BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Rekomendasi
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah dijelaskn bahwa terdapat beberapa rekomendasi yang bisa penulis kemukakan diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Supaya dapat meningkatkan lagi hasil produksi bawang merah diharapkan kepada petani perlu melakukan penambahan faktro-faktor produksi yang ada agar terikat dengan investasi sehingga dalam hal ini perlu diupayakan iklim kerja yang representative dan merupakan intensitifikasi pertani yang menitik beratkan keseluruhan proses pengolahan pertanian sesuai apa yng dianjurkan dan yang sudah diterapkan UPTD (unit pelaksana teknis dinas) pertanian agar mendapatkan produksi bawang merah yang memuaskan.
b. Diharapkan kepada petani agar kiranya lebih mengembangkan lagi ilmu pengetahuannya tentang bertani, dengan mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang diadakan oleh pemerintah setempat sehingga dapat menerapkan inovasi pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan produknya pertanian.
c. Untuk pemerintah setempat harus diperadakan upaya dalam memberikan akses informai serta memfasilitasi petani agar bisa mengembangkan agribisnis bawang merah dalam jangkauan luas supaya dapat meminimalisr produk impor.
d. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik meneliti analisis determinan produksi usahatani bawang merah
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis determinan produksi usahatani bawang merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada usahatani bawang merah di Desa Rato, Sumi dan Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima ditunjukkan bahwa penggunaan benih petani responden pada musim tanam I dan musim tanam II sebesar 495,83kg/ha. Petani menggunakan 4 jenis pupuk, pada musim tanam I yaitu Urea mencapai 205,83kg, KCL sebesar 65,28kg, ZA sebesar 62,5kg dan NPK sebesar 60kg sedangkan musim tanam II pupuk Urea sebanyak 150kg, KCL sebanyak 53,57kg, ZA sebanyak 25kg dan NPK sebanyak 58kg. Penggunaan pestisida pada MT I sebanyak 8,97kg sedangkan pada MT II sebanyak 4,96kg. Penggunaan tenaga kerja pada musim tanam I sebanyak 40HOK sedangkan pada musim tanam II sebanyak 56,97HOK
b. Berdasarkan hasil analisis menggunakan CV (koefisien variasi) pada musim tanam I nilai rata-rata produksi dengan standar deviasi sebesar 1691,034 dengan nilai koefisien variasi 0,9759%
sedangkan pada musim tanam II standar deviasi sebesar 2248,886 dengan nilai koefisien variasi 0,5729%.
c. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif pada analisis regresi bahwa standar koefisien untuk variabel X5 (tenaga kerja) menunjukkan angka paling tinggi sebesar 0,84260, variabel pestisida (X4) sebesar -0,13572, variabel pupuk (X3) sebanyak -0,10870, variabel benih (X2) sebesar 0.69482 dan variabel luas lahan (X1) sebesar 0.08710
B. Saran
Berdasarkan rumusan masalah yangada serta dikaitkan dengan hasil analisis yang didapat, maka penulis menyarankan:
a. Selaku pimpinan khususnya di Dinas Pertanian hendaknya menentukan kebijakan yang terkait dengan produksi usahatani bawang merah secara terus menerus memberikan dukungan bantuan modal, moral serta penyuluhan dalam rangka meningkatkan serta mempercepat kesejahteraan petani bawang merah.
b. Di Desa Rato, Sumi dan Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima dalam penggunaan faktor produksi luas lahan dapat mempengaruhi produktivitas lahan pada usahatani bawang merah maka diharapkan petani bisa mengoptimalkan lahan yang digarapnya dengan menggunakan benih dengan kualitas yang unggul. Dalam jangka panjang usahatani bawang merah tidak berkelanjutan
sekaligus dapat menurunkan kesuburan tanah maka dari itu penggunaan pupuk dan pestisida nonorganik harus dikurangi.
DAFTAR PUSTAKA
AAK. 2004. Pedoman Bertanam Bawang Merah.
Kanisius.Yogyakarta.http://digilib.unila.ac.id/4735/18/DAFTAR%20P USTAKA. Diakses pada tabggal 26 Juni 2020
Arikunto, 2006. Produser Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Balitsa. 2013. Analisis Risiko Usahatani Bawang Merah Di Desa Klikiran Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Jurnal Agritech Vol. VIII No. 1 Tahun 2006. Purwokerto.
