• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Sajian Data

Gambar 4.1 Gedung tempat proses belajar mengajar berlangsung di TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo

Dan dari hasil wawancara dengan salah satu guru yang mengajar di TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Ibu Titik Nur Jannah, S.Pd bahwa pengurus atau pengelola TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terdiri dari ketua muslimat dan masyarakat Sentul sendiri pada umumnya. Seperti yang diungkapkan oleh Informan:

“ Penanggung jawab TK/RA Muslimat terdiri dari Ketua Muslimat dan anggotanya serta berasal dari anggota masyarakat desa Sentul ” (CL 1).

Gambar 4.2 Masyarakat / orang tua ikut berperan serta dalam kegiatan pembelajaran

Bermula dari ketidaktersediaan sarana pendidikan khususnya untuk anak usia dini menjadi motivasi utama bagi masyarakat Sentul untuk mendirikan sebuah lembaga/institusi yang bisa menampung dan memberikan pembelajaran sejak dini kepada anak-anak khususnya anak-anak usia pra sekolah di desa Sentul dan sekitarnya. Lembaga yang kemudian diberi nama TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo ini berdiri hingga sekarang dan mampu menampung banyak siswa dan berhasil mencetak generasi bangsa yang kreatif sejak dini.

“ Kita para orang tua juga ikut berperan dalam permainan anak. selama permainan diberikan di sekolah baik, dan baik untuk perkembangan anak saya, kita sebagai orang tua mendukung penuh” (CL 6).

“ Ya, saya selalu mendampingi anak saya selama di sekolah, karena saya juga bis mengawasi anak saya. Terkadang saya juga ikut masuk ke kelas dan membantu anak saya dalam bermain di kelas ”(CL 5).

Dalam sistem pembelajaran di TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo sangat menyenangkan. Anak-anak lebih banyak bermain dari pada belajar. Karena bermain dapat membangun kreatifitas pada anak, serta membangun relasi antar sesama teman. Hal ini dikarenakan anak pada usia tersebut tidak perlu diminta untuk belajar karena pembelajaran anak usia dini bisa dilakukan dengan jalan permainan.

Permainan yang diberikan pada TK Muslimat juga mengarah pada sistem pembelajaran, Guru juga ikut berperan dalam permainan anak. Guru menjadi pengarah dan peraga dalam permainan anak Seperti yang diungkapkan oleh salah satu informan:

“ Dalam permainan guru–guru di TK Muslimat sangat berperan, misalnya dalam permainan peragaan profesi, guru harus bersikap siap sebagai seorang petugas polisi, selain itu ada permainan tebak gambar hewan, guru menunjukkan beberapa gambar hewan dan murid menebak gambar hewan ” (CL 1).

Gambar 4.3 Bermain peran

Materi permainan yang digunakan mengarah pada pembelajaran anak tidak hanya diajak bermain tapi juga diajak belajar, mengenal nama-nama hewan sesuai dengan gambar hewan, materi melihat sisi-sisi kubus dan menata kubus. Berhitung juga diberikan kepada anak. Sehingga anak akan lebih senang dan lebih gampang menerima pembelajaran dengan cara bermain. Seperti yang di ungkapakan informan :

“ Dalam memberikan pembelajaran pada sistem permainan guru di TK Muslimat sentul tidak terlepas dari kurikulum pendidikan yang ada, meskipun dengan metode bermain, kita tetap memberikan pembelajaran sesuai dengan kurikulum ” (CL 2).

Gambar 4.4 Bermain balok

Metode pembelajaran yang digunakan lebih banyak dengan cara permainan, karena untuk mendorong antusiasme anak dalam pembelajaran. Dalam beberapa metode pembelajaran guru juga memakai alat bantu untuk mengajar, selaian itu dalam belajar berperan, metode yang digunakan adalah pergaan suatu model atau sandiwara dalam cerita. Guru tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga ikut dalam permainan yang dimainkan.

Fasilitas yang diberikan terhadap pembelajaran di TK Muslimat Sentul tidak hanya mengacu pada permainan, di dalam kelas tersedia alat-alat tulis untuk belajar menghitung, menulis dan menggambar serta belajar untuk mewarnai.seperti yang diungkapakan pada informan :

“ Salah satu metode pembelajaran yang diberikan melalui permaianan. guru juga menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran, tidak hanya alat- alat bermain alat-alat tulis dan menggambar juga kami fasilitasi ” (CL 3).

digunakan dalam proses pembelajaran, seperti yang diungkapkan pada informan berikut ini :

“ Kita guru TK Muslimat sentul tidak hanya menyediakan alat-alat tulis saja sebagai proses pembelajaran, tapi juga menggunakan alat-alat permainan misal nya bentuk- bentuk hewan, gambar nama-nama hari dalam bahasa inggris, ular tangga, kubus ” (CL 2).

