• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan dengan bantuan perusahaan hiburan dan juga publik figure asuhannya mulai mendatangkan hasil setelah pemerintah China mulai untuk meringankan sanksi yang diberikan kepada Korea Selatan setelah perwakilan kedua negara bertemu untuk membahas lebih lanjut mengenai hubungan kedua negara kedepannya.

Pasca keputusan ini pemerintah Korea pun dengan aktif melakukan upaya normalisasi untuk menarik kembali antusiasme masyarakat China terhadap Korea Selatan seperti yang sudah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya. Hasil dari upaya normalisasi yang dilakukan oleh publik figure ini dapat dilihat dari masyarakat China yang kembali menerima kebudayaan Korea Selatan untuk memasuki pasar

China. Dalam pangsa pasar music China platform streaming music online yaitu QQ Music mulai kembali memasukkan music dari para penyanyi Korea Selatan kedalam chart. Album group idol BIGBANG dengan judul “MADE” menduduki peringkat nomer 4 setelah kembali memasuki chart QQ Music meski diluncurkan 1 tahun lebih lambat dari perilisan di Korea Selatan.82 Penjualan album dari penyanyi G Dragon dengan judul “Kwon Ji Young” mencetak rekor sebagai album Korea dengan penjualan terbesar di QQ Music dengan jumlah penjualan sebesar 1,5 juga copy.83 Pada tahun 2020 penyanyi Korea Selatan yang juga merupakan member boy group EXO, Baekhyun mencetak rekor terbaru untuk album Korea Selatan pertama yang mendapatkan sertifikat “Triple Platinum” pada QQ Music dan memperoleh pendapatan 2 juta yuan dalam waktu 3 jam 38 menit.84

Respon baik bagi industri music ini tidak hanya diterima oleh para penyanyi yang mulai mengembalikan kekuatannya pada peringkat music di China. Industri music China juga mulai terpengaruh oleh bagaimana industri music Korea Selatan berjalan. Pasca SM Entertainment dan JYP Entertainment membentuk boy group yang melibatkan warga negara China dan melakukan promosi di China, trend musisi di China mulai berubah. Minat masyarakat yang awalnya lebih menikmati penyanyi solo kini mereka lebih menikmati penyanyi yang tergabung dalam group selayakanya K-Pop Idol. Pergantian trend minat masyarakat ini juga dipengaruhi oleh tayangan Produce 101 dan versi China.85 Program ini merupakan program kompetisi bagi 101 siswa pelatihan agensi hiburan di Korea Selatan yang nantinya

akan dipilih 11 orang terpilih untuk membentuk group baru.86 Pada tahun 2018 Mnet perusahaan pembuat program ini menyatakan kerjasamanya dengan Tencent untuk membentuk versi China dari Produce 101.87 Acara ini menarik minat masyarakat China untuk menontonnya, hingga akhir musim jumlah penayangan acara ini mencapai 4,3 miliar penonton. Program yang serupa yaitu Idol Producer yang dibentuk oleh iQiyi mengumpulkan 100 juta suara dari masyarakat China untuk menentukan 20 besar kontestan.88

Dengan adanya perubahan minat masyarakat China terhadap penyanyi menjadikan iQiyi dan Tencent juga mulai meluncurkan sebuah program music yang juga terinspirasi dari program music mingguan Korea. Program ini nantinya akan memberikan penghargaan kepada group sesuai dengan hasil peringkat mingguan dari beberapa aplikasi music. Program yang diluncurkan oleh iQiyi adalah Idol Hits yang mendasarkan peringkat dari data Billboard China dan Tencent meluncurkan Yo!Bang yang menggunakan peringkat dari QQ Music.89

Menurut wawancara yang dilakukan oleh Asian Boss, masyarakat China menyatakan bahwa minat untuk music Korea masih mudah diterima dikarenakan kualitas music yang disuguhkan masih lebih mumpuni dari pada apa yang dimiliki oleh industri China. Sehingga konten kebudayaan Korea Selatan mudah untuk diterima juga dikarenakan masyarakat yang masih merasa belum puas akan industri hiburan di China. Banyak masyarakat China juga berharap para perusahaan hiburan Korea Selatan ini juga turut serta melibatkan kebudayaan

China ketika mereka melakukan lokalisasi untuk dapat mengembangkan kepopulerannya di China.90

