• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risiko Kepatuhan (lanjutan) Compliance Risk (continued)

Dalam dokumen Report BAG 2013 Small size (Halaman 147-158)

2012 Belum jatuh tempo dan tidak mengalam

7. Risiko Kepatuhan (lanjutan) Compliance Risk (continued)

Pada umumnya, risiko kepatuhan melekat pada sebuah perseroan terbatas yang terkait erat pada peraturan perundang- undangan dan ketentuan lain yang berlaku, yang mengatur kewajiban Bank sebagai sebuah lembaga perbankan, seperti: risiko kredit terkait dengan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM); Kualitas Aktiva Produktif; Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK); penerapan tata kelola yang baik (GCG); dan risiko lain yang terkait dengan ketentuan tertentu. Ketidakmampuan Bank untuk mengikuti dan mematuhi seluruh peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan usaha Bank dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan usaha Bank.

In general, the compliance risk is embedded in the limited liability company which is related to the prevailing laws and regulations and other regulations, which regulate the Bank‟s responsibility as a banking institution, such as: credit risks related to Capital Adequacy Ratio (CAR) regulations; Earning Assets Quality; Allowance for Impairment Losses (CKPN); Legal Lending Limit (BPMK); Good Corporate Governance (GCG); and other risks related to certain regulations. The inability by the Bank to follow and comply with all laws and regulations related to the Bank‟s business activities may affect the continuity of the Bank.

Bank melakukan identifikasi dan pengelolaan risiko kepatuhan sejak awal dengan memberikan advis kepada unit bisnis dan unit operasional dalam hal pengembangan produk dan/atau aktivitas baru dan secara aktif melakukan penilaian terhadap kebijakan Pedoman dan Prosedur Internal yang dimiliki oleh Bank untuk memastikan bahwa seluruh peraturan eksternal telah diakomodasi sedemikian rupa dan selanjutnya untuk dipatuhi dalam pelaksanaannya.

The Bank identifies and manages compliance risk early by providing assistance to the business units and operational units in developing new products and activities and actively perform an assessment of the policies Internal Guidlines and Procedures owned by the Bank to ensure that all external regulations have been applied properly in such manner and subsequently adhered to in practice.

Bank memantau perkembangan eksposur risiko kepatuhan setiap bulan dan menyampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Laporan Profil Risiko Bank. Bank juga menetapkan strategi mitigasi risiko atas setiap kejadian risiko kepatuhan yang perlu mendapat perhatian khusus.

The Bank monitors compliance risk exposure progress every month and submits to the Directors and Board of Commissioners through the Bank‟s Risk Profile Report. The Bank also sets a risk mitigation strategy for each event of compliance risks that need special attention.

Selanjutnya, Bank memiliki perangkat media online untuk menyampaikan sosialisasi semua peraturan yang berlaku kepada seluruh jajaran Bank, sehingga setiap unit kerja terkait dapat

melaksanakan tugas dan

tanggungjawabnya sesuai dengan peraturan Bank.

Furthermore, the Bank has the tools of online media to socialize all the rules applied to all levels in the Bank, hence each related unit can carry out its duties and responsibilities in accordance to the Bank‟s regulations.

IV. Profil Risiko (lanjutan) IV. Risk Profile (continued)

8. Risiko Stratejik 8. Strategic Risks

Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.

Strategic risk is the risk due to inappropriateness in the decision and/or execution of a strategic decision and failure to anticipate changes in the business environment.

Ketidakmampuan Bank dalam melakukan penyusunan strategi yang tepat dapat menimbulkan kegagalan bisnis Bank di masa yang akan datang.

Inability of the Bank to undertake the preparation of a proper strategy may result in the failure of the Bank's business in the future.

Bank melakukan identifikasi dan kuantifikasi risiko stratejik sejak awal penyusunan rencana bisnis Bank dengan berpedoman pada visi, misi, strategi dan kemampuan Bank.

The Bank identifies and quantifies strategic risk from the beginning of business plan preparation based on its vision, mission, strategy and capability.

Bank mengelola risiko stratejik melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara kolektif dan komprehensif di lingkungan Komite Manajemen (Management Committee) untuk disampaikan ke Direksi, yang turut mempengaruhi dan berdampak pada langkah-langkah bisnis yang akan diambil dalam kerangka kebijakan dan arah yang telah ditetapkan.

The Bank manages strategic risk through the process of considerations and

collective decision-making and

comprehensive in the management committee to be submitted to the Directors, that influence and impact the business steps to be taken in the policy framework and direction that has been set.

