III. METODE PENELITIAN
3.1 Ruang Lingkup Penelitian
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah petani usaha budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari.
Selanjutnya sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Batang Hari, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batang Hari, Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pemayung 2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Menurut Sugiyono (2017) metode survey merupakan cara pengumpulan data dengan cara mengamati objek penelitian secara langsung di lapangan dan wawancara langsung dengan sumber data mengacu kepada daftar pertanyaan atau kuisioner yang telah disiapkan terlebih dahulu.
3.3 Metode Penarikan Responden
Menurut Sugiyono (2017) populasi merupakan wilayah generalisai yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu.
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah petani yang berada di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari dengan jumlah sebagai berikut:
Tabel 7. Kelompok Tani Desa Lubuk Ruso yang Beralih Fungsi Lahan Kolam Ikan dan Petani Padi Sawah yang Tetap Bertahan.
Nama Kelompok Jumlah Petani Jumlah Petani Padi Sawah
Jumlah Petani Beralih Fungsi ke Kolam Ikan Mas Hijau I 8 0 8 Mas Hijau II 12 0 12 Suka Tani I 26 8 18 Suka Tani II 41 24 17 Jumlah 87 32 55
Sumber : Gapoktan Desa Lubuk Ruso Kabupaten Batanghari
36
Tabel 7. Menunjukkan bahwa jumlah petani sekarang di Desa Lubuk Ruso yaitu sebesar 55 petani yang mana fenomena peralihan fungsi lahan baik menjadi kolam ikan ataupun lahan lainnya yang berdampak terhadap berkurangnya lahan padi sawah. Jumlah petani padi sawah saat ini sebesar 32.
Petani dengan jumlah petani yang beralih fungsi ke kolam ikan yaitu sebesar 55 petani. Data di atas menunjukkan bahwa petani budidaya kolam ikan lebih banyak di banding dengan petani padi sawah sehingga dapat di katakan bahwa di Desa Lubuk Ruso terjadi alih fungsi lahan dari Padi sawah ke kolam ikan. Adapun alasan petani melakukan alih fungsi lahan karena disebabkan gagal panen dan kurangnya generasi muda yang terjun langsung ke dunia persawahan. Akibatnya banyak petani yang beralih fungsi lahan ke kolam yang menurut petani lebih menguntungkan hasilnya.
Penarikan responden pada penelitian ini yaitu menggunakan metode dengan sengaja (purposive). Populasi yang akan diteliti yaitu petani yang melakukan alih fungsi lahan padi sawah ke kolam ikan. Selanjutnya petani harus tergabung dalam kelompok tani. Penarikan responden juga bisa bisa menggunakan dua metode yang berbeda yaitu metode purposive sampling (sengaja) ataupun metode sensus yaitu dengan cara mengumpulkan data apabila seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu.
Perwakilan pertama diambil menggunakan metode purposive yakni ketua kelompok tani ataupun yang sudah melakukan alih fungsi lahan dengan pertimbangan pemilihan kelompok tani bahwa kelompok tani memiliki informasi yang lebih banyak mengenai petani yang mengalihfungsikan lahan menjadi budidaya kolam ikan serta dapat memberikan informasi pendukung lainnya yang
lebih jelas dan akurat untuk penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus (Menurut Arikunto, 2008) apabila sampel kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Berdasarkan dari keterangan tersebut maka penarikan jumlah sampel dari penelitian ini tetap yaitu sebanyak 55 responden petani usaha budidaya kolam ikan. Hal ini dikarenakan jumlah subjek kurang dari 100 maka populasi di ambil semua.
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis data merupakan proses yang bertujuan untuk menyederhanakan data yang diperoleh kedalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca, dimengerti, dan di interprestasikan. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif.