Alasan tersebut yang menjadikan iQiyi mulai untuk membeli hak tayang beberapa drama Korea Selatan karena banyak masyarakat China mulai kembali meminati drama Korea.91 Drama Korea sudah diijinkan untuk memasuki pertelevisian China sejak Oktober tahun 2019 lalu dan mendapatkan respon yang baik diantara masyarakat China.92 Antusias masyarkat China terhadap drama Korea ini dimulai pada akhir tahun 2018 drama Korea mulai ditayangkan di Weibo, yaitu Sky Castle drama Korea yang meraih rating tertinggi yang ditayangkan di stasiun TV swasta.

Drama ini menceritakan mengenai perjuangan dan obsesi ibu rumah tangga yang tinggal di lingkungan elit yang bernama Sky Castle memasukkan anak anaknya kedalam universitas bergengsi di Korea Selatan. Drama ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat China khususnya ketika drama ini sudah mulai mencapai akhir, sebuah tagar tentang drama ini mendapatkan 350 juta klik dan 323 ribu komentar dari masyarakat yang membahas mengenai konflik yang terjadi di dalam drama tersebut di comment section di Weibo. Dalam kurun waktu 12 jam setelah drama ini dipublikasikan sudah sebanyak 20 juta pengguna yang mengakses episode baru dari drama ini. Plot yang disajikan menarik perhatian masyarakat China karena adanya kemiripan budaya mengenai system pendidikan di China dan Korea Selatan serta motivasi para orang tua terhadap pendidikan yang bergengsi.93

Fenomena ini kembali terulang pada tahun 2020, drama Crash Landing on You yang ditayangkan di Weibo mendapatkan perhatian dengan jumlah 460 juta tayangan pada topic dari episode terakhir drama ini. Drama yang menceritakan hubungan antara tentara Korea Utara dan pengusaha fashion Korea Selatan menarik perhatian masyarakat China karena akhir yang bahagia sesuai dengan ekspektasi penonton. Publik tidak hanya tertarik terhadap plot yang disajikan, gaya hidup dan gaya busana para pemain juga menarik perhatian masyarakat China. Banyak dari mereka yang menginginkan pakaian yang para pemain kenakan dan meminta brand pembuatnya untuk menghadirkan di China.94

Tahun 2021 film I Love Catman yang merupakan film kerjasama antara China dan Korea ini akhirnya mendapatkan waktu pasti penayangannya setelah sempat tertunda penayangan akibat adanya permasalahan THAAD. Film yang diproduksi tahun 2016 ini pada mulanya direncanakan tayang pada tahun 2017 di Dataran China.95 Tahun ini akhirnya film ini akan dipublikasikan melalui beberapa platform streaming online seperti iQiyi dan dinyatakan akan tayang tahun 2021.96 Platform penyedia tiket online di China Mayoran menyatakan lebih dari 100.000 penggunanya menempatkan film ini kedalam daftar keinginan mereka.97

Perubahan sikap masyarakat China terhadap produk Korea Selatan juga ditunjukkan dari jumlah impor produk Korea Selatan meskipun pada tahun 2017 banyak masyarakat China yang melakukan boikot terhadap produk Korea Selatan.

Penjualan Korea Selatan kepada China meningkat pada tahun 2018 khususnya

produk kecantikan. Pada tahun 2018 jumlah ekspor Korea Selatan pada sector produk kecantikan mencapai $6,3 miliar dan China menjadi negara nomor satu sebagai cosumer tertinggi dari sector ini. Peningkatan jumlah ekspor ini dikarenakan masyarakat China merasa produk perawatan kulit dan kosmetik Korea Selatan mencantumkan beberapa kandungan yang sesuai untuk masyarakat China.98 Jumlah ekspor pada produk kecantikan ini juga merupakan dampak dari menyebarnya kembali kebudayaan modern Korea Selatan atau Hallyu Wave ke China.99 Para publik figure ini menyebarkan mengenai produk kecantikan Korea Selatan melalui drama dan endorsement yang melibatkan mereka juga menjadi salah satu factor yang menjadikan banyak masyarakat China tertarik untuk membeli. Secara keseluruhan jumlah impor produk Korea Selatan pada tahun 2018 mencapai 26,8% atau sekitar $162,2 miliar.100

