BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4. Rasio Aktivitas
Menghitung rasio-rasio aktivitas dengan perhitungan rasio sebagai berikut:
a. Total asset turn over, = assets Total sales Net over turn asset Total =
b. Rasio Perputaran Piutang
= x kali rata rata g Piu Penjualan 1 tan −
c. Periode rata-rata Pengumpulan piutang = g Piu Perputaran hari tan 360
Setelah rasio-rasio tersebut dihitung, data hasil perhitungan tersebut diinterprestasikan sehingga dapat diketahui kondisi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan tingkat aktivitas yang dimiliki perusahaan tersebut dalam suatu periode tertentu
5. Trend
Untuk mengetahui kecenderungan apakah semakin baik atau buruk maka dapat di gunakan analisis sebagai berikut:
Y= a + bx.
Setelah trend dihitung maka hasilnya diinterpretasikan sehingga dapat diketahui apakah posisi kuangan perusahaan itu semakin baik atau buruk.
26
BAB IV
GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan secara singkat mengenai gambaran umum dari Bursa Efek Jakarta, PT Argo Pantes Tbk, PT Texmaco Tbk, PT Eratex Tbk, PT Panasia Indosyntex Tbk. Gambaran umum yang dikemukakan meliputi sejarah singkat perusahaan, letak peusahaan dan manajemen perusahaan.
A. Sejarah Singkat Bursa Efek Jakarta
Pada 13 juli 1992, Bursa Efek Jakarta (BEJ) di swastakan dan mulai menjalankan pasar saham di Indonesia, sebuah awal pertumbuhan baru setelah terhent i sejak didirikan pada awal abad ke-19. Pada tahun 1912 dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda, Bursa Efek Jakarta didirikan pertama di Batavia, sekarang berganti nama dengan Jakarta.
Bursa Batavia sempat ditutup selama periode perang dunia pertama dan dibuka lagi pada 1925. Selain bursa Batavia, pemerintah Kolonial juga mengoperasikan bursa pararel di Surabaya dan Semarang. Namun kegiatan bursa saham ini di hentikan lagi ketika terjadi pendudukan oleh tentara Jepang di Batavia. Pada 1952, tujuh tahun setelah Indonesia merderka bursa saham di buka lagi di Jakarta dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan Belanda sebelum Perang Dunia. Kegiatan bursa saham
27
kemudian berhenti lagi ketika pemerintah meluncurkan program nasionalisasi pada tahun 1956.
Bursa saham kembali dibuka dan ditangani oleh Bapepam, institusi baru di bawah Departemen Keuangan sebelum tahun 1977. Kegiatan perdagangan dan kapitalisasi pasar saham pun mulai meningkat seiring dengan perkembangan pasar financial dan sector swasta, puncak perkembangannya pada tahun 1990. Pada tahun 1991 bursa saham di swastanisasi menjadi Bursa Efek Jakarta dan menjadi Bursa saham dinamis di Asia.
1. Letak Perusahaan
PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) berlokasi di Gedung BEJ, Lantai 4 Tower atau di Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
2. Manajemen
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama : Bacelius Ruru
Komisaris : Avi Y Dwipayana
Komisaris : Lily Widjaja
Komisaris : I Made Rugeh Ramia
Komisaris : Sri Indrastuti Hadi Putranto
DEWAN DIREKSI
28
Direktur Perdagangan dan Keangotaan : M.S. Sembiring
Direktur Administrasi : Wawan Setiawan Setiamihardja Direktur Pemeriksaan : Sihol Siagian
Direktur Pencatatan : Harry Wiguna
KEPALA DIVISI
Divisi Pengawasan : Sri Haryani
Divisi Hukum : Isharsaya
Satuan Pemeriksa Anggota Bursa : Kristian Sihar Manulang Satuan Pemerikasa Internal : Trisnadi Yulrisman Divisi Pencatatan Sektor Riil : Yose Rizal
Divisi Pencatatan Sektor Jasa : Wan Wei Yiong
Divisi Perdagangan : Supandi
Divisi Riset dan Pengembangan : Kandi S. Dahlan Divisi Keanggotaan : Hamdi Hasyarbaini
Divisi Keuangan : Ratna Djauri T.
