B. Rencana Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman
I. Rencana Penyediaan Perumahan dan Permukiman
Berdasarkan strategi pembangunan perumahan dan permukiman, rencana pengembangan perumahan di kawasan perencanaan adalah :
1) Pengembang perumahan disarankan menyediakan fasilitas sosial seperti : TK, SD, Pasar dan Sarana Ibadah.
2) Pengembang perumahan baru disarankan membuat sumur resapan untuk setiap rumah. Sedangkan untuk skala lingkungan disediakan Boezem (penampung air hujan)
3) Pengembang perumahan disarankan membuat pengolah limbah komunal khususnya perumahan < 10 Ha. Hal tersebut berdasarkan kebijakan tentang permukiman penduduk
Tabel 3.10
Arahan Visi dan Misi Serta Kebijakan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasaman Barat
Kebijakan Kabupaten Konsep Pembangunan Perumahan & Permukiman Visi, Misi, Tujuan dan Arah Kebijakan
Konsep pengembangan Perumahan dan Permukiman
1. Pengembangan sistem permukiman yang sesuai dengan karakter ruang kabupaten, sosial budaya masyarakat, daya dukung dan daya tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan terhadap bencana.
Strategi yang dilakukan antara lain :
a. mengembangkan permukiman di Kabupaten Pasaman Barat meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi dan dan permukiman kepadatan sedang dan kepadatan rendah (sub urban);
b. mengembangkan permukiman kepadatan rendah pada di wilayah yang akan dipertahankan sebagai kawasan konservasi dan kawasan lindung serta kawasan perkebunan dan pertanian dan kawasan rawan bencana;
c. mendorong pembangunan secara vertikal terbatas di kawasan pusat kota untuk mengoptimalkan dan meningkatkan intensitas ruang di pusat kota dalam rangka menjamin keseimbangan antara ruang terbangun dan ruang terbuka hijau dengan tetap memperhatikan ketentuan bangunan tahan gempa;
d. membatasi pengembangan permukiman di ruang-ruang yang ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana di sepanjang pantai, kawasan lindung dan kawasan resapan air;
e. meremajakan kawasan permukiman kumuh di kawasan permukiman nelayan;
f. mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang sudah tertata;
g. mengembangkan perumahan yang mendukung pengembangan kawasan industri
2. Pengembangan kawasan permukiman untuk menyediakan perumahan
Visi Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasaman Barat :
“Terpenuhinya Permukiman Kabupaten Pasaman Barat yang Layak Huni, Sehat dan Aman yang didukung Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), menuju Masyarakat Mandiri dan Madani”
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka arahan pembangunan perumahan permukiman ditujukan untuk melaksanakan 5 (lima) misi utama yaitu:
a. Mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni b. Mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman sehat dan aman
yang didukung prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU).
c. Mewujudkan peningkatan kualitas permukiman kumuh dan di Kabupaten Pasaman Barat; dan
d. Mewujudkan penyediaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah
e. Pembangunan permukiman yang sesuai dengan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan, berkelanjutan dan kelestarian alam untuk memenuhi prinsip penataan ruang; daya dukung dan daya tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan terhadap bencana
Tujuan :
1. Terwujudnya permukiman yang layak huni, sehat dan aman yang didukung prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) untuk mendukung peningkatan kualitas permukiman. ;
2. Terwujudnya Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman secara terpadu sesuai dengan daya dukung dan daya tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan terhadap bencana.
Kebijakan Kabupaten Konsep Pembangunan Perumahan & Permukiman Visi, Misi, Tujuan dan Arah Kebijakan
dan fasilitasnya sesuai dengan jumlah penduduk kabupaten sampai akhir tahun perencanaan.
Strategi yang dilakukan antara lain :
a. membatasi perkembangan secara horizontal untuk pengembangan perumahan, perdagangan dan jasa di wilayah pusat kota Simpang Ampek;
b. mendorong pengembangan perumahan secara ekstensif ke arah ke permukiman perkotaan dan pedesaandengan intensitas yang disesuaikan dengan daya dukung lahan;
c. mengembangkan kawasan perumahan sesuai dengan kebutuhan penduduk sampai dengan akhir tahun perencanaan;
d. mengembangkan perumahan secara vertikal pada kawasan yang memiliki kepadatan penduduk lebih dari 400 jiwa/ha dengan tetap memperhatikan ketersediaan prasarana yang ada dan ketahanan terhadap gempa;
e. meremajakan dan merehabilitasi lingkungan yang menurun kualitasnya;
f. melestarikan kawasan dan bangunan cagar budaya.
yang sesuai dengan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan;
Kebijakan :
A. Pemenuhan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni; sesuai dengan daya dukung dan daya tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan terhadap bencana
B. Pemenuhan perumahan dan kawasan permukiman sehat dan aman yang didukung prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU);
C. Peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kabupaten Pasaman Barat;
D. Penyediaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Strategi :
a. Strategi untuk memenuhi perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni meliputi :
1. Memenuhi persyaratan keselamatan bangunan; serta daya dukung dan daya tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan terhadap bencana