Perusahaan ritel ternama Korea Selatan, Lotte yang sempat diboikot oleh masyarakat China dan para pegawainya serta hampir mengalami penutupan di seluruh cabangnya diseluruh China mulai kembali dapat berjalan. Selain itu, perusahaan ini juga kembali mendapatkan izinnya untuk melanjutkan pembangunan proyek real estate seharga $2,6 miliar yang sempat tertunda akibat bikot yang dilakukan oleh masyarakat China. Proyek ini termasuk pembangunan shopping mall, hotel, gedung perkantoran dan apartemen.101

Respon yang ditunjukkan oleh masyarakat China ini sesuai dengan rencana yang dirancang oleh Presiden Moon Jae In dalam Five-year Plan masa administrasi

Moon Jae In. Dalam Five-year Plan ini terdapat 100 poin yang mencantum rencana masa depan, tujuan kebijakan dan strategi yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya. Dalam 100 poin kebijakan yang dijalankan Moon Jae In juga melibatkan kebijakannya dalam upaya menangani kebudayaan Korea Selatan atau Hallyu. Kebijakan untuk sector tersebut dimasukkan dalam Poin Strategi Building a Coutry Where Liberty, Creativity and Culture Thrive, dalam poin 67 yang menyatakan tugas pemerintah untuk mengantarkan era kebudayaan yang akan melibatkan kebudayaan Korea Selatan kedalam kehidupan sehari hari. Hal ini telah dicapai dengan ditandai publik China yang mulai melibatkan kebudayaan Korea Dalam kehidupan sehari hari mereka dengan publik yang juga terpengaruh akan lifestyle masyarakat Korea Selatan. Pada poin stategi ini juga terdapat poin tugas pemerintah Korea Selatan untuk menyebarkan Hallyu ke seluruh negara.

Hal ini dimulai dengan upaya Moon Jae In untuk mencoba mengembalikan penyebaran Hallyu di China.102

Dengan demand yang hadir di publik China terhadap konten dan produk Korea Selatan menjadikan kemudahan bagi Korea Selatan untuk melakukan upaya normalisasi. Banyak masyarakat China yang juga masih mengikuti perkembangan konten Korea Selatan selama masa konflik antara kedua negara. Selama konten Korea Selatan dilarang untuk memasuki pangsa pasar China terdapat banyak drama Korea yang menarik perhatian dan penasaran masyarakat China karena banyak diperbincangkan di media social. Dengan adanya pelarangan masuknya

konten Korea Selatan menjadikan munculnya banyak situs yang menayangkan drama Korea secara illegal. Drama Korea Goblin atau Guardian pada tahun 2016 menjadi drama populer dengan rating 20,5% pada channel TVN.103 Pencapaian ini menarik rasa penasaran publik China dibuktikan dengan jumlah topic pembicaraan mengenai drama Goblin ini mencapai 420 juta tagar.104 Namun terhalang larangan oleh pemerintah mereka menjadikan banyak pihak yang menayangkan drama ini melalui situs illegal. Banyak publik China yang menggunakan jalur ini untuk tetap menikmati drama Korea lainnya yang populer pada masa itu yaitu Legend of The Blue Sea. Akibat dari penayangan melalui situs illegal ini pemerintah Korea Selatan mengambil tindakan dengan mengirimkan peringatan terhadap pihak situs situ yang menyebarkan drama Korea secara illegal.105 Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah China untuk menutup pasar mereka terhadap konten Korea Selatan minat masyarakat terhadap Korea Selatan masih cukup tinggi. Tingginya minat masyarakat China terhadap konten dan kebudayaan Korea Selatan menjadikan industri Korea Selatan yang bergantung pada pasar China mudah untuk mengembalikan posisinya setelah dilakukan upaya normalisasi.

1 Ji Eun, Kim. (2010). “Korean Wave in China: Its Impact on The South Korean-Chinese Relations”. The University of British Columbia. hlm. 3.

2 Ji Hoon, Park. (2018). “The rise and fall of Korean drama eksport to China: The history of state regulation of Korean dramas in China” dalam The International Communication Gazette 0(0), hlm. 6-7.

3 Ji Eun, Kim, Op. Cit., hlm.5

4 Junxiong, Wei. (2016). “Why Korean Dramas are Popular in China”, dalam International Journal of Arts and Commerce, Vol. 5, No. 9, hlm. 22.

