BAB III PEMBAHASAN
3.9 Rumus menghitung Analisis Common Size
Apabila laporan keuangan disajikan dalam persentase-persentase, yaitu persentase dari masing-masing pos aktiva terhadap total aktivanya masing-masing pos pasiva terhadap total pasivanya serta pos-pos laba rugi terhadap total penjualan netonya, maka akan diperoleh suatu dasar atau ukuran umum yang dapat digunakan sebagai pembanding. Laporan yang disajikan atau dinyatakan dalam persentase-persentase ini disebut common size statement atau “laporan dengan persentase per komponen” karena tiap-tiap komponen atau pos dinyatakan dalam persentase.
Menurut Harahap (2016:57) Metode untuk merubah jumlah-jumlah rupiah dalam suatu laporan keuangan menjadi persentase-persentase tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Nyatakan total aktiva, total pasiva, serta total penjualan neto masing-masing dengan 100%
2. Hitunglah rasio dari masing-masing unsur laporan keuangan dengan
20
Aktiva = Komponen Aktiva
×100 % Total Aktiva
Liabilitas = Komponen Liabilitas
×100 % Total Pasiva
Ekuitas = Komponen Ekuitas
×100 % Total Pasiva
Elemen Laba Rugi = Komponen Laba Rugi
× 100 % Pendapatan
totalnya, dengan cara membagikan jumlah rupiah masing-masing unsur laporan keuangan itu dengan totalnya. Dari tahapan diatas maka rumus
Pada bagian Laba Rugi akan menggunakan rumus :
Sumber: Munawir (2014:59) 3.10 Tujuan Analisis Common Size
Tujuan dari analisis common size adalah untuk memperoleh gambaran tentang :
1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.
2. Struktur modal dan pendanaan.
3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba.
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi, investasi, dan pendanaan) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Menurut Sugiono dan Untung (2016, hal.11) Menyatakan bahwa tujuan dari analisis common size mengkonversikan satuan yang terdapat dalam laporan keuangan ke dalam satuan persen.
3.11 Manfaat Analisis Common Size
Common size bermanfaat untuk melakukan perbandingan kinerja
keuangan antar perusahaan, karena laporan keuangan beberapa perusahaan dapat diubah dalam bentuk common size format. Perbandingan common size statement dengan pesaing dapat mengungkapkan perbedaan akun dan
distribusinya dalam neraca. Dengan demikian analis dapat mengevaluasi alasan mengapa terjadi perbedaan kinerja antar perusahaan. Analisis ini dapat melihat kekuatan pada setiap akun seperti angka penjualan pada laba rugi dan pembentukan aktiva pada laporan posisi keuangan.
3.12 Hubungan Analisis Common Size dengan Kinerja Keuangan Perusahaan
Tingkat kesehatan merupakan alat ukur yang digunakan oleh para pemakai laporan keuangan dalam mengukur dan membandingkan kinerja suatu
22
perusahaan. Kinerja suatu perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaan tersebut, dari laporan keuangan tersebut dapat diketahui finansial dari hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan selama periode tertentu.
Tingkat kesehatan perusahaan dapat diketahui dengan melakukan evaluasi atau analisis laporan keuangan. Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui prestasi dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan dapat menggunakannya sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Interpretasi atas analisis laporan keuangan perusahaan sangat penting bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan meskipun kepentingan mereka masing-masing berbeda dan mempunyai tujuan tersendiri.
