2.7 Wind Lass
3.1.2 Rantai Jangkar
Pada kapal yang kami temui mempunyai dua buah jangkar sehingga juga mempunyai dua buah rantai jangkar. Antara rantai jangkar sebelah kanan dan kiri mempunyai panjang yang berbeda. Rantai jangkar sebelah kiri mempunyai 8 buah segel sedangkan sebelah kanan mempunyai 9 buah segel. Setiap segel mempunyai panjang 27,5 m. Pada rantai jangkar yang kami temui di galangan mempunyai dimensi ukuran sebagai berikut :
Gambar 3.2 Rantai Jangkar
Ada banyak macam segel yang ada pada rantai jangkar kapal. Pada kapal yang kami temui terdapat segel D, segel canter dan segel swiffel. Segel swiffel selain sebagai penanda panjang antar segel juga berfungsi untuk menghindari rantai jangkar yang membelit ketika jangkar ditarik.
Berikut adalah gambar dari masing-masing segel :
Gambar 3.3 Segel D
Gambar 3.5 Segel swiffel
Pada bagian segel terutama pada jenis canter dan segel D terdapat sebuah lubang yang berfungsi sebagai pengunci. Untuk melepas segel, biasanya pada bagian ini harus dicopot terlebih dahulu. Untuk proses melepaskan segel biasanya dilakukan dengan cara dipukul sambil dipanaskan dengan las potong.
Gambar 3.6 Proses Melepas Segel Rantai
Umumnya bagian rantai pada sepertiga di bagian ujung jangkar sering mengalami korosi. Untuk mengatasi masalah tersebut dan untuk penghamatan dalam melakukan perbaikan maka posisi dari rantai biasanya dibalik. 15 fathom yang kedua menjadi yang pertama, 15 fathom yang ketiga menjadi yang kedua dan 15 fathom yang pertama menjadi yang terakhir.
Pada bagian segel, akan diberikan warna putih sedangkan pada bagian rantai biasa akan diberi warna hitam. Menurut sumber yang saya dapatkan mengatakan bahwa fungsi dari warna putih adalah untuk memudahkan melihat segel keberapa yang telah turun ke laut. Selain itu, dengan melihat segel yang telah tercelup dalam air kita bisa mengetahui seberapa panjang rantai jangkar yang telah turun ke laut.
Cat yang digunakan untuk jangkar dan rantai jangkar pada galangan yang kami kunjungi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 3.7 Cat untuk Jangkar dan Rantai jangkar
Proses perawatan rantai jangkar dilakukan selama satu tahun sekali yaitu pada pengedokan tahunan. Pada perawatan biasanya akan dilakukan pengecetan ulang, pembalikan posisi rantai jangkar, serta penggantian bagian rantai jangkar yang terkena korosi. Berikut adalah gambar bagian rantai jangkar yang terkena korosi.
Gambar 3.8 Rantai jangkar yang Terkena Korosi 3.1.3 Hawse Pipe
Hawse pipe adalah sebuah silinder yang memhubungkan rumah jangkar ke geladak. Adapun ketentuan dari hawse pipe yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Dalam pengangkatan jangkar dari air laut tidak baleh membentur bagian depan kapal
pada waktu kapal dalam keadaan trim + 5o .
2. Tiang jangkar harus masuk kelubang rantai jangkar meskipun letak telapak jangkar tidak teratur.
3. Lengan atau telapak jangkar harus merapat betul pada dinding kapal. 4. Jangkar harus dapat turun dengan beratnya sendiri tanpa rintangan apapun 5. Dalam pelayaran jangkar jangan sampai menggantung di air.
7. Lengkungan lobang pipa rantai digeladak dibuat sedemikian rupa hingga mempermudah masuk atau keluarnya rantai jangkar sehingga gesekan dapat dijaga seminimum mungkin .Selain itu lobang dilambung jangan sampai membuat sudut yang terlalu tajam.
8. Diameter dalam hawse pipe tergantung dari diameter rantai jangkar sendiri, sehingga rantai jangkar dapat keluar masuk tanpa halangan. Diameter bagian bawah dibuat lebih besar antara 3-4 cm dibandingkan dengan atasnya. Umumnya dapat dipakai sebagai pedoman untuk diameter jangkar d = 25 m/m maka diameter dalam hawse pipe = 10,4d.
Hawse pada kapal umumnya memiliki sistem pencucian rantai jangkar. Ketika jangkar diturunkan biasanya membawa partikel lumpur yang cukup banyak. Apabila tidak dibersihkan maka akan mengotori chain locker atau bak rantai. Untuk membersihkan lumpur, maka pada kapal dilengkapi penyemprot air bersih yang berada di dalam hawse pipe.
Sebagai standar keselamatan, pada lubang hawse pipe yang berada di atas geladak biasanya dilengkapi dengan plat berlubang sehingga pekerja yang melakukan aktifitas di atas geladak bisa terbebas dari bahaya. Berikut adalah gambar tutup pengaman hawse pipe pada geladak.
Gambar 3.9 Hawse Pipe dan Plat berlubang 3.1.4 Windlass
Windlass adalah alat untuk menarik rantai jangkar. Terletak diatas geladak. Windlass ini digerakkan dengan generator dengan listrik sebagai tenaga utamanya. Biasanya windlass berfungsi ganda, selain untuk menarik rantai jangkar, biasanya juga
digunakan untuk menarik tali tambat kapal. Untuk memindahkan daya dari windlass ke winch(penarik tali tambat) atau sebaliknya diguanakan tuas pemindah.
Pada saat telah ditentukan kedalaman jangkar, maka rantai akan direm menggunakan tuas pengerem. Apabila rusak maka akan diganti secara manual dengan tuas yang dinamakan stopper. Apabila stopper juga mengalami kerusakan maka digunakan waiyer atau selling.
Gambar 3.10 Tuas Pengerem
Gambar 3.11 Waiyer atau Selling
Pada proses perawatan windlass dilakukan pada drum untuk penggulung rantai. Pada bagian ini di chek apakah masih tebal atau sudah menipis. Apabila sudah menipis, biasanya diberi tanda silang. Proses perbaikannya biasanya dilakukan dengan menambah logam melalui proses pengelasan. Berikut adalah contoh gambar penggulung rantai yang memerlukan reparasi.
Gambar 3.12 Simbol Silang untuk Reparasi Bagian-bagian pada mesin Windlass adalah sebagai berikut :
1. Mesin/motor yang digerakan oleh diesel/elektik,
2. Spil/wildcat merupakan gulungan/thromol yang dapat menyangkutkan rantai jangkar pada saat melewatinya,
3. Kopling atau peralatan yang dapat melepaskan atau menhubungkan spil dengan mesin, 4. Band rem untuk mengendalikan spil apabila tidak dihubungkan dengan mesin,
5. Roda-roda gigi, dihubungkan dengan poros,
6. Tromol/gypsies, untuk melayani tros kapal dipasang pada ujung-ujung dari poros utama.