• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Pengelolaan Kasus

B. Asuhan Keperawatan Kasus

2.7 Rumusan masalah

Setelah analisa data dilakukan, dapat dirumuskan beberapa masalah keperawatan pada Ny.K. Masalah yang muncul berdasarkan prioritas yang didasari kriteria yang harus ditangani dan segera. Berikut beberapa masalah keperawatan yang muncul berdasarkan analisa data :

a. Nutrisi Kurang dari kebutuhan tubuh b. Cemas

c. Intoleransi aktivitas

2.7.1 Diagnosa Keperawatan (Prioritas)

a. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d pemasukan yang tidak adekuat d/d klien mual dan muntah

b. Cemas b/d kurang pengetahuan dan psikologi kehamilan d/d klien mengeluh takut dengan kondisi mual muntahnya.

c. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum dan kurangnya intake nutrisi d/d klien dalam melakukan aktivitas sehari-hari mengalami penurunan.

2.8 Perencanaan Keperawatan dan Rasional

No

DX Perencanaan Keperawatan Tujuan :

Kebutuhan nutrisi adekuat Kriteria Hasil :

- Intake nutrisi dan cairan adekuat

- Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi - Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti

1. Rencana Tindakan Rasioanal

1. Kaji faktor penyebab mual dan muntah 2. Kaji tanda-tanda vital

klien

3. Tentukan status gizi klien dan kemampuan klien untuk memenuhi kebutuhan gizi

4. Kaji berat badan klien 5. Anjurkan makan dengan

porsi sedikit tetapi sering.

6. Tanyakan makanan kesukaan klien.

7. Anjurkan makanan yang bergizi, tinggi kalori, dan bervariasi yang dapat dipilih oleh pasien.

8. Tanyakan pada klien

1. Mengetahui penyebab mual dan muntah klien

2. Untuk mengetahui keadaan umum klien

3. Mengetahui sejauh mana kekurangan nutrisi pada pasien.

4. Untuk mengetahui apakah berat badan klien menurun.

5. Meningkatkan kebutuhan nutrisi klien.

6. Membantu meningkatan nafsu makan klien.

7. Memberi pilihan kepada klien, dapat meningkatkan nafsu makan klien.

8. Mengetahui apakah ada alergi pada makanan klien.

9. Meningkatkan kebutuhan

9. Anjurkan untuk banyak makan buah dan minum.

10. Berikan pendidikan kesehatan tentang : -Makanan bergizi dan tidak mahal. Seperti tahu, tempe, dan telur

10. Meningkatkan pengetahuan klien.

Tujuan :

Klien mampu mengontrol cemas Kriteria Hasil :

- Cemas berkurang

- Klien dapat menurunkan stimulus lingkungan ketika cemas - Klien melaporkan tidur adekuat

- Ekspresi wajah klien tenang

2 Rencana Tindakan Rasional

1. Kaji tingkat kecemasan

1. Merencanakan intervensi dengan tepat.

2. Untuk mengetahui

bagaimana keluhan klien.

3. Memberikan rasa aman dan nyaman pada klien.

4. Mengurangi perasaan cemas pada klien.

5. Untuk mengetahui tingkat kecemasan.

6. Mengetahui solusi apa yang dapat menurunkan kecemasan klien.

7. Dapat mengurangi perasaan cemas yang klien rasakan.

mengungkapkan hal-hal

8. Untuk mengurangi rasa cemas yang klien alami.

Tujuan :

Mentoleransi aktivitas yang biasa dilakukan dan ditunjukkan dengan daya tahan, penghematan energi, perawatan diri

Kriteria Hasil :

- Menyadari keterbatasan energi

- Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat - Tingkat daya adekuat untuk beraktifitas

3 Intervensi Rasional

1. Monitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat

4. Catat tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas.

1. Merencanakan intervensi dengan tepat.

2. Pasien dapat memilih dan merencanakan sendiri.

3. Mengkaji sejauh mana perbedaan peningkatan selama aktivitas.

4. Membantu

mengembalikan energi.

5. Metabolisme

5. Anjurkan istirahat yang adekuat.

6. Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya :

Nutrisi yang baik untuk me-ningkatkan energi yang ada dalam tubuh.

membutuhkan enenrgi.

6. Meningkatkan pengetahuan pasien tentang pentingnya nutrisi untukmeningkatkan energi dalam tubuh.

2.9 Implementasi Keperawatan Hari/

Tanggal No

Dx Pukul Implementasi Keperawatan Evaluasi 17 Mei

penyebab mual dan muntah.

2. Menkaji tanda-tanda vital klien

3. Mengkaji status gizi klien, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

4. Mengkaji berat badan klien.

5. Menganjurkan makan dengan porsi sedikit tetapi sering.

6. Menanyakan makanan kesukaan klien.

7. Menganjurkan makanan yang bergizi, tinggi kalori, dan bervariasi yang dapat dipilih oleh pasien.

8. Menanyakan pada klien tentang alergi makanan.

9. Menganjurkan untuk banyak makan buah dan minum.

10. Memberikan pendidikan kesehatan tentang :

-Makanan bergizi dan tidak mahal.

S : Klien mengatakan bahwa nafsu makannya sudah bertambah sedikit demi sedikit.

O :

- Mual muntah berkurang -Nafsu makan bertambah A :

Masalah sebagian teratasi (nafsu makan sudah bertambah sedikit demi sedikit).

P : Intervensi dilanjutkan dengan menganjurkan makan sedikit tapi sering.

19 Mei

3. Mendampingi klien untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan.

4. Memotivasi klien untuk menyampaikan tentang isi

6. Membantu klien untuk mengungkapkan hal-hal yang membuatnya cemas.

7. Mengajarkan klien teknik relaksasi dengan (menarik nafas dalam dan tahan sebentar lalu perlahan buang udaranya).

8. Kolaborasi :

Memberikan obat-obatan yang mengurangi cemas.

S : Klien mengatakan bahwa cemas yang ia rasakan sudah berkurang, dan ia sudah mengerti keadaannya.

O : Klien tampak tenang A : Masalah sebagian teratasi (Klien sudah merasa tenang dan nyaman).

P : Intervensi dilanjutkan oleh keluarga yaitu dengan memotivasi klien agar mengerti keadaanya.

1. Memonitor keterbatasan aktivitas, kelemahan saat aktivitas.

2. Memberikan diet yang adekuat dan seimbang.

3. Membantu pasien dalam

S : Keluarga klien mengatakan bahwa klien sudah mulai bisa beraktivitas secara mandiri, seperti makan dan ke kamar mandi.

WIB

15.30 WIB

melakukan aktivitas sendiri.

4. Mencatat tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas.

5. Menganjurkan istirahat yang adekuat.

6. Memberikan pendidikan kesehatan tentang

pentingnya :

- Pentingnya nutrisi yang baik untuk meningkatkan energi yang ada dalam tubuh.

O : - Aktivitas kecil sudah bisa dilakukan secara mandiri oleh klien.

A :

Masalah sebagian teratasi (klien sudah bisa melakukan aktivitas kecil seperti makan dan ke kamar mandi).

P : Intervensi dilanjutkan dengan keluarga memotivasi klien untuk makan yang bergizi dan adekuat.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Hasil pengkajian pada Ny. K didapatkan keluhan utama yang dirasakanadalah klien mengatakan sering mengeluh mual dan muntah pada masa kehamilannya sehingga dengan keadaannya tersebut ia menjadi tidak nafsu makan dan badan terasa letih, klien juga tidak dapat melakukan aktivitas dengan kondisinya tersebut. Klien saat ini sedang hamil trimester pertama yaitu usia kehamilan 12 minggu.

Berdasarkan pengkajian dapat diperoleh data subjektif yaitu klien sering mual dan muntah yang membuat ia tidak nafsu makan,berat badan klien juga menurun dan keadaan letih. Sehingga, menyebabkan ia tidak dapat melakukan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Klien juga mengatakan bahwa ia cemas dengan keadaannya tersebut. Kemudian, didapatkan juga data objektif yaitu frekuensi mual muntah >dari 10 x/hari dan porsi makan tidak habis, keadaan klien tampak lemah, dan bb sebelum hamil 59 kg dan saat ini 55 kg. TD : 110/70 mmHg, N : 78 x/i, T : 36,7o C, dan RR : 24 x/i.

Setelah dilakukan analisa data penulis mendapatkan prioritas masalah keperawatan dengan diagnosa keperawatan gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pemasukan yang tidak adekuat ditandai dengan mual muntah yang berlebihan dengan frekuensi > dari 10 x/hari dan tidak nafsu makan, berat badan klien menururun yaitu sebelum hamil 59 kg dan setelah hamil 55 kg, usia kehamilan : 12 minggu. Kemudian klien diberikan intervensi dan implementasi selama 3 hari.

3.2 Saran

1. Bagi pelayanan kesehatan

Diharapkan bagi pelayanan kesehatan tidak hanya melaksanakan asuhan keperawatan di tempat pelayanan kesehatan saja, tetapi bisa juga dilakukan dengan home care.

2. Institusi

Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dengan hiperemesis gravidarum.

