Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha dan laba Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Dalam pengelolaan Manajemen Risiko di Mandiri Tunas Finance dilaksanakan secara terintegrasi dengan perusahaan induk, yaitu Bank Mandiri. Dalam hal ini perusahaan induk melalui Satuan kerja Manajemen Risiko Terintegrasi bersama dengan Perusahaan Anak melakukan review terhadap risiko secara periodik triwulanan. Beberapa risiko di bawah ini yang dapat mempengaruhi usaha serta laba yang dihasilkan Perseroan diurutkan berdasarkan bobot dari yang tertinggi hingga bobot yang terendah, adalah sebagai berikut :
1. Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi Perseroan adalah ketidakmampuan nasabah untuk membayar kembali pinjaman/ kredit yang diberikan, baik pokok maupun bunga pinjaman / kredit. Risiko ini timbul dari pengelolaan piutang dan pemilihan target nasabah yang kurang hati-hati. Ketidaklancaran pembayaran angsuran maupun pokok jika terjadi dalam jumlah yang cukup besar, berdampak kepada menurunnya pendapatan dan keberlangsungan usaha Perseroan. Dimana lini usaha Pertanian, Perburuan, dan Sarana Pertanian mendapatkan fasilitas kredit terbesar atau sebesar 33,07% dari total fasilitas kredit
2. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas timbul jika perseroan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset likuid yang dapat diagunkan tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Perseroan serta kesulitan dalam mendapatkan sumber pendanaan usaha pembiayaannya baik melalui dana perbankan maupun sumber pendanaan lainnya seperti pasar modal yang berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan. Risiko pendanaan dari perbankan antara lain terkait dengan kebijakan perbankan mengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yaitu kebijakan dimana suatu bank memiliki batas nilai kredit maksimal yang dapat diberikan kepada satu kelompok usaha. Perseroan sebagai anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sehingga BMPK nya terkait dengan BMPK PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sedangkan sumber pendanaan lainnya dari pasar modal terkait dengan batasan-batasan rasio keuangan yang ditetapkan dimana Perseroan harus mempertahankan rasio DER sesuai dengan Risk Tolerance, yaitu 8 kali. Sehingga apabila rasio keuangan tersebut mendekati batas yang diperbolehkan membuat Perseroan tidak mungkin lagi menambah jumlah pinjamannya. Sampai dengan saat ini Perseroan mendapatkan dukungan dana yang cukup dari perusahaan induk sehingga risiko likuiditas ini dapat diminimalisasi.
3. Risiko Pasar
Risiko kerugian yang dihadapi Perseroan akibat posisi yang tercatat pada on dan off balance sheet karena pergerakan faktor pasar. Risiko pasar merupakan risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel harga pasar dari portofolio yang dimiliki Perseroan, yang dapat merugikan Perseroan. Variabel pasar mencakup suku bunga dan nilai tukar, termasuk deviasi dari kedua jenis risiko pasar tersebut. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas treasury serta investasi, kegiatan pembiayaan dan pendanaan, serta kegiatan pembiayaan perdagangan. Akan tetapi perusahaan tidak terekspose risiko ini karena : valuta yang digunakan baik funding Maupun lending adalah Rupiah sehingga bisnis tidak terekspose pada perubahan nilai tukar, suku bunga funding maupun lending bersifat fix sehingga tidak terpengaruh oleh pergerakan suku bunga pasar, baik funding maupun lending telah memperhatikan dengan cermat missmatch maturity, dan Perseroan juga mendapatkan sumber pendanaan yang berasal dari Join Financing Bank Mandiri yang telah diikat dengan perjanjian kerjasama dengan komposisi 99% : 1%.
4. Risiko Operasional
Risiko operasional yang dihadapi oleh Perseroan akibat adanya ketidakcukupan dana atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan. Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan. Risiko ini merupakan risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional Perseroan, seperti kegiatan pengkreditan, treasury, operasional dan jasa, teknologi sistem informasi dan sistem informasi manajemen, dan pengelolaan sumber daya manusia.
5. Risiko Hukum
Risiko yang dihadapi oleh Perseroan terkait permasalahan hukum adalah ketidakmampuan manajemen Perseroan tidak mampu dalam mengelola munculnya permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kerugian atau kebangkrutan bagi Perseroan. Risiko hukum antara lain dapat bersumber dari pada operasional, perjanjian dengan pihak ketiga, ketidakpastian hukum dan kelalaian penerapan hukum, hambatan dalam proses litigasi untuk penyelesaian klaim.
6. Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan adalah sejauh mana Perseroan sudah memastikan kegiatannya mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Regulator. Dikarenakan adanya pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan dapat dikenakan sanksi yang berat dari Regulator.
Risiko kepatuhan mencakup identifikasi semua ketentuan hukum, peraturan industri, kode etik, praktik terbaik, standar internal, dan sebagainya dan sejauh mana Perseroan telah menerapkannya dalam setiap kegiatan operasional yang dilakukan.
7. Risiko Reputasi
Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder kepada Perseroan akibat adanya persepsi negatif terhadap Perseroan. Risiko ini dapat timbul dari adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perseroan atau persepsi negatif mengenai Perseroan. Penilaian terhadap risiko ini dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya adalah pengaruh reputasi dari pemilik Perseroan, parameter pelanggaran etika bisnis, kompleksitas produk dan kerjasama bisnis, kualitas pemberitaan terhadap Perseroan, dan adanya pengaduan nasabah terhadap Perseroan.
8. Risiko Strategik
Risiko yang disebabkan oleh adanya pengambilan keputusan dan/atau penerapan strategi yang tidak tepat atau terjadi kegagalan pada perseroan dalam merespon terjadinya perubahan-perubahan kondisi eksternal. Risiko ini juga merupakan risiko risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Perseroan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau Perseroan tidak mematuhi / tidak melaksanakan perubahan / penyesuaian kegiatan operasional sesuai perundang-undangan, peraturan dan ketentuan lain yang berlaku. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi
Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
a. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
b. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.
Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa risiko-risiko di atas adalah risiko yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Manajemen Perseroan yang menyatakan bahwa semua risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dalam Informasi Tambahan.