Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan No 22 tahun 2006 (appx.,ch. 2, sub ch. A.3):
• Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk me- nguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelay- anan pendidikan yang bermutu,serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
• Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: 1. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. belajar untuk memahami dan menghayati
3. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, 4. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan
5. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan..
• Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pe- ngayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke- Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
• Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
• Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
• Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
• Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Mengangkat isu PKB di kelas, akan menolong guru untuk menjadikan isu tersebut menjadi relevan dengan keseharian siswa, dan pada saat bersamaan membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu siswa untuk melihat hubungan antara berbagai aspek yang menyangkut isu PKB dan kompleksitasnya. Berikut ini adalah contoh beberapa pertanyaan yang bisa menjadi bahan diskusi di kelas.
Satu saran langkah praktis untuk memfasilitasi siswa untuk menjadi seorang yang dapat memecahkan masalah adalah melalui proses belajar inquiry. Pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry akan membantu siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai satu topik dan memberikan kesempatan pada mereka untuk menggali dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut (Wilson & Jan, 2003, p. 10). Melalui pembelajaran inquiry siswa akan menjadi seseorang yang selalu mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya. Pembelajaran inquiry mendorong siswa untuk menguji kompleksitas dunia ini dan secara mandiri membangun konsepnya sendiri (Wilson & Jan, 2003, p. 10). Belajar akan menjadi sangat bermanfaat bila isi materi dan keterampilan dikembangkan melalui cara yang sangat berarti, sehingga pada saat yang sama siswa juga membangun pengetahuannya sendiri.
Gambar 3.8: Siswa sedang berdiskusi di dalam kelas
Pendekatan Praktis Dalam Mengintegrasikan PKB Dalam Kurikulum Sekolah
Bagian ini menjelaskan tentang keterkaitan antara kurikulum nasional dengan PKB. Tujuannya adalah untuk:
• Mengidentifikasi bagaimana merencanakan, mengimplementasikan dan menilai proses pembelajaran berbasis inquiry yang terintegrasi dalam kurikulum 2013 dan berfokus pada PKB. • Memberikan informasi tentang latar belakang
konsep, nilai-nilai dan pemahaman untuk mendukung proses pembelajaran yang mengakomodir PKB.
• Memberikan saran tentang pendekatan yang dapat dipakai oleh guru dalam proses pembelajaran.
• Memberikan saran tentang penggunaan sumber belajar secara efektif.
• Mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan sekolah untuk mempromosikan PKB.
PKB merupakan proses yang mencakup:
• Lintas mata pelajaran dan pembelajaran yang menyeluruh,
• Berpikir kritis dan pemecahan masalah, • Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, • Berbagai metode,
• Berbagi nilai dan prinsip-prinsip,
• Integrasi pengalaman belajar sehari-hari dan • Membahas isu lokal dan isu global.
Sumber: Framework for the UNDES: International implementation scheme, ©UNESCO, 2006, http://unesdoc.unesco.org/
Gambar di atas menunjukkan tahap-tahap pembelajaran inquiry yang akan menolong kita untuk merencana- kan proses pembelajaran inquiry yang terintegrasi dalam kurikulum. “Mengajukan Pertanyaan” adalah dasar dari inquiry. “Pertanyaan yang baik akan menolong siswa untuk mengklarifikasi dan memperluas pemahaman dan keterampilan” (Wilson & Jan, 2003, p. 26). Contoh-contoh pertanyaan berikut yang diadaptasikan dari Focus on inquiry: A practical approach to integrated curicullum learning Wilson and Jan, diharapkan dapat menolong siswa dalam menerapkan pembelajaran inquiry (2003, p. 27):
Sumber: Wilson, J., & Jan, L. W. (2003). Focus on inquiry: A practi- cal approach to integrated curicullum learning. Carlton South Vic: Curicullum Corporation.
Sumber: Wilson, J., & Jan, L. W. (2003). Focus on inquiry: A practical approach to integrated curicullum learning. Carlton South Vic, Australia:Curicullum Cor- poration.