5 Soo Hyun, Jang. (2012). “The Korean Wave and Its Implocation for the Korea-China Relationship”, dalam Journal of International and Area Studies, Vol. 19, No. 2, hlm. 99

6 Ibid. hlm. 100

7 Frater, Patrick. (2014). “China and South Korea Sign Co-Production and Import Deal”, diakses dari

https://variety.com/2014/biz/asia/china-and-south-korea-sign-co-production-and-import-deal-1201258316/ pada 10 Juni 2021.

8 Sang Joon, Lee. (2019). “The South Korean film industry and the Chinese film market”, dalam Screen. Vol. 60, Issue 2, hlm. 339.

9 Seungyun, Oh, (2017), “Shifting Soft Power Dynamics in Anti-Hallyu of China and Japan”. Seoul International University, hlm. 47-49.

10 Ibid. hlm. 62-65

11 Ethan Meick & Nargiza Salidjanova. (2017). China’s Response to U.S.-South Korean Missile Defense System Deployment and its Implications, dalam US-China Economic and Security Review Commission, hlm. 4-5.

12 Ibid. hlm. 7

13 Ji Hoon Park. (2018). “The rise and fall of Korean drama eksport to China: The history of state regulation of Korean dramas in China” dalam The International Communication Gazette, 0(0) 1=19. hlm 12-13.

14 Ibid. hlm. 13

15 Ibid.

16 Yonhap. (2016). “EXO's China concert postponed amid row over THAAD”, diakses dari https://en.yna.co.kr/view/AEN20161207005900315 pada 5 Mei 2021.

17 Ethan Meick & Nargiza Salidjanova, Op.Cit., hlm.7

18 Kaiman, Jonathan. (2017). “China, upset over a planned missile-defense system, is taking aim at South Korea’s pop stars and TV shows”. Diakses dari https://www.latimes.com/world/asia/la-fg-korea-thaad-20170301-story.html, pada 17 November 2020

19 Ethan Meick & Nargiza Salidjanova, Loc. Cit.

20 Yiqian, Zhang. (2017). “Boycotting Korean firms, products over THAAD triggers ideological conflict online in China”, diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/1036693.shtml pada 5 Mei 2021.

21 Sheng, Yang. (2017). “South Korean Product Facing Boycott”. diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/1035782.shtml pada 5 Mei 2021.

22 Ethan Meick & Nargiza Salidjanova, Loc. Cit

23 BBC News. (2017). “South Kor ea tourism hit by China ban”. diakses dari https://www.bbc.com/news/business-40565119 pada 5 Mei 2021.

24 Jae Yoon Park. (2019). “The Rise of K-Dramas: Essays on Korean Television and Its Global Consumption”. Mc Farland & Company. hlm 82.

25 See Won Byun. (2020). “Chinese Views of South Korea: Aligning Elite and Popular Debate”. dalam Joint U.S.-Korea Academic Studies, hlm. 162

26 Yaoti, Ren. (2016). “Chinese fans of S.Korean pop culture stay loyal despite rumored ban”. diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/1001068.shtml pada 5 Mei 2021.

27 Ibid.

28 C. Hernandez, Javier. (2017). “South Korean Stores Feel China’s Wrath as U.S. Missile System Is Deployed”, diakses dari https://www.nytimes.com/2017/03/09/world/asia/china-lotte-thaad-south-korea.html pada 5 Mei 2021.

29 See Won Byun, Loc.Cit.

30 Ibid.

31 Xinhua. (2016). “S.Korean firms’ shares lose value over THAAD: brokerage”, diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/999238.shtml pada 5 Mei 2021.

32 Chung Min Lee & Kathryn Botto. (2018). “Korea Strategic Review President Moon Jae-in and The Politics of Inter-Korean Détente”, dalam Carneige Endowment For International Peace, hlm.37

33 Ibid. hlm. 42

34 Ankit, Panda. (2017). “South Korea’s Moon Jae-in to Visit China Next Week”, diakses dari

https://thediplomat.com/2017/12/south-koreas-moon-jae-in-to-visit-china-next-week/ pada 26 Mei 2021.

35 Jeongseok Lee. (2017). “Back to Normal? The End of the THAAD Dispute between China and South Korea”, diakses dari https://jamestown.org/program/back-normal-end-thaad-dispute-china-south-korea/ pada 26 Mei 2021.

