Bab II : Kajian Teoritis
C. Riba Dan Pengharamannya
1. Pengertian Riba
Secara etimologi, riba berarti bergerak, subur, kelebihan atau tambahan. Arti secara bahasa ini dipahami dari firman Allah dalam surah Fushshilat (QS. 41:39), yang berbunyi:
يِ َّ
لاَّنِإۦ ْتَبَرَو ْتَّ َتْهاَءاَم ْلااَهْيَلَعاَ ْلنَزنَأاَذِإَفًةَعِشاَخ َضْرَ ْلاىَرَتَكَّنَأِهِتاَيآْنِمَو
﴾٣٩﴿ٌريِدَقٍءْ َش ِّ ُكَٰ َعُهَّنِإۦٰ َتْوَمْلا ِيْحُمَلاَهاَيْح َ أ
Artinya : “Dan di antara tandatandaNya (ialah) bahwa kau Lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila Kami turunkan
82 Wahbah az-Zuhaili, AlFiqh alIslami…., h. 3508-3509.
air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesung
guhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.“83
Selanjutnya firman Allah dalam surah an-Nahl (QS. 16:92), berbunyi:
ًلَخَدْمُكَناَمْي َ
أَنوُذِخَّتَتاًثاَكن َ
أٍةَّوُقِدْعَبنِماَه َلْزَغ ْت َضَقَن ِتَّلَكاوُنوُكَت َلَو
َمْوَيْمُكَل َّ َنِّيَبُ َلَوۦِهِبَُّللاُم ُكوُلْبَياَمَّنِإۦٍةَّمُأْنِمٰ َبْرَأَ ِهٌةَّمُأَنوُكَتنَأْمُكَنْيَب
﴾٩٢﴿َنوُفِلَتْ َ
تِهيِفْمُتنُكاَمِةَماَيِق ْ لا
Artinya : “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskanNya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.“84
Adapun secara terminologi para ulama fiqh mendefinisikan bahwa riba adalah kelebihan harta dalam suatu transaksi tanpa ada imbalan/gantinya.
2. Pengharaman Riba
Berdasarkan pengertian riba di atas dan ayat yang dijadikan sebagai landasan hukum kebolehan jual beli, dapat dipahami bahwa riba adalah sesuatu yang dilarang dan diharamkan Allah, sebagaimana yang dinyatakan pada surah al-Baqarah (QS. 2:275).
Adapun Hadits Nabi tentang keharaman riba tersebut berbunyi:
83 Depag. RI, AlQur’an dan Terjemahannya, h. 778
84 I b i d. h. 416
وموابرلاكاملسوهيلعللالصللالوسرنعل:لاقهنعللاضررباجنع
.
85ملسمويراخلاهاور.ءاوسمه:لاقو،هيدهاشوههبتكاوهك
Artinya : Dari Jabir r.a berkata; Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan cara riba, para penu
lis nya dan para saksinya, dia berkata; semua mereka itu sama .Hadits riwayat Bukhary dan Muslim.
Demikian tegasnya terhadap kebolehan jual beli dan keha -ra man riba, hingga digandengkan dalam satu penggalan ayat da-lam surat al-Baqarah. Tentang pengharaman riba dapat dijum pai berulang kali dalam al-Quran maupun Hadits, karena riba meru-pakan suatu bentuk kezaliman ekonomi yang harus dihindari.
Sebelum kedatangan Islam, riba merupakan suatu sistem, dimana pinjaman asal digandakan dan terganda, tersistem melalui psoses penambahan (usurious), oleh sebab itu Islam datang dan menolak meng akui riba sebagai suatu transaksi bisnis yang adil.
