• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA CHIE WATARI

2.2 Resensi Dalam Komik “Misteri Bunga Suzuran”

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film Novel, Komik dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Di Jepang komik disebut dengan manga. Perkembangan manga di Jepang tergolong sangat pesat karena ternyata keberadaannya banyak diminati semua kalangan masyarakat ditambah lagi manga juga memiliki berbagai jenis genre veriatif dan menarik untuk beragam orang. Komik merupakan suatu bentuk karya seni yang memilik unsur dalam penciptaannya. Unsur-unsur yang terdapat dalam komik adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Menurut Nurgiyantoro (1995 : 23), unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri.

Unsur intrinsik sebuah komik adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Unsur intrinsik dalam sebuah komik meliputi tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang penokohan dan lain-lain yang berpengaruh terhadap karakter serta kepribadiannya.

Sebuah komik dapat dikatakan berhasil apabila mampu memahami dan menghayati cerita dalam komik tersebut. Untuk menghasilkan keberhasilan itu tentu saja memerlukan keterlibatan antar penulis dengan para tokoh tentang apa saja yang akan dilakukan tokoh tersebut, apa saja yang dipikirkan , bagaimana perasaan yang akan dilakukan tokoh tersebut , serta mengapa para tokoh bertidak sedemikian rupa sehingga melahirkan permasalahan atau disebut juga dengan konflik. Konflik dihadirkan oleh seorang pengarang tidak luput dari kenyataan

bahwa keberadaannya merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sebagai mahluk sosial yang hidup berdampingan, sering kali timbul adanya konflik.

Dalam komik Misteri bunga suzuran konflik antar tokoh yang bertentangan membuat sebuah masalah. Ketidaksukaan terhadap tokoh lain merupakan awal mula konflik dalam komik ini.

Tema

Tema adalah ide utama dalam suatu cerita. Tema memimiliki peran penting dalam keberlangsungan suatu cerita. Robert Stanton menjelaskan dalam (Sugihastuti, 2007;37) Tema merupakan aspek cerita yang sejajar dengan

‘makna dalam pengalaman manusia; sesuatu yang menjadkan suatu pengalaman begitu diingat. Ada banyak cerita yang menggambarkan dan menelaah kejadian atau emosi yang dialami manusia seperti cinta, derita, rasa takut, kedewasaan, keyakinan, pengkhianatan manusia terhadap diri sendiri, atau bahkan yang lainnya. Beberapa cerita bermaksud meghakimi tindakan karakter-karakter di dalamnya dengan memberi atribut baik atau buruk.

Cerita-cerita lain memusatkan perhatian pada persoalan moral tanpa bermaksud memberi penilaian dan seolah-olah hanya berkata inilah hidup’.

Tema merupakan dasar cerita atau gagasan umum dari sebuah novel (Nurgiyantoro, 2009: 70). Stanton (via Nurgiyantoro, 2009: 70) menjelaskan bahwa tema dapat juga disebut ide utama atau tujuan utama. Berdasarkan dasar cerita atau ide utama, pengarang akan mengembangkan cerita. Oleh karena itu, dalam suatu komik terdapat satu tema pokok dan sub-subtema. Pembaca harus

mampu menentukan tema pokok dari suatu komik. Tema pokok adalah tema yang dapat memenuhi atau mencakup isi dari keseluruhan cerita. Tema pokok yang merupakan makna keseluruhan cerita tidak tersembunyi, namun terhalangi dengan cerita-cerita yang mendukung tema tersebut. Maka pembaca harus dapat mengidentifikasi dari setiap cerita dan mampu memisahkan antara tema pokok dan sub-subtema atau tema tambahan.

Tema Komik Misteri Bunga Suzuran memliki kesamaan makna yaitu mendeskripsikan makna "Suzuran" yang memiliki dua arti Suzuran (sejenis bunga lily) yang juga merupakan bunga kota dari kota Fujimi-cho ini adalah bunga putih kecil berbentuk lonceng yang mungil, dan memiliki aroma manis yang samar yang sangat menarik hati orang-orang, akan tetapi akarnya sangat beracun dan bisa membunuh orang. Tokoh utama dalam komik ini Suzuran Tokura gadis berbadan mungil dan supel, walaupun dia tidak begitu cantik, namun dia cukup manis dan pandai bergaul dengan siapa saja. Sikapnya yang ramah dan baik hati memanipulasi orang lain dan tidak ada yang tahu bahwa dia merupakan seseorang berdarah dingin. Berdasarkan kesimpulan dari Tema diatas Pengarang ingin menyampaikan bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari luar dirinya saja kita harus melihat juga mengetahui kepribadian dan jiwa seseorang itu.