BPS Kabupaten Bima 2018. Produksi Bawang Merah. Diakses pada https://bimakab.bps.go.id/publication/download.html
Chen et al. 1999 “Income Risk and Farm Consumption Behavior”.Agricultural Economics. 20:173-183.
Deptan. 2015. Statistik Produksi Hortikultura.Jakarta: Kementerian Pertanian.
Dinas Pertanian Kabupaten Bima, 2015. Pengembangan Komiditi Bawang Merah di Kabupaten Bima.
Ferdinand. 2006. Pendapatan, Risiko, dan Efisiensi Ekonomi Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul.Jurnal Agraris Vol.2 No.2 Thn 2016. Yogyakarta.
Greene. 2003. Econometric Analysis. Fifth Edition. Upper Saddle River, Prentice Hall, New Jersey.
Hernanto, F. 1993. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta
Ichwan. 2004. Hubungan Faktor-Faktor Ekonomi Dan Psikologi Dengan Tingkat Penerimaan Usahatani Padi. Jurnal Wacana vol.13 No. 4 ISSN. 1422-0199. Institut Pertanian Malang
Maryam, 2002.Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pemukiman Melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis di Kota Semarang.Skripsi FIS UNNES Semarang.
Moebyarto. 1997. Analisis risisko produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada usahatani jagung di Kecamatan Mempawah Hulu.
Mosher 1995. Attitudes toward risk among Peasants: An Econometrics Approach. American Journal of Agricultural Economics. 50 Vol 59.
No. 4(Nov., 1977), pp. 257-277.
Mosher, 1997.Menggerakkan dan Membangun Pertanian.Yasa guna.
Jakarta.
Napitupulu. D., dan L. Winarto. 2010. Budidaya Bawang Merah. Balai
Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung.
https://ebook.unpatti.ac.id/ppr_iteminfo_lnk.php?id=1319. Diakses pada tanggal 27 Juni 2020.
Nelson et al. 1978. Risiko Usahatani. Diakses 13 April 2019.
http://www.academia.edu/6698706/MAKALAH-RISIKO-udah-direvisi
Nasution, 2006.Pengaruh Modal Kerja, Luas Lahan, dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Usahatani Padi. http://Jurnal Agribisnis.
Depertemen Sosial Ekonomi Pertanian.Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan.Di Akses13 Februari 2019.
Nurhapsa et al. 2015. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah di Kacamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.
Jurnal Galung Tropika hlmn.137-143
Onibala, A.G. 2017. Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi sawah di Kelurahan Koya Kecamatan Tondona Selatan.Agri Sosial Ekonomi Unsrat. 13.2A Juli 2017: 237-247.
Pappas, J.L., dan Hirschey, M. 1995. Ekonomi Manajerial. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Pindyck, R.S. and D.L. Rubinfeld. 2005. Econometric Models and Economic Fore Casts. New York : Mc GrawHill.
Prasetya. 2006. Keunggulan Komparatif Bawang Merah Di Kab Brebes Jawa Tengah Dengan Metode PAM. Tesis S2. UGM. Yogyakarta Purba. 2018. Analisis Risiko Produksi Bawang Merah di Desa Songan B,
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.E-jurnal Agribisnis dan
Agrowisata. 7 (3): 392.
https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/3999febfbfd 495 d45817f4935645fd95 . Diakses pada tanggal 27 Juni 2020 Rahayu, 1999. Bawang Merah. Cetakan X. Jakarta: Penebar Swadaya Rahim.2012. Model Analisis Ekonometrika Pertanian. Badan penerbit
UNM MAKASSAR.
Rahim. 2007. Ekonomika Pertanian (Pengantar, teori dan kasus). Jakarta : Penebar Swadaya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura. 2018. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2018. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2018:286. http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=1532. Diakses pada tanggal 26 Juni 2020
Soeharjo dan Patong 1994. “Peramalan produksi dengan metode regresi linier berganda”. Prozima. Vol. 1 (2), pp: 82-89.
Soekartawi,1996. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia. Jakarta.
Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian :Teori dan Aplikasi.
Edisi Revisi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Soekartawi, 2003.Agribisnis Teori dan Aplikasi.PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Soekartawi, 2006. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia. Jakarta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Risearch and Development). Alfabeta. Bandung.
Sugiyono, 2018. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
Alfabeta. Bandung.
Sujarweni. 2012. Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus : Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes).Skripsi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang.
