 = 17.102.707.200 - 18.582.040.320 = -1.479.333.120 -1.479.333.120 x 100 = -7,96 % 18.582.040.320 Tahun 2013 – 2014 = 22.137.392.400 - 17.102.707.200 = 5.034.685.200 5.034.685.200 x 100 = 29.43 % 17.102.707.200
Grafik perkembangan pendapatan dengan menggunakan rumus perhitungan Perkembangan yang dapat di lihat pada gambar 4.3 di bawah ini.
Grafik 4.3
Grafik Perkembangan pendapatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014
Grafik presentase perkembangan pendapatan kredit cepat aman (KCA) dengan menggunakan rumus perhitungan Perkembangan yang dapat di lihat pada grafik 4.4 di bawah ini.
Grafik 4.4
Grafik Presentase Perkembangan pendapatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014
Perkembangan pendapatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014 dan Presentase Perkembangan pertahunnya dapat diuraikan sebagai berikut :
0 5000000 10000000 15000000 20000000 25000000 30000000 35000000 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Pendapatan -60 -40 -20 0 20 40 60 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Presentase Pendapatan (%)
a. Pada tahun 2007 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 11.766.460.800 dibandingkan pada tahun 2006 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 10.212.902.400, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 15,21%.
b. Pada tahun 2008 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 14.615.793.360 dibandingkan pada tahun 2007 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 11.766.460.800, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 24,21%.
c. Pada tahun 2009 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 20.038.634.160 dibandingkan pada tahun 2008 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 14.615.793.360, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 37,10%.
d. Pada tahun 2010 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 26.096.719.680 dibandingkan pada tahun 2009 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 20.038.634.160, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 30,23%.
e. Pada tahun 2011 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 31.234.619.520 dibandingkan pada tahun 2010 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 26.096.719.680, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 19,68%.
f. Pada tahun 2012 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 18.582.040.320 dibandingkan pada tahun 2011 jumlah pendapatan
yang diperoleh sebesar Rp. 31.234.619.520, maka jumlah pendapatan yang diperoleh menurun sebesar 40,50%.
g. Pada tahun 2013 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 17.102.707.200 dibandingkan pada tahun 2012 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 18.582.040.320, maka jumlah pendapatan yang diperoleh menurun sebesar 7,96%.
h. Pada tahun 2014 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 22.137.392.400 dibandingkan pada tahun 2013 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 17.102.707.200, maka jumlah pendapatan yang diperoleh meningkat sebesar 29,43%.
Pada penjelasan diatas perkembangan pendapatan yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 37,10 % yang disebabkan kepercayaan masyarakat pada PT. Pegadaian (Persero) lebih tinggi serta tingkat suku bunga yang relatif kecil di PT. Pegadaian (Persero) pada saat itu sebesar 24 %, sedangkan pendapatan yang mengalami penurunan drastis terjadi pada tahun 2012 dan 2013 sebesar 40,50 % dan 7,96% yang disebabkan karena jumlah penyaluran kredit yang disalurkan pada tahun 2012 dan 2013 lebih kecil dibandingkan tahun 2011 dengan persentase penurunan sebesar 40,50 % dan 7,96%.
4.2.3 Analisis Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) Untuk Meningkatkan Pendapatan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014.
Jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar atas setiap tahunnya mengalami perkembangan yang berfluktuatif karena disebabkan oleh beberapa hal yang salah satunnya adalah besarnya tingkat suku bunga serta jumlah nasabah pegadaian itu sendiri. Dengan adannya perkembangan yang berfluktuatif itu maka pendapatan yang dihasilkan oleh PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar atas juga mengalami perkembangan yang berfluktuatif. Untuk mengetahui lebih jelas adanya kenaikan dan penyaluran kredit serta jumlah pendapatan dapat dilihat pada tabel 4.3.
Berikut tabel presentase perkembangan penyaluran kredit serta presentase pendapatan pada PT. Pegadaian (Persero) cabang cimahi pasar :
Tabel 4.3
Analisis Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) Untuk Meningkatkan Pendapatan Pada PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Cimahi
Pasar Atas Tahun 2007-2014 Tahun Perkembangan Penyaluran kredit cepat aman (KCA) (%) Perkembangan Pendapatan (%) 2007 15,21 % 15,21 % 2008 55,26 % 24,21 %. 2009 37,10 % 37,10 % 2010 30,23 % 30,23 %
2011 19,68 % 19,68 %
2012 -40,50 % -40,50 %
2013 -7,96 % -7,96 %
2014 29.43 % 29.43 %
Dari tabel di atas dapat dilihat presentase perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dan Perkembangan pendapatan yang di peroleh setiap tahunnya pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas Tahun 2007-2014 dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pada tahun 2006-2007 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami peningkatan sebesar 15,21% dan pendapatannya mengalami peningkatan sebesar 15,21%, dalam hal ini terlihat bahwa peningkatan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dengan pendapatan besarnya adalah sama atau berbanding lurus dikarenakan jumlah tingkat suku bunga pada tahun 2006-2007 sama yaitu sebesar 30%. b. Pada tahun 2007-2008 penyaluran kredit cepat aman (KCA)
mengalami peningkatan sebesar 55,26% sedangkan pendapatan mengalami peningkatan sebesar 24,21%, dalam hal ini terlihat bahwa besarnya persentase penyaluran kredit cepat aman (KCA) dengan pendapatan tidak sama atau bisa dibilang persentase pendapatannya menurun bila dibandingkan dengan jumlah penyaluran kredit yang disalurkan. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2007-2008 besarnya tingkat suku bunga mengalami penurunan sebesar 6%, yang pada tahun 2007 kebawah jumlah tingkat suku bunga sebesar 30%, sedangkan pada tahun 2008 menjadi 24% pertahun.
