• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Rekapitulasi Hasil Kuesioner

a. Distribusi Penduduk Menurut Usia

Pada kawasan peneltian, usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap

Gambar 4.5

Visualisasi Sebaran Kuesioner pada Masyarakat Pesisir

(Sumber : Hasil Survei Lapangan Tahun 2019)

88 peningkatan kualitas lingkungan permukiman pesisir. Usia dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 indikator yakni :

- Usia Muda : kelompok usia 0-14 tahun dengan aktifitas rata-rata sedang menempuh pendidikan dan belum bekerja.

- Usia Produktif : kelompok usia 15-64 tahun dengan aktifitas pendidikan dan sebagian sudah ada yang bekerja.

- Usia Tidak Produktif : kelompok usia diatas 65 tahun dengan usia yang sudah retan dan sudah tidak melakukan pekerjaan.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa pada kawasan penelitian yang mendominasi penduduk menurut usia adalah penduduk dengan usia produktif sedangkan yang tidak dominan terdapat pada kelompok usia muda. Untuk lebihnya jelasnya pada Tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Menurut Usia

No. Usia n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Usia Muda 2 2

2. Usia Produktif 97 97

3. Usia Tidak

Produktif 1 1

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

89 b. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Jenis kelamin juga termasuk faktor penentu masyarakat berpartisipasi dalam suatu kegiatan baik kegiatan secara langsung maupun tidak langsung. Jenis kelamin juga dibagi menjadi 2 indikator yakni laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa yang mendominasi adalah penduduk dengan jenis kelamin perempuan. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.9. berikut.

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden Menurut Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Laki-Laki 35 35

2. Perempuan 65 65

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

c. Distribusi Responden Menurut Pendidikan

Partisipasi juga sangat melihat pendidikan seseorang sehingga mempengaruhi peranan seseorang dalam keikutsertaannya. Dalam variabel pendidikan juga terbagi menjadi 3 indikator yakni :

- Pendidikan Tinggi : jenjang pendidikan perguruan tinggi atau universitas baik negeri maupun swasta.

90 - Pendidikan Dasar/Menengah : jenjang pendidikan

SD/SLTP/SLTA baik negeri maupun swasta.

- Tidak Sekolah : seseorang yang belum pernah sekolah atau tidak melanjutkan sekolah.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa jumlah penduduk didominasi oleh indikator pendidikan Dasar/Menengah terutama Sekolah Dasar (SD). Untuk lebih sebagaimana pada Tabel 4.10 berikut.

Tabel 4.10

Distribusi Jawaban Responden Menurut Pendidikan

No. Pendidikan n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Pendidikan Tinggi 10 10

2. Pendidikan

Dasar/Menengah 85 85

3. Tidak Sekolah 5 5

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

d. Distribusi Responden Menurut Pekerjaan

Pekerjaan yang dimiliki seseorang juga menjadi dasar seseorang ingin ikutserta dalam suatu kegiatan ataupun berpartisipasi. Untuk pekerjaan juga terbagi menjadi 3 indikator didalamnya yakni :

91 - Pekerjaan Tetap : seseorang yang yang telah memiliki

pekerjaan dan gaji pokok per bulannya.

- Pekerjaan Musiman : seseorang yang melakukan pekerjaan dalam kondisi dan waktu tertentu namun tidak memiliki gaji tetap perbulannya.

- Tidak Bekerja/Pengangguran : seseorang yang tidak miliki sama sekali pekerjaan.

Berbdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa di kawasan penelitian lebih mendominasi penduduk yang memiliki pekerjaan musiman atau berdasarkan hasil kuesioner hampir sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Hal ini juga dapat dilihat jelas pada Tabel 4.11 berikut.

