• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Revenue Stream Tahap II

Harga penjualan produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi per kemasan adalah sebesar Rp 8.000. harga ini ditentukan berdasarkan rentang kesesuaian harga yang diharapkan pelanggan. Menurut pelanggan, penetapan harga tersebut masih dalam batas yang wajar karena sesuai dengan penampilan produk sereal dengan penambahan susu dan kemasan menarik.

23

Tabel 8 Perubahan komponen model bisnis tahap kedua No Komponen Model bisnis pembaruan

tahap pertama Model bisnis pembaruan tahap kedua diperkirakan terdapat 7,6 juta jiwa yang mengalami diabetes. Jika dalam sebulan diasumsikan tiap konsumen membeli 600 gram bekatul terstabilisasi, dengan harga jual Rp 66/gram, maka total addressable market dapat diasumsikan sebesar Rp 300,96 miliar per bulan atau setara dengan Rp 3,611 triliun per tahun.

Served Available Market

Berdasarkan data konsumen potensial yang diperoleh dari hasil pengujian masalah dapat diperkirakan bahwa serve available market produk sereal bekatul terstabilisasi sekitar 78% dari total adressable market, yakni sebanyak 5.928.000 jiwa. Jika dalam sebulan tiap konsumen membeli 600 gram bekatul terstabilisasi, dengan harga Rp 66/gram, maka serve available market dapat diasumsikan sebesar Rp 234,74 miliar per bulan atau setara dengan Rp 2,816 triliun per tahun.

Target Market

Target market diasumsikan yaitu 1 % dari total SAM sebesar 59.280 jiwa.

Dengan asumsi jumlah pembelian tiap bulan dan harga pembelian yang sama, maka target market yang diperoleh sebesar Rp 2,374 miliar per bulan atau setara dengan Rp 36,11 miliar per tahun.

Analisis Aliran Pendapatan dan Struktur Biaya

Aliran pendapatan dan struktur biaya perlu dilakukan untuk melihat profitable yang bisa dihasilkan dari produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi.

berdasarkan Lampiran 6, MVP 0 memiliki total biaya produksi sebesar Rp 9.889.489 per bulan. Dalam satu bulan produksi dapat menghasilkan 2.000 unit produk. Jika harga penjualan sebesar Rp 10.000 per unit, maka total penjualan yang dapat diperoleh sebesar Rp 20.000.000 per bulan. Total penerimaan yang diperoleh harus dipotong dengan biaya distribusi yang diasumsikan sebesar 30%

dari total penjualan, yakni Rp 6.000.000 per bulan. Akhirnya, total penerimaan yang diperoleh dari MVP 0 sebesar Rp 4.110.511 per bulan.

Jika dibandingkan dengan analisis aliran pendapatan dan struktur biaya pada MVP 1 maka akan lebih baik profitable-nya jika dibandingkan MVP 0. Namun memerlukan total biaya produksi yang lebih besar, yakni Rp 25.222.489 per bulan.

MVP 1 diasumsikan dapat diproduksi sebanyak 7.500 unit produk per bulan . Jika harga penjualan sebesar Rp 8.000 per unit, maka total penjualan yang dapat diperoleh sebesar Rp 60.000.000 per bulan. Akhirnya total penerimaan yang diperoleh setelah dipotong biaya distribusi sebesar Rp 16.777.511 per bulan.

Perbandingan analisis aliran pendapatan dan struktur biaya pada MVP 0 dan MVP 1 dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Analisis aliran pendapatan dan struktur biaya pada MVP 0 dan MVP 1

No Elemen MVP 0 MVP 1

2 Jumlah produksi (unit/bulan) 2.000 7.500

3 Harga Jual (Rp/unit) 10.000 8.000

4 Total biaya produksi (Rp/bulan) 9.889.489 25.222.489 5 Total penjualan (Rp/bulan) 20.000.000 60.000.000 6 Total biaya distribusi (Rp/bulan) 6.000.000 18.000.000 7 Total penerimaan (Rp/bulan) 4.110.511 16.777.511

Analisis Perubahan MVP 1 menjadi MVP 2

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perubahan-perubahan fitur dari MVP 0 yang diharapkan pelanggan. pada MVP 1, penyelesaian permasalahn mengenai kepraktisan penyajian dan kemasan oleh produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi ini sudah dapat diterima. Namun belum dapat menyelesaikan permasalahan pelanggan mengenai penerimaan pelanggan terhadap aspek rasa.

Berdasarkan saran-saran yang diperoleh dari responden, perlu dikembangkan MVP 2 dengan fitur variasi rasa, seperti rasa vanili, coklat dan rempah-rempah dengan kandungan gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Perubahan komponen fitur MVP 1 menjadi MVP 2 dapat dilihat pada Tabel 10.

25

Tabel 10. Perubahan komponen fitur MVP 1 menjadi MVP 2

No Komponen perubahan MVP 1 MVP 2

2 Bentuk kemasan - Kemasan berbentuk wadah/piring yang

Dalam melakukan verifikasi kecocokan produk terhadap pasar terdapat tiga pertanyaan penting yang harus dijawab, yakni : 1) apakah pelanggan lebih memilih untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan, 2) apakah produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dengan penyajian dan kemasan praktis dikembangkan untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pelanggan, 3) apakah terdapat pelanggan potensial yang menjadi konsumen produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dengan penyajian dan kemasan praktis.

Pertama, pelanggan umumnya memilih untuk memecahkan masalahnya dibandingkan memenuhi kebutuhannya. Masalah-masalah yang menjadi dominan untuk dipecahkan masalahnya adalah kepraktisan dan penyajian kemasan, seperti sereal yang bisa dimakan dimana saja dan kapan saja serta sereal yang mudah penyajiannya. Akan tetapi, terdapat pelanggan juga yang ingin memenuhi keinginannya seperti menginginkan rasa sereal yang nikmat. Dalam memecahkan masalah dan memenuhi keinginannya, pelanggan biasanya memiliki solusi sendiri, seperti penambahan susu dan gula serta membawa gelas dan termos air. Namun mereka menginginkan produk sereal yang dapat menyelesaikan semua masalah dan keinginannya dalam satu produk tanpa aktifitas yang ribet.

Kedua, produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dikembangkan untuk menyelesaikan masalah dan memenuhi keinginan konsumen. Produk sereal bekatul terstabilisasi dapat menyelesaikan permasalahan kepraktisan yang terdapat pada pelanggan. Dengan desain kemasan seperti mangkuk dan ringan, dapat dijadikan sebagai produk alternatif sereal yang dapat dikonsumsi dimana saja dan kapan saja. Namun produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi belum bisa memenuhi keinginan pelanggan. Produk belum diterima dari sisi rasa. Umumnya pelanggan tidak menyukai rasa dan aroma bekatul. Penambahan susu dan gula tidak memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan cita rasa sereal. Pelanggan merekomendasikan untuk mengembangkan produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dengan perisa rasa buah-buahan.

Ketiga, berdasarkan hasil pengujian solusi, produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi memiliki penerimaan yang cukup tinggi oleh pelanggan. Dari segi kepraktisan kemasan, keamanan pangan, dan kepraktisan penyajian, lebih dari 90% responden menerima produk tersebut. Namun sebanyak 58% responden belum bisa menerima rasa dari produk. Kemudian, sebanyak 78% dari 50 responden yang diwawancarai merupakan konsumen potensial. Artinya, serve available market yang dapat tersedia sebanyak sebesar Rp 234,74 miliar per bulan.

Verifikasi Pelanggan dan Cara Mencapainya

Karakteristik pelanggan yang ingin membeli produk sereal bekatul terstabilisasi adalah penderita diabetes yang memiliki aktifitas padat setiap harinya sehingga pelanggan membutuhkan produk sereal yang praktis. Pelanggan mengonsumsi sereal dengan alasan sebagai makanan pendamping karbohidrat atau cemilan sehat. Pelanggan memilih saluran supermarket dan toko sebagai tempat membeli produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi.

Pelanggan memiliki aktifitas setiap harinya yang dimulai dengan sarapan pagi di rumah. Sarapan biasanya dengan mengonsumsi sereal atau nasi. Jika tidak sempat sarapan maka pelanggan akan membeli makanan di luar saat di perjalanan atau membawa bekal ke kantor. Bagi pelanggan yang memiliki kebiasaan mengemil saat di kantor, mereka akan memilih cemilan yang sehat seperti biskuit dan sereal. Saat jam pulang kerja, umumnya pelanggan terjebak macet di perjalanan. Jika lapar, maka mereka mencoba untuk menahan laparnya hingga sampai ke rumah atau memilih menepi dan makan malam di rumah makan yang berada di pinggir jalan.

Verifikasi Pendapatan yang Diperoleh

Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi memiliki potensi pasar yang cukup besar jika dilihat dari ukuran pasar TAM, SAM, dan TM. Jika produksi sereal kesehatan bekatul terstabilisasi sebanyak 7.500 unit per bulan dan biaya penjualan per unit dengan harga Rp 8.000, maka dapat dihasilkan omset penjualan sebesar Rp 60.000.000 per bulan. Hasil penjualan tersebut tidak semuanya menjadi revenue perusahaan. Perusahaan perlu mengeluarkan biaya saluran distribusi yang diasumsikan sebesar 30% dari harga jual produk atau sebesar Rp 18.000.000 per bulan. Kemudian dari harga pokok produksi sebesar Rp 3.362,99 per unit dapat dihitung total biaya produksi perusahaan yang memproduksi 7.500 unit/bulan, yakni sebesar Rp 25.222.489. Akhirnya, total penerimaan yang dapat diperoleh perusahaan sebesar Rp 16.777.511 per bulan.

Verifikasi Model Bisnis Akhir

Berdasarkan hasil verifikasi kecocokan produk dengan pasar, verifikasi pelanggan dan cara mencapainya, serta verifikasi pendapatan yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa perlu model bisnis perlu dilakukan pivot kembali.

Verifikasi kecocokan produk dengan pasar belum memberikan hasil yang terbaik.

Hal ini disebabkan karena ada permasalahan pelanggan yang belum dapat diselesaikan dengan produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi, yakni aspek rasa. Berdasarkan saran responden, diperlukan strategi pengembangan produk dengan variasi rasa seperti vanili, cokelat, dan rempah-rempahan.

27

Dokumen terkait