Sugiyono (2014) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan lebih luas. Adapun metode lain yang digunakan adalah statistik. Kemudian akan dilihat sejauh mana persepsi petani terhadap alih fungsi lahan padi sawah ke budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari. Analisis data ini menggunakan tabulasi frekuensi dan persentase (%) sedangkan untuk mengetahui hubungan antara persepsi petani padi sawah terhadap alih fungsi lahan ke budidaya kolam ikan dilakukan secara sederhana menggunakan uji Chi-Square dengan kontingensi 2x2.
Menurut Siegel (2011), apabila sel berisi frekuensi ≥ 5 maka rumus yang digunakan sebagai berikut.
38
𝑥2 = 𝑁⌊(𝐴𝐷−𝐵𝐶)⌋
(𝐴+𝐵)(𝐶+𝐷)(𝐴+𝐶)(𝐵+𝐷)
Sedangkan jika terdapat sel yang berisi frekuensi <5 dapat digunakan rumus:
𝑥2 = 𝑁⌊(𝐴𝐷−𝐵𝐶)−
𝑁 𝑍⌋ (𝐴+𝐵)(𝐶+𝐷)+(𝐴+𝐶)(𝐵+𝐷)
Keterangan:
N = jumlah sampel
Adapun tabel analisis uji-square dengan kontingensi 2x2 yaitu:
Tabel 8. Analisis Kontingensi 2x2
Pengalihan Lahan
Persepsi Luas Tidak Luas Jumlah
Positif A B A+B
Negatif C D C+D
Jumlah A+C B+D N
Nilai 𝑥2 pada tabel derajat bebas (Db) = 1 pada tingkat kepercayaan 95% adalah 3,84 dapat dibandingkan antara 𝑥2 dihitung dengan 𝑥2 tabel dengan hipotesis yaitu sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan antara persepsi petani padi sawah terhadap alih fungsi lahan budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari.
H1: Terdapat hubungan antara persepsi petani padi sawah terhadap alih fungsi lahan budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari.
Dengan ketentuan yaitu sebagai berikut:
1. Terima H0 tolak H1 jika 𝑥2 hitung < 𝑥2 2. Tolak H0 terima H1 jika 𝑥2 hitung ≥ 𝑥2
Selanjutnya untuk mengukur hubungan antara kedua variabel tersebut digunakan koefisiensi kontingensi dengan rumus sebagai berikut:
𝐶ℎ𝑖𝑡 = √ 𝑥
2 𝑥2+𝑁
𝐶𝑚𝑎𝑥 = √𝑚−1
𝑚 𝐶𝑚𝑎𝑥 = √2−1
2 𝐶𝑚𝑎𝑥 = √1
2 = 0,707
Dimana:
𝑥2 = Nilai Chi-square
N = Jumlah Sampel
𝐶ℎ𝑖𝑡 = Koefisien Kontingensi
𝐶𝑚𝑎𝑥 = Nilai Koefisien Kontingensi
m = jumlah kolom/baris terbanyak
dengan ketentuan kategori yaitu sebagai berikut:
a. Hubungan digolongkan lemah apabila nilai terletak antara : 0-0,353 b. Hubungan digolongkan kuat apabila nilai terletak antara : 0,353-0,707
Sedangkan untuk melihat keeratan hubungan antar variabel digunakan rumus sebagai berikut:
40
r = 𝐶ℎ𝑖𝑡
𝐶𝑚𝑎𝑥
Keterangan :
r = Koefisien keeratan hubungan 𝐶𝑚𝑎𝑥 = Nilai C maksimum
𝐶ℎ𝑖𝑡 = Koefisien kontingensi
Sedangkan untuk melihat hubungan positif atau negatif digunakan rumus yaitu sebagai berikut:
𝑡ℎ𝑖𝑡 = √1−(𝑟)𝑁−22
Dimana:
H0 : r = 0 H0 : r ≠ 0
Jika t hitung (≤ t tabel = (𝛼 = 5% db = N-2) terima H0
Jika t hitung (≥ t tabel = (𝛼 = 5% db = N-2) tolak H0
Dimana :
H0: Tidak terdapat hubungan positif antara persepsi petani padi sawah terhadap alih fungsi lahan budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari.
