Di dalam Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2020-2024, disampaikan 4 (empat) tujuan yaitu:
a. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan serta ketahanan terhadap perubahan iklim;
b. Meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi dari sumber daya hutan lingkungan hidup;
c. Meningkatkan akses kelola hutan bagi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan secara adil dan setara dengan tetap menjaga keberadaan dan kelestarian fungsi hutan;
d. Meningkatkan tata kelola, inovasi dan daya saing bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Berdasarkan tujuan pembangunan ini, ditetapkan sasaran strategis Kementerian LHK untuk kurun waktu tahun 2020 s.d. 2024 adalah sebagai berikut:
a. Terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim;
b. Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
c. Terjaganya keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan;
d. Terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.16/Menlhk/Setjen/Set.1/8/2020 tentang Rencana Strategis Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sasaran Strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program, salah satunya adalah “Program Kualitas Lingkungan Hidup”, yang pengelolaannya dikuasakan kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PHLHK).
Direktorat PPSALHK sebagai bagian dari Ditjen PHLHK bertanggung jawab mengawal Indikator Kinerja Program tersebut dengan menjabarkannya pada Kegiatan
berupa: “Penanganan pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi”.
Penjabarannya dapat dijelaskan pada gambar berikut.
Gambar 4. Penjabaran Sasaran Strategis sampai dengan Kegiatan PPSALHK
Berdasarkan kegiatan tersebut, Direktorat PPSALHK telah menyusun Rencana Strategis tahun 2020 s.d. 2024 dengan menjabarkan melalui sasaran kegiatan dan indikator kegiatan sebagai berikut.
Gambar 5. Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan Indikator Kegiatan Direktorat PPSALHK
B. Rencana Kinerja Direktorat PPSALHK Tahun 2021
Direktorat PPSALHK sebagai penanggung jawab Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi difungsikan untuk mengawal dan melaksanakan pencapaian Indikator Kinerja Program Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dilakukan dengan menetapkan Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi. Dalam rangka mendukung kegiatan yang hendak dicapai, ditetapkan Sasaran Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi dengan Indikator Kinerja Kegiatan sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
Sasaran Strategis
Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
INDIKATOR KEGIATAN
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diaw asi
ketataannya terhadap peraturan bidang LHK
SASARAN KEGIATAN 1
Teraw asinya usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin lingkungan dan peraturan perundang-undangan terkait bidang LHK
SASARAN KEGIATAN 2
PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Tabel 1. Sasaran Kegiatan Penanganan, Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2021 Terawasinya Usaha dan/atau
kegiatan terhadap ketaatan izin lingkungan dan peraturan perundang undangan terkait bidang lHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Sesuai dengan Renstra Ditjen Gakkum tahun 2020 – 2024, sasaran kegiatan Direktorat PPSALHK tahun 2021 dipastikan pencapaiannya dengan mengurai langkah-langkah pencapaiannya di setiap kegiatan sedemikian rupa sehingga seluruh kegiatan yang telah disetujui pada proses trilateral meeting (KLHK-BAPPENAS-Kemenkeu) dan sesuai dengan hasil RKP memiliki kontribusi yang relevan terhadap pencapaian sasaran kegiatan seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2. Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Kegiatan K/L Sasaran Kegiatan Output Target Penanganan
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap
Tabel 3. Proyek Prioritas Nasional
Proyek PN Sasaran Kegiatan Output Target
Membangun terhadap ketaatan izin
lingkungan dan
C. Anggaran Kegiatan
Selama tahun 2021 dilakukan refocussing anggaran dan target IKK sebanyak 4 (empat) kali untuk dialihkan ke prioritas penanganan Covid-19. Untuk pelaksanaan kegiatan sesuai tugas dan fungsi Direktorat PPSALHK pada tahun 2021 mendapatkan anggaran sebesar Rp 9.581.500.000,00 (sembilan milyar lima ratus delapan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan rincian seperti dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4. Anggaran Direktorat PPSALHK Tahun 2021
No Komponen Kegiatan Anggaran
(Rp)
1 Penanganan Pengaduan Perusahaan Rp 1.286.400.000
2 Penanganan Pengaduan non Perusahaan Rp 1.135.100.000 3 Pengawasan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 3.162.700.000
4 Sanksi Administrasi Rp 1.931.000.000
5 Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi DAS
Citarum Rp 445.500.000
6 Peningkatan Kapasitas PPLH bidang LH Rp 148.000.000 7 Dukungan teknis Pengaduan, Pengawasan dan SA Rp 1.472.800.000
Jumlah Rp 9.581.500.000
D. Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Perjanjian kinerja ini menjadikan komitmen penerima amanah dalam hal ini Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah yaitu Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap perencanaan kinerja yang telah ditetapkan di dalam dokumen Renja dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Direktorat PPSALHK
Tahun 2021, maka Direktur PPSALHK telah menandatangani dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2021 dengan target pada tabel berikut.
