• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 44-49)

Pembangunan Nasional pada hakekatnya pembangunan manusia dan seluruh masyarakat Indonesia, mencakup semua dimensi dan aspek kehidupan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan UUD 1945. Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan, oleh karena itu penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan kependudukan memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan, terutama

dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan

kependudukan bertujuan untukmelakukan pengendalian kuantitas penduduk sebagai salah satu aspek penting yang harus dilakukan guna menjamin tercapainya pertumbuhan penduduk yang seimbang. Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan cepat, kualitas rendah, persebaran tidak merata akan menghambat tercapainya kondisi ideal antara kualitas, kuantitas, mobilitas, dan daya dukung lingkungan . Pembangunan harus dilakukan oleh penduduk dan untuk penduduk, oleh karena itu perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kondisi penduduk.

Luasnya cakupan masalah kependudukan menyebabkan pembangunan kependudukan harus dilaksanakan secara lintas bidang dan lintas sektor, oleh karena itu dibutuhkan koordinasi dan pemahaman mengenai hubungan penduduk dan dinamikanya, termasuk pembangunan keluarga dengan perkembangan berkelanjutan. Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sejak tahun 2008. Sistem tersebut bertujuan menata sistem administrasi kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi dibidang kependudukan dan menghasilkan database kependudukan yang terpusat.

Dengan pemberlakuan Undang – undang Nomer 23 tahun 2006 tentang

Administrasi Kependudukan dan diubah lagi dengan Undang – Undang Nomer 24 tahun 2013 mengamanatkan perubahan peran pemerintah dari stelsel pasif menjadi stelsel aktif, hal ini mengandung pengertian bahwa posisi dan peran pemerintah dari yang pasif (hanya menunggu pelayanan) berubah menjadi pelayanan aktif atau jemput bola ke penduduk.

Penyelenggaraan peran pelayanan administrasi kependudukan mencakup 2 (dua) yaitu pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Oleh karenanya kedua pelayanan administrasi kependudukan menjadi fokus utama. Akan Tetapi dalam pelaksanaannya banyak terdapat permasalah sehingga tugas dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto 45

Pelayanan kependudukan menjadi salah satu Visi Pemerintah Kota Mojokerto yaitu menjadikan “Kota Mojokerto service city” atau kota pelayanan. Sehingga, inovasi pelayanan akan menjadi prioritas pemerintah Kota Mojokerto dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Karena keberhasilan pelayanan ditunjang oleh 4 faktor yaitu pranata hukum pelayanan, aparatur pelayanan, system pelayanan dan masyarakat. Sehingga dibutuhkan strategi dalam keberhasilan program kegiatan yang menunjang tujuan pelayanan kependudukan sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2019.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memuat strategi kinerja yaitu :

1. Membangun pranata hukum.

Faktor penting utama terlaksananya layanan kependudukanadalah adanya prosedur yang pasti dan sesuai kehendak masyarakat. Diantaranya tertuang dalam kegiatan :

- pembuatan SOP (Standar Operasional Prosedur), kegiatan ini berisikan

pembuatan SOP bagi pelayanan online baik yang dengan

kelurahan,kecamatan maupun instansi pengguna lainnya.

- pembangunan dan penyusunan SIAK secara terpadu, kegiatan ini berisikan penyusunan peraturan walikota terkait pemanfaatan database kependudukan dan pelayanan on line dalam kegiatan disertai uji public penerbitan peraturan walikota;

- Pengembangan Database Kependudukan, kegiatan ini berisikan penyusunan profil kependudukan untuk melihat demografi dan effek bagi perencanaan pembangunan.

2. Meningkatkan performance aparatur pelayanan.

Bertujuan untuk merubah mindset aparatur pelayanan yang semula menjadi pelayan pasif berubah menjadi pelayan aktif dengan mengedepankan aspek pelayanan prima dan jemput bola kepada masyarakat. Hal ini didukung oleh rencana kerja kegiatan :

- Implementasi Sistem Administrasi Kependudukan (membangun, updating dan pemeliharaan); berisikan pembangunan aplikasi SIAK online dengan kelurahan secara berkelanjutan dan pendataan penduduk rentan adminduk. Hal ini diperlukan untuk mengukur beban kerja admnistrasi

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto 46

kependudukan serta upaya menjaga legalitas kependudukan penduduk rentan;

- Peningkatan Kapasitas Aparatur Kependudukan; kegiatan ini berisikan penambahan kinerja pada pelayanan untuk menguratangi kepadatan pelayanan dan validitas data permohonan adminduk. Kegiatan ini juga salah satu bentuk upaya updating peraturan kependudukan terbaru dan inovasi pelayanan;

- Monitoring, evaluasi dan pelaporan; kegiatan ini berisikan pemantapan pelaporan secara online. Sehingga, validitas LAMPID tetap akuntabel dan tersinkronisasi dengan SIAK;

- Koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan;kegiatan ini berisikan rapat koordinasi pemanfaatan data,dan implementasi kepada instansi-instansi pengguna.Sehingga kedepannya data kependudukan menjadi salah satu sumber data utama

3. Mengubah Sistem Pelayanan

Mengubah system pelayanan dan birokrasi pelayanan menjadi ramping dan langsung. Hal ini dikarenakan rentang kendali Kota Mojokerto yang kecil sehingga sangat memungkinkan dilakukan pelayanan langsung. Mengubah system pelayanan didukung oleh kegiatan yaitu:

