NIM : 7101409114
Prodi : Pendidikan Administrasi Perkantoran S1
Jurusan : Pendidikan Ekonomi
Fakultas : Ekonomi
Pendahuluan
Puji syukur alhamdulillah penulis berikan kepada Allah Swt, yang telah memberikan segala kekuatan dan kemudahan untuk hamba-Nya, sehingga dapat menyusun refleksi diri ini dengan baik tanpa adanya kendala yang berarti. Laporan refleksi diri ini menjadi salah satu kewajiban penulis sebagai hasil setelah melakukan observasi di sekolah. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua warga sekolah yang telah membantu dan mengarahkan dalam menyusun observasi PPL I. Tak lupa kepada guru pamong yang telah memberikan pengalaman dalam mengajar di kelas. Setelah melaksanakan PPL I selama + 2 pekan ini penulis mencoba memaparkan hasil yang telah di dapat di sekolah, adapun penulis menyadari masih banyak kekurangan yang ditulis dalam rekfleksi diri, namun semoga bisa menjadikan ilustrasi singkat aktifitas keseluruhan di sekolah yang dilakukan selama kegiatan PPL I ini.
Refleksi Pelaksanaan PPL I
Sesuai dengan ketentuan umum yang telah berlaku dalam Buku Pedoman PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) tahun 2012/2013 bahwa PPL adalah sebuah kegiatan kurikuler yang harus dan wajib dilaksanakan oleh Mahasiswa dari Program Kependidikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam kegiatan perkuliahan pada semester sebelumnya. Pelaksananaan PPL ini dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan agar mereka mempunyai pengalaman dan ketrampilan yang selayaknya harus didapatkan bagi calon guru dalam Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah, maka sebelum pelaksanaan PPL tersebut mahasiswa telah dibekali dengan sejumlah mata kuliah yang berhubungan dengan pengajaran dan pembelajaran mata kuliah yang ditekuninya. Pada PPL ini bertempat di SMK Negeri 1 Batang yang terletak di jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 2, Batang. Dengan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
1. Kekuatan dan Kelemahan mata pelajaran Produktif Dasar Kompetensi Kejuruan (Administrasi Perkantoran)
Pelaksanaan KBM Administrasi Perkantoran yang terangkum dalam program mata pelajaran Produktif Dasar Kompetensi Kejuruan oleh Guru di SMK Negeri 1 Batang telah berjalan dengan baik. Pelajaran Membuat dokumen / stenografi diberikan dengan harapan agar siswa memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menulis huruf stenografi yang benar, sehingga siswa mampu menerapkan ilmu tersebut di masa depan. Tetapi mata pelajaran stenografi disini lebih ditekan kan dari awal pengenalan huruf stenografi selama 1 tahun dengan harapan siswa bisa lebih hafal, paham dan dapat menulis huruf stenografi secara baik, benar dan lancar tanpa adanya kendala. Dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran stenografi, guru pamong telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan pemberian materi dengan penyampaian teori dan praktek sekaligus. Melalui proses pengamatan selama observasi tersebut mahasiswa praktikan telah cukup mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dikemudian hari pada saat mengajar.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Sesuai dengan status sekolah yaitu RSBI, ketersediaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran mata pelajaran stenografi sudah baik. Adanya buku modul dan buku belajar stenografi sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. namun perlu ditingkatkan lagi terutama aspek kebersihan kelas, terutama kebersihan di WC sekolah. Dengan terlaksananya kebersihan maka akan terwujud suatu penbelajaran yang nyaman dan siswa pun dapat belajar dengan tenang, sehingga lebih bisa menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Dengan didukungnya sarana dan prasarana sekolah yang memadai dan lengkap, akan mempermudah sekolah dalam mengembangkan proses Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang sudah berjalan.
3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing
Guru pamong dan Dosen memiliki kualitas yang baik dalam mengajar maupun membantu pelaksanaan PPL I ini, Guru pamong yang bernama Dra. Parini, beliau banyak memberikan inspirasi dan pengarahan dalam melakukan transformasi ilmu yang diajarkan baik dari sifatnya yang ramah dan tegas juga proses pengelolaan kelas. Selain itu beliau juga mudah ditemui sehingga praktikan tidak mengalami kesulitan bila ingin berkonsultasi. Dosen Pembimbing juga cukup perhatian dan berupaya secara profesional dalam membantu pelaksanaan PPL dari proses penerjunan sampai pembuatan Refleksi diri ini.
4. Kualitas Pembelajaran di SMK Negeri 1 Batang
Kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Batang sudah cukup baik dalam bidang akademik dan Ekstrakurikuler, KBM yang juga sudah dilengkapi sarana dan prasarana yang dimanfaatkan siswa dalam belajar seperti Laboratorium, Aula, Lapangan, serta layanan wi-fi dari sekolah yang tentunya sangat mendukung bagi proses belajar siswa.
5. Kemampuan Diri Praktikan
PPL I praktikan melakukan kegiatan yaitu pembekalan, penerjunan, observasi lapangan di sekolah latihan. Dari kegiatan tersebut praktikan mengetahui tentang bagaimana konsep dan praktiknya dalam kegiatan belajar mengajar, kondisi sekolah latihan, dan hubungan atau interaksi antara siswa, guru dan karyawan sehari-hari. Penulis dan semua mahasiswa praktikan pasti sudah dibekali ilmu dari Universitas dalam mengajar maupun dapat menempatkan diri di lingkungan sekolah. Berharap tidak mengecewakan pihak Universitas dan sekolah praktikan.
6. Nilai Tambah yang diperoleh setelah melaksanakan PPL I
Praktikan mengetahui Pengalaman mengajar di lapangan yang ternyata guru harus mempunyai 10 macam ketrampilan yang antara lain:
22.Membuka pelajaran 6. Menulis dipapan tulis
23.Komunikasi siswa 7. Mengkondisikan situasi belajar 24.metode pembelajaran 8. Memberi Pertanyaan
25.variasi dalam pembelajaran 9. Menilai hasil belajar 26.Memberikan penguatan 10.Menutup Pelajaran
Selain itu mahasiswa praktikan juga memperoleh ilmu dari guru-guru di sekolah tentang bagaimana berinteraksi baik antar guru dan semua anggota sekolah. Dengan harapan komunikasi di sekolah tidak mengalami kendala atau pun batasan antar guru dan semua anggota sekolah.
7. Saran Pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES Bagi Sekolah
Perlu adanya pemenuhan sarana media pembelajaran yang harus ditingkatkan lagi, serta pengembangan diri bagi guru untuk mengajar lebih baik. Siswa juga diharapkan bisa lebih aktif dalam proses belajar mengajar yang dilakukan guru dengan teori maupun praktek.
Bagi UNNES
Sebaiknya ada sistem koordinasi yang baik antara pihak Universitas dengan sekolah, terutama mengenai kuantitas mahasiswa praktikan yang diterjunkan agar berimbang.
Penutup
Demikian yang bisa disampaikan, atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.
Semarang, Agustus 2012 Mengetahui,
Guru Pamong, Mahasiswa Praktikan,
Dra. Parini, Abdul Rizal
REFLEKSI DIRI