3. Penulis

Dapat belajar mengenal dan memahami serta dapat mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dengan hiperemesis gravidarum.

DAFTAR PUSTAKA

Mitayani. (2009). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Salemba Medika Bobak, dkk. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Reny, Y. (2017). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Maternitas Aplikasi NANDA, NIC, NOC. Edisi 1. Jakarta : CV. Trans Info Media.

Ari, S. (2009). Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika.

Tarwoto & Wartonah. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia Manusia dan Proses Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

Wilkinson, J.M. Ahern. dan Nancy.R (2012). Buku Saku Diagnosis Keperawatan.

Edisi 9. Jakarta : ECG.

Diyan, I. (2013). Keperawatan Maternitas Pada Area Perawatan Antenatal.

Yogyakarta : Graha Ilmu

Herman, T. (2012). Nursing Diagnosis : Definitions and Classification 2012 – 2014. Jakarta : EGC.

Lampiran 1

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

I. BIODATA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. K

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 21 Tahun

Status Perkawinan : Menikah

Agama : Islam

Pendidikan : SMK

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Alamat : Jl. Teratai Gg. Mulia Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia

II. KELUHAN UTAMA

Ny. K mengatakan bahwa ia sering mual dan muntah, ia juga mengatakan bahwa ia tidak nafsu makan, sehingga ia merasa lelah dan tidak sanggup untuk melakukan aktivitas.

III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG A. Provocative/Palliative

1. Apa penyebabnya :

Ia sering mengeluh mual dan muntah, yang menimbulkan ia tidak nafsu makan dan tidak bisa beraktifitas.

2. Hal- hal yang memperbaiki keadaan : Tirah baring dan beristirahat B. Quantity/quality

1. Bagaimana dirasakan : Badan terasa lemas, letih, dan tidak sanggup melakukan aktivitas 2. Bagaimana dilihat : Tampak pucat pada wajah klien C. Region

1. Dimana lokasi : - 2. Apakah menyebar : - D. Saverity

Klien mengatakan bahwa keadaan ini membuatnya tidak nyaman dan mengganggu aktivitasnya.

E. Time

Pada saat pagi hari dan suatu waktu ketika mencium aroma yang khas dan kuat.

IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU

A. Penyakit yang pernah dialami : Ny. K tidak memiliki penyakit di masa lalu B. Pengobatan/ tindakan yang dilakukan : -

C. Pernah dirawar/ di operasi : -

D. Lama dirawat : -

E. Alergi : Ny. K tidak memiliki

riwayat alergi

F. Imunisasi : Ny. K mengatakan bahwa dia tidak menigingat riwayat imunisasinya.

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA A. Orangtua

Ny. K tidak memiliki riwayat penyakit menular dan juga penyakit keturunan.

B. Saudara Kandung

Saudara Ny. K juga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menular maupun keturunan.

C. Penyakit keturunan yang ada Tidak ada

D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Tidak ada

E. Anggota keluarga yang meninggal Nenek Ny. K sudah meninggal F. Penyebab meninggal

Klien mengatakan penyebab neneknya meninggal karena faktor usia.

VI. RIWAYAT OBSTETRIK

G : 2 P : 1 A : - HPHT : 16 April 2017 TTP : 23 – 03 - 2018

No Umur

Komplikasi / Masalah Kondisi

Anak Penolong Kehamilan Persalinan Nifas

1. 18 th I Normal Normal Sehat Bidan

VII. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi klien tentang penyakit

Klien mengatakan bahwa keadaan yang dialami nya yaitu mual dan muntah sangat mengganggu aktivitasnya.

B. Konsep diri 1. Gambaran diri :

Klien mengatakan menyukai semua bagian tubuhnya 2. Ideal diri :

Klien mengatakan ingin mual dan mual dan muntah yang ia rasakan segera sembuh dan berakhir, agar bisa melakukan

aktivitas.

3. Harga diri :

Klien mengatakan diperhatikan oleh suami dan juga ibu mertuanya

4. Peran diri :

Klien berperan sebagai ibu dan juga istri 5. Identitas diri :

Selama sakit, sebagian besar aktivitas klien dibantu oleh suami dan mertuanya.

C. Keadaan emosi

Klien kadang-kadang tidak bisa menahan emosinya.

D. Hubungan sosial

1. Orang yang berarti : Orang yang berarti bagi klien adalah suami dan anaknya.

2. Hubungan dengan keluarga : Hubungan klien dengan keluaga baik.

3. Hubungan dengan orang lain : Hubungan dengan orang lain yaitu yaitu tetangga cukup baik.

4. Hambatan dalan berhubungan dengan orang lain : Tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain.

E. Spritual

1. Nilai dan keyakinan : Klien beragama islam dan dalam kehidupan sehari-hari klien melakukan aktivitas sesuai dengan ajaran agama dan keyakinannya.