Tabel 4.11

Distribusi Jawaban Responden Menurut Pekerjaan

No. Pekerjaan n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Pekerjaan Tetap 9 9

2. Pekerjaan Musiman 86 86

3. Tidak

Bekerja/Pengangguran 5 5

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

92 e. Distribusi Responden Menurut Penghasilan

Sama halnya dengan pekerjaan faktor penghasilan juga mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat itu sendiri.

Penghasilan terbagi menjadi 3 indikator didalamnya, yakni : - Penghasilan Tinggi : penghasilan dengan jumlah diatas Rp.

2.900.000,-.

- Penghasilan Menengah : penghasilan dengan jumlah antara Rp. 1.500.000, s/d Rp. 2.800.000,-.

- Penghasilan Rendah : Penghasilan dengan jumlah dibawah Rp 1.400.000,-.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa yang mendominasi adalah penduduk denngan penghasilan menengah. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.12 berikut.

Tabel 4.12

Distribusi Jawaban Responden Menurut Penghasilan

No. Penghasilan n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Pengahasilan Tinggi 3 3

2. Penghasilan

Menengah 34 34

3. Penghasilan Rendah 63 63

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

93 f. Distribusi Responden Menurut Lama Tinggal

Partisipasi juga di pengaruhi dengan lama tinggal seseorang bermukim di suatu wilayah. Lama tinggal juga terbagi menjadi 3 indikator yakni :

- Lama : seseorang yang telah bermukim lebih dari 10 tahun.

- Cukup Lama : seseorang yang telah bermukim antara 5 sampai 10 tahun.

- Baru : seseorang yang telah bermukim kurang dari 5 tahun.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa yang mendominasi adalah pendududk yang telah bermukim lama (>

10 tahun). Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.13 berikut.

Tabel 4.13

Distribusi Jawaban Responden Menurut Lama Tinggal

No. Lama Tinggal n

(banyak responden)

Persentase (%)

1. Lama 80 80

2. Cukup Lama 6 6

3. Baru 14 14

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

g. Distribusi Responden Menurut Tingkat Partisipasi Masyarakat

Tingkat partisipasi masyarakat dalam suatu kegiatan khususnya kegiatan dalam upaya peningkatan kualitas

94 lingkungan permukiman menjadi salah satu faktor penentu berhasilnya sebuah kegiatan atau program yang dilaksanakan.

Tingkat partisipasi masyarakat terbagi menjadi 3 indikator yakni :

- Tinggi : partisipasi masyarakat untuk menyumbangkan materi, pikiran dan tenaga.

- Sedang : partisipasi masyarakat untuk menyumbangkan 2/3 dari materi, pikiran dan tenaga.

- Rendah : partisipasi masyarakat untuk menyumbangkan 1/3 dari materi, pikiran dan tenaga.

Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa yang mendominasi adalah penduduk dengan tingkat partisipasi rendah. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.14 berikut.

Tabel 4.14

Distribusi Jawaban Responden Menurut Partisipasi Masyarakat No. Partisipasi Masyarakat n

(banyak responden)

Persentase (%)

1 Tingkat 14 14

2 Sedang 41 41

3 Rendah 45 45

Jumlah Total 100 100

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

95 2. Analisis Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Berbasis Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Pesisir di Kelurahan Barombong

Berikut hasil statistik berupa analisis yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua, sebagai berikut : a. Analisis Chi Square (Rumusan Masalah I)

1) Pengaruh Usia (X1) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y) Tabel 4.15

Pengaruh Usia (X1) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Y

1 0 13 1 14 0.00 13.86 0.14 0.00 0.05 5.28 5.34 2 0 41 0 41 0.00 40.59 0.41 0.00 0.00 0.41 0.41 3 0 45 0 45 0.00 44.55 0.45 0.00 0.00 0.45 0.45

0 99 1 100

6.20

Db 4

x² Tabel 9.49

Kesimpulan Tidak Berbpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analsis Chi Square pada Tabel 4.15 menunjukkan bahwa usia tidak berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh usia terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

96 Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,24 atau pengaruh lemah.

