BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data
2. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas koperasi dan menggunakan aktiva yang dimiliki. a. Perputaran Aset
Rasio ini digunakan untuk mengukur penggunaan semua aktiva dan jumlah pendapatan yang diperoleh aktiva itu yang membandingkan antara volume usaha dengan total asset yang dimiliki. Semakin tinggi perputaran asset, maka akan semakin kecil investasi yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan.
Tabel 5.2 Perhitungan Perputaran AsetKPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Volume Usaha (1) Aset (2) Kali (1):(2) Skor 2011 Rp 1.700.441.210 Rp 13.568.063.460 1,25 25 2012 Rp 1.544.904.726 Rp 13.650.337.715 1,13 25 2013 Rp 1.565.715.322 Rp 14.290.458.707 1,10 25 2014 Rp 1.569.571.561 Rp 15.199.330.412 1,03 25 2015 Rp 1.690.506.234 Rp 16.256.462.551 1,04 25 Rata-rata 1,11
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.2 merupakan perhitungan rasio perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ Bantul periode tahun 2011-2015.
a. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 1,25 kali, yang berarti setiap Rp 1,0 uang yang ditanamkan dalam bentuk asset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,25.
b. Perputaran aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 1,13 kali, yang berarti setiap Rp 1,0 uang yang ditanamkan dalam bentuk asset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp, 1,13.
c. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 1,10 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam abentuk asset akan amenghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,10. d. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 1,03
kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk aset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,03. e. Perputaran aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 1,04
kali, yang berarti setip Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk aset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,04.
b. Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang atau berapa kali dna yang tertanam dalam piutang akan berputar dalam satu periode. Semakintinggi rasio perputaran piutang ini maka akan menunjukkan jumlah piutang yang berputar.
Tabel 5.3 Perhitungan Rasio Perputaran PiutangKPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Volume Usaha
(1) ½ Saldo Piutang (tahun sebelumnya + tahun ini) (2) Kali (1) : (2) Skor 2011 Rp 1.700.441.210 Rp 5.415.300.900 31,40 100 2012 Rp 1.544.904.726 Rp 11.042.569.800 13,99 100 2013 Rp 1.565.715.322 Rp 11.838.822.600 13,23 100 2014 Rp 1.569.571.561 Rp 12.758.166.550 12,30 100 2015 Rp 1.690.506.234 Rp 13.270.330.150 12,74 100 Rata-rata 16,73
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.3 merupakan perhitungan rasio perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ periode 2011-2015.
a. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 31,40 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 3,14.
b. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 13,99 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,40.
c. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 13,23 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan
dalam bentuk piutang akan mengasilkan pendapatan sebesar Rp 1,32.
d. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ pada tahun 2014 sebesar 12,30 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan Rp, 1,23.
e. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 12,74 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,27.
3. Rasio Proftabilitas
Rasio ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Selain itu, rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan operasinya.
Jenis-jenis rasio profitabilitas adalah sebagai berikut: a. Rentabilitas Modal Sendiri
Rasio rentabilitas modal sendiri ini kemampuan untuk mengukur sisa hasil usaha setelah pajak dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik keadaan dan sebaliknya semakin kecil rasio ini maka dalam keadaan yang buruk.
Tabel 5.4Perhitungan Rasio Rentabilitas Modal Sendiri KPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Sisa Hasil Usaha (SHU) (1) Modal Sendiri (2) Rasio (%) (1): (2) Skor 2011 Rp 80.037.700 Rp 7.847.110.054 1,02 0 2012 Rp 88.548.980 Rp 7.483.352.158 1,18 0 2013 Rp 90.429.758 Rp 8.223.587.993 1,10 0 2014 Rp 95.421.640 Rp 8.967.292.457 1,06 0 2015 Rp 99.545.338 Rp 9.776.609.024 1,02 0 Rata-rata 1,08
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.4 merupakan hasil prthitungan rasio rentabilitas modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ dari periode 2011-2015.
a) Rentabilitas modal sendiri tahun 2011 sebesar 1,02%, yang berarti setiap Rp 1,00 ekuitas ditanamkan oleh pemegang saham akan memberikan laba bersih sebesar Rp 0,10.
b) Rentabilitas modal sendiri tahun 2012 sebesar 1,18%, yang berarti setiap Rp 1,00 ekuitas ditanamkan oleh pemegang saham akan memberikan laba bersih sebesar Rp 0,12.