Bagan 3.2: Tahapan Pembelajaran Mencari Tahu (inquiry)
Pembukaan
- Apa yang kamu ketahui tentang? - Kamu tertarik dalam hal apa? - Apa yang ingin kamu pelajari?
Menemukan
-Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
-Apa rencanamu sekarang? -Bantuan apa yang kamu butuhkan?
-Apa yang kamu ingin lakukan? -Pertanyaan mana yang sudah ada jawa- bannya?
Memilih
- Apa yang sudah kamu pelajari? - Bagaimana kamu akan
mengorganisasikan informasi ini? - Bagaimana kamu akan merekam informasi ini?
- Bagaimana kamu akan mengkomuni kasikan informasi tersebut?
- Apa yang akan kamu lakukan lebih dulu?
Melanjutkan
- Apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut? Mengapa?
- Bagaimana hubungannya dengan topik/konsep yang sedang dibahas? - Bagaimana kamu akan melakukannya? - Siapa/apa yang dapat menolong kamu melakukannya?
- Mengapa kamu ingin melakukan penelitian lebih lanjut?
Refleksi
- Hal apa yang paling menarik yang telah kamu pelajari? Mengapa? - Mengapa kamu mempelajari topik ini? - Apa yang menolong / menghalangi kamu dalam proses belajar? - Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut? Mengapa? Bagaimana kamu dapat melakukannya?
- Bagaimana kamu akan
melakukan perbaikan untuk kegiatan ini diwaktu yang akan datang?
Aksi
- Dari materi yang telah kamu pelajari, apa yang dapat diaplikasikan dalam keseharian kamu?
- Apa rencana kamu berikutnya? - Bagaimana kamu akan mengaplikasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah kamu miliki dalam keseharian kamu?
- Apa yang kamu ingin lakukan sebagai hasil dari proses belajar ini?
Bagan 3.3: Beberapa Contoh Pertanyaan Yang Diajukan Guru
Tiga rekomendasi pendekatan yang dapat dipakai dalam mengimplementasikan PKB di Indonesia:
Pendekatan Integrasi: Diajarkan lintas mata pelajaran.
Pendekatan Monolitik: Diajarkan dalam satu mata pelajaran, misalnya dalam muatan lokal.
Program pengembangan pribadi. 1
.
2
.
3.
PKB dapat memotivasi siswa dalam belajar, karena proses pembelajarannya berhubungan dengan topik- topik keseharian yang menarik dimana siswa dapat menghubungkan antara topik yang dipelajari, dan pengalaman sehari-hari untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan keterampilan mereka.
Pendekatan 1: Integrasi
Pendekatan integrasi ini menjadi fokus dalam kurikulum 2013. Dalam pendekatan integrasi terjadi keterkaitan antara konten kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan konten kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama, sehingga proses pembelajaran menjadi saling memperkuat. Dalam Kurikulum 2013, pendekatan integrasi ini dikenal sebagai organisasi horizontal.
Menurut kurikulum 2013, ada empat Kompetensi Inti (KI) yang saling terkait dan perlu diperhatikan dalam menerapkan pendekatan ini. Kompetensi inti tersebut adalah:
Keempat kompetensi ini harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan (KI1) dan sosial (KI 2) dikembangkan secara tidak langsung pada saat siswa belajar tentang pengetahuan (KI 3) dan penerapan pengetahuan (KI 4).
Dua ide untuk proses pembelajaran yang mengintegrasikan PKB dapat dilihat pada contoh di bawah ini:
kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan;
kompetensi yang berkenaan dengan sikap sosial; kompetensi yang berkenaan dengan pengetahuan; kompetensi yang berkenaan dengan penerapan pengetahuan.
1
.
2.
3.
4.