- Aplikasi Program Data Komputer Pelayanan Akta Catatan Sipil;kegiatan ini berupa pengembangan aplikasi SIAK menjadi ANAKKU LAHIR GEMILANG, dimana kemudahan untuk pembuatan akte kelahiran anak baru lahir dan perubahan Kartu keluarga dan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Ada pemotongan dan perampingan birokrasi adminduk;

- Penataan Arsip Dokumen Negara Akta Catatan Sipil;kegiatan ini berupa kemudahan legalisasi dokumen kependudukan dengan metode digitalisasi dokumen kependudukan, sehingga tidak memerlukan waktu lama dalam pencarian dokumen kependudukan;

- Penataan Administrasi Kependudukan Akta Catatan Sipil; kegiatan ini berupa jemput bola dan pelayanan prima bagi pencatatan sipil khususnya pernikahan non muslim. Sehingga kedepannya demi pelayanan prima pencatatan sipil maka pasangan non muslim yang melangsungkan pernikahan langsung memperoleh akte pernikahan dan perubahan status Kartu Keluarga.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto 47

4. Menumbuhkan Peran serta masyarakat

Peran serta masyarakat perlu ditumbuhkan dengan cara memberikan edukasi bahwa pelayanan ini mudah,langsung dan multiple effect melalui kegiatan Penyediaan Informasi yang dapat diakses masyarakat.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dibangun guna pencapaian Indikator utama yaitu :

- Persentase penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik sebesar 91

(Sembilan puluh satu) %;

- Persentase penerbitan Kartu Keluarga sebesar 100 (seratus) %;

- Persentase penduduk berakte kelahiran sebesar 52,12 (lima puluh satu) %; - Persentase penerbitan akte kematian sebesar 100 (seratus) %;

Penganggaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto melalui 2 (dua) sumber yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Administrasi Kependudukan. Untuk rencana kerja tahun 2019 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menganggarkan sebesar Rp. 4.219.271.250 sedangkan penganggaran untuk tahun 2018 sebesar Rp.3.899.373.750 atau terjadi kenaikan/penurunan sebesar Rp.319.879.500 atau 8 %. Dengan komposisi 42% untuk belanja pegawai, 6% untuk belanja modal dan 47 % untuk belanja barang/jasa.dan 5%untuk belanja pegawai belanja langsung.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto 48

BAB V PENUTUP

Rencana Kerja (Renja) menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan berbagai persoalan-persoalan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah sebagai wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam mengadopsi berbagai kebutuhan masyarakat yang mengedepankan perencanaan pembangunan berbasis pada masyarakat dengan keterlibatan lebih banyak para pelaku-pelaku (stakeholders) dalam menciptakan pemerintahan yang bersih sesuai dengan tuntutan paradigma baru, yang akan mampu menciptakan kebijaksanaan, dimana dampaknya dapat dirasakan sampai kepada masyarakat kecil

Penerapan prinsip – prinsip efisien, efektif , transparan, akuntabel dan partisipatif dalam melaksanakan kegiatan untuk pencapaian sasaran program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto wajib diikuti oleh semua komponen pelaksana kegiatan baik kerangka regulasi maupun kerangka anggaran yang mensyaratkan pentingnya keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan baik diantara kegiatan dalam satu program maupun kegiatan antar program dengan tetap memperhatikan tupoksi yang melekat

Dalam mengimplementasi pelaksanaan rencana kerja dan anggaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil , tingkat keberhasilannya perlu didukung adanya konsistensi dari semua komponen satuan kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang meliputi :

1. Sikap mental penilaian kewajaran yang didasarkan pada proporsionalitas antara alokasi biaya dan capaian kinerja.

2. Menggunakan Standart biaya sebagai alat pengontrol pengalokasian dana sehingga terhindar dari Mark – Up dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2018.

3. Alokasi dana sebagaimana dalam plafon anggaran 2018 disesuaikan dengan penetapan tolok ukur kinerja untuk memberikan interpretasi terhadap pencapaian kinerja.

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto 49

4. Setiap alokasi dana harus dapat diukur hasil yang hendak dicapai dari input yang ditetapkan sehingga keberhasilan pelaksanaan kegiatan atau anggaran berdasarkan pencapaian target kinerja yang terukur dan bukannya penyerapan dana dalam suatu pelaksanaan program.

5. Untuk menjaga efektifitas pelaksanaan program, setiap komponen pelaksana kegiatan dan anggaran melaksanakan koreksi dan pemantauan.

Keberhasilan Sumber Daya Manusia sangat ditentukan oleh sikap, mental dan semangat para pelaku pembangunan (stakeholders), sehingga mampu menjawab dan mengurangi permasalahan yang ada pada DinasKependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto.

Sangat disadari bahwa Dokumen Rencana Kerja (RENJA) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto masih jauh dari sempurna, dan masih banyak memiliki kelemahan, sehingga masih belum bisa menampung seluruh aspirasi yang sedang tumbuh dan berkembang.

Meskipun memiliki keterbatasan dan kelemahan, namun setidaknya dapat memberikan landasan berpijak dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan melaksanakan Program-program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto tahun 2019.

Mojokerto, Maret 2018 KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN

DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MOJOKERTO

IKROMUL YASAK, S.Sos.MM Pembina Utama Muda Nip. 19720830 199201 1 002

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 44-49)

Dokumen terkait