2. Menjamin kesehatan meliputi pencahayaan, penghawaan dan sanitasi; dan
3. Memenuhi kecukupan luas minimum.
b. Strategi untuk memenuhi perumahan dan kawasan permukiman sehat dan aman yang didukung prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) meliputi :
1. Mengembangkan jaringan jalan menuju perumahan dan kawasan permukiman;
2. Mengembangkan sanitasi di perumahan dan kawasan permukiman;
3. Mengembangkan jaringan drainase dan pengendalian banjir di perumahan dan kawasan permukiman;
Kebijakan Kabupaten Konsep Pembangunan Perumahan & Permukiman Visi, Misi, Tujuan dan Arah Kebijakan
4. Mengembangkan persampahan di perumahan dan kawasan permukiman;
5. Memenuhi kebutuhan air minum di perumahan dan kawasan permukiman; dan
6. Memenuhi kebutuhan listrik di perumahan dan kawasan permukiman.
c. Strategi untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh di Kabupaten Pasaman Barat meliputi :
1. Melakukan perbaikan atau pemugaran permukiman kumuh dan permukiman liar meliputi rehabilitasi dan renovasi;
2. Melakukan peremajaan permukiman kumuh dan permukiman liar dengan membangun prasarana dan sarana lingkungan perumahan dan kawasan permukiman baru yang lebih layak dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah;
3. Mengembangkan lingkungan permukiman melalui pengelolaan dan pemeliharaan berkelanjutan untuk perumahan formal dan non formal; dan Meningkatkan kualitas permukiman.
d. Strategi untuk menyediakan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah meliputi :
1. Mendata masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal dan penduduk yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan di sekitar sempadan pantai dan kawasan lainnya
2. Menyediakan lahan untuk pembangunan rumah susun;
3. Mengembangkan jaringan jalan menuju ke lokasi rumah susun dan jalan lingkungan;
4. Menyediakan kebutuhan air bersih dan listrik untuk masyarakat yang akan menghuni rumah susun; dan
5. Merelokasi penduduk di sekitar bantaran sungai dan sekitar sempadan pantai ke rumah susun yang telah disediakan Sumber : RP4D Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2013
4) Bagi pengembang perumahan besar dengan luas pengembangan lahannya > 25 Ha, diharapkan mencari titik-titik lokasi sumber air. Dimana dalam pengelolaan sumber air tersebut dilakukan oleh PDAM Kabupaten Pasaman Barat dengan pengembang perumahan. Lokasi-lokasi sumber air tersebut yang berada di kawasan pengembangan perumahan, sebaiknya dimanfaatkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Fasilitas Umum (Fasum). Pengembangan kawasan perumahan khususnya perumahan kapling kecil diharuskan membangun dengan type 36 dan luas lahan minimal 90 m².
Bagi pengembang diwajibkan untuk membangun prasarana dasar berupa jalan dan drainase pada setiap kawasan perumahan yang di bangunnya. Lokasi permukiman perkotaan diarahkan keSimpang Ampek, Ujuang Gadiang, Kinali, Sasak, Silapiang, Simpang Tiga Alin, Parit dan Koto Dalam dengan luas 3.375 Ha (tiga ribu tiga ratus tujuh puluh lima hektar). Hal ini juga guna mengantisipasi banyaknya korban jika terjadi bencana tsunami sehingga perumahan diarahkan jauh dari daerah pantai. Dan pengembangan permukiman pedesaan diarahkan mengikiti pola pengembangan kawasan agropolitan yang terdapat di Kecamatan Lembah Malintang dan minapolitan yang terdapat di Kecamatan Sungai Beremas.
Perumahan formal adalah perumahan yang pembangunannya direncanakan biasanya dilakukan oleh suatu instansi baik pemerintah maupun swasta. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan rumah di Kabupaten Pasaman Barat hingga tahun 2031 dibutuhkan sekitar 131085 unit, dengan pembagian rumah tipe besar 21848 unit, tipe sedang 43695 unit dan tipe kecil 65543 unit. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan rumah dan data RTRW Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011-2031 tersedia lahan untuk permukiman 3.375 Ha. Sementara lahan yang dibutuhkan untuk menampung pengembangan perumahan hingga tahun 2031 hanya 3.386,37 ha. Untuk lebih jelasnya luas dan lokasi yang diperuntukkan untuk perumahan dan pengembangan perumahan di Kabupaten Pasaman Barat dapat dilihat pada Tabel 3.11 dan Gambar 3.3 berikut ini.
Tabel 3.11
Rencana Arahan Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Kabupaten Pasaman Barat
No Kecamatan Luas Kecamatan (Ha) Kesesuaian Lahan Permukiman (Ha) % 1 Sungai Beremas 44.048 514,48 1,17 2 Ranah Batahan 35.488 473,75 1,33 3 Koto Balingka 34.078 241,01 0,71 4 Sungai Aur 42.016 419,5 1,00 5 Lembah Melintang 26.377 261,72 0,99 6 Gunung Tuleh 45.397 147,93 0,33 7 Talamau 32.424 0 0,00 8 Pasaman 50.893 724,61 1,42
9 Luhak Nan Duo 17.421 457,25 2,62
10 Sasak Ranah
Pasisia 12.371 0 0,00
11 Kinali 48.264 135,16 0,28
Jumlah 387.777 3.375 9,86
Sumber: RP4D Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2013
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk Kecamatan Talamau dan Sasak Ranah Pasisia dari hasil kesesuaian lahannya tidak layak untuk kawasan budidaya permukiman. Namun karena saat ini permukiman sudah banyak yang tersebar pada kedua kecamatan tersebut maka sebaran perumahan dan permukiman yang ada saat ini tetap dipertahankan. Untuk ke depannya lahan permukiman di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia tersebut dapat dikembangkan pada daerah 100 meter dari bibir pantai. Sedangkan pada Kecamatan Talamau, perkembangan kawasan permukiman yang sudah terbangun di dalam kawasan rawan bencana alam harus dibatasi dan diterapkan peraturan bangunan (buildingcode) sesuai dengan potensi bahaya/bencana alam.
II. Rencana Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman