Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, D., Hakim, L., & Widjiati I., C. (2014). Evaluasi pelaksanaan sistem identifikasi pasien di instalasi rawat inap rumah sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 97-102.
Ayuningtyas, Dumilah. (2014). Kebijakan Kesehatan Prinsip dan Praktik. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Pedoman akreditasi rumah sakit. Jakarta : Dirjen Pelayanan medik, direktorat rumah sakit umum dan pendidikan Depkes RI
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit (patient safety). Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). 2011. Standar Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta.
Dwi Octaria, R. (2014). Analisis kesiapan rumah sakit yang telah terakreditasi 12 pelayanan terhadap pemenuhan standar akreditasi versi 2012 (Studi kasus RSUD DR. R. Soetijono Blora). Yogyakarta: UMY Thesis.
Effendy, C. (2013). Infeksi Nosokomial. Retrieved from www.ugm.ac.id: https://www.google.com.tr/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=
rja&uact=8&ved=0ahUKEwi9l-i61OvLAhWMDpoKHX4uDEAQFghDMAU&url=http%3A%2F%2Felisa.ugm.a c.id%2Fuser%2Farchive%2Fdownload%2F26240%2F699c7a2ce792b8031140576 064d3ab64&usg=AFQjCNEdelwqAtL9z33S
Hafizurrachman. (2009). Sumber Daya Manusia Rumah Sakit di Q-Hospital. Majalah Kedokteran Indonesia, Volume: 59, Nomor: 8, Agustus 2009.
Hariyono, W. (2013). Analisis kesiapan menghadapi akreditasi pada pelayanan administrasi dan manejemen di rumah sakit umum rajawali citra kabupaten Bantul (telaah pembanding pada akreditasi rumah sakit bidang pelayanan k3b). KESMAS, 113-116.
Hermanto, B., Risdiana, I., & Harimurti, S. (2015). Pengelolaan obat high alert medication pada tahap distribusi dan penyimpanan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II. Yogyakarta: Tesis UMY.
Iswati. (2013.). Penerapan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit. Retrieved from
http://jurnal-griyahusada.com:http://jurnal-83 griyahusada.com/awal/images/files/PENERAPAN%20SASARAN%20KESELA MATAN%20PASIEN%20DI%20RUMAH%20SAKIT.pdf
Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691 Tahun 2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan. 2011.
Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan. 2014.
Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). 2012. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit versi 2012. Jakarta.
Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). 2012. Laporan Survei Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta.
KKP-RS. 2008. Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI.
Murtedjo, Urip. (2012). Peran Dokter Bedah Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien. Bahan Presentasi Kongres XII Seminar Tahunan Patient Safety.
NHS Wales. Improving Clinical Communication Using SBAR. (2012). Artikel diakses dari www.1000livesplus.wales.nhs.uk pada 5 November 2014
NHS Wales. (2014, november 5). Improving clinical communication using SBAR. Retrieved from www.1000liveplus.wales.nhs.uk: www.1000liveplus.wales.nhs.uk Nuryatin, S. P., Minto, H., & Pani, R. S. (2012). Implementasi pelayanan kesehatan
masyarkat miskin non kuota (Jamkesda dan SPM) (Studi di DInas Kesehatan Kabupaten Blitar). Jurnal Administrasi Publik, 1195-1202.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Prawira, Z. Y., & Asfawi, S. (2016). Gambaran kesiapan akreditasi KARS berdasarkan
standar MKI 16 (manajemen komunikasi dan informasi) di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang Tahun 2015. Karya Tulis Ilmiah.
Rasdini, I. A., Wedri, N. M., & Mega, I. (2014). Hubungan penerapan budaya keselamatan pasien dengan supervisi pelayanan keperawatan oleh perawat pelaksana. Retrieved from poltekkes-denpasar.ac.id: http://poltekkes-denpasar.ac.id/files/JURNAL%20GEMA%20KEPERAWATAN/DESEMBER%2 02014/ARTIKEL%20IGA%20Ari%20Rasdini%20dkk,.pdf
RSUD dr. M. Ashari, Kabupaten Pemalang. Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia. Artikel diakses dari www.rsud.pemalangkab.go.id pada 20 Oktober 2014
84 RSUD Dr. Soegiri Lamongan. (2015, 2 29). Standar akreditasi rumah sakit. Retrieved from lamongankab.go.id: http://lamongankab.go.id/instansi/rsud-soegiri/standar-akreditasi-rumah-sakit/
Safitri, Rina. (2012) Pengaruh Teknik Komunikasi SBAR Terhadap Motivasi dan Kepuasan Perawat Dalam Melakukan Operan di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2012. Tesis Universitas Andalas.