Divisi Umum : Bambang Widodo
Divisi Sumber Daya Manusia : Windarti S. Choesin Divisi Teknologo Informasi : Yohanes Liauw Divisi Komunikasi Perusahaan : Saka Abadi Sekretaris Perusahaan : Dian Adhitama
29 Tri Legono Y Bambang Aribowo Saka Abadi Edison Hulu Widodo Erry TP Hidayat Ade Indra Permana
B. Sejarah Singkat PT Argo Pantes Tbk
P.T. Argo Pantes (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 30 tanggal 12 Juli 1977 dari Darwani Sidi Bakaroedin, SH., notaris di Jakarta. Akta ini telah diubah dengan akta No. 5 tanggal 1 September 1988 dari Winanto Wiryomartani, SH., notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 15 September 1988.
1. Letak Perusahaan
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan pabrik berlokasi di Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. Kantor pusat perusahaan beralamat di Wisma Argo Manunggal, Lantai 16, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 22, Jakarta.
2. Manajemen
DEWAN KOMISARIS
30
Komisaris : Karma Widjaja
: Boy Limadiputra T. Leman : Aurelia Wynn Sutedja : Marcia Sutedja
Direktur Utama : Abdul Moeis
Wakil Direktur Utama : Ng Djoen Khiung : The Nicholas
Direktur : Devendra Singn Chowdhry
: Wira Tjendana
C. Sejarah Singkat PT Tekmaco Tbk
PT Texmaco Jaya Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang- undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang- undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 14 tanggal 28 Nopember 1970, dari Januar Tirtaadmidjaja, SH, notaris di Jakarta, yang telah diubah dengan akta No. 11 tanggal 14 Juni 1973 dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. Y.A.5/228/22 tanggal 29 Juni 1973, serta diumumkan dalam Berita Negara No. 74 tanggal 14 September 1973 Tambahan No. 658. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 24 tanggal 13 September 1999 dari Fatiah Helmi, SH, notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat keputusan No.
31
C-19939.HT.01.04.TH. 99 tanggal 10 Desember 1999, serta diumumkan dalam Berita Negara No. 82 tanggal 13 Oktober 2000 Tambahan No. 283.
1. Letak Perusahaan
Perusahaan berkedudukan di Karawang, sedangkan pabriknya berlokasi di Beji, Pemalang, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Sentra Mulia Suite 1008, Lantai 10, Jl. H.R. Rasuna Said Kav.X-6 No. 8, Jakarta
2. Manajemen
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris : Bapak Slamet Nugroho
Komisaris : Bapak Arumugam
: Bapak Ibrahim Zarkasi DEWAN DIREKSI
Presiden Direktur : Bapak Vasudevan Ravishankar
Direktur : Bapak Jutti Chandra Suresh
:Bapak Eduard Paul Tumbuan, MBA
D. Sejarah Singkat PT Eratex Djaja Tbk
P.T. ERATEX DJAJA LTD. Tbk. ("Perusahaan") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 berdasarkan akta No. 7 tanggal 12 Oktober 1972 dari Koerniatini Karim, Notaris di Jakarta. Akta pendirian
32
Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.Y.A.5/136/10 tanggal 25 April 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 54 tanggal 6 Juli 1973 dan tambahan No. 484.
Perusahaan bergerak dalam bidang industri textile yang terpadu meliputi bidang- bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri. Perusahaan ini beroperasi secara komersial pada tahun 1974.
1. Letak Perusahaan
Pabrik berlokasi di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Probolinggo, Jawa Timur. 2. Manajemen
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris : Liu Han Tang
Komisaris Independen : Chow Ming Shan
Komisaris Independen : Juergen Ulrich Schreiber
Komisaris : Fu Yum Chiu
Komisaris : Andi Purnomo
Komisaris : Wan Chen Sien
DEWAN DIREKSI
Presiden Direktur : James Wan
Direktur Eksekutif : Joseph Chan
33
Direktur : John Hok Chow Cheng
Direktur : Norman Chow
Direktur : Adrian Hau Chak Fu
Direktur : Ho Yiu Cheung
Direktur : Frankie Ma Ngon
Direktur : Markus Susilo
Direktur : Julian W. Wong
Komite Audit Independen Juergen Ulrich Schreiber Frans P. Iskandar
Joseph Kwan
E. Sejarah Singkat PT Panasia Indosyntex Tbk
P.T. Panasia Indosyntec Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang- Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 13 tanggal 6 April 1973 dari Imas Fatimah, S.H., notaris di Bandung. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/174/23 tanggal 11 Maret 1981 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 24 Pebruari 1987, Tambahan No. 171. Anggaran dasar Perusahaan telah
34
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 12 tanggal 13 Juni 1997 dari Nanny Sukarja, S.H., notaris di Bandung, antara lain mengenai perubahan nama Perusahaan dari P.T. Panasia Indosyntec menjadi P.T. Panasia Indosyntec Tbk. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2- 8581.HT.01.04-TH.97 tanggal 27 Agustus 1997 serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 5874 tanggal 16 Desember 1997 dari Berita Negera Republik Indonesia No. 100.