Selanjutnya, Bank memantau perkembangan eksposur risiko stratejik setiap bulan dan menyampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Laporan Profil Risiko Bank. Terhadap kejadian risiko stratejik yang perlu mendapat perhatian khusus, telah ditetapkan strategi mitigasi risikonya oleh Bank.

Furthermore, the Bank monitors the development of strategic risk exposure on each month and submits it to the Directors and Board of Commissioners through the Bank‟s Risk Profile Report. On the event of strategic risks that need special attending, the Bank has set up the related risk mitigation strategy.

wajarnya.

31 Desember 2013

Nilai tercatat/ Carrying amount

Nilai wajar/

Fair value December 31, 2013

Aset Keuangan: Financial Assets:

Kas 315.001 315.001 Cash

Giro pada Bank Indonesia 1.444.552 1.444.552

Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank lain - neto 200.188 200.188

Current accounts with other banks - net

Penempatan pada Bank Indonesia

dan bank lain - neto 1.069.837 1.069.837

Placements with Bank Indonesia and

other banks - net

Surat-surat berharga - neto 1.664.066 1.664.066 Marketable securities -net

Pendapatan bunga yang masih

akan diterima 99.807 99.807

Accrued interest receivables

Kredit yang diberikan - neto 15.352.474 15.352.474 Loans - net

Tagihan akseptasi 108.633 108.633 Acceptance receivables

Penyertaan saham 137 137

Investment in shares of stock

Tagihan derivatif 516 516 Derivative receivables

Aset lain-lain: Other asset:

Setoran jaminan 5.623 5.623 Guarantee deposits

Jumlah Aset Keuangan 20.260.834 20.260.834 Total Financial Assets

Liabilitas Keuangan: Financial Liabilities:

Liabilitas segera 46.236 46.236

Obligations due immediately

Simpanan nasabah 17.363.406 17.363.406 Deposits from customers

Simpanan dari bank lain 145.608 145.608 Deposits form other banks

Liabilitas akseptasi 108.633 108.633 Acceptance payables

Pinjaman diterima 2.205 2.205 Borrowing

Pinjaman subordinasi 611.731 431.246 Subordinated loan

Bunga masih harus dibayar 55.089 55.089

Accrued interest payables

Liabilitas derivatif 580 580 Derivative payables

Liabilitas lain-lain: Other liability:

Setoran jaminan 10.649 10.649 Guarantee deposits

(lanjutan) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, nilai

tercatat dari aset dan liabilitas keuangan Bank memiliki nilai yang hampir sama dengan nilai wajarnya. (lanjutan)

As of December 31, 2013 and 2012, the carrying values of Bank‟s assets and financial liabilities has value that is almost equal to the fair value.

(continued)

31 Desember 2012

Nilai tercatat/ Carrying amount

Nilai wajar/

Fair value December 31, 2012

Aset Keuangan: Financial Assets:

Kas 232.428 232.428 Cash

Giro pada Bank Indonesia 1.448.689 1.448.689

Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank lain - neto 530.300 530.300

Current accounts with other banks - net

Penempatan pada Bank Indonesia

dan bank lain - neto 437.722 437.722

Placements with Bank Indonesia and

other banks - net

Surat-surat berharga 1.601.011 1.601.011 Marketable securities

Pendapatan bunga yang masih

akan diterima 77.706 77.706

Accrued interest receivable

Kredit yang diberikan - neto 15.201.934 15.201.934 Loans - net

Tagihan akseptasi 115.945 115.945 Acceptance receivable

Penyertaan saham 137 137

Investment in shares of stock - net

Aset lain-lain: Other asset:

Setoran jaminan 5.544 5.544 Guarantee deposits

Jumlah Aset Keuangan 19.651.416 19.651.416 Total Financial Assets

Liabilitas Keuangan: Financial Liabilities:

Liabilitas segera 67.753 67.753

Obligations due immediately

Simpanan nasabah 17.399.114 17.399.114 Deposits from customers

Simpanan dari bank lain 52.309 52.309 Deposits form other banks

Liabilitas akseptasi 115.945 115.945 Acceptance payables

Pinjaman diterima 4.410 4.410 Borrowing

Pinjaman subordinasi 713.687 474.642 Subordinated loan

Bunga masih harus dibayar 47.729 47.729

Accrued interest payables

Liabilitas lain-lain: Other liability:

Setoran jaminan 7.311 7.311 Guarantee deposits

dan aset lain other assets. Nilai tercatat dari giro pada Bank Indonesia

dan bank lain dengan suku bunga mengambang adalah perkiraan yang layak atas nilai wajar.