Setyaningrum, N. D. (2015). Evaluasi kesiapan rumah sakit yang telah terakreditasi 5 pelayanan terhadap pemenuhan standar patient safety akreditasi versi 2012 (studi kasus di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta unit II). Yogyakarta: Tesis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Setyarini, E. A. (2014). Pelaksanaan standar prosedur operasional: identifikasi risiko pasien jatuh dengan menggunakan skala jatuh morse di rumah sakit A Bandung. Setyarini, E.A., & Herlina, L. L. (2013). Kepatuhan perawat melaksanakan standar
prosedur operasional: pencegahan pasien risiko jatuh di gedung yosef 3 Dago dan Surya Kencana Rumah Sakit Borromeus. Jurnal Kesehatan STIKES Santo Borromeus, 94-150.
Soepojo P. (2002). Benchmarking system akreditasi rumah sakit di Indonesia dan Australia. Jurnal manajemen Pelayanan Kesehatan.
Sukowati Phasky Nuryatin, Hadi Minto, Rengu Stefanus Pani. (2012). Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Non Kuota (Jamkesda dan SPM) (Studi di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol .1, No. 6, Hal. 1195-1202
Supinganto, A., Mulianingsih, M., & Suharmanto. (2015). Identifikasi Komunikasi Efektif SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) di RSUD Kota Mataram.Retrieved from stikesyarsimataram.ac.id:
http://stikesyarsimataram.ac.id/sys- content/uploads/file/Artikel%20SBAR%20SUHARMANTO%20feb-juli%202015.pdf
Suprapta, Made Ani. (2012). Hubungan Metoda Komunikasi SBAR Pada Handover Keperawatan Dengan Kinerja Perawat di Ruang Triage IGD RSUP Sanglah Denpasar. Artikel diakses dari www.sanglahhospitalbali.com, 25 oktober 2014 WHO Collaborating Centre for Patient Safety Solutions, Patient Identifications, Patient
Safety Solutions, volume 1, solution 2, May 2007.
William, R. A. Health Planning for Effective Management. Oxford University Press. Diterjemahkan oleh: Laksono Trisnantoro dan Sigit Ryarto dalam judul
85 Perencanaan kesehatan Untuk Meningkatkan Efektivitas Manajemen. Gadjah Mada University Press. 1994
World Health Organization. (2005). World Alliance for Patient Safety: forward programme 2005.
Zegers, M., Wollersheim, H., Wensing, M., Vincent, C., & Grol, R. (2013). Patient safety and risk prevention. John WIley and Sons.
Zuhriyah, Lilik. Gambaran Bakteriologis Tangan Perawat. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. XX, No.1, April 2004.
Pedoman Wawancara untuk Pokja Akreditasi RS Haji Identitas Informan Nama : Umur : Jabatan : No. Kontak : Keterangan Wawancara Hari/Wawancara : Durasi : Pokok Bahasan Sasaran 1
1. Bagaimana prosedur identifikasi pasien rawat inap di RS Haji?
2. Bagaimana prosedur identifikasi sebelum pemberian obat, darah atau porduk darah? 3. Bagaimana identifikasi pasien sebelum pengambilan spesimen?
4. Bagaimana prosedur identifikasi pasien sebelum pemberian tindakan?
5. Adakah kebijakan atau SOP identifikasi pasien, kalau ada bagaimana sosialisisainya? Sasaran 2
1. Bagaimana pemberian perintah hasil pemeriksaan baik secara lisan maupun melalui telepon? 2. Adakah kebijakan atau SOP pemberian perintah hasil pemeriksaan baik secara lisan maupun
telepon, kalau ada bagaimana sosialisasinya? Sasaran 3
1. Adakah dan bagaimana kebijakan atau prosedur dalam identifikasi, lokasi, label dan penyimpanan obat yang perlu diwaspadai?