1. Letak Perusahaan
Perusahaan berdomisili di dan pabriknya berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Jl. Garuda 153/74, Bandung, Jawa Barat.
2. Manajemen
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris : Drs. Koeswardjono, SE
Komisaris : Evelyne Meilna Hidjaja
Dra. Dian Nathalia DEWAN DIREKTUR
Presiden Direktur : Awong Hidjaja
Wakil Presiden Direktur : Drs. Soebianto Bambang S Ir. Rizal Asri
35
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Data yang di analisis dalam bab ini adalah data laporan PT Argo Pantes Tbk, PT Texmaco Tbk, PT Eratex Djaja Tbk dan PT Panasia Indosyntex Tbk dengan mengunakan teknik analisis rasio keuangan dan analisis trend.
A. Analisis Rasio Keuangan 1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Tabel V.1 pada PT Argo Pantes Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999
current ratio PT Argo Pantes Tbk menunjukkan angka 0,151 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,151, pada tahun 2000 current ratio menunjukkan angka 0,218 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,218, pada tahun 2001 current ratio menunjukkan angka 0,233 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,233, pada tahun 2002
current ratio menunjukkan angka 0,340 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hitang lancer dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,34 dan pada tahun 2003 current ratio menunjukkan angka 0,292 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,292.
Pada PT Texmaco Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 current ratio
PT Texmaco Djaja Tbk menunjukkan angka 0,517 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,517 pada tahun
2000 current ratio menunjukkan angka 0,406 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,406, pada tahun 2001
current ratio menunjukkan angka 0,376 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,376 pada tahun 2002 current ratio menunjukkan angka 0,421 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,421 dan pada tahun 2003 current ratio
menunjukkan angka 0,253 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,253.
Pada PT Eratex Djaja Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 current ratio PT Eratex Tbk menunjukkan angka 2,305 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,305 pada tahun 2000
current ratio menunjukkan angka 1,883 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,883, pada tahun 2001 current ratio menunjukkan angka 2,244 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,244 pada tahun 2002 current ratio
menunjukkan angka 1,929 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,929 dan pada tahun 2003 current ratio
menunjukkan angka 1,347 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,347.
Pada PT Panasia Indosyntex Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999
current ratio PT Panasia Indosyntex Tbk menunjukkan angka 0,436 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,436 pada tahun 2000 current ratio menunjukkan angka 0,701 yang berarti
37
bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,701, pada tahun 2001 current ratio menunjukkan angka 0,597 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 0,597 pada tahun 2002 current ratio menunjukkan angka 1,176 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,176 dan pada tahun 2003 current ratio menunjukkan angka 1,033 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,033
Current Ratio
Keterangan: Current Ratio =
Lancar g Hu Lancar Aktiva tan
PT Argo Pantes Tbk PT Texmaco Tbk
TH
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio 1999 355.151.854 2.351.669.771 0,151 468.050.124.737 904.605.519.916 0,517 2000 537.366.196 2.464.237.998 0,218 452.388.228.057 1.114 555.377.065 0,406 2001 623.586.946 2.679.677.619 0,233 498.427.099.729 1.325.308.400.411 0,376 2002 482.599.549 1.417.647.940 0,340 489.122.149.149 1.161.586.943.781 0,421 2003 403.858.282 1.382.361.502 0,292 306.190.625.441 1.211.998.062.753 0,253
PT Eratex Djaja Tbk PT Panasia Indosyntex Tbk
TH
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio 1999 250.853.758 108.823.330 2,305 788.407.212.342 1.807.716.797.021 0,436 2000 388.620.053 206.350.050 1,883 707.508.388.754 1.009.193.480.224 0,701 2001 310.934.644 138.591.761 2,244 669.614.985.462 1.120.854.645.656 0,597 2002 284.645.018 147.528.390 1,929 586.158.475.400 498.613.627.555 1,176 2003 167.882.232 124.619.495 1,347 565.843.741.391 547.492.889.101 1,033
39
b. Quick Ratio
Tabel V.2 pada PT Argo Pantes Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 quick ratio menunjukkan angka 0,059 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,059, pada tahun 2000 quick ratio menunjukkan angka 0,104 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,104, pada tahun 2001 quick ratio menunjukkan angka 0,087 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,087, pada tahun 2002 quick ratio menunjukkan angka 0,032 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,032 dan pada tahun 2003
quick ratio menunjukkan angka 0,092 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,092.