The carrying amount of floating rate current accounts with other banks and Bank Indonesia is a reasonable approximation of fair value.

Estimasi nilai wajar terhadap aset lain-lain ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk hutang dengan risiko kredit dan sisa jatuh tempo yang serupa. Karena sisa jatuh tempo di bawah 1 (satu) tahun sehingga nilai tercatat dari aset lain-lain adalah perkiraan yang layak atas nilai wajar.

The estimated fair value of other assets is based on discounted cash flows using prevailing money-market interest rates for debts with similar credit risk and remaining maturity. Since the maturity is below 1 (one) year, the carrying amount of other assets is a reasonable approximation of fair value.

b. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain

b. Placements with Bank Indonesia and other banks

Nilai tercatat dari penempatan dan simpanan overnight dengan suku bunga mengambang adalah perkiraan yang layak atas nilai wajar.

The carrying amount of floating rate placements and overnight deposits is a reasonable approximation of fair value.

Estimasi nilai wajar terhadap penempatan dengan suku bunga tetap ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk hutang dengan risiko kredit dan sisa jatuh tempo yang serupa. Karena sisa jatuh tempo di bawah 1 (satu) tahun sehingga nilai tercatat dari penempatan dengan suku bunga tetap adalah perkiraan yang layak atas nilai wajar.

The estimated fair value of fixed interest bearing deposits is based on discounted cash flows using prevailing money market interest rates for debts with similar credit risk and remaining maturity. Since the maturity is below 1 (one) year, the carrying amount of fixed interest bearing deposits is a reasonable approximation of fair value.

c. Surat-surat berharga c. Marketable securities

Nilai wajar untuk surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo ditetapkan berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa.

The fair value for held to securities is based on market prices or broker/dealer price quotations. Where this information is not available, fair value is estimated using quoted market prices for securities with similar credit, maturity and yield characteristics.

d. Kredit d. Loans

Kredit dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat setelah dikurangi oleh beban penurunan nilai. Estimasi nilai wajar dari pinjaman yang diberikan mencerminkan jumlah diskonto dari estimasi kini dari arus kas masa depan yang diharapkan akan diterima. Arus kas yang diharapkan didiskontokan pada tingkat suku bunga pasar terkini untuk menentukan nilai wajar.

Loans are recorded at carrying amount net of allowance for impairment losses. The estimated fair value of loans represents the discounted amount of estimated future cash flows expected to be received. Expected cash flows are discounted at current market rates to determine fair value.

(lanjutan) (continued) e. Liabilitas segera, simpanan dari nasabah,

simpanan dari bank lain dan bunga masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain

e. Obligation due immediately, deposits from customers, deposits from other banks and accrued interest payable and other liabilities. Estimasi nilai wajar simpanan tanpa jatuh

tempo, termasuk simpanan tanpa bunga, adalah sebesar jumlah terutang ketika utang tersebut dibayarkan.

The estimated fair value of deposits with no maturity, which includes non-interest bearing deposits, is the amount repayable on demand.

Estimasi nilai wajar terhadap simpanan dengan tingkat suku bunga tetap dan beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga utang baru dengan sisa jatuh tempo yang serupa. Karena sisa jatuh tempo di bawah 1 (satu) tahun sehingga nilai tercatat dari simpanan dari nasabah, simpanan dari bank lain, bunga masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain adalah perkiraan yang layak atas nilai wajar.

The estimated fair value of fixed interest- bearing deposits and accrual and other liabilities not quoted in an active market is based on discounted cash flows using interest rates for new debts with similar remaining maturity. Since the maturity is below 1 (one) year, the carrying amount of deposits from customers, deposits from other banks, accrued interest payable and other liabilities is a reasonable approximation of fair value.

43. MANAJEMEN MODAL 43. CAPITAL MANAGEMENT

Tujuan utama dari kebijakan Bank atas kebijakan pengelolaan modal adalah untuk memastikan bahwa Bank memiliki modal yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha Bank saat ini dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang, dan untuk memenuhi ketentuan kecukupan permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan agar struktur permodalan Bank telah efisien.

The primary objectives of the Bank‟s capital management policy is to ensure that has a strong capital to support the Bank‟s business expansion strategy and to sustain business development in the future and also to comply with regulator capital adequacy requirements and also to ensure the efficiency of Bank‟s capital structure.

