Pada Rabu malam, 24 Januari 1996, sekitar pukul 19.00, saya berendam air panas dengan 7 orang lainnya, di Ten Thousand Waves Japanese Bath House, yang terletak di lereng selatan Pegunungan Sangre de Christos, distrik Hyde Park, di atas Santa Fe, New Mexico. Ketika saya berendam, perbincangan antara saya dan suami-istri asal Denver mengeluyur dari topik tentang bahaya flouride ke pertanyaan, “Apa kegiatan Anda saat ini?”, saya menjawab, “Saya menulis beberapa buku”. Saat ditanya tentang apa yang telah saya tulis, saya menjawab, “Sebuah buku berjudul ‘Space Aliens from the Pentagon’”.
Seorang wanita di sebelah kanan saya berseru, “Saya memiliki buku Anda. Saya teman Alex dan Rex. Saya sangat menyukai buku Anda, begitu juga mereka.” Saya berterima kasih padanya dan lalu kami saling memperkenalkan diri, dan saya berkata, “Saya hampir selalu melihat piring terbang setiap kali saya berada di sini saat malam...dan sebagai fakta, ada satu di atas sana” (sambil menunjuk kapal kelap-kelip yang terbang perlahan sekitar 15 derajat di arah timur menuju bagian kiri bawah bulan sabit, pada jarak kira-kira 10.000 kaki dari kami).
Seseorang di seberang bak pemandian berteriak, “Wow, itu pesawat”, kemudian saya merespon, “Ada satu lagi...kalau mereka adalah pesawat, mengapa berhenti? Cahaya kelap-kelip menutupi cahaya utamanya. Mata terasa sakit akibat kilasan cahaya, dan tak ada waktu untuk pulih kembali sebelum kilasan berikutnya. Ketika bergerak lebih cepat, cahaya mereka lebih terang, itulah alasannya kenapa mereka bergerak begitu pelan sekarang.”
Sesaat setelah saya berkata, kapal yang tidak bergerak di sebelah kiri berhenti mengeluarkan kilasan, dan pergi menembus gelap, memancarkan bentuk hijau seperti lapangan futbol yang dikelilingi lintasan lari. Di sekeliling “lintasan” terdapat bidang gelap, dengan korona ungu di bagian luarnya, dihasilkan oleh gulungan (coil) Tesla. Saya bisa melihat lekukan bagian bawahnya ketika kapal bergerak, terbang dalam lingkaran besar, saya mengikutinya dengan mengulurkan tangan dan jari telunjuk saya, dan rekan saya di bak mandi mengerling takjub. Berikut adalah gambar hitam-putih yang saya buat berkenaan dengan piring terbang tersebut, dilihat dari bawah:
Kapal itu kembali ke titik tolaknya, menyorong hingga berhenti, dan mulai mengeluarkan kilasan lagi. Ini terjadi selama kira-kira 10 detik. Karena kapal tersebut berukuran sekitar ½ sampai ¾ inchi di kejauhan (sekitar 2 kaki), pada jarak 10.000 kaki, ia memiliki panjang 400 kaki dan lebar 250 kaki. Karena diameter lingkaran dari atas ke bawah sekitar 30 derajat, kecepatannya sekitar 2.000 mil per jam (tidak membuat saya terkejut, sebab di tahun 1953 ketika berada di halaman belakang rumah saya pernah melihat kapal dengan kecepatan minimal 9.000 mil per jam saat ia pergi). Saya hampir tidak melihatnya, karena saya tidak mengenakan kacamata, dan karena kapal itu terlihat telah “di-stealth-kan”—dirancang agar tersembunyi oleh langit malam, dengan mengontrol emisinya supaya berwarna ungu dan hijau gelap, agar lebih sesuai dengan paduan dan tingkat cahaya di langit malam. ‘Rahasia’ utamanya adalah perbedaan warna.
Teman-teman di bak mandi—yang sebagian besar tak mengenakan kacamata—bisa melihatnya dengan jelas dibanding saya, tapi mereka takkan
melihatnya jika saya tidak menunjukkannya. Saya sendiri mungkin tidak akan melihatnya, kalau tidak mengamati kapal kelap-kelip tersebut sebelumnya, dengan bulan yang begitu dekat di atas, menghasilkan cahaya penerangan (back-lighting) yang membantu saya melihat siluet gelap saat kapal itu mengembang. Lagipula, alasan saya melihatnya adalah berkat kondisi pra-sadar saya.
Saya takjub akan ukurannya yang besar, karena, ketika mengeluarkan kilasan, kapal itu tampak jauh lebih kecil. Ketika saya berpaling ke sisi lain bak mandi, orang yang berteriak tadi sudah menghilang. Pemandangan piring terbang rupanya terlalu berat bagi orang tersebut. Andai para kru piring terbang mendengar ucapan saya, penampakan mereka mungkin akan lebih tepat waktu. Bravo! Apakah mereka juga memiliki suatu software komputer yang bisa membaca gerakan bibir? Menurut teori saya, pemerintah memilih lokasi tersebut untuk melakukan suatu “ujicoba” karena adanya sejumlah bak pemandian pribadi yang terbuka ke langit malam, ditempati oleh pasangan telanjang yang sedang saling bercumbu, siap untuk direkam oleh mereka. Saya perhatikan mereka menjual video rekaman di kalangan mereka sendiri, alasannya adalah untuk “...menjaga rahasia”, untuk menghindari penuntutan.
Itulah pertama kalinya saya melihat tipe green-glowing yang dilaporkan bertahun-tahun lalu oleh astronom Clyde Tombaugh, penemu planet Pluto. Kesempatan di bak mandi itu adalah demonstrasi teknologi piring terbang paling jelas kedua kali yang saya saksikan. Jika saya tidak memperhatikannya, tak ada dari kami yang akan melihat sesuatu yang menakjubkan, kecuali wanita di sebelah saya yang menyukai buku saya, dan ia menjadi pesaing kuat bagi piring terbang. Secara kebetulan, bentuk payudaranya mungkin adalah “bentuk alami paling sempurna untuk desain piring terbang”. Hmmmm... mungkin kapal “berbentuk cerutu” didambakan oleh wanita. Tipe
“green-glowing” sepertinya adalah hasil penelitian yang didesain untuk menjadikan
kapal kurang terlihat di langit malam, sebab model awal—seperti “foo-fighter” (“Fliegende Schildkrote” [“Flying Turtle”] dan “Kugelblitz” [“Ball Lightning”])— berpijar terang. Desain bujur (dibedakan dari piring terbang sirkuler atau ‘peripheral’) bergerak dengan “tipe linier”. Menurut seorang teman yang ahli dalam spektografi, korona hijau mengindikasikan penyerapan atom (atomic
absorption), yang saya duga sebagai teknologi ‘stealth’ yang digunakan
untuk menyembunyikan spektrum cahaya putih. Dia menganggapnya lapisan berbasis sodium, sedangkan saya menganggapnya berbasis chromium, karena
terlihat berwarna hijau veridian (“chrome”). Hijau ‘mendung’ lembut tersebut juga mengindikasikan korona positif, berbeda dari korona (ungu) negatif ‘berambut’ di sekeliling bagian luar.