• Tidak ada hasil yang ditemukan

L. Terwujudnya efektifitas dan efisiensi Pemerintahan Daerah di Kota Bitung, indikatornya adalah:

1) Area Beresiko Sanitasi

3.2.4. Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan (RTBL)

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan adalah rencana teknik dan program dari tata bangunan dan lingkungan serta pedoman pengendaliannya yang merupakan alat pengendali pemanfaatan ruang yang diberlakukan pada suatu lingkungan atau kawasan tertentu (urban design and development guidelines).

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) merupakan bagian dari sistem manajemen pembangunan karena merupakan paduan wujud bangunan dan lingkungan dalam bentuk tiga dimensi serta pengendali pengembangan suatu kota atau suatu kawasan. Idealnya suatu RTBL

70

dipersiapkan untuk kawasan dalam kota sesuai dengan identifikasi yang telah ditetapkan pada setiap kawasan oleh pemerintah daerah dan harus sesuai pula dengan beban kawasan yang dipersiapkan dalam pengembangannya sebagai kawasan prioritas pembangunan.

Prioritas pengembangan suatu kota atau kawasan diutamakan pada pusat kegiatan kota atau kawasan tersebut, terutama kawasan yang mengalami pertumbuhan sangat pesat sehingga untuk memperoleh perkembangan yang optimal dan terarah diperlukan pengendalian yang lebih cermat. Untuk kawasan pusat kota atau pusat kawasan terutama pada kawasan perdagangan, pertokoan, kawasan lain yang dipandang perlu dilindungi dengan adanya bangunan yang bersejarah, ataupun kawasan yang memiliki ciri khusus (bangunan lama yang bernilai sejarah/berarsitektur unik, tempat peribadatan dan lain-lain) yang perlu diperhatikan secara khusus.

Diharapkan RTBL akan memberikan pegangan nilai estetika ruang pada bentuk rencana bangunan yang diperkenankan dikembangkan pada kawasan tersebut. Dengan pegangan tersebut perencana bangunan atau pengembang (developer) telah dapat membaca gambaran kebijaksanaan pemerintah daerah arah pengembangan pembangunan pada kawasan tersebut. Maka dalam mewujudkan ruang kota yang diharapkan baik itu dalam wujud bangunan & lingkungan, pelaksanaan pembangunan kota didasari oleh arahan yang bersifat dua dimensi dan tiga dimensi. Perencanaan dalam wujud Rencana Tata Bangunan & Lingkungan (RTBL) secara langsung mengacu pada RDTRK atau RTRK. Fungsi RTBL secara langsung menjadi pedoman untuk perencanaan fisik yang lebih mendetail diantaranya PBS, PBK, Site Plan/Blok Plan, DED/FED sampai dengan sistem manajemen berupa mekanisme pengelolaan baik dalam jangka panjang & menengah, meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengawasan & evaluasi.

Menurut Permen PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, beberapa pengertian yang terkait RTBL adalah sebagai berikut:

 Penataan bangunan dan lingkungan adalah kegiatan pembangunan untuk merencanakan, melaksanakan, memperbaiki, mengembangkan atau melestarikan bangunan dan lingkungan/kawasan tertentu sesuai dengan prinsip pemanfaatan ruang dan pengendalian bangunan gedung dan lingkungan secara optimal, yang terdiri atas proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran bangunan gedung dan lingkungan.

 Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan

71

lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan.

 Dokumen RTBL adalah dokumen yang memuat materi pokok RTBL sebagai hasil proses identifikasi, perencanaan dan perancangan suatu lingkungan/kawasan, termasuk di dalamnya adalah identifikasi dan apresiasi konteks lingkungan, program peran masyarakat dan pengelolaan serta pemanfaatan aset properti kawasan.

 Penyusunan Dokumen RTBL dilaksanakan pada suatu kawasan/lingkungan bagian wilayah kabupaten/kota, kawasan perkotaan dan/atau perdesaan meliputi:

a. kawasan baru berkembang cepat; b. kawasan terbangun;

c. kawasan dilestarikan; d. kawasan rawan bencana;

e. kawasan gabungan atau campuran dari keempat jenis kawasan di atas

 Penyusunan Dokumen RTBL berdasarkan pola penataan bangunan dan lingkungan yang ditetapkan pada kawasan perencanaan, meliputi:

a. perbaikan kawasan, seperti penataan lingkungan permukiman kumuh/nelayan (perbaikan kampung), perbaikan desa pusat pertumbuhan, perbaikan kawasan, serta pelestarian kawasan;

b. pengembangan kembali kawasan, seperti peremajaan kawasan, pengembangan kawasan terpadu, revitalisasi kawasan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan pascabencana; c. pembangunan baru kawasan, seperti pembangunan kawasan permukiman (Kawasan Siap

Bangun/Lingkungan Siap Bangun – Berdiri Sendiri), pembangunan kawasan terpadu, pembangunan desa agropolitan, pembangunan kawasan terpilih pusat pertumbuhan desa (KTP2D), pembangunan kawasan perbatasan, dan pembangunan kawasan pengendalian ketat (high-control zone);

d. pelestarian/pelindungan kawasan, seperti pengendalian kawasan pelestarian, revitalisasi kawasan, serta pengendalian kawasan rawan bencana.