Bank menyusun Rencana Permodalan berdasarkan penilaian dan penelaahan atas kebutuhan kecukupan permodalan yang dipersyaratkan dan mengkombinasikannya dengan tinjauan perkembangan ekonomi terkini dan hasil dari metode stress test. Bank senantiasa akan menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko melalui proses perencanaan modal dan stress test, begitu pula dengan bisnis yang didasarkan pada permodalan dan persyaratan likuiditas Bank.

Bank undertakes Capital Planning based on assessment and review of the capital situation in terms of the legal capital adequacy requirement, combined with assessment of economic outlooks and stress test result. Bank will continue to link financial and capital adequacy goals to risk appetite through the capital planning process and stress testing method as well as assess the businesses based on Bank‟s capital and liquidity requirements.

Kebutuhan permodalan Bank juga direncanakan dan didiskusikan secara rutin yang didukung dengan data analisis.

The capital adequacy of the Bank are also discussed and managed on a routine basis supported by data analysis.

Rencana Permodalan disusun oleh Direksi sebagai bagian dan Rencana Bisnis Bank dan disetujui oleh Dewan Komisaris. Perencanaan ini diharapkan akan memastikan tersedianya modal yang cukup dan terciptanya struktur permodalan yang optimal.

Capital adequacy Planning is prepared by Board of Directors as part of Bank‟s business plan and is approved by the Board of Commissioners. Capital adequacy Planning to ensure that adequate levels of capital and an optimum mix of the different components of capital are maintained to support Bank‟s operational strategy.

dimana modal yang dimiliki diklasifikasikan dalam 2 Tier yaitu Modal Tier 1 dan Modal Tier 2.

regulatory capital is classified into tow tier: Tier 1 Capital and Tier 2 Capital.

Bank mematuhi semua persyaratan modal yang ditetapkan oleh pihak eksternal sepanjang periode pelaporan, khususnya berkenaan dengan perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Bank has complied with all externally imposed capital requirements throughout the reporting period, particullary regarding minimum Capital Adequacy Ratio (CAR) and calculation of Risk Weighted Assets (RWA).

Kewajiban penyediaan modal Bank dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar:

The Bank‟s capital adequacy ratio with consideration for credit, operational and market risk:

2013 2012

Komponen Modal Capital component

Modal Inti 1.648.197 1.652.093 Core capital

Modal Pelengkap 940.369 1.043.675

Supplementary capital

Jumlah Modal 2.588.566 2.695.768 Total capital

Aset Tertimbang Menurut Risiko

untuk Risiko Kredit 14.863.871 14.918.572

Risk Weighted Assets for Credit Risk

Aset Tertimbang Menurut Risiko

untuk Risiko Operasional 1.365.109 1.171.532

Risk Weighted Assets for Operational Risk

Aset Tertimbang Menurut Risiko

untuk Risiko Pasar 201.192 449.880

Risk Weighted Assets for Market Risk

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum untuk risiko

kredit dan risiko operasional 15,95% 16,75%

Capital Adequacy Ratio (CAR) with credit and

operational risk

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum untuk risiko kredit, risiko operasional dan

risiko pasar 15,82% 16,45%

Capital Adequacy Ratio (CAR) with credit, operational and market

Rasio Kewajiban Penyediaan

Modal Minimum yang

diwajibkan 8,00% 8,00%

Minimum Capital Adequacy Ratio

ASET

Tabel berikut menyajikan rasio aset produktif sebelum dikurangi penyisihan kerugian terhadap jumlah aset:

The following table presents the ratio of productive assets before allowance for losses to total assets.