2) Pengaruh Jenis Kelamin (X2) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

Tabel 4.16

Pengaruh Jenis Kelamin (X2) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 1 2 1 2

Y

1 6 8 14 4.9 9.1 0.247 0.13 0.37991 2 11 30 41 14.35 26.65 0.782 0.42 1.20316 3 18 27 45 15.75 29.25 0.321 0.17 0.49451

35 65 100

2.07757

Db 2

x² Tabel 5.991

Kesimpulan Tidak Berpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analsis Chi Square pada Tabel 4.16 menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis kelamin terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

97 Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,14 atau pengaruh sangat lemah.

3) Pengaruh Pendidikan (X3) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

Tabel 4.17

Pengaruh Pendidikan (X3) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Y

1 8 25 10 43 5.16 31.8 6.02 1.56 1.46 2.63 5.656131 2 2 23 2 27 3.24 20 3.78 0.47 0.46 0.84 1.769245 3 2 26 2 30 3.6 22.2 4.2 0.71 0.65 1.15 2.513943

12 74 14 100

9.939319

Db 4

x² Tabel 9.49

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analsis Chi Square pada Tabel 4.17 menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

98 Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,30 atau pengaruh lemah.

4) Pengaruh Pekerjaan (X4) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

Tabel 4.18

Pengaruh Pekerjaan (X4) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Y

1 12 10 3 25 4.124 19.1 1.804 15 4.32 0.79 20.15181 2 2 23 2 27 4.454 20.6 1.948 1.35 0.28 0 1.63324 3 2 41 2 45 7.423 34.3 3.247 3.96 1.3 0.48 5.736701

16 74 7 97

27.52176

Db 4

x² Tabel 9.49

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analsis Chi Square pada Tabel 4.18 menunjukkan bahwa pekerjaan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pekerjaan terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

99 Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,47 atau pengaruh sedang.

5) Pengaruh Penghasilan (X5) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

Tabel 4.19

Pengaruh Penghasilan (X5) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Y

1 16 23 3 42 10.31 22.1 9.545 3.14 0.03 4.49 7.662829 2 3 5 20 28 6.873 14.8 6.364 2.18 6.46 29.2 37.86002 3 8 30 2 40 9.818 21.1 9.091 0.34 3.76 5.53 9.630932

27 58 25 110

55.15378

Db 4

x² Tabel 9.49

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analisis Chi Square pada Tabel 4.19 menunjukkan bahwa penghasilan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar

100 pengaruh penghasilan terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,58 atau pengaruh sedang.

6) Pengaruh Lama Tinggal (X6) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

Tabel 4.20

Pengaruh Lama Tinggal (X6) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y)

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Y

1 5 23 3 31 3.1 22.6 5.27 1.16 0.01 0.98 2.148346 2 2 20 12 34 3.4 24.8 5.78 0.58 0.94 6.69 8.206001 3 3 30 2 35 3.5 25.6 5.95 0.07 0.78 2.62 3.468746

10 73 17 100

13.82309

Db 4

x² Tabel 9.49

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Berdasarkan hasil analsis Chi Square pada Tabel 4.20 menunjukkan bahwa lama tinggal berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui seberapa besar

101 pengaruh lama tinggalnya terhadap partisipasi masyarakat menggunakan uji kontingensi sebagai berikut :

Diketahui bahwa hasil uji kontingensi adalah 0,35 atau pengaruh lemah.

Berdasarkan hasil analisis Chi Square untuk seluruh variabel yang mempengaruhi Y atau partisipasi masyarakat telah dirangkum dan dapat dilhat lebih jelasnya pada Tabel 4.21 berikut.