c) Rentabilitas modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 1,10%, yang berarti settiap Rp 1,00 ekuitas yang ditanamkan oleh pemegang saham akan memberikan laba bersih sebesar Rp 0,11.
d) Rentabilitas modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ pada tahun 2014 sebesar 1,06%, yang berarti setiap Rp 1,00 ekuitas yang ditanamkan oleh pemegang saham akan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,12.
e) Rentabilitas modal sendiri KPRI “KOMPAG” pada tahun 2015 sebesar 1,02%, yang berarti Rp 1,00 ekuitas yang ditanamkan oleh pemegang saham akan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,10.
b. Return On Assets(ROA)
ROA merupakan rasio yang menggambarkan hasil (return) atas penggunaan ekuitas koperasi dalam menciptakan laba bersih. Tabel 5.5 Perhitungan Rasio Return On AssetKPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Sisa Hasil Usaha (SHU) (1) Aset (2) Rasio (%) (1): (2) Skor 2011 Rp 80.037.700 Rp 13.568.063.460 0,59 0 2012 Rp 88.548.980 Rp 13.650.337.715 0,65 0 2013 Rp 90.429.758 Rp 14.290.458.707 0,63 0 2014 Rp 95.421.640 Rp 15.199.330.412 0,63 0 2015 Rp 99.545.338 Rp 16.256.462.551 0,61 0 Rata-rata 0,62
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.5 merupakan perhitungan rasio return on assets (ROA) KPRI „‟KOMPAG‟‟ Kabupaten Bantul periode tahun 2011-2015.
a) Return On Assets (ROA) KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 0,59%, yang berarti setiap Rp 1,00 aset akan mampu memberikan laba bersih (SHU) sebesar Rp 0,005.
b) Return On Assets (ROA) KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 0,65%, yang berarti setiap Rp 1,00 aset akan mampu memberikan laba bersih (SHU) sebesar Rp 0,007.
c) Return On Assets (ROA) TAHUN 2013 sebesar 0,63%, yang berarti setiap Rp 1,00 aset akan mampu memberikan laba bersih (SHU) sebesar Rp 0,006..
d) Return On Assets (ROA) KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 0,63%, yang berarti setiap Rp 1,00 aset akan mampu memberikan laba bersih (SHU) sebesar Rp 0,006.
e) Return On Assets (ROA) KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 0,61%, yang berarti setiap Rp 1,00 aset akan mampu memberikan laba bersih (SHU) sebesar Rp 0,006.
c. Net Profit Margin
Net Profit Margin (NPM) digunakan untuk mengetahui atau mengukur besarnya prosentase kemampuan KPRI „‟KOMPAG‟‟ dalam menghasilkan laba bersih atas penjualan bersih.
Tabel 5.6 Perhitungan Rasio Net Profit Margin (NPM) KPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Sisa Hasil Usaha (SHU) (1) Volume Usaha (2) Rasio (%) (1) : (2) Skor 2011 Rp 80.037.700 Rp 1.700.441.210 4,71 25 2012 Rp 88.548.980 Rp 1.544.904.726 5,73 25 2013 Rp 90.429.758 Rp 1.565.715.322 5,78 25 2014 Rp 95.421.640 Rp 1.569.571.561 6,08 25 2015 Rp 99.545.338 Rp 1.690.506.234 5,88 25 Rata-rata 5,64
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.6 merupakan hasil perhitungan net profit margin (NPM) KPRI „‟KOMPAG‟‟ periode tahun 2011-2015.
a) NPM KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 4,71%, yang berarti setiap penjualan Rp 1,00 akan memperoleh laba sebesar Rp 0,05.
b) NPM KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 5,73%, yang berarti setiap penjualan senilai Rp 1,00 akan memperoleh laba sebesar Rp 0,06.
c) NPM KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 5,78%, yang berarti setiap penjualan senilai Rp 1,00 akan memperoleh laba sebesar Rp 0,06.
d) NPM KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 6,08%, yang berarti setiap penjualan senilai Rp 1,00 akan memperoleh laba sebesar Rp 0,06.
e) NPM tahun 2015 sebesar 5,88%, yang berarti setiap penjualan senilai Rp 1,00 akan memperoleh laba sebesar Rp 0,06.
4. Rasio Solvabilitas (leverage)
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan koperasi tersebut dilikuidasi. Rasio solvabilitas berhubungan dengan keputusan pendanaan dimana koperasi lebih memilih pembiayaan hutang dibandingkan modal sendiri. Jenis rasio yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a. Total Hutang Terhadap Total Aset
Rasio total hutang terhadap total aset ini mengukur proporsi data yang bersumber dari hutang untuk membiayai koperasi. Semakin tinggi
rasio total hutang terhadap total aset akan membuat koperasi semakin sulit untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan bahwa koperasi tidak mampu memenuhi hutang-hutangnya nanti dengan aktiva yang dimiliki dan sebaliknya semakin rendah rasio ini, maka akan membuat koperasi mampu untuk memperoleh tambahan pinjaman.
Tabel 5.7 Perhitungan Rasio Total Hutang terhadap Ttotal Aset KPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Total Hutang (1) Total Aset (2) Rasio (%) (1) : (2) Skor 2011 Rp 5.640.915.706 Rp 13.568.063.460 41,57 0 2012 Rp 6.078.436.577 Rp 13.650.337.715 44,53 0 2013 Rp 5.976.440.956 Rp 14.290.458.707 41,82 0 2014 Rp 6.136.616.315 Rp 15.199.330.412 40,37 0 2015 Rp 6.380.399.189 Rp 16.256.462.551 39,25 0 Rata-rata 41,51
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.7 merupakan perhitungan dari rasio total hutang terhadap total aset.
a) Total hutang terhadap total aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 41,57%, yang berarti setiap total hutang Rp 1,00 dijamin dengan total aset Rp 0,42.
b) Total hutang terhadap total aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 44,53%, yang berarti setiap total hutang Rp 1,00 dijamin dengan total aset Rp 0,45.
c) Total hutang terhadap total aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 41,82%, yang berarti setiap total hutang Rp 1,00 dijamin dengan total aset Rp 0,42.
d) Total hutang terhadap total aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 40,37%, yang berarti setiap total hutang Rp 1,00 dijamin dengan total aset Rp 0,40.
e) Total hutang terhadap total aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 39,25%, yang berarti setiap total hutang Rp 1,00 dijamin dengan total aset Rp 0,39.
b. Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri
Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan KPRI „‟KOMPAG‟‟ Kabupaten Bantul dalam memenuhi seluruh hutang-hutangnya dengan menggunakan ekuitas yang dimiliki oleh koperasi.
Tabel 5.8 Perhitungan Rasio Total Hutang terhadap Modal Sendiri KPRI KOMPAG Kabupaten Bantul Periode 2011-2015 (dalam rupiah)
Periode Total Hutang (1) Modal Sendiri (2) Rasio (%) (1) : (2) Skor 2011 Rp 5.640.915.706 Rp 7.847.110.054 71,89 100 2012 Rp 6.078.436.577 Rp 7.483.352.158 81,23 100 2013 Rp 5.976.440.956 Rp 8.223.587.993 72,67 100 2014 Rp 6.136.616.315 Rp 8.967.292.457 68,43 100 2015 Rp 6.380.399.189 Rp 9.776.609.024 65,26 100 Rata-rata 71,90
Sumber: Data diolah 2017
Tabel 5.8 merupakan hasil perhitungan rasio total hutang terhadap modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ periode tahun 2011-2015. Total hutang terhadap modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 71,89% jika dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 81,23%, total hutang terhadap modal sendiri mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 9,34%. Total hutang terhadap modal sendiri tahun 2013 sebesar 72,67%, jika
dibandingkan dengan tahun 2012 maka mengalami penurunan sebesar 8,56%. Total hutang terhadap modal sendiri tahun 2014 sebesar 68,43 jika dibandingkan dengan tahun 2013 maka mengalami penurunan juga sebesar 4,24%. Total hutang terhadap modal sendiri tahun 2015 sebesar 65,26% jika dibandingkan dengan tahun 2014 maka total hutang terhadap modal sendiri ini mengalami perunuran juga sebesar 3,17%. Jika dirata-rata total hutang terhadap modal sendiri KPRI „‟KOMPAG‟‟ masih termasuk interval <100% dengan nilai 100 menurut Peraturan Menteri dan Usaha Kecil Menegah Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M. KUKM/V/2006.