Plot/Alur

Alur atau plot dapat didefinisikan dalam dua arti. Arti pertama adalah ringkasan cerita, arti kedua adalah penataan insiden atau kejadian-kejadian dalam sebuah cerita untuk memperoleh efek tertentu. Alur atau plot adalah struktur rangkaian

kejadian dalam cerita yang disusun sebagai inter relasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian-bagian dari keseluruhan fiksi (Semi, 1988 :43).

Luxemburg (dalam Fananie,2000:93) menyebut alur/plot adalah konstruksi yang dibuat pembaca mengenai sebuah deretan peristiwa yang secara logis dan kronologis saling berkaitan dan diakibatkan atau dialami oleh para pelaku. Plot berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa yang lain.

Di dalam karya sastra terdapat tiga alur, yaitu:

Alur maju (progresif), adalah rangkaian cerita yang dimulai dari pengenalan masalah, terjadinya konflik, klimaks, dan penyelesaian masalah.

Alur mundur (regresif), adalah rangkaian cerita yang dimulai dari menampilkan konflik, kemudian pengenalan tokoh dan penyelesaian masalah.

Alur campuran, merupakan perpaduan antara alur maju dan alur mundur.

Dalam komik ini pengarang menggunakan alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian yang akan datang. Alur maju mundur, dimana komik menceritakan keadaan Suzuran saat itu kemudian harus kembali kepada masa lalu untuk menjelaskan alasan mengapa suzuran akhirnya melakukan pembunuhan kepada ayahnya dan ingin menghancurkan keluarga Natsume. Dan akhirnya kembali maju dengan menceritakan suzuran dan Mino Natsume diakhir cerita.

Penokohan

Tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Tokoh tidak saja berfungsi untuk memainkan cerita, tetapi juga berperan menyampaikan ide, motif, plot, dan tema (Fananie, 2000 : 86). Tokoh dalam cerita memiliki karakter dan sifat-sifat yang sesuai dengan yang dimainkan. Tokoh juga mempunyai posisi dalam sebuah cerita tergantung dimana ia ditempatkan. Hal inilah yang disebut dengan penokohan.

Menurut Nurgiyantoro (1995 :166), penokohan merupakan perwujudan dan pengembangan pada sebuah cerita. Tanpa adanya tokoh, suatu cerita tidak dapat tersampaikan dengan baik. Penokohan lebih luas istilahnya daripada tokoh dan perwatakan, karena penokohan mencakup siapa saja tokoh cerita, bagaimana perwatakan dan bagaimana penempatan dalam sebuah cerita sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas kepada para pembaca. Penokohan dan karakterisasi perwatakan menunjuk pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan watak-watak tertentu dalam sebuah cerita.

Didalam sebuah cerita biasanya terdapat dua jenis tokoh, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan atau tokoh pembantu. Dalam menentukan siapa tokoh utama dan tokoh pembantu dalam novel, pembaca dapat menentukannya dengan jalan melihat keseringan permunculannya dalam sebuah cerita. Selain lewat memahami peranan dan keseringan permunculannya, dalam menentukan tokoh utama serta tokoh pembantu dapat juga ditentukan lewat petunjuk yang diberikan oleh pengarangnya. Tokoh utama umumnya merupakan tokoh yang sering diberi

komentar dan dibicarakan oleh pengarangnya, sedangkan tokoh tambahan hanya dibicarakan ala kadarnya (Aminuddin, 2000 :79-80).

Beberapa tokoh dalam komik “Misteri Bunga Suzuran” ini:

Suzuran Tokura: tokoh utama merupakan anak yatim piatu yang diangkat keluarga Natsume. Memiliki penampilan luar yang baik dan manis akan tetapi didalam dirinya memiliki prilaku psikopat dan ingin menghancurkan keluarga Natsume.

Mino Natsume: saudari angkat suzuran merupakan ratu renang disekolahnya.

Berasal dari keluarga kaya. Sosoknya yang baik dan riang menjadikan dirinya disayangi keluarga dan teman-temannya.

Ryuuto Arisawa: Merupakan senior Mino disekolah dan sangat dekat dngan Mino.

Pak Natsume: Ayah Mino Natsume, dia merupakan pengusaha kaya akan tetapi memliki sifat yang kurang bertanggung jawab dan tidak bijak dalam menyikapi sesuatu terbukti dari tindakannya dalam terhadap Suzuran.

Ibu Natsume: merupakan ibu Mino, Sikapnya baik hati dan penuh kasih sayang.