 Kedudukan Dokumen Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan

Dalam pelaksanaan, sesuai kompleksitas permasalahan kawasannya, RTBL juga dapat berupa : a. Rencana aksi/kegiatan komunitas (community-action plan/CAP)

72

c. Panduan Rancang Kota (urban-design guidelines/UDGL)

Seluruh rencana, rancangan, aturan dan mekanisme dalam penyusunan Dokumen RTBL harus merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi, baik pada lingkup kawasan, kota maupun wilayah.

Menurut Permen PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, kedudukan RTBL dalam pengendalian bangunan gedung dan lingkungan

digambarkan dalam diagram berikut :

Kedudukan RTBL dalam Pengendalian Bangunan Gedung dan Lingkungan

i. Kawasan Perencanaan Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan

Kawasan perencanaan mencakup suatu lingkungan/kawasan dengan luas 5-60 Ha, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Kota Metropolitan dengan luasan minimal 5 Ha. b. Kota Besar/Sedang dengan luasan 15-60 Ha c. Kota Kecil/Desa dengan luasan 30-60 Ha

Penentuan batas dan luasan kawasan perencanaan (delineasi) berdasarkan satu atau kombinasi dibawah ini :

73

a. Administrasif, seperti RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan bagian wilayah kota/desa b. Nonadministratif, yang ditentukan secara kultural tradisional (traditional

cultural-spatial units) seperti desa adat, gampong dan nagari.

c. Kawasan yang memiliki kesatuan karakter tematis, seperti kawasan kota lama, lingkungan sentra perindustrian rakyat, kawasan sentra pendidikan dan kawasan permukiman tradisional.

d. Kawasan yang memiliki sifat campuran, seperti kawasan campuran antara fungsi hunian, fungsi usaha, fungsi sosial-budaya dan/atau keagamaan serta fungsi khusus, kawasan sentra niaga (CBD), industri dan kawasan bersejarah.

e. Jenis Kawasan, seperti kawasan baru yang berkembang cepat, kawasan terbangun yang memerlukan penataan, kawasan dilestarikan, kawasan rawan bencana dan kawasan gabungan atau campuran.

ii. Rencana Umum dan Panduan Rancangan

Rencana Umum dan Panduan Rancangan merupakan ketentuan-ketentuan tata bangunan dan lingkungan pada suatu lingkungan/kawasan yang memuat rencana peruntukan lahan makro dan mikro, rencana perpetakan, rencana tapak, rencana sistem pergerakan, rencana aksesibilitas lingkungan, rencana prasarana dan sarana lingkungan, rencana wujud visual bangunan, dan ruang terbuka hijau.

Panduan Rancangan bersifat melengkapi dan menjelaskan secara lebih rinci rencana umum yang telah ditetapkan sebelumnya, meliputi ketentuan dasar implementasi rancangan dan prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan.

Pada tahap ini dilakukan: a. Rencana Umum

Merupakan ketentuan-ketentuan rancangan tata bangunan dan lingkungan yang bersifat umum dalam mewujudkan lingkungan/kawasan perencanaan yang layak huni, berjati diri, produktif, dan berkelanjutan.

Komponen Rancangan

Materi rencana umum mempertimbangkan potensi mengakomodasi komponen-komponen rancangan suatu kawasan sebagai berikut:

 Peruntukan lahan makro dan mikro (struktur peruntukan lahan)  Rencana perpetakan (intensitas pemanfaatan lahan)

74

 Rencana sistem pergerakan, rencana aksesibilitas lingkungan (sistem sirkulasi dan jalur penghubung)

 Ruang terbuka hijau (sistem ruang terbuka dan tata hijau)  Rencana wujud visual bangunan (tata kualitas lingkungan)

 Rencana prasarana dan sarana lingkungan (sistem prasarana dan utilitas lingkungan) b. Panduan Rancangan

Panduan Rancangan merupakan penjelasan lebih rinci atas Rencana Umum yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk penjabaran materi utama melalui pengembangan komponen rancangan kawasan pada bangunan, kelompok bangunan, elemen prasarana kawasan, kaveling dan blok, termasuk panduan ketentuan detail visual kualitas minimal tata bangunan dan lingkungan.

Prinsip-prinsip Pengembangan Rancangan

 Ketentuan dasar implementasi rancangan (panduan rancangan tiap blok pengembangan)  Prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan (simulasi rancangan tiga dimensional)

Dokumen terkait