2. Kegiatan ibadah : Klien melakukan ibadah sesuai ajaran dan keyakinannya dengan melaksanakan sholat 5 kali sehari semalam.

VIII. STATUS MENTAL

1. Tingkat kesadaran : Compos mentis

2. Penampilan : Kurang rapi

3. Pembicaraan : Lambat

4. Alam Perasaan : Lesu

5. Afek : Stabil

6. Interaksi selama wawancara : Mudah tersinggung

7. Memori : Gangguan daya ingat saat

ini.

IX. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan Umum

Kesadaran : Compos mentis B. Tanda-tanda vital

1. Suhu tubuh : 36,7 oC

2. Tekanan darah : 110/70 mmHg 3. Nadi : 76x/menit 4. Pernafasan : 24x/menit

5. TB : 150 cm

6. BB : Sebelum 59 kg. Sesudah hamil 55 kg

C. Pemeriksaan Head to Toe a. Kepala dan rambut

1. Bentuk : Simetris dan ovale

2. Ubun-ubun : Tepat di tengah tidak ada benjolan

3. Kulit kepala : Bersih dan sedikit berbau b. Rambut

1. Penyebaran dan keadaan rambut : Rambut tumbuh merata dan keadaan rambut bersih

2. Bau : Rambut sedikit berbau

3. Warna kulit : Kuning langsat c. Wajah

1. Warna kulit : Kuning langsat 2. Struktur wajah : Simetris dan oval d. Mata

1. Kelengkapan dan kesimetrisan : Simetris

2. Palpebra : Merah muda dan lembab 3. Konjungtiva dan sclera : Merah muda dan sclera

putih

4. Pupil : Isokor

5. Cornea dan iris : Bening

6. Visus : Ketajaman penglihatan baik 7. Tekanan bola mata : Baik

e. Hidung

1. Tulang hidung dan posisi septum nasi : Tulang hidung simetris dan posisi septum nasi di tengah.

2. Lubang hidung : Normal, bersih dan tidak ada sumbatan

3. Cuping hidung : Tidak ada gerakan cuping hidung pada saat bernafas.

f. Telinga

1. Bentuk telinga : Simetris dan tidak ada secret 2. Ukuran telinga : Simetris kiri dan kanan 3. Lubang telinga : Lubang telinga paten dan

bersih 4. Ketajaman pendengaran : Baik g. Mulut dan faring

1. Keadaan bibir : Kering,

2. Keadaan gusi dan gigi : Tampak kotor, dan berbau 3. Keadaan lidah : Tidak bersih

4. Orofaring : Pita suara baik h. Pemeriksaan integument

1. Kebersihan : Kulit tampak bersih

2. Kehangatan : Akral hangat

3. Warna : Kuning langsat

4. Turgor : Baik

5. Kelembaban : Kelmbaban kulit baik 6. Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan pada

kulit i. Pemeriksaan payudara dan ketiak

1. Ukuran dan bentuk : Simetris keduanya

2. Warna payudara dan areola : Kuning langsat dan coklat 3. Kondisi payudara dan puting : Bersih dan menonjol 4. Aksila dan clavicula : Simetris

j. Periksaan muskuloskeletal / akstremitas (kesimetrisan, kekuatan otot, edema )

Otot simetris, tidak ada edema, namun klien mengalami kelemahan karena kendisi mual muntahnya dan tidak nafsu makan.

k. Fungsi motorik

Klien mengalami keterbatasan fisik karena kondisinya mual dan muntah, dan lemah,

l. Fungsi sensorik (identifikasi sentuhan, tes tajam tumpul, panas dingin, getaran)

Klien dapat merasakan semuanya X. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

A. Pola makan dan minum

1. Frekuensi makan/hari : Klien tidak nafsu makan, klien biasanya makan cemilan, dan hanya menurut selera nya saja. Porsi makan klien juga tidak habis.

2. Nafsu/selera makan : Tidak ada nafsu makan, seleranya hanya minum jus dan cemilan apa yang ia inginkan. Dan porsi makan pun tak habis.

3. Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri ulu hati 4. Alergi : Klien alergi terhadap cuaca 5. Mual dan muntah : Sering > dari 10x/hari 6. Waktu pemberian makan : Menurut selera klien

7. Jumlah dan jenis makan : Seberapa yang habis oleh klien 8. Waktu pemberian cairan/minum : Ketika merasa haus

9. Masalah makan dan minum ( kesulitan menelan, mengunyah ) : Klien tidak ada masalah dalam menelan dan

mengunyah,hanya saja klien tidak memiliki nafsu untuk makan.

B. Perawatan diri / Personal hygiene

1. Kebersihan tubuh : Bersih

2. Kebersihan gigi dan mulut : Mulut tampak bersih 3. Kebersihan kuku kaki dan tangan : Kuku kaki dan juga tangan

tampak bersih C. Pola kegiatan/aktivitas

1. Aktivitas klien dibantu oleh suami dan juga mertuanya, kebutuhan aktivitas untuk mandi, makan dan juga eliminasi juga dibantu oleh keluarganya.

2. Aktivitas untuk beribadah dilakukan klien ketika ia merasa sanggup untuk melakukannya.

D. Pola Eliminasi 1. BAB

- Pola BAB : 1-2 kali/hari - Karakter fases : Lunak

- Riwayat perdarahan : Tidak ada perdarahan - Diare : Tidak ada diare - Penggunaan laktasif : Tidak ada penggunaan

laktasif 2. BAK

- Pola BAK : Tidak menentu - Karakter urin : Kuning

- Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih : Tidak ada riwayat penyakit ginjal/

kandung kemih.

- Penggunaan diuretik : Tidak menggunakan diuretik

- Upaya mengatasi masalah : - E. Mekanisme koping

Adaftif, menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dengan anggota keluarganya, teman, dan berpasrah serta berserah diri pada Yang Maha Kuasa dan berusaha menerima keadaannya yang sekarang.

LAMPIRAN 2

Catatan Perkembangan

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No

DX

Hari/

Tanggal Pukul Tindakan Keperawatan

1 Senin

1. Mengkaji faktor penyebab mual dan muntah.

2. Mengkaji tanda-tanda vital klien

3. Mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hilangnya nafsu makan makan klien.

4. Menganjurkan makan dengan porsi sedikit tetapi sering.

5. Menganjurkan untuk banyak makan buah dan minum.

6. Memberikan pendidikan kesehatan tentang : -Makanan bergizi dan tidak mahal ( tahu, tempe, telur)

7. Menganjurkan makanan yang bergizi, tinggi kalori, dan bervariasi yang dapat dipilih oleh pasien.

Evaluasi :

S : Klien mengatakan bahwa nafsu makannya sudah bertambah sedikit demi sedikit.

O :

- Mual muntah berkurang dalam sehari - Nafsu makan bertambah

A :

Masalah sebagian teratasi (nafsu makan sudah bertambah sedikit demi sedikit).

P : Intervensi dilanjutkan dengan menganjurkan makan sedikit tapi sering.

2 Selasa

1.Mengkaji tingkat kecemasan klien.

2.Mendengarkan keluhan klien dengan penuh perhatian.

3. Memotivasi klien untuk menyampaikan tentang isi perasaanya.

4. Membantu klien untuk mengungkapkan hal-hal yang membuatnya cemas.

5. Mengajarkan klien teknik relaksasi dengan (menarik nafas dalam dan tahan sebentar lalu perlahan buang udaranya).

6. Kolaborasi :

Memberikan obat-obatan yang mengurangi cemas.

Evaluasi :

S : Klien mengatakan bahwa cemas yang ia rasakan sudah berkurang, dan ia sudah mengerti keadaannya.

O : Klien tampak khawatir dan cemas dengan keadaannya.

A : Masalah sebagian teratasi (Klien sudah merasa tenang dan nyaman).

P : Intervensi dilanjutkan oleh keluarga yaitu dengan memotivasi klien agar mengerti keadaanya.

3 Rabu

1. Memonitor keterbatasan aktivitas dan kelemahan saat aktivitas.

2. Memberikan diet yang adekuat dan seimbang.

3. Membantu pasien dalam melakukan aktivitas sendiri.

4. Mencatat tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas.

5. Menganjurkan istirahat yang adekuat.

6. Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya :

- Nutrisi yang baik untuk meningkatkan energi yang

ada dalam tubuh.

Evaluasi :

S : Keluarga klien mengatakan bahwa klien sudah mulai bisa beraktivitas secara mandiri, seperti makan dan ke kamar mandi.

O : - Kesulitann dalam pergerakan - Kelemahan otot

- TD :110/70 mmHG - T : 36,7 oC

- N : 78x/menit - R : 24x/menit A :

Masalah sebagian teratasi (klien sudah bisa melakukan aktivitas kecil seperti makan dan ke kamar mandi).

P : Intervensi dilanjutkan dengan keluarga memotivasi klien untuk makan yang bergizi dan adekuat.

Dokumen terkait