KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
5. Realistik secara ekonomi
a. Apakah anggaran di Bidang Bina Hukum yang sudah ditetapkan sudah mampu menunjang dalam melakukan pengawasan ?
Saya rasa selama ini sudah cukup yah.Dalam melakukan pembinaan ke lapangan itu sudah dianggarkan.
b. Apakah kecukupan anggaran menjadi tolak ukur keberhasilan ? Tebtu saja.Anggaran disini mampu meciptakan ke efektifan kerja. c. Apakah Bidang Bidang Bina Hukum membutuhkan anggaran yang
lebih dari pada bidang-bidang yang lain ?
Anggaran sih sudah sesuai-sesuai saja selama ini tidak ada perbedaan, mungkin di bidang-bidang lain yang membutuhkan itu. d. Apakah selama ini sudah berjalan cukup baik dari dana yang sudah
dianggarkan ?
Sudah berjalan dengan baik ko dengan anggaran yang diberikan selama ini.
6. Realistik secara organisasional
d. Apakah ada Himbauan Kinerja dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah dalam melakukan evaluasi ?
Sudaj jelas himbauan dari kepala badan lingkungan hidup daerah dan informasi yang disampaikan sudah sesuai dengan kenyataan dilapangan.
e. Apakah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat harus diterima dan ditanggapi di Bidang Bina Hukum ?
Tentu apabila kami menerima sebuah pengduan dari masyarakat harus sesuai terlebih dahulu apakah benar memang yang dilaporkan masyarakat itu sesuai dengan yang dilaporkan. Kita akan tinjau ke lapangan. Akan kita buat seperti berita acara terkait adanya pengaduan dari masyarakat.
f. Apakah koordinasi harus dilakukan dan diterima oleh para pegawai ? Koordinasi dan informasi harus diterima oleh para pegawai.Jika terjadi koordinasi yang tidak relevan maka tidak akan mencapai tujuan dan hasil. Karena komunikasi koordinasi yang kurang itu tadi mas.
7. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
a. Koordinasi yang dilakukan oleh Bidang Bina Hukum dikantor dengan dilapangan apakah itu perlu dilakukan ?
Iyah kita akan terus koordinasi maupun dikantor itu antar bidang-bidang terus apa yang harus dikoordinasikan melalui laporan yang sampai ke bina hukum. Bina hukum disini nanti akan meninjau perusahaan yang memerlukan binaan dalam artian agar mematuhi peraturan yang harus diterapkan dengan Undang-Undang dan Peraturan Daerah.
b. Koordinasi antar Bidang di Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang apakah sudah berjalan dengan baik ?
Ya selama ini alhdamdulillah yah mas, bidang-bidang di BLHD ini sudah berjalan bekerjasama untuk mencapai tujuan dari hasil akhir bersama yaitu BLHD.
c. Apakah koordinasi yang baik menentukan keberhasilan tujuan ?
Kalo koordinasi sudah baik dengan otomatis maka keberhasilan bersama pasti akan dicapai dengan visi misi BLHD Kabupaten Tangerang yang telah ditetapkan sebelumnya.
8. Fleksibel
a. Apakah para pegawai di Bidang Bina Hukum harus fleksibel ?
Iyah itu harus dong masih.Biar kalo pekerjaan itu tidak ada yang menumpuk diatas meja.Apalagi untuk pelayanan kepada masyarakat itu harus diutamakan mas.
b. Apakah fleksibelitas dilakukan dalam berbagai perkerjaan ? Iyah harus dilakukan disemua pekerjaan.
c. Fleksibelitas seperti apa yang dilakukan ?
Apabila kita mengerjakan pekerjaan seperti membuat laporan dari bidang pengawasan kepada kami, kami akan melakukan koordinasi dan meminta acc kepada kepala BLHD agar kami dapat memasuki perusahaan yang akan kita bina.
9. Bersifat sebagai petunjuk dan operasional
a. Apakah masyarakat membantu sebagai petunjuk dalam melakukan pengawasan lingkungan ?
Tentu disini kita kan tidak bisa berjalan sendiri kita meminta kepada masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan hidup agar kualitas dan kuantitas dimasa yang akan datang menjadi lebih baik. Sangat bidang hukum sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang memperjuangkan lingkungan yang sehat.
b. Apakah petunjuk operasional hanya diperoleh dari masyarakat saja ? Dari yang masyarakat umum sedikit sh, tapi kalo untuk LSM itu lumayan banyak yah kami mendapatkan informasi.Ada yang menanyakan tentang tindak lanjut dan ada pula yang menanyakan tindakan kita harus cepat tanggap apabila terjadi pencemaran.
c. Apakah Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah memberikan petunjuk dalam proses operasional ?
Kalo itu sudah pasti dong mas,kami selalu melakukan rapat dengan bapak kaban untuk memastikan apakah ada kendala atau tidaknya dalam perkerjaan.
d. Seberapa penting petunjuk yang operasional dalam membantu pekerjaan dalam pengawasan ?