2. Bagaimana penentuan lokasi, pemberian label dan penyimpanan obat serta penanganan elektolit konsentrat?
Sasaran 4
1. Bagaimana kebijakan atau prosedur dalam mengidentifikasi lokasi operasi? 2. Bagaimana praktek identifikasi lokasi operasi termasuk verifikasi preoperasi
Sasaran 5
1. Bagaimana kebijakan dan prosedur hand hygiene RS? 2. Bagaimana penerapan hand hygiene di RS?
Sasaran 6
1. Bagaimana proses assessmen resiko pasien jatuh?
2. Bagaimana kebijakan atau prosedur yang berkaitan dengan pengurangan resiko cedera pasien akibat jatuh di rumah sakit?
Pedoman Wawancara untuk Perawat RS Haji Identitas Informan Nama : Umur : Jabatan : No. Kontak : Keterangan Wawancara Hari/Wawancara : Durasi : Pokok Bahasan Sasaran 1
1. Bagaimana prosedur identifikasi pasien rawat inap di RS Haji?
2. Bagaimana prosedur identifikasi sebelum pemberian obat, darah atau porduk darah? 3. Bagaimana identifikasi pasien sebelum pengambilan spesimen?
4. Bagaimana prosedur identifikasi pasien sebelum pemberian tindakan?
5. Adakah kebijakan atau SOP identifikasi pasien, kalau ada bagaimana sosialisisainya? Sasaran 2
1. Bagaimana pemberian perintah hasil pemeriksaan baik secara lisan maupun melalui telepon? 2. Adakah kebijakan atau SOP pemberian perintah hasil pemeriksaan baik secara lisan maupun
telepon, kalau ada bagaimana sosialisasinya?
3. Apakah terdapat komunikasi dua arah antara dokter dan perawat? Seperti dokter memberi perintah lalu perawat mengulangnya kembali.
Sasaran 3
1. Adakah dan bagaimana kebijakan atau prosedur dalam identifikasi, lokasi, label dan penyimpanan obat yang perlu diwaspadai?
2. Bagaimana penentuan lokasi, pemberian label dan penyimpanan obat serta penanganan elektolit konsentrat?
Sasaran 4
1. Bagaimana kebijakan atau prosedur dalam mengidentifikasi lokasi operasi? 2. Bagaimana praktek identifikasi lokasi operasi termasuk verifikasi preoperasi? 3. Apakah tim medis mencatat semua prosedur selama operasi?
Sasaran 5
1. Bagaimana kebijakan dan prosedur hand hygiene RS? 2. Bagaimana penerapan hand hygiene di RS?
3. Bagaimana pengendalian pengurangan risiko infeksi? Sasaran 6
1. Bagaimana proses assessmen resiko pasien jatuh?
2. Bagaimana kebijakan atau prosedur yang berkaitan dengan pengurangan resiko cedera pasien akibat jatuh di rumah sakit?
Pedoman Wawancara untuk Pasien Identitas Informan Nama : Umur : Jabatan : No. Kontak : Keterangan Wawancara Hari/Wawancara : Durasi : Pokok Bahasan Sasaran 1
1. Bagaimana cara mengenali pasien sebelum pemberian obat, darah atau produk darah serta tindakan dan pengobatan?
2. Bagamana cara mengenali pasien sebelum mengambil darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis?
Sasaran 2
1. Bagaimana pemberian perintah hasil pemeriksaan baik secara lisan maupun melalui telepon? 2. Apakah perintah dilakukan secara jelas?
Sasaran 4
Pedoman Wawancara untuk Kepala Unit Farmasi Identitas Informan Nama : Umur : Jabatan : No. Kontak : Keterangan Wawancara Hari/Wawancara : Durasi : Pokok Bahasan Sasaran 3 Wawancara:
1. Adakah dan Bagaimana kebijakan atau prosedur dalam identifikasi, lokasi, label dan penyimpanan obat yang perlu diwaspadai?
2. Bagaimana penentuan lokasi, pemberian label dan penyimpanan obat serta penanganan elektolit konsentrat?
DAFTAR TELAAH DOKUMEN