Pilihan Pertama Masyarakat dengan Layanan Lengkap, Bermutu Tinggi dan dengan IlmuTerkini ”.
Visi Misi RS Dr. RM. Soedjarwadi telah sesuai dengan Visi dan Misi Provinsi Jawa Tengah, bahwa dengan layanan lengkap, bermutu tinggi dan ilmu terkini akan menumbuhkan kepercayaan masyakarat dalam menggunakan akses layanan kesehatan sehingga kebutuhan masyarakat kesehatan terpenuhi (masyarakat sejahtera).
Tabel 17
Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
NO URAIAN KEPALA DAERAH/WAKIL KEPALA DAERAH
RSJD DR. RM SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH 1 Visi Menuju Jawa Tengah
yang Sejahtera dan Berdikari.
Rumah Sakit Jiwa Pilihan Pertama Masyarakat dengan Layanan Lengkap, Bermutu Tinggi dan dengan Ilmu Terkini
2 Misi Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
1. Memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang terbaik bagi semua lapisan masyarakat
2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM secara berkesinambungan
3. Menjamin layanan kesehatan yang selalu terakreditasi dan tersertifikasi
4. Mewujudkan penataan rumah sakit jiwa modern yang tertata dan konsisten dengan master plan 5. Melaksanakan pendidikan,
pelatihan dan penelitian di bidang kesehatan jiwa
3 Program Rakyat sehat 1. Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Pelayanan Kesehatan 3. Sumber Daya Manusia
Kesehatan
4. Promosi dan Pemberdayaan 5. Peningkatan Mutu Pelayanan
Kesehatan BLUD
RENSTRA RSSK_ 2013-2018 | `xÄtçtÇ| WxÇztÇ ^xàâÄâátÇ [tà| 44 3.3 Telaah Renstra K/L
Kementerian Kesehatan Republik Indonesian telah menetapkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Dalam Renstra tersebut disebutkan bahwa tujuan dari Kementerian Kesehatan adalah:
Terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Dalam dokumen Renstra Kementerian Kesehatan tersebut juga dirumuskan tentang Kebijakan dan Strategi adalah “Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti;
dengan pengutamaan pada upaya promotif–preventif”, dalam strategi tersebut selanjutnya disebutkan pada fokus huruf-L adalah: Meningkatkan kesehatan jiwa melalui penguatan kesehatan jiwa berbasis masyarakat, pelayanan kesehatan jiwa dasar, pelayanan kesehatan jiwa rujukan yang berdasarkan evidence based.
Salah satu Program dalam Renstra tersebut adalah Program Pembinaan Upaya Kesehatan dengan sasaran hasil yaitu meningkatnya upaya kesehatan dasar, rujukan, keperawatan dan keteknisian medik, penunjang medik dan sarana kesehatan, dan kesehatan jiwa. Salah satu Kegiatan yang dilakukan sebagaimana disebutkan dalam butir B.2.8. adalah Pembinaan Upaya Kesehatan Jiwa dengan target keluaran: Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan jiwa. Indikator untuk pencapaian tersebut pada tahun 2015-2019 adalah: (a) Persentase Fasilitas Pelayanan Kesehatan (FAsyankes) Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) pecandu narkotika yang aktif sebesar 50%, (b) Jumlah kabuaten/kota yang memiliki Puskesmas yang menyelenggarakan upaya kesehatan jiwa sebanyak 280 kabupaten/kota, (c) Presentase Rumah Sakit Umum Rujukan Regional yang menyelnggarakan pelayanan kesehatan jiwa/psikiatri sebesar 60%
Selain itu dalam Pembangunan dan pengembangan RSJD Dr. RM.
Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan arah kebijakan dan strategi nasional, guna mendukung pencapaian SDGs pada tahun 2020;
dengan sasaran pembangunan kesehatan yaitu peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
RENSTRA RSSK_ 2013-2018 | `xÄtçtÇ| WxÇztÇ ^xàâÄâátÇ [tà| 45 3.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis
Dalam pembangunan dan pengembangan RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tidak bertentangan dengan Perda RTRW Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2029
Berdasarkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Sehat (KLHS) oleh tim KLHS yang dibentuk dalam rangka penyusunan RPJMD tidak ada indikasi pelayanan rumah sakit yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Dalam penyusunan RPJMD Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 hanya terdapat 25 program yang memberikan dampak negatif terhadap pengembangan lingkungan sedangkan rumah sakit tidak memiliki program yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sebagaimana disebut pada dokumen.
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Berdasarkan gambaran permasalahan yang telah diuraikan pada sub bab A sampai D, dapat dirumuskan permasalahan yang termasuk dalam kategori lebih penting, besar, dan memiliki kompleksitas relatif tinggi.
Dengan mempertimbangkan masih banyaknya penduduk yang rentan dan hidup dibawah garis kemiskinan, dan tingkat pengangguran masyarakat yang cukup tinggi, adanya kecenderungan pasien untuk memilih rumah sakit, yang didasari pertimbangan faktor biaya (murah) sampai pada faktor gaya hidup (fisik megah, pelayanan spesialistik, penggunaan peralatan dengan tehnologi canggih, sementara masyarakat semakin sadar akan hak-haknya sebagai pasien serta cenderung menyukai menempuh jalur hukum apabila ada hal-hal yang dianggapnya tidak benar dalam pelayanan rumah sakit yang diberikan kepadanya serta keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan cepat dan lengkap serta bermutu, maka permasalahan yang terseleksi sebagai isu strategis adalah sebagai berikut : 1. SOTK RS yang sangat sederhana sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkembang pesat mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat.
2. SDM ;
RENSTRA RSSK_ 2013-2018 | `xÄtçtÇ| WxÇztÇ ^xàâÄâátÇ [tà| 46 a. Belum tersedianya dokter spesialis tetap/full time untuk pelayanan
spesialis anak, spesialis radiologi, spesialis anestesi dan spesialis rehabilitasi medik untuk memenuhi standar pelayanan rumah sakit.
b. Jumlah SDM PNS masih sangat terbatas, sehingga RS perlu merekrut tenaga kontrak (HARLEP), hal ini berakibat akan menambah pembiayaan RS.
c. Profesionalisme kinerja SDM yang belum optimal dengan pelaksanaan reward dan punishment yang tidak jelas.
3. Sarana dan Prasarana:
a. Optimalisasi penggunaan alat kedokteran untuk menunjang pelayanan kesehatan yang memenuhi standar rumah sakit khusus Kelas A.
b. Terbatasnya lahan & letak geografis RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah kurang mendukung pengembangan jenis layanan.
4. Sistem:
a. Pengembangan Sistem Managemen Informasi (SIM RS) yang terintegrasi untuk monitoring dan evaluasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pasien.
b. Optimalisasi manajemen aset RS sebagai pendukung pelayanan kesehatan yang bermutu.
RENSTRA RSSK_ 2013-2018 | `xÄtçtÇ| WxÇztÇ ^xàâÄâátÇ [tà| 47 BAB IV