Tabel 5. Perjanjian Kinerja Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target
1
Terawasinya Usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin
lingkungan dan
peraturan perundang undangan terkait bidang LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya
terhadap peraturan bidang LHK 152 perusahaan
Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya 79 orang
Pada perjanjian kinerja tersebut juga telah ditetapkan bahwa Kegiatan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi mendapatkan alokasi total anggaran senilai Rp 9.581.500.000,00.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan Program dan Kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target Kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik.
Pengukuran capaian kinerja dilakukan Direktorat PPSALHK untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Terhadap kelebihan ataupun kekurangan dari capaian kinerja dilakukan analisa untuk melakukan perbaikan-perbaikan atau peningkatan kinerja secara berkesinambungan (continuous improvement).
Pengukuran capaian kinerja dilakukan setiap tahun untuk mengetahui capaian kinerja yang dihasilkan dalam rangka mendukung program yang ditetapkan dalam Renstra Ditjen PHLHK Tahun 2024, Renstra Direktorat PPSALHK Tahun 2020-2024 dan Renja Direktorat PPSALHK Tahun 2021.
Direktorat PPSALHK sebagai penanggung jawab salah satu kegiatan Program Penegakan Hukum LHK, yaitu Kegiatan penanganan pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi telah menetapkan 2 (dua) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang harus dicapai pada tahun 2021.
IKK Direktorat PPSALHK dituangkan dalam dokumen yang ditandatangani Direktur PPSALHK sebagai komitmen pertanggungjawaban kepada Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK atas pencapaian kinerja kegiatan tahun 2021. Adapun hasil pengukuran capaian kinerja kegiatan Direktorat PPSALHK seperti disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 6. Target dan Realiasi IKK Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Sasaran
Kegiatan
Indikator Kinerja
Kegiatan Target Realisasi Persentase 1 Terawasinya peraturan bidang LHK
Pencapaian IKK 1 yaitu pengaduan yang masuk tertangani sebanyak 269 perusahaan tersaji pada tabel berikut.
Tabel 7. Usaha dan/atau Kegiatan yang Diawasi Ketaatannya Terhadap Peraturan Bidang Lhk
Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi Persentase
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
152 Perusahaan 269 perusahaan 176 %
IKK jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK terdiri dari 5 (lima) komponen yaitu penanganan pengaduan perusahaan, penanganan pengaduan non perusahaan, pengawasan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, sanksi administrasi, serta pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi terkait DAS Citarum yang ditangani. Secara rinci, capaian dari masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Komponen Kegiatan, Target dan Realisasi Direktorat PPSALHK 2021 No Suboutput
kegiatan Komponen kegiatan Target Realisasi
1 Sanksi administrasi 100 sanksi 201 sanksi
Pengaduan,
Berlanjutnya pandemi Covid-19 di tahun 2021 berpengaruh terhadap mekanisme penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan sanksi administrasi oleh Direktorat PPSALHK, terutama untuk pelaksanaan kegiatan di lapangan. Adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah, adanya gelombang kedua penularan Covid-19 dan adanya penyesuaian sistem kerja dalam lingkup KLHK berimplikasi pada pelaksanaan verifikasi pengaduan dan pengawasan di lapangan yang lebih fleksibel dan adaptif dengan kondisi di berbagai wilayah. PLH dalam melaksanakan kegiatan di lapangan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan sebagaimana tertuang di dalam SOP Pengawasan pada Mas a Pandemi Covid-19. Berbagai penyesuaian pelaksanaan kerja tersebut secara keseluruhan tidak menghambat pencapaian target IKK Direktorat PPSALHK.
