• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017

PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis

D. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017

Dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2017 yang diarahkan untuk mendukung pemanfaatan potensi ekonomi daerah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka program dan kegiatan prioritas daerah selain dijabarkan ke dalam pelaksanaan urusan pemerintah juga ditekankan pada upaya-upaya antara lain:

1. Meningkatkan peran UMKM melalui pengembangan akses pasar, kemudahan informasi serta fasilitasi promosi, melalui:

a. Pengembangan jaringan infrastruktur Usaha Kecil Menengah serta pengembangan sarana dan prasarana produksi untuk mendukung penguatan potensi lokal melalui upaya pendirian kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebanyak 1 unit yang terletak di jalur Pantura Pemalang.

b. Penyelenggaraan pelatihan ketrampilan UMKM sebanyak 20 UMKM.

68

c. Penyelenggaraan pelatihan proses produksi UMKM sebanyak 20 UMKM;

d. Peningkatan jaringan kemitraan usaha bagi Usaha Mikro Kecil Menengah;

e. Fasilitasi pengembangan sarana promosi produk UMKM;

f. Penyelenggaraan kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM dengan sasaran 20 UMKM;

g. Penyelenggaraan klaster bisnis bagi UMKM sebanyak 1 kegiatan;

h. Pengembangan sarana pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah;

i. Penyelenggaraan pembinaan UKM bagi industri kecil, sebanyak 50 UKM;

j. Penyelenggaraan kegiatan pameran bagi produk UMKM sebanyak 1 kegiatan.

2. Meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui penguatan kualitas produk, kelembagaan dan sarana prasana pendukung yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif, disertai dengan peningkatan nilai tambah pengembangan pengelolaan produk unggulan daerah, melalui:

a. Pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri;

b. Pengembangan data base informasi potensi unggulan;

c. Penguatan jejaring perdagangan dengan eksportir;

d. Koordinasi pengembangan ekspor dengan instansi terkait, asosiasi dan pengusaha eksportir;

e. Peningkatan promosi berskala perdagangan internasional;

f. Pengembangan sistem inovasi teknologi industri;

g. Meningkatkan kemampuan industri yang berbasis teknologi;

h. Partisipasi Pameran Produk Unggulan Daerah di tingkat Regional, Nasional dan Internasional, sebanyak 3 kali;

69

i. Pembangunan akses transportasi sentra-sentra industri potensial;

j. Pembuatan data sentra IKM yang potensial di bidang IKAH di 7 kecamatan;

k. Peningkatan sarana prasarana melalui upaya pembangunan pasar pagi, pembangunan pasar unggas, serta revitalisasi pasar-pasar daerah antara lain di Randudongkal, Petarukan, Paduraksa, Banjardawa, Warungpring, Ulujami, Belik, Bantarbolang, Moga, Comal dan Pasar Anyar.

3. Pemantapan pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta pengurangan bencana, melalui:

a. Pembangunan/peningkatan serta rehabilitasi/pemeliharaan jalan kabupaten dan jembatan selama 1 tahun diantaranya berupa pembangunan jalan-jalan beton (rigid bavement);

b. Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat sepanjang 20 Km dan jembatan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 5 jembatan;

c. Pengembangan jaringan air bersih;

d. Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi;

e. Rehabilitasi/pemeliharaan normalisasi saluran sungai;

f. Rehabilitasi jaringan irigasi dan sungai dalam kondisi tanggap darurat;

g. Pemeliharaan dan rehabilitasi embung, dan bangunan penampung air lainnya serta dalam kondisi tanggap darurat;

h. Dukungan terhadap kebijakan nasional dalam rangka kedaulatan pangan melalui program pengembangan pembangkit listrik di Pulau Jawa berupa pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap kabupaten;

i. Dukungan terhadap kebijakan nasional dalam rangka pengembangan poros kemaritiman melalui pembangunan pelabuhan di Tanjungsari;

j. Peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan prasarana transportasi antara lain dengan pembangunan bandara perintis.

70

4. Peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia melalui peningkatan pemerataan pendidikan dan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak serta peningkatan perluasan pelayanan kesehatan, melalui;

a. Peningkatan infrastruktur pendidikan berupa rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah (SD/MI; SMP/MTs); pengadaan buku, alat tulis, mebeleur, serta alat praktek dan peraga, penyediaan Bantua Operasional Sekolah (BOS), penyelenggaraan Paket A dan B, penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu.

b. Peningkatan perluasan pelayanan kesehatan, yaitu pembangunan rumas sakit tipe D di Kecamatan Comal, pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya, kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak, peningkatan pelayanan kesehatan perorangan melalui Jaminan Kesehatan Nasional, pengendalian penyakit tidak menular, peningkatan pelayanan kesehatan anak dan remaja, Standarisasi Pelayanan Kesehatan serta perbaikan gizi masyarakat.

5. Peningkatan pembangunan pertanian dalam arti luas melalui upaya pengembangan budidaya pertanian, peningkatan sarana prasarana perikanan tangkap serta pengembangan peternakan, melalui:

a. Peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, yaitu budidaya padi teknologi Salibu di Kecamatan Ampelgading;

b. Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna, yaitu pengembangan kawasan agropolitan Waliksarimadu dengan komoditas ungulan durian, madu dan nanas;

c. Peningkatan produksi hasil peternakan dengan pengembangan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Kerbau di Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang dan SPR Sapi Potong di Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Belik, serta pengembangan peternakan di Kawasan

71

Penghasil Telur Omega (Petarukan) dan telor asin aneka rasa (Comal dan Petarukan);

d. Pengembangan perikanan tangkap dengan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan di Desa Nyamplungsari;

e. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan minapolitan di Desa Tasikrejo, Kaliprau, Ketapang, Mojo, Pesantren, Limbangan (Kec. Ulujami); Desa Lawangrejo, Sugihwaras (Kec. Pemalang).