Penting, karena itu sebagai acuan dalam melakukan pengawasan agar sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
10.Diterima para anggota organisasi
a. apakah arahan yang diberikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah sudah diterima pada anggota organisasi ?
Alhamdulillah selama ini sudah berjalan dengan prosedur dari bapak kaban dan informasi sesuai dengan kenyataan-kenyataan dalam bentuk pengawasan.
MEMBERCHECK
Nama : Ana Shoba
Jabatan : Kasubbid Evaluasi Dampak Lingkungan(AMDAL) Kode Informan : I3
Karakteristik Pengawasan yang Efektif menurut (Handoko 2005) 1. Akurat
a. Keakuratan data seperti apa yang dilakukan oleh Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan ?
Pada keakuratan data yang kami kumpulkan disini yaitu proses registrasi yang ada diloket depan itu mas, tahap pertama pemohon harus melalui loket pemeriksaan verifikasi, tahap kedua pemohon registrasi dokumen (AMDAL) Analisis Dampak Lingkungan, ketiga pengambilan dan pembalikan dokumen (AMDAL)Analisis Dampak Lingkungan.
b. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh Bidang Pengkajian Dampak Lingkunganuntuk mendapatkan keakuratan data dan dokumen ?
Tadi kan dari ketiga loket tersebut itu yang diminta oleh kami data-data persyaratannya. Unutk mendapatkan ke akuratan data-data kami juga harus mengecek satu persatu dokumen tersebut sehingga data yang kami terima sesuai dengan dilapangan.
c. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan untuk mendapatkan keakuratan Informasi dilapangan ?
Untuk informasi disini kita lebih gali lagi apabah benar adanya perusahaan ini berdiri dilokasi mana kecamatan mana dan perkiraan apa yang akan terjadi dampak nya. Kita akan gali itu kepada masyarakat dan pemohon yang mendirikan bangunan.Sebab kami disini bertanggung jawab atas pemberian izin lingkungan dari pendirian perushaan.
d. Apakah langkah-langkah dalam ke akuratan data dan informasi yang dilakukan sudah berhasil ?
Dikatakan berhasil sudah berhasil yah mas, sebab disini kami harus bertanggung jawab penuh dengan proses pendirian perusahaan dengan memiliki izin yang resmi dari kami. Demikian itu tadi keakuratan data dan informasi sangat penting kami lakukan agar tidak terjadi permasalahan pencemaran dikemudian hari.
2. Tepat Waktu
a. Apakah dalam pengumpulan data-data sudah dilakukan ? Ya sudah kami lakukan sesuai prosedur peraturan daerah.
b. Apakah ketepatan waktu dalam pengumpulan data-data itu sudah berjalan dengan baik ?
ketepatan waktu dalam pengumpulan data-data itu dalam proses pembuatan izin sampai penerbitan izin memakan waktu satu samapi 6 bulan.Sudah berjalan dengan baik dan dilakukan sesuai prosedur dan peraturan daerah.
c. Apakah ada sanksi apabila pengumpulan data-data pengawasan dari perusahaan itu datang terlambat ?
Sanksi ke pengawasan dalam pengumpulan data-data selama ini tidak ada yah dibidang AMDAL Analisis mengenai dampak lingkungan. Karena dibidang ini hanya melakukan langka-langkah proses perizinan dokumen berikut data-data penting. Jika ada yang tidak lengkap paling kami tidak berikan izin tersebut.
d. Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan dan Pengendalian dalam menciptakan ketepatan waktu ?
Dalam menciptakan ketepatan waktu segala proses pengumpulan data-data kami sudah memberikan pelayanan yang terbaik dan kami bidang pengkajian dampak lingkungan mempunyai tujuan dalam mencapai keberhasilan.Sesuai yang tertuang dalam tugas pokok dan fungsinya.
e. Apakah ketepatan waktu dalam disiplin kerja di Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan itu sudah baik ?
Kedisiplinan tentu kami kedepankan itu. Walaupun masih ada saja sebagian pegawai yang tidak konsisten dalam melakukan tugas dan kewajibannya, namun itu akan kita evaluasi segera mungkin. Sehingga tidak menjadikan contoh yang tidak benar kepada pegawai lainnya.
f. Apakah ada sanksi kepada pegawai yang tidak melakukan ketepatan waktu dalam jam datang dan pulang kerja ?
Biasanya untuk sanksi kami tidak memberikan karena sudah ada Badan Kepegawaian Daerah yang memegang kendali mas.Seperti itu. 3. Obyektif
a. Apakah informasi yang diterima sudah bersifat Obyektif ?
Iyah selama ini pemohon yang datang ke kami semuanya memberikan informasi yang relevan dan obyektif.
b. Apakah dalam penempatan pekerjaan sudah sesuai dengan taraf kompetensi yang dimiliki ?
Untuk dibidang pengkajian dampak lingkungan saya rasa sudah cukup baik yah tidak ada hambatan selama ini berjalan cukup baik dan sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pegawai.
c. Apakah ada kebijakan dalam manajemen pengawasan dan sosialisasi yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku ?