Selama tahun 2021 jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK sebanyak 269 perusahaan atau sekitar 176% dari target yang ditetapkan, kegiatan tersebut terdiri dari komponen pengaduan perusahaan, pengaduan non perusahaan, pengawasan bidang LHK, sanksi administrasi serta pengaduan, pengawasan dan SA terkait DAS Citarum. Jumlah realisasi tersebut melebihi target cukup signifikan dikarenakan banyaknya pengaduan yang masuk dan tertangani. Pengaduan dikatakan tertangani apabila sudah dalam tahapan pengaduan baru, dilakukan verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, direkomendasikan ke unit ladin yang terkait, maupun pengaduan yang ditindaklanjuti sampai selesai dan
dikeluarkan sanksi oleh KLHK. Oleh karena itu, adanya tren peningkatan jumlah aduan yang masuk dari tahun ke tahun berimplikasi pada peningkatan capaian kinerja tahun 2021, khususnya pada capaian komponen penanganan pengaduan perusahaan.
Secara keseluruhan, jumlah pengaduan yang tertangani dalam kurun waktu tahun 2015-2021 sebanyak 6.166 pengaduan dengan rincian sebagai berikut:
Gambar 6. Penanganan Pengaduan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015 -2021
Secara lebih rinci, penanganan pengaduan yang dilakukan Direktorat PPSA dan BPPHLHK tahun 2021 sebanyak 956 pengaduan berdasarkan tipologinya tergambar pada tabel berikut:
Tabel 9. Penanganan Pengaduan Tahun 2021 (Dit.PPSALHK dan BPPHLHK)
UNIT KERJA
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Penanganan Pengaduan
Tahun 2015-2021
Adapun status penanganan seluruh pengaduan tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 7. Status Penanganan Pengaduan Tahun 2021
Pengaduan perusahaan dan non perusahaan yang diterima kemudian diproses dan ditindak lanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada pihak lain yang berwenang. Penentuan rekomendasi tindak lanjut ini didasarkan pada hasil telaah maupun verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan. Rekomendasi tindak lanjut untuk 670 pengaduan dengan status selesai di atas adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Status Ketaatan dan Rekomendasi Tindak Lanjut Pengaduan Tahun 2021 Rekomendasi Tindak Lanjut Jumlah
Data Tidak Lengkap 61
Non LHK 5
Pemda 137
Sektor Lain 43
Taat 76
Tidak Taat (SA KLHK) 113
Unit Lain 235
Jumlah 670
Berdasarkan data rekomendasi tindak lanjut di atas, dapat diidentifikasi dari 670 pengaduan perusahaan dan non perusahaan yang selesai ditangani, jumlah perusahaan yang taat sebanyak 76 (11,3%) dan pengaduan yang tidak taat sebanyak 113 (16,8%) dari seluruh pengaduan yang selesai ditangani. Adapun kategori pengaduan tidak taat apabila pengaduan direkomendasikan untuk dikenakan sanksi administrasi oleh Direktorat PPSALHK.
28 670
100 158
Verifikasi Lapangan
Verifikasi Administratif
Baru
Selesai
a. Penanganan pengaduan perusahaan
Pengaduan perusahaan dikategorikan untuk aduan yang subyek terlapornya berupa suatu perusahaan dan/atau kegiatan berbadan usaha. Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK menangani 149 pengaduan perusahaan dengan capaian sebesar 219% dari target yang telah ditetapkan. Jumlah capaian pada tahun 2021 jauh melebihi target dikarenakan jumlah pengaduan yang masuk mengalami peningkatan. Jumlah pengaduan yang masuk mengalami tren peningkatan salah satunya disebabkan karena media pengaduan yang semakin beragam baik melalui aplikasi, sosial media, email, website pengaduan, datang langsung ke posko pengaduan, SMS, surat, telepon dan media komunikasi lainnya.
b. Penanganan pengaduan non perusahaan
Pengaduan non perusahaan dikategorikan untuk aduan yang subyek terlapornya berupa perorangan (bukan merupakan kegiatan berbadan usaha). Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK menangani 147 pengaduan non perusahaan dengan capaian sebesar 98% dari target IKK yang ditetapkan.
c. Pengawasan bidang LHK
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK melakukan pengawasan penaatan terhadap 86 usaha dan/atau kegiatan yang terdiri dari pengawasan penaatan perizinan yang dilakukan secara reguler serta pengawasan penaatan kewajiban SA.
