• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Desember Tim Penyusun (Halaman 78-85)

Secara umum, adapun rekomendasi yang diberikan untuk mengembalikan performa sektor pariwisata Kota Yogyakarta dan meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta pada tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1) Adaptasi normal baru pada sarana akomodasi dan daya tarik wisata. Dalam hal ini,

pihak hotel baik bintang maupun non bintang di Kota Yogyakarta agar selalu

mengutamakan kenyamanan tamu hotel untuk menjaga citra wisata Kota Yogyakarta,

khususnya juga adalah mengenai protokol kesehatan maupun protokol dan sertifikasi

CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) sesuai yang dipersyaratkan oleh

Kementerian Kesehataran RI beserta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI;

2) Analisis lama tinggal wisatawan agar dilakukan survei secara berkala secara rutin dan

akurat sehingga bisa menganalis dan mengevaluasi lebih jauh terhadap lama tinggal

wisatawan di Kota Yogyakarta;

3) Meningkatkan atraksi wisata, baik atraksi di DTW dan atraksi di pusat kota, maupun

beberapa atraksi di regular maupun spontan terjadwal dengan tetap memperhatikan

dan menjalankan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) yang

berlaku;

4) Konsisten dalam melaksanakan kegiatan peningkatan, sosialisasi, serta pemantauan

terhadap kualitas dari daya tarik wisata maupun akomodasi wisata di Kota Yogyakarta

terhadap penerapan protokol kesehatan yang berlaku;

BAB V – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 73

6) Optimalisasi gate (meningkatkan direct flight, intermoda dari main gate ke Kota

Yogyakarta);

7) Optimalisasi destinasi wisata minat khusus di Kota Yogyakarta;

8) Diversifikasi berbagai macam daya tarik wisata di Kota Yogyakarta dengan turut

melibatkan komunitas;

9) Memberbanyak media-media edukasi untuk wisatawan terhadap kualitas daya tarik

wisata DIY yang mampu menjamin kesehatan, keselamatan, kebersihan, dan

keberlanjutan lingkungan, agar wisatawan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi

untuk berkunjung/berwisata ke DIY.

10) Meningkatkan dan menciptakan lingkungan destinasi yang tercermin sesuai Sapta

Pesona;

11) Peningkatan citra wisata Kota Yogyakarta;

12) Peneguhan Kota Yogyakarta sebagai hub untuk kawasan regional (DIY, Kedu, Solo

Raya);

13) Penguatan dan penataan kelembagaan ekosistem pariwisata;

14) Khusus untuk wisatawan mancanegara, dapat dilakukan dengan strategi:

Travel Agent/biro perjalanan wisata dapat melakukan pemulihan performa

(recovery) dengan menarget/membidik pasar nusantara, khususnya pada daerah

yang memiliki akses mudah dan dekat, misalnya saja DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa

Tengah, Jawa Timur, maupun lingkungan DIY;

Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan mancanegara, travel Agent/biro

perjalanan wisata dapat melakukan direct marketing ke negara tujuan (yang

memiliki tingkat keamanan dan risiko penularan penyakit kecil);

 Menambah sarana penginapan yang dilengkapi dengan kegiatan unik tentang

perilaku kehidupan khas Kota Yogyakarta;

 Mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas kampung wisata dengan yang

disesuaikan dengan kebutuhan BPW (mewakili kebutuhan wisatawan). Misalnya

saja seperti layanan pemandu berbahasa asing, kelengkapan fasilitas toilet, dan

sebagainya.

BAB V – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 74 Tabel 5.1

Strategi Meningkatkan Lama Tinggal Wisatawan di Kota Yogyakarta

No Strategi Kegiatan

1 Adaptasi normal baru pada

sarana akomodasi dan daya

tarik wisata

1) Sosialisasi protokok kesehatan COVID-19

2) Penyusunan SOP jaminan keamanan pada

fasilitas akomodasi dan daya tarik wisata

terhadap bahaya penyebaran COVID-19

3) Pelatihan dan peningkatan keterampilan

bagi petugas maupun pengelola

akomodasi wisata dan daya tarik wisata

4) Penerapan protokol kesehatan COVID-19

secara ketat dan disiplin

2 Mengembangkan Calender of

Event yang lebih tersistem dan

terstruktur

1) Pembuatan, pembaruan, dan publikasi

Calender of Event secara rutin setiap

tahunnya

2) Menyediakan sarana prasarana pariwisata

dan fasilitas untuk venue event berskala

internasional (misalnya: convention

center)