Sukirno. 2002. Ekonomi Makro, Raja Grapindo Persada, Jakart
Supartama, 2013.Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Di Subak Baturiti Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. http://Jurnal Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Diakses 18 November 2019.
Tjeppy D. Soedjana, Jurnal Litbang Pertanian, 26(2), 2007.
Zainal. 2004 .Ilmu Usahatani. Edisi Revisi. Jakarta:Penebar Swadaya.
Zaini.2014. Pengaruh Biaya Produksi dan Penerimaan Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah.http://Jurnal Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda maret 2014, Diakses 13 Januari 2017.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Masnah, lahir di Rato Bima, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10 Maret 1996, anak keempat dari enam bersaudara pasangan Syafruddin dan Misbah. Penulis mulai menempuh pendidikan Sekolah Dasar (2002-2008), Sekolah Menengah Pertama (2008-2011), Sekolah Menengah Atas (2011-2014) dan pada tahun 2014 penulis melanjutkan pendidikan di jenjang (S1) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar sampai tahun 2018.
Pada Tahun 2019 penulis melanjutkan pendidikan di jenjang (S2) dengan memilih program studi Magister Agribisnis pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar.
Untuk memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) penulis menulis tesis yang berjudul Analisis Determinan Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.
LAMPIRAN
Lampiran 1.Kuesioner Penelitian Tentang “Analisis Determinan Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima”
KUESIONER PENELITIAN A. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama Responden : ………...
2. Alamat : Desa : ………
Kecamatan : Lambu Kabupaten Bima 3. Umur : ...tahun
4. Pendidikan : TT SD / SD / SLTP / SLTA / Diploma / Sarjana 5. Pekerjaan Pokok : ………..
6. Pekerjaan Sampingan : ………...
7. Pengalaman Berusahatani :………
8. Luas Lahan : ...ha
9. Status Lahan : a. Milik b. Bukan Milik 10. JumlahTanggungan Keluarga:……..orang
B. Produksi Usahatani Bawang Merah
No Produksi Status Lahan Jumlah (Kg) 1 Musim Tanam I
2 Musim Tanam II
Apakah kendala utama usahatani bawang merah yang dihadapi bapak dalam hal aktivitas produksi (pilih salah satu):
- Ketersediaan benih - Ketersediaan tenagakerja - Ketersedian pupuk - Ketersediaan modal
- Ketersediaan pestisida - Lain-lain - Ketersediaan air
C. Pengunaan Input Usahatani Bawang Merah No Sarana Produksi Satuan
(Unit)
TK Dalam Keluarga
TK Luar Keluarga r. Panen
TK Dalam Keluaga
TK Luar Keluarga
HOK HOK HOK HOK Jumlah
1. Apakah lahan yang dimiliki petani berada dekat dengan jalan poros dan berapa lama waktu yang ditempuh dengan menggunakan kendaraan ?
2. Bagaimana sistem lahan yang digunakan?
a. Milik sendiri c. Bagi hasil b. Menyewa d. Lainnya 3. Waktu pemupukan
a. Pemupukan I dilakukan pada umur tanaman….. hari, jenis pupuk yang digunakan…..
b. Pemupukan II dilakukan pada umur tanaman…… hari, jenis pupuk yang digunakan….
c. Pemupukan III dilakukan pada umur tanaman….. hari, jenis pupuk yang digunakan….
4. Input pupuk
Jenis Pupuk Jumlah pupuk (Kg)
I II III
5. Jenis hama dan penyakit apa yang biasanya sering menyerang tanaman?
6. Apakah pupuk dan pestisida tersedia setiap petani membutuhkan ? 7. Apakah tempat pembelian pupuk dan pestisida mudah dijangkau oleh
petani ?
8. Dimana petani sering membeli pupuk dan pestisida dan apakah harganya sesuai dengan harga pasaran ?
9. Apakah tenaga kerja yang digunakan berbeda setiap proses produksi?
10. Berasal darimana tenaga kerja yang digunakan dalam berusahatani bawang merah?
11. Jenis pestisida apa yang digunakan?
12. Berapa dosisnya?
13. Bagaimana pengendaliannya?
a. Pengendalian I : Saat umur tanaman….. hari, jenis pengendaliannya?
b. Pengendalian II : Saat umur tanaman….. hari, jenis pengendaliannya?
c. Pengendalian III : Saat umur tanaman….. hari, jenis pengendaliannya?