Tabel 4.21

Rangkuman Analisis Chi Square antara variabel X dan Y

No. Variabel Pengaruh X2

Uji Kontingensi

(C)

Kesimpulan

1 Usia Tidak

Berpengaruh 6,20 0,24 Pengaruh

Lemah 2 Jenis Kelamin Tidak

Berpengaruh 2,07 0,14

Pengaruh Sangat Lemah 3 Pendidikan Berpengaruh 9,93 0,30 Pengaruh

Lemah 4 Pekerjaan Berpengaruh 27,52 0,47 Pengaruh

Sedang 5 Penghasilan Berpengaruh 55,15 0,58 Pengaruh

Sedang 6 Lama Tinggalnya Tidak

Berpengaruhi 13,82 0,35 Pengaruh Lemah Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

102 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat dari 6 variabel X terhadap variabel Y antara lain pendidikan, pekerjaan dan penghasilan sedangkan 3 variabel lainnya tidak berpengaruh atau memiliki pengaruh lemah terhadap partisipasi masyarakat atau Y.

Untuk 3 variabel yang berpengaruh secara signifikan didukung atau sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Cohen J. and Uphoff tahun 1977 tentang Pengaruh Partisipasi Masyarakat yang menyatakan bahwa dari beberapa faktor yang disebutkan 3 diantaranya pendidikan, pekerjaan dan penghasilan mempunyai pengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat.

b. Analsis SWOT

Berdasarkan hasil Chi Square diatas disimpulkan terdapat 3 variabel yang berpengaruh cukup kuat yang kemudian dilanjutkan dengan Analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman.

103 1) Internal Strategy Factor Analysis (IFAS)

 Faktor Kekuatan (Strengths)

Faktor kekuatan merupakan faktor yang yang diperolah dari analisis Chi Square sebelumnya dimana faktor tersebut mempengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Faktor kekuatan antara lain :

- Pendidikan, merupakan variabel yang berpengaruh secara langsung (X2 = 9,93 > X2 Tabel = 9,49) dengan tingkat pengaruh lemah (C = 0,30) terhadap variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

- Pekerjaan, merupakan variabel yang berpengaruh secara langsung (X2 = 27,52 > X2 Tabel = 9,49) dengan tingkat pengaruh sedang (C = 0,47) terhadap variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

- Penghasilan, merupakan variabel yang berpengaruh secara langsung (X2 = 55,15 > X2 Tabel = 9,49) dengan tingkat pengaruh sedang (C = 0,58) terhadap

104 variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

 Faktor Kelemahan (Weakness)

Faktor kelemahan merupakan faktor yang yang diperolah dari analisis Chi Square sebelumnya dimana faktor tersebut tidak berpengaruh secara langsung terhadap rendahnya partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Faktor kelemahan antara lain :

- Usia, merupakan merupakan variabel yang tidak berpengaruh secara langsung (X2 = 6,20 > X2 Tabel = 9,49) dengan tingkat pengaruh lemah (C = 0,24) terhadap variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

- Jenis Kelamin, merupakan variabel yang tidak berpengaruh secara langsung (X2 = 2,07 > X2 Tabel = 5,99) dengan tingkat pengaruh sangat lemah (C = 0,14) terhadap variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

105 - Lama Tinggal, merupakan merupakan variabel yang tidak berpengaruh secara langsung (X2 = 13,82 > X2 Tabel = 9,49) dengan tingkat pengaruh lemah (C = 0,35) terhadap variabel Y partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir.

vari

Tabel 4.22

Matriks Internal Strategy Factor Analysis (IFAS)

No. Kekuatan SP K Sp x K Bobot

1 Pendidikan 16 4 64 0,4

2 Pekerjaan 12 4 48 0,3

3 Penghasilan 12 4 48 0,3

Jumlah 40 12 160 1

No. Kelemahan SP K Sp x K Bobot

4 Usia 12 4 48 0,37

5 Jenis Kelamin 8 4 32 0,25

6 Lama Tinggal 12 4 48 0,37

Jumlah 32 12 128 0,99

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Tabel 4.23

Matriks Nilai Skor Internal Strategy Factor Analysis (IFAS)