c. Pada tahun 2008-2009 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami peningkatan sebesar 37,10% dan pendapatan mengalami peningkatan sebesar 37,10%, dalam hal ini menunjukan bahwa tingkat persentase penyaluran kredit dengan pendapatan adalah sama atau berbanding lurus. Sehingga jika penyaluran kredit semakin besar maka pendapatan yang dihasilkan juga akan semakin besar pula.
d. Pada tahun 2009-2010 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami peningkatan sebesar 30,23% dan pendapatan mengalami peningkatan sebesar 30,23%, dalam hal ini menunjukan bahwa tingkat persentase penyaluran kredit dengan pendapatan adalah sama atau berbanding lurus. Sehingga jika penyaluran kredit semakin besar maka pendapatan yang dihasilkan juga akan semakin besar pula.
e. Pada tahun 2010-2011 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami peningkatan sebesar 19,68% sedangkan pendapatan mengalami peninkatan sebesar 19,68%, dalam hal ini menunjukan bahwa tingkat persentase penyaluran kredit dengan pendapatan adalah sama atau berbanding lurus. Sehingga jika penyaluran kredit semakin besar maka pendapatan yang dihasilkan juga akan semakin besar pula. f. Pada tahun 2011-2012 penyaluran kredit cepat aman (KCA)
mengalami penurunan sebesar 40,50% sedangkan pendapatan mengalami penurunan sebesar 40,50%, hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia yang mengakibatkan menurunnya jumlah nasabah pegadaian dan berdampak
pada jumlah penyaluran kredit yang disalurkan serta pendapatan PT. pegadaian itu sendiri.
g. Pada tahun 2012-2013 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami penurunan sebesar 7,96% sedangkan pendapatan mengalami penurunan sebesar 7,96%, hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia yang mengakibatkan menurunnya jumlah nasabah pegadaian dan berdampak pada jumlah penyaluran kredit yang disalurkan serta pendapatan PT. pegadaian itu sendiri.
h. Pada tahun 2013-2014 penyaluran kredit cepat aman (KCA) mengalami peningkatan sebesar 29,43% sedangkan pendapatan mengalami peningkatan sebesar 29,43%, hal ini menunjukan bahwa meningkatnya kepercayaan pada PT. Pegadaian serta tingkat kebutuhan nasabah itu sendiri untuk meningkatkan perekonomiannya. Peningkatan jumlah penyaluran kredit sama atau berbanding lurus dengan pendapatan, semakin besar jumlah kredit yang disalurkan maka akan semakin besar pula jumlah pendapatan yang dihasilkan.
Pada penjelasan diatas menjelaskan bahwa besarnya penyaluran kredit cepat aman (KCA) pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas sama atau berbanding lurus dengan pendapatan yang akan dihasilkan. Semakin besar penyaluran kredit cepat aman (KCA) di PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas maka akan semakin besar juga pendapatan di PT. Pegadaian tersebut, sebaliknya semakin kecil penyaluran kredit cepat aman (KCA) di PT.
Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas maka akan semakin kecil pula pendapatan yang akan di hasilkan di PT. Pegadaian (Persero) tersebut.
69 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan hasil menganalisis data dan melakukan penelitian mengenai perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) untuk meningkat pendapatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas tahun 2007-2014, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2008 dikarenakan menurunnya tingkat suku bunga pada tahun itu sedangkan perkembangan penyaluran kredit cepat aman (KCA) yang mengalami penurunan yang drastis terjadi pada tahun 2012 dikarenakan pada tahun itu tingkat perekonomian yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan sehingga kurangnya nasabah yang menggadaikan barang berupa emas maupun non emas di PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas.
2. Perkembangan pendapatan yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2009 disebabkan kepercayaan masyarakat pada PT. Pegadaian (Persero) yang tinggi sedangkan pendapatan yang mengalami penurunan drastis terjadi pada tahun 2012 dan 2013 disebabkan karena jumlah penyaluran kredit yang disalurkan pada tahun 2012 dan 2013 lebih kecil dibandingkan tahun 2011.
3. Besarnya penyaluran kredit cepat aman (KCA) pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas sama atau berbanding lurus dengan pendapatan. Semakin besar jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) di PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas yang disalurkan maka akan semakin besar pula jumlah pendapatan di PT. Pegadaian (Persero) yang dihasilkan. sebaliknya semakin kecil jumlah penyaluran kredit cepat aman (KCA) di PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas yang disalurkan maka akan semakin kecil pula jumlah pendapatan yang akan di hasilkan di PT. Pegadaian (Persero) tersebut.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan untuk membantu meningkatkan penyaluran kredit cepat aman (KCA) dan pendapatan PT. Pegadaian (Persero) Cabang Cimahi Pasar Atas adalah sebagai berikut :
1. PT. Pegadaian (Persero) harus lebih mengutamakan masyarakat menengah ke bawah dengan semakin rendah tingkat suku bunga, akan semakin banyak nasabah yang menggadaikan barang berupa emas atau non emas, dan penyaluran kredit cepat aman (KCA) akan semakin meningkat.
2. Dengan memberikan promosi mengenai produk kredit yang ditawarkan akan menarik nasabah untuk menggadai barangnya, maka akan meningkatkan pendapatan PT. Pegadaian (Persero).
3. Selalu mensurvei perkembangan perekonomian, ketika perekonomian melemah akan semakin banyak nasabah yang menggadai, maka akan
semakin meningkatnya penyaluran kredit dan pendapatan PT. Pegadaian (Persero).
Analysis of Development of Fast Secured Loan Portfolio ( KCA ) To Increase Revenue PT. Pegadaian (Persero) Branch Cimahi