2013 2012

Giro pada bank lain 1,07% 2,96%

Current accounts with other banks Penempatan pada Bank

Indonesia dan bank lain 5,70% 2,44%

Placements with Bank Indonesia and other

banks

Surat-surat berharga 8,87% 8,90% Marketable securities

Kredit yang diberikan 82,29% 85,00% Loans

Penyertaan saham 0,0% 0,00%

Investment in shares of stock

Jumlah aset produktif 97,93% 99,3% Total earning assets

45. INFORMASI PENTING LAINNYA 45. OTHER IMPORTANT INFORMATION

2013 2012

Rasio Aset Tetap Terhadap

Modal 30,12% 28,03%

Fixed Assets to Capital Ratio Rasio Kredit yang diberikan

Terhadap Dana Pihak

Ketiga (LDR) 88,87% 87,42%

Loans to Deposits Ratio (LDR) Rasio Kredit yang tergolong

Non Performing Loan

(NPL) terhadap Total Kredit 1,76% 0,80%

Non Performing Loans to Total Loans Ratio Rasio Beban Operasional

terhadap Pendapatan

Operasional (BOPO) 85,27% 93,03%

Operating Expenses to Operating Revenues Ratio Rasio Aset Produktif

Bermasalah terhadap Total

Aset Produktif 1,64% 0,73%

Non Performing Earning Assets to Earning Assets

Ratio Rasio Laba Setelah Pajak

terhadap Rata-rata Aset

(ROA) 1,39% 0,66%

Return on Assets (ROA) Ratio Rasio Laba Setelah Pajak

terhadap Rata-rata Ekuitas

(ROE) 12,53% 13,14%

Return on Equity (ROE) Ratio

46. KUASI-REORGANISASI 46. QUASI-REORGANIZATION

Sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, Bank mencatat saldo defisit sebesar Rp 145.017. Saldo ini merupakan akumulasi defisit dari krisis finansial yang menimpa Indonesia pada tahun 1998.

As of June 30, 2012, the Bank recorded a balance deficit of Rp 145,017. This balance represents the accumulated deficit of financial crisis that hit Indonesia in 1998.

para pemegang saham Bank melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 2012. RUPSLB ini dinyatakan dengan Akta Notaris No. 16 dari M. Nova Faisal, SH., M.Kn, dengan tanggal yang sama.

30, 2012 which was approved by the shareholders of the Bank through an Extraordinary General Meeting of Shareholders (RUPSLB) held on December 7, 2012. The RUPSLB was covered by Notarial Deed No. 16 of M. Nova Faisal, SH., M.Kn, on the same date.

Bank berkeyakinan bahwa kuasi-reorganisasi akan memberikan dampak positif dan prospek yang baik terhadap Bank di masa mendatang, antara lain:

The Bank believes that the quasi-reorganization will give positive effects and good prospect to the Bank moving forward, among others:

 Memulai awal baru dengan laporan posisi keuangan yang menunjukkan posisi keuangan dan struktur modal yang lebih baik tanpa dibebani defisit masa lampau;

To have a fresh start with statement of financial position which reflects better financial position and capital structure without being burdened by deficit;

 Kemampuan untuk pembayaran deviden sesuai

dengan peraturan perundangan yang berlaku; 

To enable paying dividend according to the prevailing regulation;

 Meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Bank sehingga diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Bank.

To increase the interest and attractiveness of the Bank investors to own Bank‟s shares Bank which will eventually increase the liquidity of the Bank‟s share trading in the market

Eliminasi dari defisit sebesar Rp 147.602 mengikuti urutan sebagai berikut:

The elimination of the deficit amounted to Rp 147,602 follows the following order:

 Eliminasi saldo cadangan umum sebesar Rp 2.585.

Elimination against the outstanding general reserves amounted to Rp 2,585.

 Eliminasi saldo selisih penilaian aset dan

liabilitas sebesar Rp 145.017. 

Elimination against the revaluation increment on assets and liabilities amounted to Rp 145,017.

Penentuan dari nilai wajar aset dan liabilitas Bank selain aset tetap dan agunan yang diambil alih didasarkan pada penilaian pada tanggal 30 Juni 2012 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik, KAP Armanda & Ernita, dalam laporannya No. 02/AUP-RA/XI/2012 tanggal 9 November 2012. Selain itu, nilai wajar aset tetap dan agunan yang diambil alih Bank didasarkan pada penilaian pada tanggal 30 Juni 2012 yang dilakukan oleh Penilai Independen, KJPP Hendra Gunawan & Rekan dalam laporannya No. V/2012/PKG/44/E tanggal 7 November 2012.

The fair values of the Bank‟s assets and liabilities exclude of fixed assets and foreclosed assets is based on the assessment as of June 30, 2012 performed by a Public Accountant Firm, KAP Armanda & Ernita, in its reports No. 02/AUP-RA/XI/2012 dated November 9, 2012. Furthermore, the Bank‟s fixed assets and foreclosed assets‟ fair value, is based on the appraisal as of June 30, 2012 performed by an independent appraiser, KJPP Hendra Gunawan & Rekan in its reports No. V/2012/PKG/44/E dated

Dalam dokumen Report BAG 2013 Small size (Halaman 147-158)