36 Chung Min Lee & Kathryn Botto, Op.Cit., hlm 43.

37 Ministry of Foreign Affairs Republik of Korea. (2017). “President holds interview with CCTV before state visit to China” diakses dari

https://www.mofa.go.kr/eng/brd/m_5475/view.do?seq=319608&srchFr=&srchTo=&srchWord=&srchTp=&multi_i tm_seq=0&itm_seq_1=0&itm_seq_2=0&company_cd=&company_nm=&page=4&titleNm pada 25 Mei 2021.

38 Chung Min Lee & Kathryn Botto, Op.Cit., hlm 43.

39 Parlez, Jane. (2017). “South Korea’s Leader, Meeting Xi Jinping, Seeks ‘New Start’ With China” diakses dari https://www.nytimes.com/2017/12/14/world/asia/china-south-korea-xi-jinping.html pada 2 Juni 2021.

40 Dam Young, Hong. (2017). “Song Hye-kyo, EXO-CBX meet President Moon Jae-in in Beijing”. Diakses dari http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20171214000801. Pada 19 November 2020.

41 Soon Do, Hong. (2017). “China Virtually End Hallyu Ban”. diakses dari https://www.huffpost.com/entry/china-virtually-ends-hallyu-ban_b_59fb14cae4b09afdf01c40a1 pada 17 Mei 2021.

42 Herman, Tamar. (2018). “EXO And CL Poised To Represent K-Pop At Pyeongchang 2018 Olympics Closing Ceremony”. diakses dari https://www.forbes.com/sites/tamarherman/2018/02/23/exo-cl-poised-to-represent-k-pop-at-pyeongchang-2018-closing-ceremony/?sh=3840e9fe170e pada 2 Juni 2021.

43 Yonhap. (2017). “K-pop act films Chinese TV show amid hopes of Beijing lifting 'hallyu ban'”, diakses dari https://en.yna.co.kr/view/AEN20171102012000315 pada 2 Juni 2021.

44 Sonia Kil. (2017). “Election of New South Korean President Heralds Film Industry Reforms”, diakses dari

https://variety.com/2017/film/asia/film-industry-reforms-for-korean-president-moon-jae-in-1202421834/ pada 2 Juni 2021

45 Koreaboo. (2017). “Presidential Front-Runner Moon Jae In Visits SM Entertainment’s COEX Artium”. diakses dari https://www.koreaboo.com/stories/presidential-front-runner-moon-jae-in-visits-sm-entertainments-coex-artium/

pada 2 Juni 2021.

46 Leng Shumei. (2019). “Warming China-South Korea ties bring market hopes to K-pop stars”. diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/1174669.shtml pada 17 Mei 2021.

47 Koreanarea. (2018). “Live Stream Weibo TVXQ Capai 10 Juta Penonton, Situs Alami ‘Crash’”. diakses dari https://koreanarea.com/2018/04/03/live-stream-weibo-tvxq-capai-10-juta-penonton-situs-alami-crash/ pada 17 Mei 2021.

48 Yonhap. (2018). “Korean entertainment industry expands into China”, diakses dari

http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20180528000284#:~:text=Korean%20entertainment%20industry%20e xpands%20into%20China&text=Korean%20TV%20channels%20will%20participate,products%2C%20industry%20so urces%20said%20Monday pada 23 November 2020.

49 Kbizoom. (2019). “The 3 most popular Kpop groups in China – BTS is absent, EXO ranks 1st place, diakses dari https://kbizoom.com/the-3-most-popular-kpop-groups-in-china-bts-is-absent-exo-ranks-1st-place” pada 17 Mei 2021.

50 KStationTV. (2020). “WayV: The New participants of “SM Super Idol League””, diakses dari

https://kstationtv.com/2020/10/27/wayv-the-new-participants-of-sm-super-idol-league/?lang=en pada 30 April 2021.

51 AllKpop. (2021). “EXO's Kai will be participating in the 10th season of 'SM Super Idol League'”, diakses dari https://www.allkpop.com/article/2021/01/exos-kai-will-be-participating-in-the-10th-season-of-sm-super-idol-league pada 22 Mei 2021.