Contoh 1: Tema Konservasi Air di Kelas 10 Peminatan Matematika dan IPA
Sebagai bagian dari proses pembelajaran tentang keaneka ragaman hayati pada mata pelajaran Biologi, siswa diajak ke aliran sungai di sekitar mereka. Di sini siswa dapat melakukan
observasi dan mengidentifikasi berbagai jenis makhluk
hidup-hewan, burung, serangga dan tumbuhan yang ada disekitar sungai. Menguji kualitas air dengan menggunakan indikator biologi, menyajikan data dalam bentuk tabel dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai. Menggali informasi mengenai konservasi sungai, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang untuk konservasi sungai merupakan tahap berikutnya. Pada akhir
kegiatan siswa diminta melakukan refleksi atas kegiatan yang
dilakukan.
Keterampilan untuk menggali informasi dan menuliskan laporan pada saat bersamaan di kelas Bahasa Indonesia. Di kelas ini siswa belajar menyatakan pendapat tentang kondisi sungai, serta menyusun teks lisan dan tulisan.
Pengembangan soft skills seperti rasa ingin tahu, objektif, jujur teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, dan peduli lingkungan secara tidak langsung terfasilitasi melalui kegiatan ini.
Sementara itu, di kelas Sejarah Indonesia siswa belajar
mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemer- intahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu- Buddha di Indonesia dalam kaitannya dengan pelestarian alam dan menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Di kelas ini siswa juga berkesempatan untuk menggali dan meneladani tindakan cinta damai, responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan, dalam hal ini konservasi sungai.
Tiga mata pelajaran - Biologi, Bahasa Indonesia dan Sejarah Indonesia - saling bekerjasama untuk mengintegrasikan PKB dan menerapkan proses inquiry. Pertanyaan panduan dalam setiap tahapan inquiry dapat dipakai untuk memandu siswa melakukan proses inqury mulai dari pembukaan, menemukan,
Proses Belajar
Berikut ini adalah contoh pertanyaan panduan yang bisa diajukan guru Biologi kepada siswa kelas 10 yang sedang belajar tentang konserva- si air.
Gambar 3.9: Siswa sedang membersihkan sungai
Beberapa metode mengajar yang dapat dipakai dalam tema konservasi air:
• Eksperimen • Observasi • Studi Lapangan • Studi Literatur • Diskusi Kelompok • Bermain Peran • Debat • Kampanye • Mengerjakan Proyek Penilaian
Dalam menilai hasil kerja siswa, penting bagi guru untuk memilih teknik penilaian yang dapat memfasilitasi siswa untuk :
• Saling membagikan pengalaman belajar dan pemahaman mereka,
• Menunjukkan pengetahuan, pemahaman akan konsep dan keterampilan yang dimiliki, • Menggunakan berbagai tipe belajar, kecer-
dasan intelegensi dan kemampuan untuk me- nunjukkan pemahaman mereka,
• Mengetahui dan memahami lebih lanjut tentang kriteria untuk menghasilkan atau menampilkan suatu karya yang baik ,
• Berpartisipasi dalam melakukan refleksi priba- di dan juga menilai hasil karya rekan sebaya. • Berdasarkan pengalaman belajar yang nyata,
dapat menuntun siswa pada proses inquiry lebih lanjut,
• Mengekspresikan berbagai pandangan dan pemahaman, dan
• Menganalisa proses belajar dan memahami hal-hal yang perlu diperbaiki
Bagan 3.4: Contoh Pertanyaan Panduan Yang Dapat Diajukan Guru kepada Siswa Kelas 10
Pembukaan
- Apa yang kamu ketahui tentang sumber air
- Kegiatan: Menonton film tentang sungai.
Menemukan
- Bagaimana kamu memperoleh informasi tentang sumberdaya di daerah mu dan di seluruh dunia? - Apa yang akan kamu lakukan untuk melindungi sumberdaya air?
Memilih
- Pilih informasi mengenai konservasi air di Indonesia dan di seluruh dunia ini.
- Tugas: Membuat perencanaan kegiatan yang dapat dilakukan untuk konservasi air dan presentasi.
Melanjutkan - Lakukan kegiatan konservasi air yang sudah direncanakan.
Refleksi
- Apa hal yang paling menarik/ signifikan yang kamu temukan saat mempelajari tentang konservasi air? Mengapa? - Dari pengalaman kami mendukung konservasi air, apa yang akan kamu lakukan lagi dilain waktu? Mengapa?