Dari hasil pengawasan tersebut, terdapat 24 perusahaan yang taat (27,9%) dan 61 perusahaan yang tidak taat (70,9%), dan 1 perusahaan ditolak (1,2%) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
UNIT KERJA
Perusahaan
IPJ SDA Karhutla Jumlah
Jabalnusra 55 4 0 59
Kalimantan 8 19 0 27
Mapua 1 4 0 5
PPSA 72 10 4 86
Sulawesi 24 21 1 46
Sumatera 18 6 0 24
Jumlah 180 64 5 247
Gambar 8. Pengawasan Penaatan Dit.PPSALHK Tahun 2021
Besarnya perusahaan pemegang izin yang tidak mentaati hasil pengawasan yang dilaksanakan Direktorat PPSALHK, diantaranya disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, sehingga harus diterapkan upaya penegakan hukum berupa sanksi administrasi.
Hal ini menjadi tantangan untuk Direktorat PPSALHK dalam melakukan upaya penegakan hukum melalui penerbitan sanksi administrasi agar memberikan efek jera, sebagaimana pelaksanaan prinsip ultimum remedium dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan sebagai implikasi dari terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja.
Pengawasan ketaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan selama tahun 2021 dilakukan terhadap beberapa sektor industri, prasarana dan jasa serta sektor sumber daya alam.
Tabel 11. Perusahaan yang Diawasi Tahun 2021 Berdasarkan Sektor No Sektor yang diawasi Perusahaan Yang diawasi
1 Industri, Prasarana dan Jasa 72 perusahaan
2 Kebakaran Hutan dan Lahan 4 perusahaan
3 Sumber Daya Alam 10 perusahaan
Jumlah 86 perusahaan
Secara keseluruhan, Direktorat PPSALHK dan BPPHLHK sejak tahun 2015-2021 melakukan pengawasan penaatan terhadap 1.830 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah pengawasan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami penurunan cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya semenjak adanya pandemi Covid-19. Secara rinci capaian pengawasan yang dilakukan Direktorat PPSALHK dan BPPHLHK selama tahun 2015-2021 berdasarkan tipologinya tergambar sebagai berikut:
Gambar 9. Pengawasan Penaatan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015-2021
d. Sanksi Administrasi
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK telah berhasil menerbitkan 201 sanksi administrative sebagai tindak lanjut dari penanganan kasus pengaduan dan pengawasan perizinan lingkungan hidup, serta 21 pengaduan terkait DAS Citarum.
Adapun jenis sanksi administratif yang terbit terdiri dari 14 sanksi teguran tertulis dan 208 sanksi paksaan pemerintah. Di samping itu, pada tahun 2021 telah dilakukan pencabutan terhadap 107 sanksi administratif yang terdiri dari 14 sanksi teguran tertulis dan 93 sanksi paksaan pemerintah.
Berdasarkan tipologi kasusnya, penerapan sanksi administrasi tahun 2015-2021 secara rinci sebagai berikut.
Tabel 12. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015-2021 Berdasarkan Tipologi
NO TIPOLOGI KASUS 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Pencemaran DAS Citarum Karhutla
Pengawasaan Penaatan
Tahun 2015-2021
Selama kurun waktu 2015 s.d. 2021 jumlah sanksi administrasi yang diterbitkan Direktorat PPSALHK sebanyak 1.318 sanksi. Dalam periode tahun 2017-2019 jumlah sanksi administrasi yang diterbitkan mengalami peningkatan, berbanding terbalik dengan tahun 2020 yang mengalami penurunan. Tejadinya fluktuasi jumlah penerbitan sanksi administratif ini berbanding lurus dengan tingkat pengaduan dan jumlah izin yang diawasi setiap tahun. Capaian penerapan sanksi administrasi periode 2015-2021 selengkapnya tercantum pada tabel berikut.
