4. Evaluasi Kinerja ( Evaluation )
2.2 Review Peneliti Terdahulu (Theoretical Mapping)
Muda (2005) meneliti mengenai “Pengaruh Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Kinerja Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Sekretariat Kota Kotamadya Jakarta Selatan”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perencanaan anggaran dan
pelaksanaan anggaran secara bersama sama terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Ketika perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran kinerja naik, maka akuntabilitas kinerja instansi pemerintah juga naik.
Parhusip (2007) meneliti “Pengaruh Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Terhadap Akuntabilitas Publik dan Transparansi di Pemerintah Kota/Kabupaten Yang Terjadi Pemekaran”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa anggaran berbasis kinerja berpengaruh secara signifikan terhadap akuntabilitas publik dan transparansi di pemerintah kota/kabupaten yang terjadi pemekaran. Anggaran berbasis kinerja mampu untuk meningkatkan akuntabilitas publik dan transparansi di pemerintahan daerah/kota yang terjadi pemekaran.
Harjanti (2009) meneliti “Pengaruh Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Pemerintahan Kota Depok”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan anggaran berbasis kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah. Semakin baik penerapan anggaran berbasis kinerja pada pemerintah Kota Depok maka akan semakin meningkat pula akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Kota Depok.
Kusumaningrum (2009) meneliti mengenai “Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Propinsi Jawa Tengah”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi dan sistem pelaporan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Untuk itu pemerintah daerah dituntut untuk memiliki sistem informasi akuntansi yang handal. Jika sistem informasi
akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah masih lemah, maka kualitas informasi yang dihasilkan sistem tersebut dapat menyesatkan bagi yang berkepentingan terutama dalam hal pengambilan keputusan.
Lukmanurdin (2011) meneliti mengenai “Pengaruh Perencanaan Strategis dan Perencanaan Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Cianjur”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perencanaan strategis dan perencanaan anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Perencanaan strategis akan memungkinkan Pemda untuk menegakkan akuntabilitas (pengukuran kinerja), pelaksanaan rencana, pemantauan pelaksanaan, dan penyediaan umpan balik untuk masyarakat sehingga ada perubahan yang positif di berbagai bidang secara terus-menerus.
Widiawati (2011) meneliti dengan judul “Pengaruh Implementasi Penganggaran Berbasis Kinerja Terhadap Akuntabilitas Instansi Peemrintah Daerah Kabupaten Sukabumi”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa implementasi penganggaran berbasis kinerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap akuntabilitas instansi pemerintah. Semakin baik penganggaran berbasisi kinerja maka semakin tinggi tingkat akuntabilitas instansi pemerintah di daerah Kabupaten Sukabumi.
Arti (2013) meneliti “Pengaruh Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Terhadap Akuntabilitas Dinas Pendidikan Kota Depok”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan anggaran berbasis kinerja khususnya variabel efisien dan efektif berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan anggaran, penerapan anggaran berbasis kinerja pada variabel efisien memiliki pengaruh
lebih signifikan terhadap akuntabilitas dibandingkan dengan variabel efektif dan penerapan anggaran berbasis kinerja pada variabel ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa konsep pengganggaran berbasis kinerja yang diterapkan sudah mengarah positif menuju tercapainya akuntabilitas Dinas Pendidikan Kota Depok, namun masih perlu peningkatan pada variabel ekonomi yang masih dideskripsikan negatif oleh para pemangku kepentingan.
Heptariani (2014) meneliti “Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Budaya Organisasi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja (Studi Empiris pada Universitas Riau)”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja, sedangkan variabel sistem pelaporan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja. Hal ini disebabkan karena sistem pelaporan apapun pada akhirnya akan dilengkapi dengan data dan informasi pelaksanaan program ataupun kegiatan dan data penting lainnya sehingga perbedaan sistem pelaporan tidak akan membuat perubahan pada akuntabilitas kinerja.
Amasi (2014) meneliti “Pengaruh Pengawasan Fungsional terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kota Gorontalo (Studi Kasus Inspektorat Kota Gorontalo)”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengawasan fungsional berpengaruh signifikan dan positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Apabila pengawasan fungsional inspektorat Kota Gorontalo dilakukan dengan baik akan dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah Kota Gorontalo.
Andasia (2014) meneliti “Pengaruh Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Penelitian pada Pemerintah Kabupaten Sitaro)”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan anggaran berbasis kinerja berpengaruh tidak signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Ketika anggaran berbasis kinerja telah berjalan dengan baik maka akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Kabupaten sitaro akan terwujud dengan baik pula.
Tabel 2.1 Review Peneliti Terdahulu
Tahun Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
Muda Instansi Pemerintah pada Sekretariat Kota perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran secara bersama sama terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
Anngaran Berbasis Kinerja berpengaruh secara signifikan terhadap akuntabilitas publik dan transparansi di pemerintah kota/kabupaten yang terjadi pemekaran
Anggaran berbasis kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah. dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.
Variabel Independen (X): Kejelasan sasaran anggaran,
Pengendalian
akuntansi, dan Sistem pelaporan.
Variabel Dependen (Y): Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi, dan sistem pelaporan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Lukma nurdin (2011)
Pengaruh Perencanaan Strategis dan Perencanaan Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di
Perencanaan strategis dan perencanaan anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. berbasis kinerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap akuntabilitas instansi pemerintah Dinas Pendidikan Kota Depok
Variabel Independen (X):
Ekonomi, efisiensi dan efektif.
Variabel Dependen (Y):
Akuntabilitas.
Penerapan anggaran berbasisi kinerja khususnya variabel efisiensi dan efektif berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan anggaran, penerapan anggaran berbasis kinerja pada variabel efisien memiliki pengaruh lebih signifikan terhadap akuntabilitasa dibandingkan dengan variabel efektif dan penerapan anggaran berbasisi kinerja pada variabel ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas. Organisasi dan Sistem Pelaporan Terhadap Organisasi dan Sistem Pelaporan
Variabel Dependen (Y):
Akuntabilitas Kinerja
Kejelasan sasaran anggaran dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja, sedangkan variabel sistem pelaporan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah Kota Gorontalo (Studi Kasus Inspektorat Kota berpengaruh signifikan dan positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Penganggaran berbasis kinerja berpengaruh tidak signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
Highlight the synergies between the planning
Laureen allocation and horizontal information asymmetry on budget proposals, budget slack, and performance.
(Menggunakan anggaran untuk evaluasi kinerja:
dampak sumber alokasi dan asimetri informasi horizontal pada proposal anggaran, kesenjangan evaluation) functions of managerial accounting practices such as budgeting.Our results also suggest that by designing the internal information system to reduce information
asymmetry among
subordinates, the firm Can increase subordinates' incentivest provide more accurate budgets. (Menyoroti sinergi antara perencanaan (sumber alokasi) dan fungsi pengendalian dari praktik manajemen akuntansi seperti penganggaran. Hasil penelitian juga menyarankan dengan merancang sistem informasi internal untuk mengurangi asimetri informasi di antara bawahan, perusahaan dapat meningkatkan insentif pada bawahan dalam menyediakan anggaran yang lebih akurat) usaha dalam Anggaran Berbasis Kinerja pada Pemerintah Federal)
The models show positive, but not statistically significant, results. Therefore, not enough empirical evidence is found that program appropriation was impacted by the PART ratings. (Model menunjukkan hasil positif, tapi hasilnya secara statistik tidak signifikan. Oleh karena itu, bukti empiris yang ditemukan tidak cukup membuktikan program apropriasi dipengaruhi oleh penilaian PART).
BAB III