Aksi
- Bagaimana kamu akan menerapkan pengetahuan yang telah kamu pelajari tentang konservasi air dalam keseharian kamu?
- Apa yang akan kamu lakukan sebagai wujud aplikasi hasil belajar kamu tentang konservasi air?
Gambar 3.10: Siswa sedang mewawancarai tokoh desa
kompetensi inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3) dan penerapan pengetahuan (KI 4). Agar guru antar mata pelajaran bekerjasama un- tuk memilih tema yang tepat, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah pemetaan Kompetensi Dasar (KD) di setiap semester. Tabel berikut ini dapat dipa- kai untuk memetakan KD setiap mata pelajaran.
Pemilihan Tema
Pendekatan integrasi dengan menggunakan payung tema seperti yang dicontohkan dalam proses pembelajaran di kelas 10 peminatan IPA dan kelas 5, prosesnya dapat dimulai dengan mengidentifikasi Kompetensi Dasar yang hendak dicapai siswa di setiap semester. Dalam Kurikulum 2013,
Contoh 2: Tema “Bangga menjadi orang Indonesia”
untuk kelas 5
Untuk memfasilitasi siswa memahami manusia Indonesia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia, serta memahami manusia Indonesia dalam bentuk dan sifat dinamika interaksi lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi maka integrasi PKB dapat diterapkan dengan mengajak siswa melakukan berbagai kegiatan. Salah satu contohnya, secara berkelompok, siswa diminta mewawancarai tokoh masyarakat tentang kebiasaan adat istiadat dan kearifan lokal yang mendukung konsumsi berkelanjutan di propinsi yang berbeda. Misalnya upaya perlindungan hutan, laut dan kegiatan pertanian. Memasak makanan tradisional dari berbagai propinsi dan menggali ciri khas yang dimiliki setiap propinsi juga dapat dilakukan sebagai bagian dari proses inquiry yaitu pembukaan, menemukan ataupun memilih. Sebagai tindak lanjut, siswa diminta untuk membuat presentasi atau pameran tentang kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di propinsi tersebut dan mempromosikan upaya yang dilakukan masyarakatnya untuk men- dukung konsumsi berkelanjutan. Kegiatan diakhiri dengan refleksi dan membangun komitmen untuk menghormati budaya lokal.
Secara pararel di kelas IPA, sebagai bagian dari proses inquiry siswa mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam, hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam, dan pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan sekitar.
Sementara itu dalam mata pelajaran Seni Bu- daya dan Prakarya, siswa dapat belajar mengenal harmoni musik dan lagu daerah yang membawa pesan tentang konsumsi berkelanjutan serta menyanyikannya dalam acara pameran.
Tabel 3.2: Kompetensi Dasar kelas 8
Mata Pelajaran Kompetensi Dasar
kelompok A • Memahami dan dapat
menjelaskan makna berteri- ma kasih untuk setiap orang. Beriman (Standar kompe- tensi No: 3,1, 4,1 ) Pendidikan Agama
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
• Memahami norma-norma yang berlaku di berbagai lokasi di Indonesia. Menerapkan norma-norma yang biasanya digunakan di masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia
Akan dilengkapi oleh guru
Matematika
Ilmu pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Inggris Kelompok B Seni Budaya Pendidikan Jasmani Prakarya
Selanjutnya, guru mata pelajaran dapat saling bekerjasama untuk mengidentifikasi tema tentang PKB yang dapat dipelajari oleh siswa secara bersama-sama di setiap mata pelajaran, selama satu semester.
Berikut ini adalah contoh-contoh tema dalam PKB, yang disusun oleh UNEP, UNEP’s Here and Now! Education for Sustainable Consumption: Recommendations and Guidelines (UNEP, 2010, p. 21) dan
menjadi rujukan saat memilih tema dan merencanakan kegiatan pembelajaran.