H1: Terdapat hubungan positif antara persepsi petani padi sawah terhadap alih fungsi lahan budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari
3.5 Konsepsi Pengukuran
Dalam konsepsi pengukuran penelitian ini mulai dari pengertian dan batasan operasional yang digunakan dalam beberapa istilah yaitu sebagai berikut:
1. Petani responden adalah petani yang sudah mengalifungsikan lahannya ke usaha budidaya kolam ikan yang berada di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.
2. Persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh petani melalui panca indera kemudian di analisis, diinterpretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga petani memperoleh makna. Adapun kategori skor yaitu:
Positif apabila skor 31-50 Negatif apabila skor 10-30
Adapun kategori aspek dari perepsi yaitu sebagai berikut:
a. Modal sebagai harta benda yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah produksi atau menambah kekayaan. Modal merupakan biaya yang dikeluarkan petani untuk melakukan usaha dengan harapan terhadap pencapaian yang dimiliki sesuai dengan hasil yang diperoleh. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
b. Teknik Budidaya merupakan budidaya ikan di darat dengan menggunakan fasilitas kolam dan sawah. Ketika teknik yang digunakan petani yang
42
melakukan alih fungsi lahan lebih sederhana maka hal tersebut dapat memungkinkan petani untuk mempermudah petani dalam memperluas pengalaman
Positif apabila skor 166-275 Negaif apabila skor 55-165
c. Bibit merupakan salah satu komponen penentu dalam keberhasilan usaha budidaya kolam ikan. Ketika bibit untuk usaha budidaya kolam ikan lebih mudah di dapat dibandingkan padi sawah maka hal ini dapat mempengaruhi persepsi petani untuk beralih fungsi. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
d. Pakan merupakan unsur penting dalam budidaya ikan di kolam. Pemberian pakan yang nilai nutrisinya kurang baik dapat menurunkan kelangsungan hidup ikan dan pertumbuhannya lambat, bahkan dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan karena kekurangan gizi. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
e. Biaya merupakan pengeluaran modal yang digunakan untuk usaha budidaya kolam ikan oleh petani yang mana persepsi petani mengenai modal yang dikeluarkan untuk usaha budidaya kolam ikan sesuai dengan hasil yang didapatkan. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275
Negatif apabila skor 55-165
f. Penjualan mempengaruhi suatu persepsi petani terhadap alih fungsi lahan budidaya kolam ikan dimana penjualan untuk budidaya kolam ikan di Desa Lubuk Ruso lebih mudah dan usaha budidaya kolam ikan bersifat komersial sedangkan untuk usahatani padi sawah bersifat subsistem sehingga banyak petani yang mau mengalihfungsikan lahannya menjadi kolam ikan.
Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
g. Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, sumberdaya, energi, keadaan, dan makhluk hidup termasuk juga manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
h. Jangka Waktu Masa Panen merupakan Perhitungan akan panen pada waktu yang tepat untuk memperoleh harga yang baik bagi hasil panennya yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan petani. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
i. Kondisi Alammerupakan kondisi yang mempengaruhi bagi hasil pertanian, hal ini dikarenakan kondisi alam mencakup keadaan fisik, flora, fauna di
44
suatu wilayah. Desa Lubuk Ruso merupakan daerah dataran rendah dengan persawahan rawa lebak dengan sedikit perbukitan yang dialiri oleh sungai batanghari. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165
j. Pendapatan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan suatu usaha, semakin besar pendapatan yang diperoleh maka semakin besar kemampuan suatu usaha untuk membiayai pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Frekuensi persepsi berdasarkan rata-rata skor yaitu:
Positif apabila skor 166-275 Negatif apabila skor 55-165 3. Luas Lahan
Persentase dari luas lahan petani padi sawah yang dialih fungsikan menjadi usaha budidaya kolam ikan sebagian atau keseluruhan :
Kategori luas : ≥ Rata-rata luas lahan yang dialihfungsikan Kategori tidak luas : ≤ Rata-rata luas lahan yang dialihfungsikan
45