14. Input yang digunakan
Jenis Pestisida Jumlah Pestisida (Kg)
I II III
Lampiran 2. Surat ijin penelitian tentang Analisis Determinan Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.
Lampiran 3. Identitas Responden Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
No Nama Responden Umur Jumlah Tanggungan Keluarga Pengalaman Luas Lahan
(Tahun) (Orang) (Tahun) (ha)
1 Faisal 38 SLTA 3 12 0,5
2 Firmansyah 29 SLTA 2 10 0,7
3 Ramadhan 17 SLTA 3 5 0,4
4 Ridwan 45 SLTP 4 30 0,4
5 Fahrin 31 S1 3 20 0,25
6 Afdhal 34 S1 1 22 0,2
7 Irwansyah 28 S1 2 16 0,5
8 Juwaidin 51 SLTP 2 38 0,15
9 Sahrul 39 SLTA 1 9 0,23
10 Fahmi 43 SLTA 5 30 0,3
11 Fahri 34 SD 3 22 0,25
12 opik 59 SLTP 4 42 0,15
13 Amirudin 40 Tidak Tamat SD 2 26 0,15
14 Rezi 27 S1 1 15 0,25
15 Alam 47 SD 2 17 0,45
16 Andi hermawan 55 Tidak Tamat SD 5 38 0,3
17 Amirullah 40 S1 5 25 0,25
18 Ahmad 55 S1 4 37 0,25
24 Hairudin 57 Tidak Tamat SD 5 40 0,15
25 Alhariansyah 52 SLTP 6 39 0,5
26 Mudiansyah 53 SLTA 3 38 0,23
27 Sarjan 32 SD 2 17 0,3
28 Firdaus 30 SLTA 2 15 0,13
29 Muslim 38 S1 3 23 0,45
30 Syafrudin 32 SLTA 2 20 0,1
31 Abd. Haris 36 S1 2 20 0,1
32 Budi 40 SLTA 6 24 0,5
33 Subhan 38 SD 4 24 0,2
34 Abdullah 57 SD 5 40 0,23
35 Zakariah 49 SLTA 3 32 0,5
36 Arsad 50 SLTP 5 30 0,2
37 Mustamin 36 SLTP 3 21 0,35
38 Ajrun 37 SLTP 3 23 0,15
39 Salahudin 27 SD 3 14 0,18
40 Bakri 32 Tidak Tamat SD 4 20 0,4
41 Darhan 31 SD 4 18 0,3
42 Hasan 38 SLTP 3 22 0,35
43 Usman 26 SD 2 11 0,25
44 Dahlan 28 SLTP 2 13 0,1
45 Salman 40 Tidak Tamat SD 4 25 0,9
46 Muhammad 32 SLTA 4 17 0,15
47 Burhanudin 27 SLTA 2 13 0,75
48 A. Bakar 38 SLTP 3 10 0,7
Lampiran 4. Input Produksi Usahatani Bawang Merah (Luas Lahan,
No Responden Luas Lahan Benih (Kg) Produksi (Kg) Total
1 0,5 700 5.500 6200
No Responden Luas Lahan (ha) Benih (Kg) Produksi (Kg) Total
Lampiran 5. Faktor-Faktor Produksi Usahatani Bawang Merah (Pupuk) Musim Tanam I dan Musim Tanam II di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)
1 6 300 1 50 1 50 400
Jumlah 247 12350 47 2350 35 1750 48 2400 19050
Rata-Rata 4,116666667 205,833333 1,305555556 65,2777778 1,25 62,5 1,2 60 317,5
Total (Kg) No Responden
Jenis Pupuk
Pupuk Urea KCL ZA NPK
Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)
Jumlah 180 9000 53 2625 1 25 58 2900 14550
Rata-Rata 3 150 1,081632653 53,5714286 1 25 1,16 58 242,5
No Responden
Jenis Pupuk
Pupuk Urea KCL ZA NPK
Total (Kg)
Lampiran 6. Faktor-Faktor Produksi Usahatani Bawang Merah (Tenaga Kerja) Musim Tanam I dan Musim Tanam II di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel.
1 1 2 1 4 2 8 1 1 1 2 1 1 2 18 45
Rata-Rata 1,2166667 2,101695 1,8333333 5,655172 2,75 5,65 1,1333333 1 1 1 1,4333333 2,72 1,2166667 1 1,2166667 1 2,7818182 13,09804 40
Pengendalian OPT Pengairan Panen
Jumlah HOK No. Responden Persiapan Lahan Penyortiran Benih Penanaman Pemupukan Penyemprotan Penyiangan
Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel. Dalam Kel. Luar Kel.
Rata-Rata 1,2166667 2,101695 1,8333333 5,655172 2,75 5,65 1,1333333 1 1 1 1,4333333 2,903226 1,2166667 1 1,2166667 1 2,75 27,31667 56,96666667 Jumlah HOK Penyemprotan Penyiangan Pengendalian OPT Pengairan Panen
No. Responden Pengolahan Lahan Penyortiran Benih Penanaman Pemupukan
Lampiran 7. Faktor-Faktor Produksi Usahatani Bawang Merah (Pestisida) Musim Tanam I Musim Tanam II di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumllah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)
1 11 0,0055 18 1,8 7 0,0007 8 0,0008 8 2 13 0,0026 24 0,024 22 0,0055 21 0,00105 60 6 192 9,84015
2 13 0,0065 10 0,001 10 5 12 0,0012 17 0,0034 26 0,026 26 0,0065 25 0,00125 26 6,5 80 8 245 19,54585
3 10 0,005 6 0,0006 8 4 8 0,0008 9 0,0018 15 0,00375 16 0,0008 15 3,75 50 5 137 12,76275
23 8 0,004 8 0,0008 7 0,0007 7 1,75 9 0,0018 13 0,013 14 0,0035 13 0,00065 7 0,00035 45 4,5 131 6,2748
24 5 0,0025 3 0,0003 3 0,0003 4 1 4 0,0008 6 0,0015 6 0,0003 8 2 25 2,5 64 5,5057
25 13 0,0065 10 0,001 10 0,001 11 2,75 14 0,0028 24 0,024 24 0,006 24 6 80 8 210 16,7913
26 8 0,004 5 0,0005 5 0,0005 6 1,5 7 0,0014 12 0,012 12 0,003 12 3 40 4 107 8,5214
27 9 0,0045 7 0,0007 7 0,0007 7 1,75 9 0,0018 14 0,014 15 0,00375 15 3,75 45 4,5 128 10,02545
28 4 0,002 3 0,0003 4 0,0004 3 0,75 4 0,0008 6 0,006 6 0,0015 7 0,00035 6 1,5 20 2 63 4,26135
37 9 0,0045 7 0,0007 7 0,0007 7 1,75 9 0,0018 14 0,0007 7 0,00035 43 4,3 103 6,05875
38 3 0,0015 3 0,3 3 0,0003 3 0,0003 3 0,75 3 0,0006 10 0,0025 6 0,0003 20 2 54 3,0555
39 3 0,0015 4 0,4 4 0,0004 4 0,0004 4 1 5 0,001 8 0,0004 35 3,5 67 4,9037
40 11 0,0055 8 0,0008 9 4,5 8 0,0008 10 0,002 18 0,018 17 0,00085 8 0,0004 60 6 149 10,52835
41 9 0,0045 6 0,6 6 0,0006 7 0,0007 7 1,75 8 0,0016 13 0,00065 45 4,5 101 6,85805
42 9 0,0045 7 0,7 7 0,0007 7 3,5 7 0,0007 9 0,0018 13 0,00065 45 4,5 104 8,70835
43 7 0,0035 4 0,4 5 0,0005 4 0,0004 4 1 7 0,0014 11 0,00055 40 4 82 5,40635
44 6 0,003 4 0,0004 3 1,5 3 0,0003 4 0,0008 7 0,00175 8 0,0004 3 0,00015 20 2 58 3,5068
45 22 0,011 22 0,0022 22 0,0022 24 6 30 0,006 48 0,048 48 0,0012 46 0,0023 10 0,0005 24 6 160 16 456 28,0734
46 4 0,002 3 0,0003 3 0,0003 3 0,75 3 0,0006 7 0,00035 3 0,00015 20 2 46 2,7537
47 16 0,008 11 1,1 12 0,0012 11 0,0011 13 3,25 16 0,0032 24 0,0012 82 8,2 185 12,5647
48 16 0,008 11 1,1 12 0,0012 12 6 13 0,0013 16 0,0032 28 0,028 26 0,0013 82 8,2 216 15,343
49 7 0,0035 5 0,5 5 0,0005 5 2,5 4 0,0004 7 0,0014 12 0,012 11 0,00055 40 4 96 7,01835
50 4 0,002 3 0,0003 3 0,0003 3 0,75 4 0,0008 6 0,006 6 0,0003 3 0,00015 5 1,25 20 2 57 4,00985
51 17 0,0085 13 0,0013 12 0,0012 13 3,25 18 0,0036 27 0,027 26 0,0013 30 7,5 89 8,9 245 19,6929
52 9 0,0045 7 0,0007 6 0,0006 7 1,75 9 0,0018 14 0,014 12 0,0006 14 3,5 45 4,5 123 9,7722
53 7 0,0035 5 0,0005 5 0,0005 5 1,25 7 0,0014 12 0,012 11 0,00055 12 3 40 4 104 8,26845
54 24 0,012 14 0,0014 15 0,0015 13 3,25 18 0,0036 30 0,03 26 0,0065 28 0,0014 2 0,0001 24 6 87 8,7 281 18,0065
55 18 0,009 13 0,0013 11 0,0011 12 3 16 0,0032 26 0,026 24 0,0012 26 6,5 80 8 226 17,5418