3.13 Laporan Keuangan PT. Adaro Energy Tbk.
Berikut ini laporan keuangan PT. Adaro Energy Tbk tahun 2018-2020:
Tabel 3.1
PT. Adaro Energy Tbk Laporan Posisi Keuangan Untuk Tahun Berakhir per 31 Desember 2018-2020
Komponen 2018 2019 2020
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 341.766 335.521 214.273
Utang dividen 83.773 158.374 0
Beban yang masih harus dibayar 52.207 60.713 53.864 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 3.272 4.997 4.182
Utang pajak 82.948 58.643 66.195
Utang royalti 8.516 39.641 131.839
Bagian lancar atas pinjaman jangka
panjang:
Utang sewa pembiayaan 37.404 42.883 54.890
Utang bank 182.671 506.060 587.717
Sumber : www.adaro.com
Tabel 3.2
PT. Adaro Energy Tbk Laporan Posisi Keuangan (Lanjutan) Untuk Tahun 31 Desember 2018-2020
(Dalam Jutaan Rupiah)
dengan nilai nominal Rp. 100 per saham 342.940 342.940 342.940 Tambahan modal disetor, netto 1.154.494 1.154.494 1.154.494 Selisih transaksi dengan pihak
non-pengendali 532 626 -908
Saldo laba 2.161.277 2.288.597 2.347.061
Kerugian komprehensif lain -8.844 -56.585 -131.507
Jumlah Ekuitas 3.650.399 3.730.072 3.712.080
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas 6.408.372 6.281.842 5.401.004 Sumber : www.adaro.com
Instrumen keuangan derivatif jangka
pendek 17.500 5.936 8.288
Utang lain-lain 6.296 71.907 19.710
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 816.353 1.284.675 1.140.958
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman dari pihak ketiga 13.432 9.046 9.046
Pinjaman jangka panjang:
Utang sewa pembayaran 125.289 111.015 76.858
Utang bank 1.072.527 551.602 42.603
Instrumen keuangan derivatif jangka
panjang 2.522 28.857 0
Liabilitas pajak tangguhan 539.503 337.202 225.395 Liabilitas imbalan pasca kerja 63.247 81.664 62.788 Provisi rehabilitasi, reklamasi dan
penutupan tambang 125.100 147.709 131.276
Total liabilitas jangka panjang 1.941.620 1.267.095 547.966 Jumlah liabilitas 2.757.973 2.551.770 1.688.924
24
Tabel 3.3
PT. Adaro Energy Tbk Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif lain konsolidasian Untuk Tahun Berakhir
Per 31 Desember 2018-2020 (Dalam Jutaan Rupiah)
Komponen Laporan Laba Rugi 2018 2019 2020
Penjualan bersih Rp3.619.751 Beban Usaha dan penjualan -Rp193.998 -232.585 -Rp165.381
Beban lain-lain, neto -Rp124.297
Biaya keuangan Rp23.606 -66.336 -Rp89.425
bagian atas (kerugian) atau
keuntungan netto ventura bersama -Rp29.436
Beban pajak penghasilan -Rp343.457 -224.101 -Rp63.660
LABA
(Rugi) penghasilan komprehensif
lain
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke
laba rugi:
perubahan nilai wajar atas investasi pada instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan
lain dari entitas ventura bersama Rp13.687 -69.394 -Rp77.301 perubahan atas nilai wajar lindung
nilai arus kas -Rp21.111 Rp10.543 Rp954
pajak penghasilan terkait pos-pos ini Rp9.500 -4.744 -Rp429
TOTAL -Rp11.073 -45.681 -Rp77.187
Sumber : www.adaro.com
3.14 Analisis pada Laporan Neraca (Aktiva) Tabel 3.4
Analisis Common size Laporan Posisi Keuangan pada PT. Adaro Energy Tbk. Periode 2018-2020
(Disajikan dalam persen)
Komponen 2018 (%) 2019 (%) 2020 (%)
Kas 0,14544 0,22653 0,19599
Piutang 0,05814 0,04460 0,03743
Persediaan 0,01756 0,01739 0,01756
Pajak Dibayar Dimuka 0,01133 0,00556 0,00380
Pajak yang bisa dipulihkan kembali 0,00138 0,00381 0,00312
Piutang lain-lain 0,00095 0,00131 0,00402
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 0,00196 0,00308 0,00147
Aset lancar lain-lain 0,00011 0,00005 0,00005
Total aset lancar 0,23686 0,30233 0,26343
Aset tidak lancar
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunannya bagian tidak lancar 0,00245 0,00359 0,00619 Investasi pada ventura bersama 0,00009 0,09848 0,09861 Uang muka dan biaya dibayar
dimuka-bagian tidak lancar 0,00886 0,00509 0,00536 Pajak dibayar dimuka-bagian tidak
lancar 0,00525 0,00119 0,00087
Properti pertambangan 0,36000 0,22050 0,22868
Aset tetap 0,25231 0,24755 0,25706
Goodwill 0,12439 0,11166 0,12973
Aset pajak tangguhan 0,00428 0,00477 0,00420
Aset tidak lancar lain-lain 0,00559 0,00483 0,00588 Jumlah ASET TIDAK LANCAR 0,76314 0,69767 0,73657
Jumlah aset 100 100 100
Sumber : Peneliti, 2021
26
Berdasarkan tabel 3.5, analisis pada laporan neraca (aktiva) PT. Adaro Energy Tbk. Pada tahun 2018 persentase kas terhadap aset lancar sebesar 14%.
Pada tahun 2019 persentase kas terhadap aset lancar sebesar 22,6%. Pada tahun 2020 persentase terhadap aset lancar sebesar 19,6%. Pada tahun 2019 kas terhadap total aset mengalami kenaikan sebesar 0,0811%, kenaikan ini disebabkan oleh naiknya permintaan sehingga volume produksi pada tahun 2019 meningkat. Kas naik akibat adanya kenaikan modal yang disetor oleh pemilik perusahaan, adanya kas masuk dari aktivitas pendanaan hal ini dapat dilihat dari menurunnya piutang 0,0136% akibat pembayaran pada tahun 2019. Persentase aset lancar mengalami kenaikan sebesar 0,06365% karena adanya penambahan piutang dan penambahan persediaan, sedangkan persentase aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 0,06547% disebabkan oleh penurunan uang muka pembelian aset tetap.
Pada tahun 2020 persentase kas mengalami penurunan sebesar 0,0305% hal ini terjadi karena menurunnya angka produksi yang disebabkan oleh pandemi global seluruh negara yaitu COVID-19. Pada Maret tahun 2020 Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Jokowi Dodo resmi membuat lockdown di Indonesia yang membuat PT Adaro Energy Tbk mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan produksi. Persentase aset lancar mengalami penurunan sebesar 0,0389% yang disebabkan oleh efek pandemi global. Namun, persentase aset tidak lancar mengalami kenaikan sebesar 0,0389% disebabkan oleh naik aset tetap sebesar 0,00951%.
Kas mengalami peningkatan pada tahun 2018-2019 disebabkan oleh terjadinya permintaan yang membuat volume produksi semakin naik. Namun,
pada tahun 2020 mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi global yang membuat perusahaan mengalami kesulitan melakukan kegitatan operasi.
3.15 Analisis pada Laporan Neraca (Pasiva) Tabel 3.5
Analisis Common size Laporan Posisi Keuangan (lanjutan) PT. Adaro Energy Tbk Periode 2018-2020
(Disajikan dalam persen)
Komponen 2018 2019 2020
Liabilitas
utang usaha 0,1239 0,1315 0,1269
utang dividen 0,0304 0,0621 0,0000
beban yang masih harus dibayar 0,0189 0,0238 0,0319 liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0,0012 0,0020 0,0025
utang pajak 0,0301 0,0230 0,0392
utang royalti 0,0031 0,0155 0,0781
bagian lancar atas pinjaman jangka panjang:
utang sewa pembiayaan 0,0136 0,0168 0,0325
utang bank 0,0662 0,1983 0,3480
instrumen keuangan derivatif jangka pendek 0,0063 0,0023 0,0049
utang lain-lain 0,0023 0,0282 0,0117
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 0,2960 0,2960 0,6756 Liabilitas jangka panjang
pinjaman dari pihak ketiga 0,0049 0,0035 0,0054
pinjaman jangka panjang: 0,0000 0,0000 0,0000
utang sewa pembayaran 0,0454 0,0435 0,0455
utang bank 0,3889 0,2162 0,0252
instrumen keuangan derivatif jangka
panjang 0,0009 0,0113 0,0000
liabilitas pajak tangguhan 0,1956 0,1321 0,1335
liabilitas imbalan pasca kerja 0,0229 0,0320 0,0372 Provisi rehabilitasi, reklamasi dan
penutupan tambang 0,0454 0,0579 0,0777
Jumlah liabilitas jangka panjang 0,7040 0,4966 0,3244
Jumlah liabilitas 100 100 100
Sumber : Peneliti, 2021
Berdasarkan tabel 3.6, analisis pada laporan neraca (Pasiva) PT. Adaro Energy Tbk. Periode 2018-2020 menggunakan analisis common size. Pada persentase total liabilitas jangka pendek terhadap total liabilitas dan ekuitas pada
28
tahun 2018 hingga tahun 2020 berfluktuatif. Pada tahun 2018 persentase total liabilitas jangka pendek sebesar 0,2960 atau setara dengan 2,96% dan pada tahun 2019 angka persentase setara dengan persentase di tahun sebelumnya sebesar 0,2960 atau setara dengan 2,96% kemudian pada tahun 2020 persentase total liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 0,6756. Kenaikan ini terjadi karena pada tahun 2019 perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak ketiga utang obligasi. Sementara pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan, disebabkan oleh perusahaan tidak lagi melakukan utang obligasi.
Kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari total liabilitas jangka panjang pada tahun 2019 kurang baik karna perusahaan akan sulit untuk membayar hutang-hutangnya.
Persentase total liabilitas jangka panjang pada tahun 2018 hingga tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 0,2074 serta pada tahun 2019 hingga tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 0,1526. Kinerja keuangan dilihat dari persentase total liabilitas jangka panjang pada tahun 2019 hingga tahun 2020 kurang baik dikarenakan perusahaan sulit untuk membayar hutang-hutangnya.
3.16 Analisis pada Laporan Neraca (Ekuitas) Tabel 3.6
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan (lanjutan) PT. Adaro Energy Tbk Periode 2018-2020
(Disajikan dalam persen)
dengan nilai nominal Rp. 100 per saham 0,1243 0,1344 0,2031
tambahan modal disetor, netto 0,4186 0,4524 0,6836 selisih transaksi dengan pihak
non-pengendali 0,0002 0,0002 -0,0005
saldo laba 0,7836 0,8969 1,3897
kerugian komprehensif lain -0,0032 -0,0222 -0,0779
JUMLAH EKUITAS 1,3236 1,4618 2,1979
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2,3236 2,4618 3,1979 Sumber : Peneliti, 2021
Berdasarkan tabel 3.7, analisis pada laporan neraca (ekuitas) PT. Adaro Energy Tbk. Periode 2018-2020 menggunakan analisis common size dapat dilihat bahwa persentase ekuitas mengalami kenaikan selama tahun 2018-2019 sebesar 0,1382%. Peningkatan jumlah persentase ekuitas dikontribusikan peningkatan saldo laba yang berasal dari laba tahun berjalan tahun 2019. Pada tahun 2020 persentase ekuitas kembali mengalami peningkatan sebesar 0,736 peningkatan terjadi karena adanya peningkatan saldo dari laba dari tahun berjalan tahun 2020.
Nilai ekuitas suatu perusahaan mencerminkan nilai buku perusahaan tersebut. Jika persentase ekuitas pada PT. Adaro Energy Tbk periode 2018-2020 terus mengalami peningkatan berarti perusahaan berkembang tiap tahunnya dan efisiensi kepengurusan (stewardship) manajemen cukup baik.
3.17 Analisis pada Laporan Laba Rugi Tabel 3.7
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif lain Konsolidasian PT. Adaro Energy Tbk Periode 2018-2020
(Disajikan dalam persen)
30
Beban Lain-lain -3,434 3,311 4,989
laba usaha 24,640 17,863 11,239
penghasilan keuangan -1,798 0,817 1,409
biaya keuangan 0,652 0,817 -3,528
bagian atas kerugian -0,813 2,304 -0,356
laba sebelum pajak 22,681 19,065 8,764
beban pajak -9,488 -6,482 -2,511
(rugi) penghasilan
Pos-pos yang akan direklesifikasi
perubahan nilai wajar -0,303 0,377 0,013
selisih kurs -0,061 0,141 -0,029
bagian atas kerugian komprehensif 0,378 -2,007 -3,050
perubahan atas nilai wajar -0,583 0,305 0,038
pajak penghasilan 0,262 -0,137 -0,017
Total -0,306 -1,321 -3,045
Sumber : Peneliti, 2021
Berdasarkan 3.8, analisis pada laporan laba rugi PT. Adaro Energy Tbk.
Periode 2018-2020 menggunakan analisis common size dapat dilihat bahwa persentase laba usaha pada tahun 2018-2019 mengalami penurunan sebesar 6,7%.
Menurunnya persentase laba tahun berjalan 2019 disebabkan oleh naiknya persentase beban usaha. Kenaikan beban usaha perusahaan disebabkan upaya pengembangan yang dilakukan untuk meraih pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi. Laba usaha pada tahun 2019-2020 mengalami penurunan sebesar 6,62%.
Menurunnya persentase laba tahun 2020 disebabkan oleh naiknya persentase beban usaha. Kenaikan beban usaha perusahaan disebabkan upaya pengembagan yang dilakukaan untuk meraiih pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi.
Persentase harga pokok penjualan bersumber dari biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku dan kemasan serta peningkatan upah langsung seiring pengembangan area operasional perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dilihat baik dari
persentase tahun ke tahun, karena perusahaan dapat meningkatkan penjualan tahun ke tahun.