Karena BLHD ini instansi nya belum berdiri lama pada tahun 2009.Sampai sekarang tahun 2014 setahu saya sosialisasi dilakukan kepada perusahaan saja. Sudah ada kebijakannya dalam proses pengawasan dan sosialisasi di dalam peraturan daerah.
d. Apakah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan di Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan ?
Yang menjadi kendala dibidang pengkajian dampak lingkungan adalah pemohon pembuat izin itu sering membuat data keterangan yang tidak seharusnya.Contohnya pemohon harus mempunyai izin dari warga masyarakat sebelum datang ke kami.
e. Apakah informasi yang diberikan ke masyarakat harus bersifat obyektif ?dalam memberikan informasi lingkungan ?
Informasi yang kami sampaikan pada saat pemohon melakukan proses registrasi itu harus obyektif dan jelas.
4. Terpusat pada titik-titik pengawasan
a. Ke terpusatan pada titik-titik pengawasan di Bidang Pengkajian Dampak Lingkugan seperti apa ?
Kita amdal melakukan penilaian serta evaluasi.Hanya berbentuk laporan dan sifat pengawasan di bidang pengkajian dampak lingkungan itu fasip.Jadi hanya menampung pelaporan saja mas.
b. Apakah pengawasan yang dilakukan sudah berpusat pada pencemaran lingkungan?
Iyah kita pengawasan pasif kemudian kita berikan ke bidang pengawasan dan pengendalian limbah.Kami hanya sebatas pelaporan dokumen saja mas.Tindak lanjutnya pada bidang wasdal dan bina hukum.
c. Adakah langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pengawasan dilapangan ?
Kami tidak turun ke lapangan mas.Yang ke lapangan yaitu petugas khusus dari bidang pengawasan dan pengendalian limbah.
d. Pengawasan yang seperti apa yang dipusatkan kepada perusahaan ? Pengawasan disini kami hanya bersifat pasif yah, hanya pelaporan studi kelayakannya saja kami yang menilai dan membuat surat pelaporan.
e. Apakah selama ini Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan sudah memusatkan daerah-daerah yang memerlukan pengawasan khusus ? Pemusatan daerah perkembangan industri di Kabupaten Tangerang yaitu di Kecamatan Balaraja dan Kecamatan Jayanti.
f. Bagaimana tindakan yang dilakukan dalam memusatkan pengawasan dilapangan ?
Tidak ada kami tidak melakukan pengawasan ke lapangan. 5. Realistik secara ekonomi
a. Apakah anggaran di Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan yang sudah ditetapkan sudah mampu menunjang dalam melakukan pengumpulan data-data ?
Anggaran sudah cukup untuk dibidang pengkajian dampak lingkungan ini.Cukup menunjang kebutuhan pekerjaan pegawai. b. Apakah kecukupan anggaran menjadi tolak ukur keberhasilan ?
Kita tidak bisa katakan apabila tidak ada anggaran kita tidak akan bekerja. Sebab prosesnya membutuhkan modal untuk mencapai tujuan dan keberhasilan. Jadi anggaran memang dibutuhkan dalam proses pekerjaan.
c. Apakah Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan membutuhkan anggaran yang lebih dari pada bidang-bidang yang lain ?
Kami tidak se-enaknya meminta anggaran sekian-sekian. Nanti akan direncanakan terlebih dahulu dalam rencana kerja untuk penggunaan anggaran.
d. Apakah selama ini sudah berjalan cukup baik dari dana yang sudah dianggarkan ?
Sudah berjalan dengan baik pada tahun 2014 ini dan tidak mengalami kendala apapun.
6. Realistik secara organisasional
a. Apakah ada Himbauan Kinerja dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah dalam melakukan evaluasi ?
Iya koordinasi dari pimpinan selalu ada kepada para pegawai.Pada saat rapat atau musyawarah dan pada saat evaluasi itu biasaya dipecahkan masalahnya agar berjalan dengan tufopksi dan sesuai dengan rencana.
b. Apakah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat harus diterima dan ditanggapi di Bidang Pengawasan ?
Iyah sebenarnya untuk pengaduan ke kami juga bisa datang ke bidang-bidang yang lain juga bisa tidak harus ke bidang pengawasan saja ko.
c. Apakah koordinasi harus dilakukan dan diterima oleh para pegawai ? Koordinasi antar bidang dan antar pegawai didalam bidang itu sangat penting dilakukan.Harus diterima agar pekerjaan juga lancer. 7. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
a. Koordinasi yang dilakukan oleh Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan dikantor dengan dilapangan apakah itu perlu dilakukan ? Koordinasi itu harus dilakukan mas dan itu penting agar informasi dilapangan dan dikanor itu tidak terjadi miss communication.
b. Koordinasi antar Bidang di Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang apakah sudah berjalan dengan baik ?
Setiap koordinasi mungkin saja suka terjadi kesalah pahaman dari informasi yang disampaikan dan informasi yang diterima.Selama ini si sudah baik.
c. Apakah koordinasi yang baik menentukan keberhasilan tujuan ?
Selama ini saya piker masih efektif dan sudah pasti koordinasi yang baik akan menciptakan keberhasilan.