Tabel 3.3: Tema-tema PKB yang dapat diajarkan kepada siswa
Kualitas Hidup Gaya Hidup
- Nilai-nilai, kebutuhan, keinginan
- Hak asasi, kode etik dan prinsip-prinsip keagamaan - Kecukupan dan Keseimbangan
- Pembangunan berkelanjutan - Konsumsi berkelanjutan
- Sejarah perkembagan sosial dan ekonomi - Sejarah konsumsi
- Kondisi sosial saat ini - Pola konsumsi saat ini
- Aturan-aturan simbolik konsumsi - Peran Keluarga
- Gaya hidup alternatif
Sumberdaya Ekonomi - Alam - Manusia - Keuangan - Teknologi - Organisasi
- Hubungan antara sistem dan proses - Keseimbangan dan ketidakseimbangan
- Model ekonomi dan prakteknya - Produksi dan perdagangan - Perusahaan multinasional - Tanggung jawab sosial - Tabungan, pinjaman, investasi - Jasa keuangan dan instrumen - Iklan elektronik
Konsumsi dan Lingkungan Hak Konsumen dan Tanggung Jawab
- Siklus hidup barang dan kemampuan untuk didaur ulang - Pengemasan
- Daur ulang, digunakan kembali, perbaikan produk - Energi - Perumahan - Transportasi - Komunikasi - Hiburan - Pariwisata
- Iklim, tanah dan perlindungan air - Keaneka-ragaman hayati
- Manajemen sampah - Dampak ekologi
- Hukum dan aturan - Kesepakatan dan kontrak
- Kebijakan perlindungan konsumen - Transparansi dan tingkat kepercayaan
- Mengkritisi, membahas ulang, mengganti biaya
- Resolusi konflik
Informasi dan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan
- Literasi digital - Literasi media - Iklan dan persuasi - Memberikan label - Tekanan kelompok - Sistem informasi data
- Lembaga perlindungan konsumen
- Keamanan makanan
- Modifikasi genetik makhluk hidup
- Makanan dan nutrisi - Ekologi, makanan organik - Zat tambahan
- Penyakit yang disebabkan gaya hidup dan endemik - HIV/AIDS
- Jasa sosial - Keamanan produk
Sumber: UNEP. (2010). Here and now! Education for sustainable consumption: Recommendations and guidelines. Paris, France: UNEPDTIE SCP.
Bagan 3.5: Topik lintas mata pelajaran untuk siswa kelas 8 Berikut ini adalah contoh tema di kelas 8.
Perubahan Manajemen Kesadaran global
- Kreativitas dan innovasi - Perspektif masa depan - Warganegara aktif
- Keterlibatan pemangku kepentingan - Pelayanan masyarakat
- Saling ketergantungan global
- Energi, perdagangan komersial, pertanian, penggunaan lahan - Kemiskinan
- Hak asasi manusia - Hak asasi pekerja - Kriminal
- Prinsip-prinsip pencegahan - Perdagangan yang adil - Tujuan milenium - Kewarganegaraan dunia
Setelah pemetaan kompetensi selesai dibuat, maka guru setiap mata pelajaran diharapkan dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap yang akan dikembangkan selama proses pembelajaran. Identifikasi ini akan membantu guru untuk memastikan bahwa KI 1 dan 2 tercapai sejalan dengan pencapaian KI 3 dan 4. Tabel berikut ini yang diadaptasi dari panduan terbitan UNESCO untuk Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (2011, p. 33) dapat dipakai sebagai rujukan:
Sumber: UNESCO. (2011). Astrolabe: A guide to education for sustainable development in Asia and the Pacific. Bangkok, Thailand: UNESCO.