52 Ethan Meick & Nargiza Salidjanova, Loc. Cit.

53 SBS Pop Asia. (2018). “These fancafes have huge numbers”, diakses dari

https://www.sbs.com.au/popasia/blog/2018/07/30/which-k-pop-groups-have-biggest-fandoms-china#:~:text=Chinese%20media%20outlets%20recently%20collected,to%204%20million%20fancafe%20users pada 22 Mei 2021.

54 Herman, Tamar. (2019). “WayV Represents SM Entertainment's Goals For Global Dominance Through Cultural Technology”, diakses dari https://www.forbes.com/sites/tamarherman/2019/01/16/wayv-represents-sm-entertainments-goals-for-global-dominance-through-cultural-technology/?sh=c5cd3a641291 pada 30 April 2021

55 Osen. (2019). “Waysion V, comeback dengan mini-album pertama 'Take Off' pada tanggal 9 .. "Energi yang kuat menghantam industri musik China" [Posisi Resmi], diakses dari http://osen.mt.co.kr/article/G1111135012 pada 22 Mei 2021.

56 QQ Music. (2019). “Popularity Chart Week 19th“ ,diakses dari

https://y.qq.com/m/client/v5detail/global_gift_rank.html?ADTAG=cbshare&_video=true&channelId=10036163&o peninqqmusic=1&topyear=2020&type=2&week=19&year=2019 pada 22 Mei 2021.

57 Shining-Star. (2019). “Shining Star Season 1”, diakses dari https://shining star.fandom.com/wiki/Shining_Star_Season_1 pada 23 Mei 2021.

58 Shining-Star. (2019). “ Shining Star Chinese Version”, diakses dari https://shining-star.fandom.com/wiki/Shining_Star_Chinese_Version pada 23 Mei 2021.

59 Well-madeK-Content. (2020) “Shining Star”, diakses dari https://welcon.kocca.kr/en/directory/content/shining-star--1618 pada 23 Mei 2021.

60 Herman, Tamar. (2018). “JYP Entertainment-Produced Chinese Group Boy Story Releases First Single 'Enough'”, diakses dari https://www.billboard.com/articles/news/international/8476457/jyp-entertainment-chinese-group-boy-story-enough pada 25 Mei 2021.

61 Shan Jie. (2018). “Teenage boy bands garner increasing international fan base for Chinese pop culture”, diakses dari https://www.globaltimes.cn/content/1125510.shtml pada 27 Mei 2021.

62 Giant Goal Entertainment. (2017). “BOY STORY, The Youngest Hip-Hop Boy Band Released Their 1st Single Album in China”. diakses dari https://www.prnewswire.com/news-releases/boy-story-the-youngest-hip-hop-boy-band-released-their-1st-single-album-in-china-300516245.html pada 29 Mei 2021.

63 Koreaboo. (2019). “BLACKPINK’s Lisa Confirmed To Join China’s “Idol Producer” As A Mentor”. diakses dari https://www.koreaboo.com/news/blackpinks-lisa-confirmed-join-chinas-idol-producer-mentor/ pada 30 Mei 2021.

64 iQiyi. (2020). “Idol Producer 2020-04-09 Eps 12 Grup NINEPERCENT yang terdiri dari 9 orang terbentuk.” diakses dari https://www.iq.com/play/19rwmjq75k pada 30 Mei 2021.

65 Hellokpop. (2019). “WayV’s Lucas And (G)I-DLE’s Yuqi To Join “Running Man” Chinese Spin-Off “Keep Running””, diakses dari https://www.hellokpop.com/tv-movies/wayv-lucas-gi-dle-yuqi-keep-running/ pada 30 Mei 2021.

66 Cheong Wa Dae. (2017). “Results of State Visit to China by the President”, diakses dari https://english1.president.go.kr/BriefingSpeeches/Briefings/155 pada 9 Juni 2021.

67 Oxford Economics. “The economic contribution of the film and television industries in South Korea”. Oxford Economics. Hlm. 12.

68 Korean Cultural Center. “Tentang Korea”. diakses dari https://id.korean-culture.org/id/144/korea/46 pada 7 Juni 2021.

69 Julie Kim Jackson. (2017). “Future of Hallyu beyond China?”. Diakses dari

http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20170101000168 diakses pada 7 Juni 2021.

http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20170101000168 diakses pada 7 Juni 2021.

Dokumen terkait