Salah satu proses pembelajaran yang dilakukan guru adalah dengan cara bermain, karena permainan yang diberikan pada anak mengarah pada perkembangan anak. Salah satu bentuk permainan yang mengarah pada perkembangan anak adalah permainan peran yang bertujuan untuk membangun sosialisai dan kerja sama sehingga berfungsi untuk menjalin kerja sama antar teman. Di situ anak juga cara diajarkan bagaimana bermain peran dengan bagai sesama teman, dengan begitu anak akan lebih bisa bekerja sama dengan teman nya. Tidak hanya permainan menata kubus juga dapat mengatahui bagaimana perkembangan motorik kasar pada anak. Seperti yang diungkapkan pada informan berikut ini.

“ Metode permainan yang kita gunakan sangat membantu dalam pengetahuan dan perkembangan anak, misalnya dalam permainan kubus, ada salah satu anak yang tidak bisa menata kubus dengan rapi dan cepat seperti teman nya, dari situ kita tahu bahwa perkembangan motorik kasar kurang. Tidak hanya itu misalnya permainan peran, ada beberapa anak yang tidak bisa bekerja sama dengan temannya, dari situ juga kita bisa tahu bahwa perkembangan bahasa nya juga kurang. Selain itu ada beberapa anak yang tidak bisa bersosialisasi dengan temannya dan asyik dengan permainannya sendiri ” (CL 1).

“ Anak-anak di TK Muslimat lebih banyak bermain dari pada belajar karena belajar anak bisa melalui dengan permainan. Dengan permainan anak akan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran tidak hanya itu bu, dengan permainan kita dapat mengetahui perkembangan anak, selain itu, anak –anak lebih mudah menerima pengetahuan yang diberikan, karena dalam memperoleh pembelajaran anak dalam suasana yang senang dan guru juga lebih gampang dalam menyampaikan pembelajaran ” (CL 2).

Gambar 4.5 Anak lebih banyak bermain daripada belajar

Pada TK Muslimat Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, fasilitas yang dimiliki cukup memadai, tidak hanya menyediakan ruangan tapi juga memfasilitasi anak dengan alat untuk belajar, alat –alat bermain. Guru juga memfasilitasi ekstra kulikuler, ada ekstra marching band dan ekstra melukis. Mulai dari tempat belajar mengajar (ruang kelas), kelas sentra, kamar mandi, beberapa permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak, alat permainan yang digunakan ada di dalam kelas, ular tangga, melihat sisi kubus dan menata kubus, macam-macam nama hewan sesuai gambar hewan, nama dan bentuk buah- buahan, macam- macam bentuk kendaraan, bentuk permainan di luar kelas, ayunan, tangga.

Gambar 4.6 Pembelajaran dilakukan dengan bermain

Tes evaluasi penting dilakukan untuk mendeteksi perkembangan anak secara dini. Karena dengan mendeteksi secara dini kita dapat mengetahui penyimpangan perkembangan pada anak, sehingga kita bisa mengatasi masalah tersebut secara dini. Tes evaluasi yang dilakukan di TK Muslimat Sentul berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. guru dan orang tua ikut berperan dalam tes perkembangan anak. Anak yang di tes perkembangannya sangat antusias dalam menjalani tugas tes perkembangan.

“ Saya bersyukur dan mendukung adanya tes perkembangan yang dilakukan kepada anak saya. Dengan dilakukan tes perkembangan saya jadi tahu apakah perkembangan anak saya sesuai atau tidak dengan usianya ”(CL 5).

“ Dengan adanya tes perkembangan yang dilakukan sangat membantu guru di TK Muslimat Sentul dalam memberikan pembelajaran, para guru jadi tahu apa yang harus diberikan bagi anak-anak yang perkembangannya tidak sesuai. Selain itu guru juga dapat mengarahkan dan membimbing dengan tepat semua anak di TK Muslimat Sentul sesuai dengan perkembangan dan usianya ”(CL 1).

Gambar 4.7 Tes Perkembangan

Pada umumnya para orang tua tidak menegatahui bentuk-bentuk permainan yang baik untuk anak nya, bentuk permainan yang merangsang perkembangan anak, oleh karena itu ketika di luar jam sekolah, orang tua hanya memberikan permainan yang diminta oleh anaknya.berbeda denga permainan yang diberikan di sekolah.seperti ungkapan informan berikut ini

“ Iya bu, saya tdk tahu sebenarnya bentuk permainan yang bagaimana yang baik untuk anak saya, kalau di rumah saya hanya memberikan apa yang anak saya inginkan, dan saya tidak tahu apakah bentuk mainan itu baik untuk perkembangan atau tidak. Beda dengan di sekolah, pada saat saya menunggui di sekolah permainan yang di berikan terhadap bu guru lebih ke pengetahuan, misalnya: mengenal nama-nama hewan, alat transportasi ” (CL 7).