No. Kekuatan Bobot Rating

(1-4) Skor

1 Pendidikan 0,4 4 1,6

2 Pekerjaan 0,3 4 1,2

3 Penghasilan 0,3 4 1,2

Jumlah 1 12 4

106

No. Kelemahan Bobot Rating

(4-1) Skor

4 Usia 0,37 2 0,74

5 Jenis Kelamain 0,25 3 0,75

6 Lama Tinggal 0,37 2 0,74

Jumlah 0,99 7 2,25

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

2) Eksternal Strategy Factor Analysis (EFAS)

 Faktor Peluang (Oppurtunity)

Faktor peluang merupakan faktor yang yang diperolah dari kebijakan terkait dengan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman.

Faktor peluang antara lain :

- Diharapkan kebijakan RTRW Kota Makassar 2015-2034 dapat mengoptimalkan pemerintahan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi berbasis partisipasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir Kelurahan Barombong.

- Diharapkan kebijakan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Slum Improvement Action Plan (RP2KP-KP7/SIAP) dalam Program Kotaku untuk mensosialisasikan

107 seluruh program dan merealisasikan pencegahan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman termasuk pada kawasan pesisir Kelurahan Barombong.

- Diharapkan kebijakan PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat baik dalam Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan Pemonitoran dan Pengevaluasian pembangunan sehinggan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat termasuk pada kawasan pesisir Kelurahan Barombong.

 Faktor Ancaman (Threats)

Faktor ancaman merupakan faktor yang diperolah dari permasalahan terkait dengan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman. . Faktor ancaman antara lain :

- Air bersih menjadi ancaman cukup besar dikarenakan hampir seluruh kawasan pesisir (RW 01, RW 02 dan RW 04) di Kelurahan Barombong belum mendapatkan pelayanan air bersih PDAM sehingga kebanyakan masyarakatnya memakai air bersih yang

108 bersumber dari sumur galian maupun sumur bor dan hal ini menjadi masalah utama yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Ditambah lagi untuk kawasan pesisir RW 04 mendapat air bersih atau sambungan pipa PDAM yang bersumber dari Kabupaten Takalar.

- Pengelolaan persampahan juga menjadi ancaman cukup besar dikarenakan pada kawasan pesisir Kelurahan Barombong seluruh sampah masyarakatnya dibuang di lahan kosong dan bahkan banyak juga yang membuangnya langsung ke laut sehingga membuat kualitas lingkungan permukiman menurun secara tidak langsung. Namun sebenarnya masyarakat jika diberikan stimulan yang lebih baik dari pemerintah baik itu sosialisasi akan pentingnya partisipasi masyarakat maupun pemerintah dalam pemenuhan sarana dan prasarana sehingga secara tidak langsung membuat masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi secara penuh dalam peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

- Ekonomi masyarakat menjadi ancaman dan di nilai memiliki dampak secara langsung terhadap tingkat partisipasi masyarakat dan kualitas lingkungan

109 permukiman hal ini dikarenakan masyarakat pada kawasan pesisir Kelurahan Barombong di dominasi oleh masyarakat dengan pekerjaan sebagai nelayan dan buruh harian sehingga dalam hal partisipasi terutama dalam keikutsertaan hanya mengandalkan tenaga sedangkan pikiran dan materi tidak menjadi menjadi 2 hal yang banyak dapat disumbangkan dalam berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang menunjang kegiatan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

Tabel 4.24

Matriks Eksternal Strategy Factor Analysis (EFAS)

No. Peluang SP K Sp x K Bobot

1 RTRW Kota Makassar 2015-2035 16 4 64 0,36

2

Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Perkotaan/Slum Improvement Action Plan