Pada PT Texmaco Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 quick ratio
menunjukkan angka 0,244 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,244, pada tahun 2000 quick ratio menunjukkan angka 0,162 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,162, pada tahun 2001 quick ratio menunjukkan angka 0,202 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,202, pada tahun 2002 quick ratio menunjukkan angka 0,186 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan
aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,186 dan pada tahun 2003
quick ratio menunjukkan angka 0,113 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,113.
Pada PT Eratex Djaja Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 quick ratio menunjukkan angka 1,159 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,159, pada tahun 2000 quick ratio menunjukkan angka 1,164 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 1,164, pada tahun 2001 quick ratio menunjukkan angka 1,272 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 1,272, pada tahun 2002 quick ratio menunjukkan angka 1,050 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 1,050 dan pada tahun 2003
quick ratio menunjukkan angka 0,608 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,608.
Pada PT Panasia Indosyntex Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999
quick ratio menunjukkan angka 0,269 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,269, pada tahun 2000 quick ratio menunjukkan angka 0,357 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,357, pada tahun 2001 quick ratio menunjukkan angka
41
0,215 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,215, pada tahun 2002 quick ratio
menunjukkan angka 0,536 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,536 dan pada tahun 2003 quick ratio menunjukkan angka 0,454 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancer setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 0,454.
Quickt Ratio
PT Argo Pantes Tbk PT Texmaco Tbk
TH
Aktiva Lancar Persd+UM+Pajak Hutang Lancar Quick Ratio
Aktiva Lancar Persd+UM+Pajak Hutang Lancar Quick Ratio 1999 355.151.854 216.140.849 2.351.669.771 0,059 468.050.124.737 247.318.808.717 904.605.519.916 0,244 2000 537.366.196 281.738.533 2.464.237.998 0,104 452.388.228.057 271.803.685.924 1.114 555.377.065 0,162 2001 623.586.946 389.446.518 2.679.677.619 0,087 498.427.099.729 230.723.232.504 1.325.308.400.411 0,202 2002 482.599.549 357.492.772 1.417.647.940 0,032 489.122.149.149 273.094.465.875 1.161.586.943.781 0,186 2003 403.858.282 277.296.810 1.382.361.502 0,092 306.190.625.441 169.791.181.485 1.211.998.062.753 0,113
PT Eratex Djaja Tbk PT Panasia Indosyntex Tbk
TH
Aktiva Lancar Persd+UM+Pajak Hutang Lancar Quick Ratio
Aktiva Lancar Persd+UM+Pajak Hutang Lancar Quick Ratio 1999 250.853.758 92.456.772 108.823.330 1,159 788.407.212.342 300.905.855.264 1.807.716.797.021 0,269 2000 388.620.053 163.567.237 206.350.050 1,164 707.508.388.754 347.253.099.854 1.009.193.480.224 0,357 2001 310.934.644 142.073.318 138.591.761 1,272 669.614.985.462 428.744.752.430 1.120.854.645.656 0,215 2002 284.645.018 140.261.815 147.528.390 1,050 586.158.475.400 368.873.083.583 498.613.627.555 0,536 2003 167.882.232 112.239.035 124.619.495 0,608 565.843.741.391 317.340.370.566 547.492.889.101 0,454
43
c. Cash Ratio
Tabel V. 3 pada PT Argo Pantes Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 cash ratio menunjukkan angka 0,023 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,023, pada tahun 2000 cash ratio menunjukkan angka 0,062 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,062, pada tahun 2001 cash ratio menunjukkan angka 0,052 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,052, pada tahun 2002 cash ratio menunjukkan angka 0,010 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,010 dan pada tahun 2003
cash ratio menunjukkan angka 0,013 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva kas Rp 0,013.
Pada PT Texmaco Tbk Tbk menunj ukkan bahwa pada tahun 1999 cash ratio menunjukkan angka 0,020 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,020, pada tahun 2000 cash ratio menunjukkan angka 0,019 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,019, pada tahun 2001 cash ratio menunjukkan angka 0,063 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,063, pada tahun 2002 cash ratio menunjukkan angka 0,007 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,007 dan pada tahun 2003
cash ratio menunjukkan angka 0,003 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva kas Rp 0,003.