Hal ini juga diperkuat oleh informan lain.

“ Saya belum tahu model permianan apa yang baik menurut perkembangan anak saya. Selama ini anak saya meminta mainan saya selalu memberi tanpa saya mengerti baik atau tidak untuk perkembangan anak saya ”(CL 5).

Hal ini juga diperkuat oleh informan selanjutnya.

“ Saya tidak tahu bu, karena tidak ada yang memberi tahu. Saya sering memberikan mainan yang diinginkan oleh anak saya saja ” (CL 9).

“ Anak saya sering bermain sendiri, saya memberikan anak saya mainan lima kali selama satu minggu. Tapi saya tidak tahu apakah mainan itu baik untuk perklembangan anak saya atau tidak ” (CL 10).

Bentuk-bentuk mainan yang diberikan orang tua kepada anaknya umunya berbentuk mobil-mobilan, kemudian handphone, Playstasion, sesuai yang diinginkan oleh anaknya tanpa orang tua tahu apakah bentuk mainan tersebut baik atau tidak untuk perkembangan anaknya, selama ini anggapan orang tua bahwa bentuk mainan mahal dan modern baik untuk anaknya, selain itu bentuk mainan seperti Playstasion anak akan cenderung bermain sendirian di rumah dari pada bersosialisasi dengan temannya di luar rumah. Seperti yang diungkapkan oleh informan berikut ini.

“ Saya memberikan mainan anak saya laptop mainan dan semua mainan yang diinginkan oleh anak saya. Di sekolah anak saya juga banyak membeli mainan ” (CL 13).

Hal ini juga diperkuat oleh informan lainnya.

“ Kalau anak saya minta mainan selalu saya berikan, mainannya berbentuk mobil-mobilan dan pistol-pistola. Setiap minggu saya mengajak anak saya ketempat area bermain ”(CL 12).

Hal ini juga diungkapkan oleh informan lainnya.

“ Hampir setiap hari saya memberikan mainan kepada anak saya. Saya memberikan jenis mainan seperti Ipad, kemudian mainan game Playstasion. Anak saya senang bermain di rumah sendiri ” (CL 4).

“ Saya memberikan mainan kepada anak saya berupa mobil-mobilan dan jenis mainan yang lain yang diinginkan anak saya. Anak saya senang bermian di rumah sendirian ” (CL 8).

Model – model permainan yang diberikan kepada anak pada TK Muslimat sentul lebih mengarah ke pengetahuan dan perkembangan anak, bentuk permainan yang diberikan tidak hanya berbentuk mainan tetapi juga diberikan bermain peran, bermain sensomotorik, bermain ide / gagasan. Seperti yang diungkapkan pada informan berikut ini.

“ Banyak model-model permainan yang kita gunakan, selaian bermain peran, kita juga memberikan bermain sonsomotorik Bermain peran, misalnya anak diberikan sebuah narasi/cerita dongeng dengan berbagai karakter sifat, setelah itu anak disuruh untuk menirukan karakter atau sifat tokoh dalam cerita tersebut, Bermain balok, anak bermain dengan menggunakan benda yang sudah ada untuk membantu, menghadirkan konsep yang sudah dimilikinya. Bermain sensorimotor, anak main dengan benda untuk membangun persepsi bermain jungkitan, telusuran, bola. Bermain pembangunan, anak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide/gagasan yang dibangun dalam pikirannya menjadi sesuatu bentuk nyata seperti balok dan warna ” (CL 2).

Tes perkembangan yang dilakukan pada anak di TK Muslimat Sentul dilakukan dengan menggunakan lembar KPSP. Pada lembar KPSP ada empat

perkembangangan yang masuk dalam tugas tes perkembangan, yaitu: 1). Motorik halus. 2) Motorik kasar. 3) Personal sosial. 4) dan bahasa. Tes perkembangan yang dilakukan sesuai dengan usia anak di TK Muslimat Sentul.

“ Pada tes perkembangan yang dilakukan didapatkan hasil, pada anak usia 42 bulan yang berjumlah satu orang diperoleh hasil perkembangan yaitu terjadi penyimpangan pada perkembangannya, anak pada usia 48 bulan yang berjumlah empat anak diperoleh hasil hanya satu anak yang perkembangannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak sedangkan tiga anak perkembangannya terjadi penyimpangan, dan pada anak usia 60 bulan yang berjumlah lima anak diperoleh hasil perkembangan yaitu terjadi pemyimpangan pada perkembangannya sebanyak empat orang sedangkan yang perkembangannya meragukan hanya ada satu anak saja ”.

Dokumen terkait