Tabel 3.4: Identifikasi Standar Kompetensi, Keterampilan, Nilai-nilai dan Sikap
dalam Mata pelajaran Terkait PKB
Mata Pelaja- ran Kompetensi Dasar Dalam kolom ini, tuliskan perubahan yang diharapkan terjadi untuk konsum- si berkelan- jutan Pengetahuan Apa yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan yang diharapkan? Keterampilan Nilai-nilai dan Sikap
Nilai-nilai dan sikap apa yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan yang dibu-
tuhkan
Kognitif/Teknik
Keterampilan kognitif dan kecakapan teknis apa yang
dibutuhkan untuk menca- pai
perubahan yang diharap- kan (ICT, berpikir kritis,
membaca, dll)
Sosial/ Emosional
Keterampilan sosial dan emosional apa yang
dibutuhkan untuk men- capai perubahan yang
diharapkan
Karakteristik Pembelajaran
Apa karakteristik pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap siswa? (misalnya: lintas mata pelajaran, pengalaman langsung)
Pembelajaran yang……
Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar yang seperti apa yang mendukung pesan yang akan disampaikan (misalnya kesehatan dan makanan tradisional di kantin sekolah)
Tabel 3.5: Pengetahuan, Keterampilan, Nilai-nilai dan Sikap terhadap Gaya Hidup Manusia, Kelas 8 Semester 1 Mata Pelaja- ran Kompetensi Dasar Dalam kolom ini, tuliskan perubahan yang diharapkan terjadi untuk konsum- si berkelan- jutan Pengetahuan Apa yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan yang dihara-
pkan?
Keterampilan
Nilai-nilai dan Sikap
Nilai-nilai dan sikap apa yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan yang dibutuhkan Kognitif/Teknik Keterampilan kognitif dan kecakapan teknis apa yang
dibutuhkan untuk menca- pai
perubahan yang diharap- kan (ICT, berpikir kritis,
membaca, dll)
Sosial/ Emosional
Keterampilan so- sial dan emosional
apa yang dibutuh- kan untuk men- capai perubahan yang diharapkan Ilmu Peng- etahuan Alam (IPA) Siswa memi- liki gaya hidup
yang mengu- tamakan kes- ehatan, tidak menggunakan berbagai macam zat kimia dan memperha- tikan prinsip PKB.
Sistem pencernaan serta keterkaitannya dengan
sistem pernapasan, sistem peredaran darah,
dan penggunaan energi makanan
Zat adiktif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan
dalam
kemasan), dan zat adiktif- psikotropika serta
pengaruhnya terhadap kesehatan
Penyebab perkembangan penduduk
dan dampaknya bagi lingkungan
Menyajikan data, infor- masi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah
untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat adiktif dalam makanan dan minuman serta zat
adiktif- psikotropika.
Gaya hidup yang peduli terhadap konsumsi
berkelanjutan
Berpikir kritis tentang berbagai gaya hidup
masyarakat dalam hubungannya
dengan
perkembangan penduduk.
Mengidentifikasi gaya
hidup yang peduli terhadap konsumsi berkelanjutan.
Menyajikan data, infor- masi, dan mengusulkan ide
pemecahan masalah untuk menghindari
terjadinya
penyalahgunaan zat adiktif dalam makanan dan minu-
man serta zat adiktif- psikotropika.
Merancang kampanye dan program tentang gaya hidup yang peduli terhadap
konsumsi berkelanjutan. Melaksanakan program untuk mendidik orang lain agar memiliki gaya hidup yang peduli
terhadap konsumsi berkelanjutan. Berkomunikasi Bekerjasama Menolong orang lain Bekerja keras Disiplin Bersyukur kepada Tuhan akan tubuh, kehidupan dan kondisi kesehatan. Toleransi Kejujuran dalam mengumpulkan dan mengolah data
Rasa ingin tahu
Disiplin dan kerja keras Kreatif Peduli lingkungan Menghormati orang lain. Cinta damai Kepedulian sosial Tanggung jawab Semangat kebangsaan dan
Gambar 3.11: Bekerja dengan komunitas untuk membersihkan lingkungan
Gambar 3.12: Anak-anak belajar tentang lingkungan
Gambar 3.13: Anak-anak sedang mengecat toilet
Gambar 3.14: Siswa sedang mempresentasikan hasil belajarnya
Karakteristik Pembelajaran
Apa karakteristik pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap siswa? (misalnya: lintas mata pelajaran, pengalaman langsung)
Pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk membedakan pengetahuan tentang fakta-fakta dan