HASIL ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A. HASIL ANALISA DATA
1.7. REKAPITULASI DATA RESPONDEN #1 (LINDA)
LINDA
Latar belakang
kehidupan dan pilihan hidup
Linda adalah seorang wanita yang terlahir dalam keluarga tidak utuh, ayah dan ibunya bercerai karena ibunya mengalami KDRT. Berasal dari keluarga kalangan bawah yang harus bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarga. Walaupun hidup terasa sulit, Linda bersama ibunya menjalani kehidupan dengan sabar, tabah, dan pantang menyerah. Hidup sederhana membuat Linda mampu bersyukur atas semua yang dimilikinya. Linda berkeinginan untuk memiliki keluarga yang harmonis ketika sudah dewasa.
Dan alhasil Linda membina keluarga yang harmonis selama 5 tahun dan memiliki 2 orang anak. Namun, keutuhan keluarga Linda hancur dan berakhir dengan perceraian. Akibatnya, Linda sangat terpukul, dirinya merasa sedih, kecewa, kesal, dan pasrah pada kehidupannya. Linda harus bekerja keras demi pemenuhan kebutuhan ibu dan kedua anaknya. Linda telah bekerja di beberapa tempat, seperti: pembantu rumah tangga, berjualan, dan buruh pabrik, akan tetapi dirinya kesusahan dalam menghidupi kebutuhan keluarganya. Linda yang ingin menenangkan rasa sakit hati yang mendalam, dan kesulitan dalam menghidupi keluarganya akhirnya membuat dirinya memilih hidup sebagai PSK. Tahap derita dan Searching for meaning (Internal + Eksternal)
Linda merasa sedih, kesal, kecewa, tertekan, menderita, stress, merasa terkhianati, serta pikiran untuk bunuh diri karena berpisah dengan orang yang dicintai, Merasa bersalah karena berbohong pada orang tua, menutupi status karena takut didiskriminasi masyarakat, membuat malu keluarga, menyesal tidak memikirkan konsekuensi menjadi seorang PSK. Jika didasarkan pada teori kebermaknaan hidup (bastaman, 2006), maka Linda berada pada tahap derita, yaitu Linda yang merasa menderita akibat pengalaman menyakitkan yang dialaminya sehingga membuat dia merasa hidupnya tidak bermakna (meaningless).
Hal ini membuat Linda melakukan pencarian makna melalui dukungan (social support) dari ibu dan Bhante berupa nasehat dan saran ditambah dengan diri sendiri melihat pengalaman ibu yang berhasil melewati penderitaan dengan optimis dan pantang menyerah (vicarious experience). Linda menjadi termotivasi secara internal dan berkeinginan untuk mengubah hidupnya yang menderita dengan cara: menjalankan ibadah agar dapat membuka hati dan pikiran serta menambah keyakinan dan kepercayaan pada ajaran agama, tidak lagi mementingkan diri sendiri melainkan melihat kondisi di luar dirinya ,yaitu orang-orang terdekat. Hal ini membuktikan bahwa Linda melakukan searching for meaning karena locus of control internal Linda yang kuat dan mendapatkan
social support dari orang-orang terdekat yang membuat dirinya sadar bahwa diri sendiri mampu mengubah hidupnya yang menderita menjadi lebih bermakna.
Tahap penerimaan diri
Munculnya kesadaran dalam diri Linda membuat dirinya mampu melihat ke luar dirinya, menerima keadaan dirinya, dan menyadari adanya hal-hal yang penting dan berharga dalam hidupnya,.
Peran Ibu terhadap Linda adalah Beliau menjadi model bagi Linda untuk bisa bersabar dan bertahan serta melihat masa depan yang penuh ketidakpastian dengan sabar dan optimis, sedangkan peranan Bhante terhadap Linda adalah menyadarkan Linda akan ibadah dan keyakinan pada ajaran Dharma yang membuat Linda perlahan-lahan mampu mengambil hikmah dari pengalaman tragis yang dialami. Linda yang telah menerima keadaan dirinya kembali, menjalankan ibadah agar diberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup bersama orang-orang terdekat, berkonsutasi dengan Bhante (pendeta) untuk membuka hati dan pikirannya.
Jika didasarkan pada teori kebermaknaan hidup (Bastaman, 2006), maka Linda yang sadar telah mampu menerima kenyataan yang menimpa dirinya dan
mengubah sikap agar dapat hidup lebih baik. Berkaitan dengan hal ini, Linda mendapat social support yang sesuai sehingga membuat dirinya menerima keadaan diri saat ini, mulai melihat kondisi di luar dirinya, yaitu ibu dan kedua anaknya, kemudian dirinya sendiri memilih dan memutuskan mengubah kondisi diri dengan mencari makna hidupnya.