6. Percepatan penanggulangan kemiskinan secara terpadu melalui upaya peningkatan pendapatan masyarakat miskin, perluasam kesempatan kerja serta pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil untuk masyarakat miskin, melalui:

a. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir;

b. Pembinaan pedagang kakilima dan asongan;

c. Peningkatan keterampilan kerja dan pengembangan kemampuan melalui upaya pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pembangunan Technopark;

d. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan melalui pengembangan kawasan pedesaan;

e. Pengembangan lembaga ekonomi pedesaan;

f. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya;

g. Peningkatan Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial;

h. Pembinaan anak terlantar;

i. Pembinaan para penyandang cacat dan trauma.

7. Peningkatan pariwisata melalui upaya pengembangan destinasi wisata baru, peningkatan sarana dan prasarana, promosi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, disertai dengan upaya menjaga kelestarian budaya, melalui:

72

a. Pengembangan destinasi pariwisata, berupa pengembangan obyek wisata baru yang merupakan potensi unggulan antara lain:

 Pengembangan wisata mangrove;

 Pengembangan Wisata Susur Sungai Comal;

 Pengembangan Kawasan Wisata Moga;

 Pengembangan Desa Wisata (Cikendung, Sikasur, Gombong, Banyumudal, Sima, Kaliperahu, Mojo, Pegongsoran, Penggarit, Nyamplungsari, Blendung, Pedagung, dan Desa Surajaya Kecamatan Pemalang serta Desa Kertosari Kecamatan Ulujami);

 Pengembangan Pembangunan Wisata Edukasi Gardu Pandang Gunung Slamet.

b. Peningkatan pembangunan sarana dan perasarana pariwisata.

c. Peningkatan jatidiri budaya asli Pemalang melalui upaya pengembangan sarana prasarana publik sebagai penunjang kegiatan kesenian yaitu berupa pembangunan rumah budaya;

d. Pengembangan pemasaran pariwisata yaitu Optimalisasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang; kerja sama promosi pariwisata dalam pelayanan kepada wisatawan pada masa lebaran selama 11 hari; Partisipasi pada Even Travel Mart skala nasional sebanyak 1 kali; Pelaksanaan Pemalang Tourism Expo (PTE) (Kegiatan Promosi melibatkan Biro Perjalanan di tingkat Regional dengan Pemalang sebagai tuan rumah) sebanyak 1 kali; Touring Marketing ke luar daerah (didalam dan diluar Jawa Tengah) sebanyak 4 kali.

e. Pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata yaitu Bintek Arung Jeram di Kabupaten Pemalang sebanyak 60 orang; Bintek Para pelaku usaha jasa pariwisata di Kabupaten Pemalang sebanyak 2 kali (120 orang); Pembinaan kelembagaan POKDARWIS di Kabupaten Pemalang sebanyak 4 kali (240 orang);

pelatihan ketrampilan pembuatan handycraft sebanyak 40 orang;

73

pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM Pariwisata sebanyak 5 kali.

8. Peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan prinsip-prinsip good gavernance disertai dengan peningaktan pelayanan publik melalui upaya pengembangan fasilitas publik, pengembangan sistem perencanaan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya aparatur pemerintah, melalui:

a. Peningkatan pengendalian pembangunan di ibukota kecamatan yang merupakan pusat kegiatan lokal, melalui penataan ibukota kabupaten dan kecamatan;

b. Peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas publik melalui pembangunan RTH di masing-masing kecamatan serta pembangunan Taman Kota di Kawasan Perkotaan;

c. Pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan pelayanan publik melalui upaya pembangunan Pusat Pengembangan Informatika dan Desa (PUSPINDES), pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SiDA), pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Publik;

d. Pengembangan kawasan perkotaan melalui penataan kawasan perdagangan jasa dan perkantoran dengan upaya pembangunan gedung DPRD;

e. Pengembangan fasilitas publik sebagai pusat aktivitas masyarakat melalui pengembangan Sport Centre;

f. Peningkatan profesionalisme dan kompetensi kualitas sumber daya aparatur pemerintah melalui pembinaan dan pengembangan aparatur serta pengembangan manajemen kepegawaian.

74

anajemen pembangunan berbasis kinerja memberikan konsekuensi logis yang menuntut Pemerintah untuk bisa berkinerja lebih maksimal. Fokus dari proses pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program dan

kegiatan yang sudah direncanakan. Lebih dari itu, esensi dari manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah adanya orientasi untuk mendorong perubahan, dimana program, kegiatan dan sumber daya anggaran adalah alat yang digunakan untuk mencapai rumusan perubahan baik pada level keluaran (output), hasil (outcome), maupun dampak (impact).

Akuntabilitas merupakan salah satu pilar yang menopang pemerintahan menuju good governance sehingga mampu menunjukan sejauh mana sebuah instansi pemerintah telah memenuhi tugasnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerangka Pengukuran kinerja di Pemerintah Kabupaten Pemalang dilakukan dengan mengacu ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja. Adapun pengukuran kinerja tersebut dengan rumus sebagai berikut:

M AKUNTABILITAS KINERJA BAB 3

A. Capaian Kinerja