(RP2KP-KP7/SIAP8) Dalam Program Kotaku 16 4 64 0,36 3

PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah 12 4 48 0,27

Jumlah 44 12 176 0,99

No. Ancaman SP K Sp x K Bobot

4 Air Bersih 16 4 64 0,36

5 Pengelolaan Persampahan 16 4 64 0,36

6 Ekonomi Masyarakat 12 4 48 0,27

Jumlah 44 11 176 0,99

Sumber : Hasil Analisis Tahun

110 Tabel 4.25

Matriks Nilai Skor Eksternal Strategy Factor Analysis (EFAS)

No. Peluang Bobot Rating

(1-4) Skor 1 RTRW Kota Makassar 2015-2035 0,36 4 1,44 2

Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Perkotaan/Slum Improvement Action Plan

(RP2KP-KP7/SIAP8) Dalam Program Kotaku 0,36 4 1,44 3

PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah 0,27 4 1,08

Jumlah 0,99 12 3,96

No. Ancaman Bobot Rating

(4-1) Skor

4 Air Bersih 0,36 4 1,44

5 Pengelolaan Persampahan 0,36 4 1,44

6 Ekonomi Masyarakat 0,27 3 0,81

Jumlah 0,99 11 3,69

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

Analisis matriks intenal dan eksternal digunakan untuk mencari strategi umum (Grand strategi) atau strategi apa yang sebaliknya digunakan. Penentuan strategi ini diperoleh dari hasil perhitungan matriks IFAS dan EFAS, dimana nilai dari indeks akumulatif skor IFAS (kekuatan dan kelemahan) sebesar 6,25 Sedangkan nilai skor EFAS (peluang dan ancaman) sebesar 7,65, yang artinya faktor eksternal yang lebih berpengaruh dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Selanjutnya untuk melihat strategi dominan yang akan digunakan maka hasil dari IFAS dan EFAS dijadikan sebagai titik penentu koordinat X dan Y, dimana IFAS sebagai X

(kekutan-111 kelemahan) dan EFAS sebagai Y (peluang-ancaman). Dari pengabungan dua matrik IFAS dan EFAS diperoleh matriks Internal dan Eksternal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini :

 (IFAS) Hasil Kekuatan - Kelemahan = 4 – 2,25 = 1,75

 (EFAS) Hasil Peluang - Ancaman = 3,96 – 3,69 = 0,27

Gambar 4.6

Analisis Kuadran SWOT

112 Posisi berada pada sumbu X= 1,75 dan sumbu Y= 0,27 jadi posisi kuadran berada pada kuadran I dengan strategi yang digunakan dan diprioritaskan yaitu strategi So (rumusan stategi adalah tanggulangi kekuatan dengan mengantisipasi ancaman).

Berdasarkan dari hasil analisis SWOT untuk merumuskan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Barombong, dengan hasil perhitungan kuadran, maka rumusan strategi berada pada kuadran I yaitu strategi SO, artinya bahwa terdapatnya kekuatan (S) dalam peningkatan partispasi masyarakat sehingga perlu ditingkatkan dengan merebut peluang (O) yang ada.

Alternatif strategi dalam peningkatan partisipasi masyarakat dirumuskan dengan pendekatan analisis SWOT. Analisis matriks SWOT merupakan langkah selanjutnya setelah dilakukan analisis IFAS dan EFAS, yakni dengan mencocokan faktor-faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan dengan faktor-faktor eksternal berupa peluang dan ancaman yang mempengaruhi peningkatan pasrtisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Barombong.

Untuk Lebih jelasnya matriks SWOT dalam perumusan strategi peningkatan partisipasi masyarakat dapat dilihat pada Tabel 4.26 sebagai berikut.

113 Tabel 4.26

Matriks SWOT Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat

Terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman Pada Kawasan Pesisir di Kelurahan Barombong

Internal

Eksternal

Kekuatan (S)

1. Pendidikan 2. Pekerjaan 3. Penghasilan

Kelemahan (W)

1. Usia

2. Jenis kelamin 3. Lama Tinggal Peluang (O)

1. RTRW Kota Makassar 2015-2035 2. Rencana Pencegahan dan

Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan/Slum

Improvement Action Plan (RP2KP-KP7/SIAP8) Dalam Program Kotaku

3. PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Strategi S-O (Aggresive Strategies)

Mensosialisasikan kebijakan terkait seperti RTRW Kota Makassar 2015-2035, Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan/Slum Improvement Action Plan (RP2KP-KP7/SIAP8) Dalam Program Kotaku dan PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan :

1. Taraf pendidikan masyarakat

2. Membuka lapangan pekerjaan yang lebih baik 3. Dan tentunya meningkatkan penghasilan

masyarakat

Strategi W-O (Turn Arround Strategies)

1. Mensosialisasikan PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat utamanya dari faktor jenis kelamin

2. Mensosialisasikan kebijakan RTRW Kota Makassar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat utamanya dari faktor usia

3. Mensosialisasikan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dari faktor lama tinggal atau bermukim

114 Ancaman (T)

1. Air Bersih

2. Pengelolaan Persampahan 3. Ekonomi Masyarakat

Strategi S-T

(Divensification Strategies)

1. Memanfaatkan penduduk dengan pendidikan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas air bersih pada kawasan pesisir

Kelurahan Barombong

2. Memanfaatkan penduduk yang ingin berpartisipasi secara materi dalam pengelolaan persampahan yang berkelanjutan

3. Memanfaatkan pekerjaan yang telah disesuaikan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan tentunya peningkatan kesejahteraan masyarakat

Strategi W-T (Defensive Strategies)

1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas air bersih yang berkelanjutan agar masyarakat dari semua kelompok usia dapat ikut meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman

2. Meningkatkan pengelolaan persampahan agar masyarakat dengan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan ikuserta berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman

3. Meningkatkanekonomi masyarakat dengan melakukan pelatihan dan pemberdayaan terutama pada masyarakat pesisir yang sudah lama tinggal di Kelurahan Barombong Hasil : Hasil Analisis Tahun 2019

115 Berdasarkan analisis matriks IE yang dilakukan sebelumnya bahwa strategi yang akan digunakan untuk peningkatan partisipasi masyarakat dengan hasil perhitungan kuadran yang berada di posisi kuadran I yaitu ; strategi SO, artinya bahwa harus digunakan seluruh kekuatan yang ada dalam partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman untuk mendapatkan berbagai peluang yang ada. Adapun rumusan strateginya yaitu sebagai berikut :

Mensosialisasikan kebijakan terkait seperti RTRW Kota Makassar 2015-2035, Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan/Slum Improvement Action Plan (RP2KP-KP7/SIAP8) dalam Program Kotaku dan PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan :

1. Taraf pendidikan masyarakat

2. Membuka lapangan pekerjaan yang lebih baik

3. Dan tentunya meningkatkan penghasilan masyarakat

116 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian ini akan menjawab rumusan masalah pertama dan kedua. Berikut kesimpulan untuk dua rumusan masalah, antara lain :

1. Dapat disimpukan untuk rumusam masalah pertama yang dijawab menggunakan metode analisis Chi Square bahwa diantara 6 variabel X (Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan dan Lama Tinggal) yang mempengaruhi variabel Y atau Partisipasi Masyarakat ternyata ada 3 variabel yang berpengaruh cukup kuat terhadap peningkatan partisipasi masyarakat yakni Pendidikan, Pekerjaan dan Penghasilan sedangkan 3 variabel lainnya tidak berpengaruh dalam peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kualitaas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir di Kelurahan Barombong.

2. Untuk rumusan masalah kedua dijawab menggunakan metode Analisis SWOT dimana dapat disimpulkan terdapat 3 strategi SO untuk peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir sebagai berikut :

117 Mensosialisasikan kebijakan terkait seperti RTRW Kota Makassar 2015-2035, Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan/Slum Improvement Action Plan (RP2KP-KP7/SIAP8) dalam Program Kotaku dan PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan :

1. Taraf pendidikan masyarakat

2. Membuka lapangan pekerjaan yang lebih baik

3. Dan tentunya meningkatkan penghasilan masyarakat

B. Saran

Adapun saran yang diberikan oleh penulis, sebagai berikut :

1. Kondisi kawasan pesisir di Kelurahan Barombong dan masyarakat masih sangat kurang perhatian dari pemerintah baik dalam meningkatkan fisik lingkungannya maupun sosial ekonomi masyarakatnya.

2. Pemerintah terkait diharapkan lebih memperhatikan kebijakan dan peraturan tata ruang sehingga dalam implementasinya, sasaran atau arahan kebijakan yang ada khususnya untuk wilayah terkait dapat berkembang sebagaimana yang direncanakan dan berimplikasi secara positif bahkan dapat meningkatkan kualitas fisik lingkungan dansosial ekonomi masyarakat setempat.

118 3. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman pada kawasan pesisir berbasis partisipasi masyarakat berupa kebijakan bahkan program-program baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kota Makassar , 2018. Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018. Makassar : Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kota Makassar , 2018. Kecamatan Tamalate Dalam Angka Tahun 2018. Makassar : Badan Pusat Statistik

Dahuri, R. dan Rais Yakup, 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, Hal. 11

Iswandi, R. Marsuki. 2015. Perencanaan Dan Pengembangan Kota Pesisir Berwawasan Lingkungan. Unhalu Press

Isbandi, A. (2007). Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: Dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 4 tahun 2000 tanggal 21 Februari 2000 tentang Pedoman Penyusunan Amdal Kegiatan Permukiman Terpadu

Kay dan Alder (1999) “ The band of dry land adjancent ocean space (water dan submerged land) in wich terrestrial processes and land uses directly affect oceanic processes and uses, and vice versa”.

PP 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : Per.17/Men/2006

RTRW Kota Makassar Tahun 2015-2035 terkait dengan Peningkatan Kualitas Permukiman yang melibatkan Partisipasi Masyarakat

Sastropoetara, R. A. Santoso, 2005. Partisipasi. Persuasi, dan Disiplin Dalam pembangunan. Cetakan ke lima, Gunung Agung. Jakarta

Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir

& Pulau-Pulau Kecil

Wicaksono, 2010. Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Studi

https://eprints.uny.ac.id/7876/3/bab%202%20-%2008110244006.pdf

L A M P I R A N

Tabel Rekapitulasi Hasil Sebaran Kuesioner Pada Kawasan Pesisir di Kelurahan Barombong

Sumber : Hasil Survei Lapangan Tahun 2019 No

. Variabel Indikator Responden Total

1 X1

Usia

X1.1 : Usia Muda 2

X1.2 : Usia Produktif 97 100 X1.3 : Usia Tidak Produktif 1

2 X2

Jenis Kelamin

X2.1 : Pria 35

X2.2 : Wanita 65 100

3 X3

Pendidikan

X3.1 : Pendidikan Tinggi 10 X3.2 : Pendidikan Dasar/Menengah 85 100

X3.3 : Tidak Sekolah 5

4 X4

Pekerjaan

X4.1 : Pekerjaan Tetap 9 X4.2 : Pekerjaan Musiman 86 100 X4.3 : Tidak Bekerja/Pengangguran 5

5 X5

Penghasilan

X5.1 : Penghasilan Tinggi 3 X5.2 : Penghasilan Menengah 34 100 X5.3 : Penghasilan Rendah 63

6 X6

Lama Tinggal

X6.1 : Lama 80

X6.2 : Sedang 6 100

X6.3 : Baru 14

7

Y Tingkat Partisipasi

Y1 : Tinggi 14

Y2 : Sedang 41 100

Y3 : Rendah 45

Dokumen terkait