Tabel 13. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015 s.d. 2021
NO TIPOLOGI KASUS 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
1 Teguran Tertulis 8 15 0 0 153 12 14 202
2 Paksaan Pemerintah 15 90 125 158 347 153 208 1.096
3 Pembekuan Izin 16 0 0 0 0 0 0 16
4 Pencabutan Izin 3 0 1 0 0 0 0 4
Jumlah 42 105 126 158 500 165 222 1.318
Kenaikan penerapan sanksi administrasi dari tahun 2017 tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, Direktorat PPSALHK pada tiap tahunnya berhasil meningkatkan jumlah pengawasan yang dilaksanakan terhadap perusahaan/iz in dari berbagai bidang. Kedua, pelaksanaan peningkatan kapasitas PPLH menunjukan adanya peningkatan kualitas dari personil, baik yang berada di pusat dan didaerah yang semakin kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Ketiga, sarana dan prasarana pengawasan semakin lengkap untuk mendukung kegiatan pengawasan, dan Keempat anggaran kegiatan yang terus meningkat.
Sementara penurunan cukup signifikan terjadi sejak tahun 2020 disebabkan oleh terjadinya pandemi Covid-19 yang berimplikasi pada penyesuaian pelaksanaan kegiatan lapangan dan penyesuaian anggaran.
e. Pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi terkait DAS Citarum
Di samping pelaksanaan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA dari kegiatan pengawasan regular dan/atau verifikasi pengaduan yang telah diuraikan di atas, Direktorat PPSALHK juga melakukan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA terkait dan Citarum sebagai salah satu komponen kegiatan di tahun 2021. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap terbitnya
Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK melakukan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA terkait DAS Citarum terhadap 55 perusahaan, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Tabel 14. Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan SA terkait DAS Citarum
No Kegiatan Tahun 2021
1 Penanganan Pengaduan di DAS Citarum 32 perusahaan 2 Pengawasan Penaatan Perusahaan di
DAS Citarum 2 Perusahaan
3 Penerapan SA terkait DAS Citarum 21 sanksi
Jumlah 34 Perusahaan
Sebagai bentuk dukungan penanganan permasalahan lingkungan di DAS Citarum, selain pelaksanaan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA di DAS Citarum, pada tahun 2021 Ditjen Gakkum juga memberikan dukungan berupa pemberian mobil pengawasan beserta sarana prasarana pengawasan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat.
Diharapkan dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai dapat semakin meningkatkan upaya pengawasan penaatan perusahaan di sepanjang DAS Citarum untuk mendorong percepatan pemulihan kualitas air di DAS Citarum.
A2. IKK 2: Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Pencapaian IKK 2 Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya sebanyak 165 orang, tersaji pada tabel berikut.
Tabel 15. Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya Sebanyak 165 orang Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi Persentase Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya 79 Orang 165 Orang 208 %
Pada tahun 2021, jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya melebihi target yang ditetapkan yaitu sebanyak 165 orang (208%). IKK ini dijabarkan untuk komponen
kegiatan peningkatan kapasitas PPLH bidang lingkungan hidup serta dukungan teknis Pengaduan, Pengawasan dan SA. Secara rinci, capaian dari masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Capaian IKK Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya No Indikator Kinerja
Kegiatan Komponen kegiatan Target Realisasi
1 Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Peningkatan kapasitas
PPLH bidang LH 79 orang 165 orang Dukungan teknis
Pengaduan, Pengawasan dan SA
1 kegiatan 1 kegiatan
a. Peningkatan kapasitas PPLH bidang LH
Pada tahun 2021, pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas PPLH bidang LH sebagian besar dilakukan secara online melalui video conference serta secara offline untuk beberapa kegiatan yang mendesak dan memungkinkan untuk bertatap muka dengan keseluruhan PPLH yang dilibatkan sebanyak 147 PPLH KLHK dan 18 PPLH daerah. Bertepatan dengan telah diundangkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disertai dengan terbitnya berbagai peraturan turunan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, maka peningkatan kapasitas yang dilakukan berfokus pada sosialisasi dan bimbingan teknis terkait muatan peraturan -peraturan baru tersebut. Hal ini dimaksudkan agar PPLH dapat memiliki pemahaman yang baik terkait muatan peraturan yang baru sehingga menjadi pegangan dalam pelaksanaan pengawasan dan verifikasi pengaduan ke depannya.