Freedom of will
• Ketika ibunya bercerai dengan ayahnya, Linda memilih hidup susah bersama dengan ibunya. Dan ketika Linda mengalami kekerasan dirinya memilih untuk bercerai dengan suami yang dicintainya karena tidak tahan dengan perlakuan suami.
• Linda bekerja sebagai pembantu rumah tangga, berdagang, dan menjadi kuli bangunan untuk menghidupi keluarga, namun tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan rasa sakit hati yang mendalam akhirnya Linda memilih hidup sebagai PSK
• Hidup sebagai PSK; Linda merasa sedih, kecewa, stress, tertekan, sampai ingin mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup menahan derita.
• Namun dirinya yang melihat ibunya mampu melewati penderitaannya dengan optimis dan pantang menyerah, membuat dirinya sadar dan termotivasi untuk berubah (internal), selain itu dia juga mendapat dukungan dari ibu dan Bhante, sehingga menambah keyakinan dan kepercayaan Linda dengan kembali menjalankan ibadah (eksternal) • Linda yang sadar kemudian memilih untuk mulai memperhatikan
orang-orang terdekatnya dan mengambil langkah untuk mengubah kondisi hidupnya yang sekarang menjadi lebih baik.
Tahap penemuan makna
Dengan adanya kesadaran akan hal yang penting dan berharga dalam dirinya, Linda menemukan dan menentukan apa yang menjadi tujuan hidupnya. Hal yang sangat penting dan berharga tersebut adalah keluarganya, ibu dan kedua anaknya. Berdasarkan teori kebermaknaan hidup (Bastaman, 2006), Linda telah mencapai tahap penemuan makna.
Linda mendekatkan dirinya dengan anggota keluarga karena Linda membutuhkan mereka dan mencintai mereka sehingga Linda merasa keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan dalam keluarga. Hal ini membuat Linda kemudian menetapkan tujuan hidupnya karena dirinya telah memiliki nilai-nilai yang menjadi prinsipnya selama pencarian makna hidup sesuai dengan 2 nilai di antara 3 nilai makna hidup yang dikemukakan oleh Victor Frankl (dalam Bastaman, 2006);
Experiental value (+):
Linda mendekatkan diri dengan keluarganya dan menyadari bahwa dirinya dibutuhkan dan dicintai keluarganya. Dan Linda kembali teringat pada ajaran Dharma yang menjadi keyakinan dan kepercayaannya. Kedua hal ini membuat Linda mampu mengamil hikmah dari pengalaman menyakitkan yang menimpa dirinya dan memilih untuk berubah agar dapat hidup lebih baik.
Attitudinal value (+):
Linda mampu mengambil sikap yang tepat terkait dengan penderitaan yang harus dihadapinya; dengan tujuan mengubah kondisi hidupnya menjadi lebih baik, kemudian disertai dengan tindakan yang tepat dalam upaya untuk mengubah hidup yang menderita sebagai PSK dengan menatap masa depan dengan semangat dan optimis.
Dengan adanya kedua nilai tersebut, Linda berkeinginan untuk membahagiakan keluarganya, dirinya akan lebih sabar dan selalu optimis dalam menghadapi masa depan bersama dengan keluarganya.
Tahap realisasi makna
Linda menganut sistem nilai paralel dalam merealisasikan tujuan hidupnya, dirinya memiliki beberapa alternatif nilai dalam memenuhi hasrat untuk hidup bermakna yang dapat ditunjukkan dengan:
Berpandangan optimis dalam menghadapi tantangan masa depan yang akan dialami oleh diri sendiri dan keluarga => kognitif
Bersemangat, pantang menyerah, dan berpegang pada prinsip => afektif
Berbagai kegiatan terarah yang dilakukan seperti: mencoba mencari pekerjaan baru, mengenal beberapa pria dan menemukan seorang pria Batak duda sebagai teman curhat, melunasi hutang-hutangnya, dan berhasil meluluskan kedua anaknya hingga perguruan tinggi, bertambahnya anggota keluarga yang berasal dari anak pertama dengan kehadiran seorang cucu, meluangkan lebih banyak waktu menemani ibunya yang sudah lanjut usia. => perilaku
Linda yang berkeinginan untuk membesarkan, mendidik kedua anaknya agar menjadi anak-anaknya dapat hidup mandiri dan berguna bagi diri sendiri dan orang-orang terdekatnya, selain itu Linda masih memiliki nilai-nilai untuk diri sendiri dan ibunya, yaitu ingin memperoleh rumah dan meluangkan lebih banyak waktu bersama dengan ibunya serta memberi diri sendiri kesempatan dan bersedia membuka hati menerima pria lain untuk menjadi pasangan hidupnya. Linda merasa bersemangat dalam merealisasikan tujuan hidupnya dengan memiliki pandangan optimis, pantang menyerah, dan teguh pada prinsipnya (komitmen) sampai tujuan hidupnya terwujud, namun apabila tidak terpenuhi Linda juga tidak merasa kecewa karena dirinya telah berusaha sekuat tenaga dan tidak pernah menyerah. Hal ini menunjukkan Linda menetapkan beberapa nilai-nilai yang sama pentingnya sehingga Linda memiliki banyak pilihan, tidak pernah merasa bingung dan kehilangan orientasi dalam hidupnya.