Pada PT Eratex Djaja Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 cash ratio menunjukkan angka 0,844 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar
dijamin dengan kas sebesar Rp 0,844, pada tahun 2000 cash ratio menunjukkan angka 0,521 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,521, pada tahun 2001 cash ratio menunjukkan angka 0,332 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,332, pada tahun 2002 cash ratio menunjukkan angka 0,134 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,134 dan pada tahun 2003
cash ratio menunjukkan angka 0,047 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva kas Rp 0,047.
Pada PT Panasia Indosyntex Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999
cash ratio menunjukkan angka 0,096 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,096, pada tahun 2000 cash ratio
menunjukkan angka 0,082 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,082, pada tahun 2001 cash ratio menunjukkan angka 0,061 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,061, pada tahun 2002 cash ratio menunjukkan angka 0,133 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp 0,133 dan pada tahun 2003 cash ratio menunjukkan angka 0,100 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva kas Rp 0,100.
Tabel V .3
Cash Ratio
Keterangan : Cash Ratio =
Lancar g Hu Kas tan
PT Argo Pantes Tbk PT Texmaco Tbk
TH
Kas Hutang Lancar Cash Ratio
Kas Hutang Lancar Cash Ratio 1999 58.598.122 2.351.669.771 0,023 18.402.002.146 904.605.519.916 0,020 2000 152.603.284 2.464.237.998 0,062 20.795.162.693 1.114 555.377.065 0,019 2001 139.773.345 2.679.677.619 0,052 83.279.336.987 1.325.308.400.411 0,063 2002 14.526.852 1.417.647.940 0,010 8.042.437.217 1.161.586.943.781 0,007 2003 18.574.025 1.382.361.502 0,013 3.528.808.154 1.211.998.062.753 0,003
PT Eratex Djaja Tbk PT Panasia Indosyntex Tbk
TH
Kas Hutang Lancar Cash Ratio
Kas Hutang Lancar Cash Ratio 1999 91.887.979 108.823.330 0,844 174.116.766.511 1.807.716.797.021 0,096 2000 107.412.940 206.350.050 0,521 82.591.662.351 1.009.193.480.224 0,082 2001 46.053.637 138.591.761 0,332 68.125.405.203 1.120.854.645.656 0,061 2002 19.728.020 147.528.390 0,134 66.357.003.805 498.613.627.555 0,133 2003 5.856.518 124.619.495 0,047 54.896.590.786 547.492.889.101 0,100
2. Rasio Solvabilitas
a. Total Debt to Total Assets
Tabel V.4 pada PT Argo Pantes Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 rasio utang atas aktiva adalah 0,985 yang berarti bahwa 98,5% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2000 rasio utang atas aktiva adalah 1,146 yang berarti bahwa 114,6% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2001 rasio utang atas aktiva adalah 1,206 yang berarti bahwa 120,6 % total aktiva diwakili oleh total utang. . Pada tahun 2002 rasio utang atas aktiva adalah 1,005 yang berarti bahwa 100,5% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2003 rasio utang atas aktiva adalah 0,938 yang berarti bahwa 93,8 % total aktiva diwakili oleh total utang.
Pada PT Texmaco Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 rasio utang atas aktiva adalah 1,025 yang berarti bahwa 102,5% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2000 rasio utang atas aktiva adalah 1,311 yang berarti bahwa 131,1% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2001 rasio utang atas aktiva adalah 1,540 yang berarti bahwa 154% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2002 rasio utang atas aktiva adalah 1,737 yang berarti bahwa 173,7% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2003 rasio utang atas aktiva adalah 2,276 yang berarti bahwa 227,6 % total aktiva diwakili oleh total utang.
Pada PT Eratex Djaja Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 rasio utang atas aktiva adalah 0,813 yang berarti bahwa 81,3% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2000 rasio utang atas aktiva adalah 0,872 yang berarti
47
bahwa 87,2% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2001 rasio utang atas aktiva adalah 0,848 yang berarti bahwa 84,8% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2002 rasio utang atas aktiva adalah 0,825 yang berarti bahwa 82,5% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2003 rasio utang atas aktiva adalah 0,917 yang berarti bahwa 91,7 % total aktiva diwakili oleh total utang.
Pada PT Panasia Indosyntex Tbk menunjukkan bahwa pada tahun 1999 rasio utang atas aktiva adalah 0,960 yang berarti bahwa 96% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2000 rasio utang atas aktiva adalah 0,939 yang berarti bahwa 93,9% total aktiva diwakili oleh total utang. pada tahun 2001 rasio utang atas aktiva adalah 0,927 yang berarti bahwa 92,7% total aktiva diwakili oleh total utang. Pada tahun 2002 rasio utang atas aktiva adalah 0,862 yang berarti bahwa