Jumlah 523 0,2615 149 14,9 394 0,0394 117 58,5 392 0,0392 283 70,75 525 0,1042 588 0,588 531 0,12195 562 0,028 69 0,00345 466 116,5 2767 276,7 7366 538,5357 Rata-Rata 8,716666667 0,00435833 7,842105263 0,78421053 6,566666667 0,00065667 6,5 3,25 6,533333333 0,00065333 6,738095238 1,68452381 8,75 0,00173667 16,33333333 0,01633333 13,97368421 0,00320921 14,41025641 0,00071795 4,928571429 0,00024643 15,03225806 3,75806452 46,11666667 4,61166667 122,7666667 8,975595
Greentonik Pil Gibro Dupont Lanate
No Responden
Jenis Pestisida
Gordon Dumil Remazole Manzate Amistartop Antracol Gandasil B Gandasil D
Jumlah (Unit) Total (Kg) Blanser Oblivion Dupont Preza
Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumllah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg) Satuan (Unit)Jumlah (Kg)Satuan (Unit)Jumlah (Kg) Satuan (Unit) Jumlah (Kg)
43 5 0,0025 1 0,0001 3 0,75 12 0,0024 10 0,0025 9 0,00045 3 0,00015 24 2,4 67 3,1581
44 3 0,0015 1 0,0001 2 0,5 7 0,0014 6 0,0015 5 0,00025 2 0,0001 14 1,4 40 1,90485
45 22 0,011 14 7 4 0,0004 48 0,0096 97 0,097 44 0,0011 18 0,0009 13 0,00065 100 10 360 17,12065
46 3 0,0015 2 1 1 0,0001 6 0,0012 5 0,00125 2 0,0002 13 1,3 32 2,30425
47 12 0,006 3 0,0003 7 1,75 14 0,0028 49 0,049 11 0,00275 8 0,0004 52 5,2 156 7,01125
48 12 0,006 3 0,0003 7 1,75 14 0,0028 12 0,003 22 5,5 52 5,2 122 12,4621
54 13 0,0065 3 0,0003 8 2 26 0,0052 50 0,05 22 0,0055 18 0,0009 7 0,00035 57 5,7 204 7,76875
55 11 0,0055 2 0,0002 7 1,75 25 0,005 49 0,049 20 0,005 22 5,5 56 5,6 192 12,9147
Jumlah 372 0,186 116 11,6 24 0,0024 98 49 55 0,0055 146 36,5 655 0,1299 871 0,871 666 0,15785 98 0,00463 85 0,00435 108 27 0 0 1724 172,4 5018 297,8616 Rata-Rata 6,2 0,0031 3,741935484 0,37419355 1,5 0,00015 4,260869565 2,13043478 1,71875 0,00017188 3,945945946 0,98648649 14,88636364 0,00295227 27,21875 0,02721875 11,1 0,00263083 9,8 0,000463 5,3125 0,00027188 8,307692308 2,07692308 0 0 28,73333333 2,87333333 83,63333333 4,964361
Blanser No Responden Gordon Dumil Remazole Manzate Amistartop Antracol Green tonic Pil Gibro
Jenis Pestisida
Total (Kg Oblivion Dupont Preza Dupont Lanate Gandasil B Gandasil D
Total Unit
Lampian 8. Hasil Analisis LN Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Rato, Sumi dan Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
LnY LnX1 LnX2 LnX3 LnX4 LnX5 TM1 MT2
1 3,69 -0,69 1,95 1,39 2,29 4 1 0
Lampiran 9. Hasil Analisis Regresi dengan EViews 10 pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
HAC standard errors & covariance (Bohman kernel, Newey-West fixed bandwidth = 5.0000)
No d.f. adjustment for standard errors & covariance
Variable
Coefficient
Elastisitas Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.440835 1.155783 -0.381417 0.7036
LNX1 0.087107 0.287518 0.302960 0.7625
LNX2 0.694822 0.368217 1.886992 0.0617
LNX3 -0.108700 0.098769 -1.100548 0.2734 LNX4 -0.135729 0.078396 -1.731326 0.0861
LNX5 0.842607 0.189635 4.443313 0.0000
MT1 -0.592903 0.097479 -6.082347 0.0000 R-squared 0.864763 Mean dependent var 3.013706 Adjusted R-squared 0.857582 S.D. dependent var 0.869749 S.E. of regression 0.328229 Akaike info criterion 0.666350 Sum squared resid 12.17394 Schwarz criterion 0.828953 Log likelihood -32.98098 Hannan-Quinn criter. 0.732384 F-statistic 120.4281 Durbin-Watson stat 1.315475 Prob(F-statistic) 0.000000 Wald F-statistic 71.11330 Prob(Wald F-statistic) 0.000000