Berdasarkan dalil al-Quran dan Hadits Rasulullah saw. para ulama fiqh sepakat menyatakan bahwa muamalah dengan cara riba ini hukumnya haram, karena itu pekerjaan melakukan riba adalah suatu pekerjaan dosa besar yang wajib ditinggalkan. Orang yang pernah melakukannya hendaklah berhenti dengan segera dan bertobat. Kalau dia tobat, dia boleh mengambil modalnya itu kembali dengan tidak mengambil keuntungan yang didapat dari riba itu.86 Menurut al-Maraghi seorang mufassir dari Mesir sebagaimana yang dikutip oleh H. Nasrun Haroen bahwa proses keharaman riba disyariatkan Allah secara bertahap.87 Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pertama, dimana Allah menyatakan bahwa riba itu bersifat negatif, hal ini dapat kita pahami dalam surat al-Rum (QS.
30:39):
85 Muhammad bin Ismail al-Kahlany, Subulussalam, jilid 3, h. 36
86 Syekh H. Abdul Halim Hasan Binjai, Tafsir alAhkam (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), h.164
87 Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir alMaraghi. Lihat Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah, h. 182
ٍة َكاَزنِّممُتْيَتآاَمَوۦَِّللاَدنِعوُبْرَي َلَف ِساَّلناِلاَوْمَأ ِفَوُبْ َيِّلاًبِّرنِّممُتْيَتآاَمَو
﴾٩٣﴿َنوُفِع ْضُم ْلاُمُه َكَِٰلوُأَفَِّللاَهْجَوَنوُديِرُت
Artinya : “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.“88
Menurut para mufassir, ayat ini ayat Makiyah (ayat-ayat yang diturunkan pada periode Mekkah), ayat yang pertama kali berbicara tentang riba.
b. Kedua, Allah memberi isyarat tentang keharaman riba melalui kecamanNya terhadap praktek riba di kalangan masyarakat Yahudi. Ini dapat kita pahami yang dinyatakan Allah dalam surat an-Nisa’ (QS. 4:161) :
َنيِرِف َكْلِلاَنْدَتْعَأَوۦِلِطاَْلاِب ِساَّلناَلاَوْم َ
أْمِهِل ْكَأَوُهْنَعاوُهُنْدَقَواَبِّرلاُمِهِذْخَأَو
﴾١٦١﴿اًم ِل َ
أاًباَذَعْمُهْنِم
Artinya : “Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orangorang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.“89
Ayat ini termasuk ayat Madaniyah (yang diturunkan pada periode Madinah), dimana Allah menegaskan tentang kecaman-Nya terhadap orang-orang yang melakukan praktek riba.
c. Ketiga. Tahap berikut ini Allah telah menyatakan bentuk riba yang diharamkan dengan sifatnya yang berlipat ganda, ketegasan sifat ini dinyatakan Allah dalam surat Ali Imran (QS; 3:130):
88 Depag.RI, AlQuran dan Terjemahnya, h. 647
89 Ibid, h. 150
َنوُحِلْفُتْمُك َّلَعَلََّللااوُقَّتاَوًةَفَعا َضُّماًفاَعْضَأاَبِّرلااوُلُكْأَت َلاوُنَمآَنيِ َّلااَهُّيَأاَي
﴾١٣٠﴿
Artinya : “Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan ber tak
walah kamu kepada Allah supaya kamu men dapat keberuntungan.“90
Allah sudah menegaskan dalam ayat di atas dan menya-takan ciri/sifat dari riba tersebut, apabila sifat itu ditemukan dan mengindikasikan adanya penambahan terhadap harta seseorang, hal tersebut tergolong riba dan diharamkan.
d. Keempat. Tahap ini merupakan tahapan akhir untuk me-nyatakan secara totalitas dengan segala ciri dan sifatnya bahwa riba itu diharamkan. Hal ini dapat dipahami dari surat al-Baqarah ayat 275 dinyatakan Allah bahwa jual beli itu tidak sama dengan riba, pada ayat berikutnya (ayat 276) Allah memerintahkan untuk memusnahkan riba, selan-jutnya pada ayat 278 dinyatakan Allah supaya manusia me ning galkan segala sisa riba (yang belum dipungut), agar menjadi manusia yang beriman.