Will to Meaning
• Memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk mewujudkan tujuan hidupnya
• Timbul semangat dan gairah dalam menghadapi tantangan ke depan dengan optimis hingga tercapai pemenuhan makna
• Tidak pernah bingung atau kehilangan orientasi dalam merealisasikan tujuan hidupnya karena menyadari bahwa dirinya yang berusaha tanpa pernah menyerah, maka apapun hasil yang didapatkan tidak membuat dirinya menyesal karena segala sesuatu ada hikmahnya
Tahap kehidupan bermakna
Linda yang berhasil merealisasikan tujuan hidupnya yang sederhana merasa hidupnya bermakna karena menyadari bahwa semua hal yang menimpa dirinya, baik hal yang membahagiakan ataupun hal yang menyebabkan penderitaan adalah pilihan hidupnya.
Dia sadar bahwa masa lalu tidak bisa diubah, hanya bisa dikenang dan menjadi bahan pembelajaran diri untuk hidup lebih baik di masa mendatang. Jika didasarkan pada teori kebermaknaan hidup (Bastaman, 2006), maka Linda yang sekarang telah berada di tahap kehidupan bermakna. Keberhasilannya mengatasi penderitaan hidup dan menjalaninya dengan penuh semangat dan hidup tidak lagi terasa hampa karena adanya dukungan keluarga yang membuat dirinya merasa berharga dan dibutuhkan oleh keluarganya, bersyukur terhadap hal yang terjadi dan hal-hal yang dimiliki, menjadi pribadi yang sabar, optimis, dan semangat dalam menjalani segala aktivitas, perasaan positif yang lebih mendominasi: cinta, kasih, syukur, senang, dan bahagia serta berpandangan bahwa harapan tidak selalu menjadi kenyataan, asalkan berusaha sekuat tenaga, maka tidak akan ada penyesalan
Berhasilnya merealisasikan tujuan hidup, membuat Linda memiliki semangat baru untuk mewujudkan impiannya yang sebenarnya, yaitu bisa menemukan laki-laki yang bersedia menemani dirinya hingga akhir hayat. Oleh karena itu, Linda berusaha belajar untuk tidak merendahkan dirinya sendiri dan dengan bangga mengatakan bahwa masa lalu biarlah menjadi kenangan, hidup yang telah dijalani akan menjadi pelajaran bagi dirinya untuk melihat ketidakpastian masa depan.
Meaning of Life +
Happiness
• Sadar bahwa semua hal yang menimpa dirinya, baik hal yang membahagiakan ataupun hal yang menyebabkan penderitaan memiliki hikmah dan dapat dijadikan pembelajaran bagi diri sendiri
• Bersyukur terhadap hal yang terjadi dan hal-hal yang dimiliki
• Menjadi pribadi yang sabar, optimis, dan semangat dalam menjalani segala aktivitas
• Perasaan positif yang lebih mendominasi: cinta, kasih, syukur, senang, dan bahagia
• Berpandangan bahwa harapan tidak selalu menjadi kenyataan, asalkan berusaha sekuat tenaga, maka tidak akan ada penyesalan
II. RESPONDEN #2
2.1. IDENTITAS RESPONDEN
Nama : Leni (nama samaran)
Usia : 27 tahun
Tempat Tinggal : Rumah sewa daerah Binjai Sunggal Anak ke : 3 dari 5 bersaudara
Status : Janda dengan 1 anak Menjadi PSK : 6 tahun
Latar belakang : Keluarga ekonomi menengah ke bawah
2.2. JADWAL PENGUMPULAN DATA
a) Pertemuan pertama : 15 April 2014; pukul 13:30 s/d 15:00. b) Pertemuan kedua : 12 Mei 2014; pukul 14:00 s/d 17:00.
2.3. HASIL OBSERVASI