3) Sinergi dengan destinasi lain yang

potensial, seperti Kulonprogo, Gunung

Kidul, Bantul, Sleman, dan Magelang

4) Pengembangan formula kunjungan

(diversifikasi paket wisata)

3 Optimalisasi main gate 1) Percepatan penyelesaian tol YIA-

Yogyakarta- Solo

2) Percepatan jalur angkutan masal dari

bandara YIA ke Kota Yogyakarta, Kota

Yogyakarta ke Borobudur

BAB V – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 75

No Strategi Kegiatan

4 Optimalisasi destinasi wisata

minat khusus

1) Pengembangan dan penguatan kualitas

Kampung Wisata

2) Pengembangan wisata budaya dan sejarah

5 Diversifikasi data tarik wisata 1) Heritage trail

2) Living museum

3) Industri kreatif, seperti kerajinan, kuliner,

fashion, perfilman

4) Live-in (dengan menawarkan kearifan

lokal)

5) Edu Tourism

6) Wisata malam

7) Sport Tourism

8) Lab City (seni, budaya, film, sejarah,

arkeologi, antroplogi, pendidikan)

6 Peningkatan citra wisata 1) Mengupayakan untuk terus mengusulkan

Kota Yogyakarta sebagai World Heritage

(City of Phylosophy)

2) Penguatan citra fisik Kota Yogyakarta

sebagai kota budaya dan sejarah

(penataan sumbu filosofis, penguatan

penanda, beautification place)

7 Peneguhan Kota Yogyakarta

sebagai Hub

1) Peningkatan standar fasilitas akomodasi

(baik dari sisi aksesibilitas dan utilitas)

2) Peningkatan jumlah pelaku jasa pariwisata

yang bersertifikasi

3) Perbaikan kualitas berbagai layanan untuk

wisatawan

4) Evaluasi dan pengembangan desain

sirkulasi/jalur penghubung antar DTW

BAB V – KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 76

No Strategi Kegiatan

(penataan arus lalu lintas)

8 Penguatan dan penataan

kelembagaan ekosistem

pariwisata

1) Penguatan hubungan pemangku

kepentingan dengan masyarakat

pariwisata (Kraton, Pakualaman, BPCB,

Pemerintah Kota, Pemerintah DIY, Badan

Otorita Borobudur, asosiasi, Kelompok

Sadar Wisata)

2) Penegakan peraturan usaha jasa

akomodasi dan peningkatan jumlah hotel

berijin

3) Pembentukan DMO (Destination

Management Organization) DIY

77

DAFTAR PUSTAKA

Austriana, Ida. 2005. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisata. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponogoro.

Badan Pusat Statistik Provinsi DIY. 2020. Direktori Hotel dan Akomodasi Lain Daerah Istimewa

Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik Provinsi DIY. 2020. Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Udara di DI

Yogyakarta, Februari 2020

Bank Indonesia. 2020. Laporan Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta Agustus 2020:

Ekonomi DIY Terdampak COVID-19.

Cooper, Chris dan Hall, C. Michael. 2008. Contemporary Tourism: An International Approach. Oxford: ELSEIVER.

Edward, Inskeep. 1991. Tourism Planning An Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Ismayanti. 2011. Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo.

Inskeep, Edward. 1991. Tourism Planning and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinbold.

Kota Yogyakarta Dalam Angka 2019.

Kusmayadi, Sugiarto, Endar. 2000. Metode Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kusmayadi, 2004. Statistika Pariwisata Deskriptif. Jakarta: PT Gramedia Utama. Laporan Akhir Analisa Belanja Wisatawan Tahun 2019. Dinas Pariwisata DIY.

Ramla, dkk. 2015. Faktor-Faktor Keputusan Wisatawan di Objek Wisata Riau Fantasi Labersa Waterpark Kabupaten Kampar. Jurnal Fisip. Universitas Riau. Vol.2, No.1, Hal.1-15.

Singapore Tourism Board.2012. Yearbook od Statistic Singapore 2012. Statistik Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta 2017.

Suastika, I Gede Yoga dan I Nyoman M Y. 2017. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Lama Tinggal Wisatawan dan Tingkat Hunian Hotel Terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi

Pembangunan Universitas Udayana. Vol.6, No.7, Hal.1332-1363.

Sudarwono, Cunduk Bagus. 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Tinggal Wisatawan Mancanegara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Suryamin. 2013. Tingkat Penghunian Kamar Hotel, Occupancy Rate of Hotel Room 2012. Katalog. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Suwena, Widyatmaja, 2010. Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Denpasar: Udayana University Press

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Desember Tim Penyusun (Halaman 78-85)

Dokumen terkait