32
32 BAB IV PENUTUP
Setelah dilakukan analisis common size pada PT. Adaro Energy Tbk, maka dapat diambil beberapa kesimpulan serta saran yang dapat mempermudah dari perusahaan dalam menjalankan usahanya agar menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan sebagai berikut:
4.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan hal dari analisis common size dilihat dari segi neraca perusahaan periode tahun 2018-2020 bahwa total aset mengalami kenaikan meskipun aset tidak lancar sempat mengalami penurunan karena adanya pandemi global yang membuat perusahaan sulit untuk melakukan produksi.
Kenaikan total aset membuktikan bahwa perusahaan dapat membiayai kewajiban jangka pendeknya. Kemampuan kas perusahaan dalam membiayai kewajiban jangka panjang meningkatkan dilihat dari aspek total hutang cenderung menurun hal ini disebabkan oleh menurunnya pembiayaan ekspansi perusahaan pada hutang jangka pendek. Ekspansi perusahaan merupakan strategi perusahaan untuk lebih selektif dalam melakukan investasi, ekspansi perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan yang didorong oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dan penambalan gerai baru perseroan. Dari aspek ekuitas menunjukkan peningkatan. Hal ini terjadi akibat peningkatan saldo dari laba tahun berjalan.
2. Perseroan yang cukup selektif sebagai stategi perusahaan dalam investasi untuk pengembangan perusahaan guna meningkatkan penjualan dan pendapatan.
3. Sehingga pada tahun selanjutnya kas mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan. Pada sisi Pasiva tiap tahun mengalami kenaikan serta penurunan yang dinilai cukup stabil. PT. Adaro Energy Tbk berusaha memenuhi kewajiban mereka. Apabila dilihat sisi pendapatan operasional yaitu laba usaha dan laba tahun berjalan terus yang cukup stabil selama tahun 2018-2020.
4.2 Saran
1. PT. Adaro Energy Tbk sebaiknya mempertahankan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dan kewajiban-kewajiban jangka panjangnya agar perusahaan mendapatkan kepercayaan dari pihak internal maupun eksternal.
2. PT. Adaro Energy Tbk diharapkan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan jalan menekankan biaya administrasi, biaya operasi, serta biaya lainnya. Perusahaan harus mampu meningkatkan volume penjualan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pendapatan yang akan berimbas pada peningkatan laba perusahaan dengan demikian kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitasnya pada masa yang akan datang lebih baik.
3. Mengingat kondisi saat ini yaitu pada masa pandemic Global Corona Virus (Covid-19). PT. Adaro Energy Tbk Tbk diharapkan mampu untuk
34
beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Strategi untuk terus adaptif dan memenuhi harapan pelanggan merupakan salah satu modal utama untuk meraih pertumbuhan kinerja perusahaan.
35
DAFTAR PUSTAKA
Anggie Mayang Sari Sembiring. 2017. Analisis common size untuk menilai kinerja keuangan perusahaan pada PT. Midi Utama Indonesia Tbk. Periode 2017-2019.
Munawir. 2010. Analisis Laporan Keuangan Edisi Keempat. Cetakan Ketiga belas. Yogyakarta Liberty.
Efriyanti, F, Anggraini, R & Fiscal, Y. 2012. Analisis Kinerja Keuangan Sebagai Dasar Investor Dalam Menanamkan Modal Pada PT. Bukit Asam Tbk.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 3 (2), 1-18.
Syahyunan. 2015. Manajemen Keuangan 1. Medan. USU Press.
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
Sjahrial, Dermawan, dan Djahotman Purba. 2013. Analisis Laporan Keuangan.
Jakarta. Mitra Wacana Media.
Sawir, Agnes. 2017. Analisis Kinerja Keuangan. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Harahap, Sofyan Syafri. 2016. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta.
Rajawali Pers.
Fahmi, Irham. 2017. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung. Alfabeta www.adaro.com/20 Juli 2021/13.00 WIB
www.idx.co.id/20 Juli 2021/15.22 WIB
36 LAMPIRAN PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Posisi Keuangan Untuk Tahun Berakhir per 31 Desember 2018-2020
37
PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018-2020 (Lanjutan)
(Dalam Jutaan Rupiah)
38
PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018-2020 (Lanjutan)
(Dalam Jutaan Rupiah)
39
PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018-2020 (Lanjutan)
(Dalam Jutaan Rupiah)
40
PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018-2020 (Lanjutan)
(Dalam Jutaan Rupiah)
41
PT. Adaro Energy Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2018-2020 (Lanjutan)
(Dalam Jutaan Rupiah)