C. Pembahasan
1. Rasio Likuiditas
Analisis data perhitungan Current Ratio KPRI “KOMPAG” tersebut dapat diketahui keadaan keuangan pada tahun 2011-2015 untuk current ratio jika dirata-rata dan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 06/Per.M.KUKM/V/2006, maka skor current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ adalah 0.
Current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 207,78%, yang berarti setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin pengembaliannya oleh aktiva lancar sebesar Rp 2,08. Current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 189,47%, yang berarti setiap Rp 1,00 hutang
lancar dijamin pengembaliannya oleh aktiva lancar sebesar Rp 1,89. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 maka current ratio mengalami penurunan sebesar 18,31%. Current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 232,90%, yang berarti setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin pengembaliannya oleh aktiva lancar sebesar Rp 2,32. Jika tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2013 maka current ratio mengalami kenaikan 43,43%. Current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 241,84%. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 maka current ratio mengalami kenaikan sebesar 8,94%. Current ratio KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 249,32%, yang berarti setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin pengembaliannnya oleh aktiva lancar sebesar Rp 2,49. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2015 maka current ratio mengalami kenaikan sebesar 7,48%. Penyebab current ratio semakin meningkat dati tahun ke tahun disebabkan karena meningkatnya aktiva lancar dilihat dari piutang pada anggota koperasi.
2. Rasio Aktivitas a. Perputaran Aset
Analisis data perhitungan perputaran aset KPRI “KOMPAG” tersebut dapat diketahui keadaan keuangan pada
tahun 2011-2015 untuk perputaran aset jika dirata-rata, maka nilai perputaran aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ termasuk dalam range 1,00 kali – 1,5 kali dengan nilai 25 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 06/Per.M.KUKM/V/2006. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 1,25 kali, yang berarti setiap Rp 1,0 uang yang ditanamkan dalam bentuk asset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp, 1,25. Perputaran aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 1,13 kali, yang berarti setiap Rp 1,0 uang yang ditanamkan dalam bentuk asset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp, 1,13. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2011 jika dibandingkan dengan tahun 2012 maka perputaran asetmengalami penurunan sebesar 0,12 kali. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 1,10 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam abentuk asset akan amenghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,10. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2012 jika dibandingkan dengan tahun 2013 maka perputaran asetmengalami penurunan sebesar 0,03 kali. Perputaran asset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2014 sebesar 1,03 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk aset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,03. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun
2014 maka perputaran asetmengalami penurunan lagi sebesar 0,07 kali. Perputaran aset KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 1,04 kali, yang berarti setip Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk aset akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,04. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2015 maka perputaran asetmengalami kenaikan sebesar 0,01 kali. Penyebab dari perputaran piutang dari tahun ke tahu menurun yaitu disebabkannnya manajemen yang tidak efesiens dalam penggunaan aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan.
b. Perputaran Piutang
Analisis data perhitungan perputaran piutang KPRI “KOMPAG” Tabel 5.3 dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, jika rata-rata perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ termasuk ke dalam range >12 kali dengan nilai 100 sesuai dengan Peraturan Menteri Neegara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor:06/Per/M.KUKM/V/2006.Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2011 sebesar 31,40 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 3,14.
Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2012 sebesar 13,99 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,40. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun
2011 jika dibandingkan dengan tahun 2012, maka perputaran piutangmengalami penurunan sebesar 17,41 kali. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2013 sebesar 13,23 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan mengasilkan pendapatan sebesar Rp 1,32. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan dari tahun 2012 jika dibandingkan dengan tahun 2013 maka perputaran piutangmengalami penurunan lagi sebesar 0,76 kali. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ pada tahun 2014 sebesar 12,30 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan Rp, 1,23. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun 2014 maka perputaran piutangmengalami penurunan sebesar 0,93 kali. Perputaran piutang KPRI „‟KOMPAG‟‟ tahun 2015 sebesar 12,74 kali, yang berarti setiap Rp 1,00 uang yang ditanamkan dalam bentuk piutang akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,27. Berdasarkan hasil analisis data, rasio yang ditunjukkan tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2015 maka perputaran asetmengalami kenaikan sebesar 0,44 kali. Perputaran piutang KPRI "KOMPAG" sudah baik dari tahun ke tahun bahwa pihak manajemen sudah efektif dalam melakukan penagihan piutang selama tahun berjalan.