Lampiran 10. Grafik Residual Hasil Analisis Regresi dengan EViews 10 pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
-1.6 -1.2 -0.8 -0.4 0.0 0.4 0.8
0 1 2 3 4 5 6
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120
Residual Actual Fitted
Lampiran 11. Hasil Analisis Regresi untuk Uji Normalitas Residual dengan EViews 10 pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
0 4 8 12 16 20 24
-1.6 -1.4 -1.2 -1.0 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8
Series: Residuals Sample 1 120 Observations 120
Mean 1.59e-16 Median 0.017761 Maximum 0.711708 Minimum -1.517527 Std. Dev. 0.319847 Skewness -1.073956 Kurtosis 6.622259 Jarque-Bera 88.67141 Probability 0.000000
Lampiran 12. Hasil Analisis Regresi untuk Uji Heteroskedastisitas Residual dengan EViews 10 pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Heteroskedasticity Test: Glejser
F-statistic 2.829002 Prob. F(6,113) 0.0133 Obs*R-squared 15.67145 Prob. Chi-Square(6) 0.0156 Scaled explained SS 18.38066 Prob. Chi-Square(6) 0.0053
Test Equation:
HAC standard errors & covariance (Bohman kernel, Newey-West fixed bandwidth = 5.0000)
No d.f. adjustment for standard errors & covariance
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.699396 0.752007 0.930039 0.3543
LNX1 -0.004741 0.139362 -0.034020 0.9729 LNX2 -0.019708 0.172641 -0.114154 0.9093 LNX3 0.073128 0.045126 1.620543 0.1079 LNX4 0.076857 0.054830 1.401740 0.1637 LNX5 -0.170902 0.143534 -1.190675 0.2363
MT1 0.000764 0.063132 0.012104 0.9904
R-squared 0.130595 Mean dependent var 0.235655 Adjusted R-squared 0.084432 S.D. dependent var 0.215179 S.E. of regression 0.205895 Akaike info criterion -0.266340 Sum squared resid 4.790371 Schwarz criterion -0.103737 Log likelihood 22.98041 Hannan-Quinn criter. -0.200306 F-statistic 2.829002 Durbin-Watson stat 1.606226 Prob(F-statistic) 0.013284
Lampiran 13. Dokumentasi Penelitian “Analisis Determinan Produksi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.
Gambar 1. Wawancara bersama salah seorang petani di Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Gambar 2. Wawancara bersama salah seorang petani Sekaligus sebagai anggota kelompok tani di Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Gambar 3. Wawancara bersama salah seorang petani sekaligus anggota kelompok tani di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Gambar 4. Wawancara bersama salah seorang petani di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Gambar 5. Wawancara bersama salah seorang petani di Desa Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Gambar 6. Kegiatan Pemotongan/penyortiran benih
Gambar 7. Kegiatan penanaman bawang merah
Gambar 8. Kegiatan panen raya sekaligus dihadiri langsung oleh Penyuluh pertanian
Gambar 9. Kegiatan panen bawang merah setelah proses pengeringan
Gambar 10. Kegiatan jual beli antara petani bawang merah dengan pembeli