Yuki dan Natsu: Sahabat dekat Mino.

Ron: Anjing kesayangan Mino, Ron juga tidak menyukai keberadaan Suzuran.

Sudut Pandang

Sudut pandang dapat dikatakan sebagai dasar berpijak pembaca untuk melihat peristiwa-peristiwa dalam cerita. Robert Stanton dalam (Sugihastuti, 2007:53) menjelaskan bahwa Pemikiran dan emosi para karakter hanya dapat diketahui melalui berbagai tindakan yang mereka lakukan. Pendeknya, ‘kita’ memiliki

posisi yang berbeda, memiliki hubungan yang berbeda dengan tiap peristiwa dalam cerita (di dalam atau di luar satu karakter, menyatu atau terpisah secara emosional), ‘posisi’ ini sebagai pusat kesadaran, tempat di mana kita dapat memahami setiap peristiwa dalam cerita, maka dinamakan “sudut pandang”.

Unsur intrinsik karya fiksi berikutnya adalah sudut pandang. Nurgiyantoro (2009: 246) berpendapat bahwa sudut pandang adalah cara penyajian cerita, peristiwa-peristiwa, dan tindakan-tindakan pada karya fiksi berdasarkan posisi pengarang di dalam cerita. Siswandarti (2009: 44) juga sependapat bahwa sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita fiksi. Sudut pandang dalam komik ini menggunakan sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita.

Gaya Bahasa

Pada komik juga terdapat cara pengucapan bahasa yang sering disebut gaya bahasa. Gaya bahasa (style) merupakan cara pengucapan pengarang dalam mengemukakan sesuatu terhadap pembaca (Ambrams, 1981: 190-1 via Nurgiyantoro, 2009: 276). Dalam stile juga terdapat beberapa unsur seperti, leksikal, struktur kalimat, retorika, dan penggunaan kohesi. Berikut penjabaran tentang unsur-unsur tersebut menurut Nurgiyantoro (2009: 290-309).

Gaya adalah cara pengarang menggunakan bahasa dalam menyampaikan cerita. Masing-masing pengarang memiliki gaya yang berbeda. Perbedaan tersebut secara umum terletak pada berbagai aspek bahasanya; seperti kerumitan, ritme, panjang-pendek kalimat, pada bagian-bagian humor, kenyataan, dan banyaknya

imaji serta metafora. Gaya membuat pembaca dapat menikmati cerita, menikmati gambaran tindakan, pikiran, dan pandangan yang diciptakan pengarang, serta dapat mengagumi keahlian pengarang dalam menggunakan bahasa.Gaya bahasa dalm komik misteri bunga suzuran Menggunakan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh para pembacanya dan memungkinkan pembaca menikmatinya.

Amanat

Amanat menurut Siswandarti (2009: 44) adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita, baik tersurat maupun tersirat. Berdasarkan pengertian tersebut Amanat merupakan pesan yang dibawa pengarang untuk dihadirkan melalui keterjalinan peristiwa di dalam cerita agar dapat dijadikan pemikiran maupun bahan perenungan oleh pembaca.

Latar dan karakter memiliki hubungan erat yang bersifat timbal-balik. Dalam berbagai cerita dapat dilihat bahwa latar memiliki daya untuk memunculkan tone dan mood emosional yang melingkupi sang karakter.

Menurut Nurgiyantoro (2009: 220) latar dibedakan menjadi dua, latar netral dan latar tipikal. Latar netral merupakan latar yang tidak mendeskripsikan secara khas dan tidak memiliki sifat fungsional. Latar netral tidak menjelaskan secara pasti cerita terjadi dimana, kapan, dan dalam lingkungan sosial yang seperti apa.

Contoh latar netral seperti di desa, kota, hutan, suatu waktu, dan lain sebagainya.

Lain halnya dengan latar tipikal, latar tipikal menjelaskan secara konkret sifat khas latar tertentu. Kejelasan latar tipikal memudahkan pembaca dalam pengimajinasian, karena pada latar tipikal ada keterkaitan yang rapat dengan realitas pada kehidupan nyata.

Amanat dalam Komik misteri bunga suzuran mencerminkan bahwa kita tidak bias menilai seseorang hanya dari luarnya saja, Kepedulian dan kasih sayang disekitar kita mempengaruhi perkembangan dan prilaku seseorang. Jika keadaan sekitar yang membawa dampak negative baik itu dalam keluarga dapat mempengaruhi prilaku anak-anak sehingga dewasanya mengalami tekanan mental yang mengakibatkan prilaku menyimpang.

Dokumen terkait