Sosialisasi dan bimbingan teknis yang dilaksanakan tahun 2021 diikuti oleh PPLH dari KLHK dan PPLH daerah dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 17. Pelaksanaan Bimbingan Teknis Tahun 2021
No Judul Kegiatan Jumlah
Peserta Waktu Peserta Pelaksanaan 1 Bimtek pengendalian pencemaran air 44 18 Maret 2021 PPLH KLHK
(pusat)
Online 2 Bimbingan Teknis Muatan PP 22
Tahun 2021 (Pengawasan dan SA)
299 3 Juni 2021 PPLH pusat dan daerah
Online dan offline 3 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk
No. 5 Tahun 2021
120 21 Juni 2021 PPLH KLHK Online 4 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk
No 3 Tahun 2021 dan Permenlhk No 4 Tahun 2021
135 16 Agustus 2021
PPLH KLHK Online
5 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk No 6 Tahun 2021
135 27 Agustus 2021
PPLH KLHK Online 6 Bimbingan Teknis Muatan PP 24
Tahun 2021
135 6 September 2021
PPLH KLHK Online
b. Dukungan teknis pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi
Pada tahun 2021 pelaksanaan dukungan teknis dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan, adapun pengadaan sarana prasarana diperuntukan bagi PPLH baik di Direktorat PPSALHK maupun BPPHLHK. Hal ini bertujuan untuk menunjang kinerja pengaduan, pengawasan dan penerapan sanksi administrasi menjadi lebih efektif dan efisien serta PPLH memiliki standar penggunaan sarana prasarana yang sama. Di samping itu, pada tahun 2021 dilakukan pengadaan sarana prasarana untuk jabatan fungsional analis hukum lingkup Direktorat PPSALHK. Secara rinci, pelaksanaan dukungan teknis yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Tabel 18. Pelaksanaan Dukungan Teknis Tahun 2021
No Nama Barang Jumlah
1 HACH Multiparameter HQ400 2 unit
2 HACH Colorimeter DR900 3 unit
3 Kamera waterproof (Nikon Coolpix W300) 4 unit 4 Drone (DJI Mavic 2 Pro dan DJI Mavic 2 Pro
Hasselnlad)
3 unit 5 Kamera Mirorrless (Sonny Alpha a6000) 1 unit 6 Sound level meter LUTRON SL-4013 7 unit 7 Laptop (macbook Air & Lenovo All in One Idea
Centre 3)
19 unit
8 Scanner Epson DS-410 2 unit
9 Printer Hp Laserjet Pro M107A dan M15a 2 unit
10 Perlengkapan meetup conference 1 unit
11 Oksigen 3 unit
B. Realisasi Anggaran dan Fisik 1) Realisasi Anggaran
Pelaksanaan kegiatan pada Direktorat PPSALHK Tahun 2021 didukung dengan anggaran sebesar Rp 9.581.500.000,- dengan realisasi Rp 9.575.423.401 (99,9%).
Kegiatan, anggaran dan realisasi pada Direktorat PPSALHK dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 19. Kegiatan, Anggaran dan Realisasi pada Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Komponen Kegiatan Anggaran Realisasi Presentase
1 Penanganan pengaduan perusahaan 1.286.400.000 1.285.605.292 99,9 2 Penanganan pengaduan non
perusahaan
1.135.100.000 1.133.556.763 99,8
3 Pengawasan bidang lingkungan hidup dan kehutanan
3.162.700.000 3.162.425.620 99,9
4 Sanksi administrasi 1.931.000.000 1.929.694.598 99,9
5 Penanganan pengaduan DAS Citarum
445.500.000 444.651.788 99,8
6 Peningkatan kapasitas PPLH bidang LH
148.000.000 147.669.300 99,7 7 Dukungan teknis Pengaduan,
Pengawasan dan SA
1.472.800.000 1.471.821.040 99,9
TOTAL 9.581.500.000 9.575.423.401 99,9
Anggaran pelaksanaan kegiatan pada tahun 2021 mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun 2020 senilai Rp 14.184.025.000,00. Penurunan anggaran ini disebabkan adanya refocussing anggaran sebanyak 4 (empat) kali selama tahun 2021 untuk penanggulangan Covid-19. Perbandingan anggaran dan realisasi tahun 2018-2021 secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 20. Perbandingan Anggaran dan Realisasi Direktorat PPSALHK Tahun 2018 -2021
Tabel 20. Perbandingan Anggaran dan Realisasi Direktorat PPSALHK Tahun 2018 -2021