Mahkamah Agung Republik Indonesia
PERALATAN UGD
9. Saksi Dr. BERSEBA SARI PERANGINANGIN MARS
- Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa Drg. FADILLA RATNA DUMILLA MALLARANGAN, M.KES. namun tidak ada hubungan keluarga dengan saksi.
- Bahwa setahu saksi Terdakwa menjabat sebagai Direktur Rumah saksi Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam sejak tahun 2011.
- Bahwa Direktur tersebut di angkat berdasarkan Surat Keputusan Walikota Batam.
- Bahwa pada tahun 2004 saksi pernah menjabat sebagai Dokter PTT di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Batam.
- Bahwa pada tahun 2006 saksi diangkat lagi sebagai Dokter Fungsional pegawai tetap di RSUD Kota Batam.
- Bahwa tahun 2008 saksi ditugaskan lagi sebagai dokter yang membantu bagian manjemen di RSUD Kota Batam.
- Bahwa setahu saksi tahun 2010 sampai dengan awal tahun 2011 Rumah Sakit Daerah Empung Fatimah Kota Batam dipimpin oleh oleh Dr.
ASMOJI.
- Bahwa setelah itu Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam dijabat oleh Pelaksana Tugas (PLT) Drs. BURALIMAR. MSi.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 140
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 141 dari Putusan Perkara No 14/Pid.Sus -TPK/2016/PN Tpg
- Bahwa saksi pernah diberi tahu oleh Pelaksana Tugas Drs.
BURALIMAR. MSi, yang menyatakan bahwa ada surat dari Dinas Kesehatan yang berasal dari Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
- Bahwa setahu saksi surat tersebut isinya meminta saksi untuk melakukan penelaahan RKAKL terhadap dana tugas pembantuan tahun 2011 dilingkungan Ditjen Bina Upaya Kesehatan.
- Bahwa setelah itu saksi bersama dengan Dr ELFRIDA. RS. MUNTHE mengundang dan meminta kepada para dokter untuk membuat usulan peralatan yang dibutuhkan masing-masing staf medis operasional.
- Bahwa selanjutnya saksi bersama dengan panitia lainnya mengadakan MAPPING peralatan yang sudah ada di RSUD Embung FATIMAH Kota Batam.
- Bahwa tujuan dilakukannya Mapping adalah untuk melakukan tambahan dalam menyusun usulan.
- Bahwa dalam kerangka usulan tersebut saksi telah tanda tangani sebanyak tujuh (7) item.
- Bahwa dalam pengadaan alat kesehatan ini biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 19.888.195.000,- ( sembilan belas miliyar delapan ratus delapan puluh delapan juta seratus sembilan puluh lima ribu rupiah).
- Bahwa sepengetahuan saksi kerangka yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan penggunaan alat kesehatan dan KB tersebut, berdasarkan kepada acuan kegiatan yang telah direvisi dan langsung ditanda tangani.
- Bahwa selain dari rencana anggaran biaya tersebut saksi ajukan juga harga pembanding sebagaimana yang diminta oleh Kementerian Kesehatan RI.
- Bahwa setahu saksi harga pembanding didapatkan dari berbagai perusahaan diantaranya dari PT. Intim Sentra Prima, PT. Enseval Medika Prima dan CV Mitra Repha Abadi.
- Bahwa dalam penyusunan RAK dan RAB tersebut saksi juga mengkomodir kebutuhan para dokter masing-masing pada unit /instalasi hal ini berdasarkan kepada petunjuk dari Menkes RI.
- Bahwa saksi tidak tahu apakah daftar atau peralatan yang diajukan tersebut dijadikan dasar untuk melakukan lelang pengadaan barang.
- Bahwa pernah Terdakwa meminta semua berkas/brosur yang berhubungan dengan alat kesehatan.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 141
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 142 dari Putusan Perkara No 14/Pid.Sus -TPK/2016/PN Tpg
- Bahwa setelah itu saksi tidak pernah diikutkan lagi didalam pengadaan peralatan alat kesehatan sehingga tidak tahu lagi perkembangannya.
- Bahwa sampai saat ini saksi tidak pernah melihat aturan yang mengatur tentang penyusunan RAB dan RKAKL tersebut, dan juga tidak ada informasi yang diberikan kepada saksi.
- Bahwa dalam pelaksanaan lelang saksi juga tidak mengetahui lagi prosesnya karena tidak dilibat kan lagi didalam pengadaan alat kesehatan, karena panitianya telah ditetapkan oleh Terdakwa selaku Pejabat Pembuat Komitmen.
- Bahwa saksi tidak kenal dan tidak pernah berhubungan dengan namanya PRANCISKA IDA SOFIA terutama dalam pengadaan alat kesehatan di RSUD Kota Batam.
- Bahwa saksi tidak pernah menerima apapun yang berhubungan dengan pengadaan alat kesehatan dan Kedokteran serta alat Keluarga Berencana.
Atas keterangan saksi tersebut Terdakwa tidak keberatan.
10. Saksi Dr. ELFRIDA RS. MUNTE.
- Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa Drg. FADILLA RATNA DUMILLA MALLARANGAN, M.KES., namun tidak ada hubungan keluarga dengan Terdakwa.
- Bahwa Terdakwa pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam tahun 2011.
- Bahwa sebelumnya yang menjabat selaku Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD Embung Fatimah Batam adalah Drs. BULIMAR MSi.
- Bahwa sepengetahuan saksi Drs. BURALIMAR MSi menggantikan Dr.
ASMOJI.
- Bahwa jabatan saksi di RSUD Embung Fatimah Kota Batam adalah sebagai Kasi Yan Medis dalam pelayanan Medic.
- Bahwa pernah Drs. BURALIMAR, MSi memanggil saksi guna untuk memberi tahu ada surat dari Direktorat Jendral Bina Upaya Kesahatan.
- Bahwa setahu saksi surat yang diperoleh dari Direktorat Jendral Kesehatan tersebut, adalah ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kepulawan Riau.
- Bahwa isi surat dari Direktorat Jendral Kesehatan tersebut menjelaskan tentang dilakukan penelaahan dari pembahasan RKAK/L DIPA Program Bina Upaya Kesehatan yang akan dilaksanakan.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 142
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 143 dari Putusan Perkara No 14/Pid.Sus -TPK/2016/PN Tpg
- Bahwa selanjutnya saksi saksi mengundang para Dokter untuk membuat usulan proposal peralatan yang dibutuhkan masing-masing Satker.
- Bahwa dalam hal persiapan tersebut pertama sekali yang harus saksi lakukan adalah menyiapkan acuan kerja atau TOR dan alat pengelohan data beserta kertas kerja RKAK/L, TOR RAB dan tiga (3) pembanding harga.
- Bahwa setahu saksi kerangka acuan kegiatan tersebut ditanda tangani pada tanggal 3 Mei 2011.
- Bahwa dari isian acuan tersebut, semuanya tertuang dalam perencanaan untuk pelaksanaan kegiatan pengadaan alat Kedokteran, Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB).
- Bahwa dari alat yang digunakan tersebut terdiri dari satu paket alat kedokteran THT, satu paket alat pishiotrapi serta alat dental unit serta alat kedokteran mata.
- Bahwa disamping itu alat –alat lain yang digunakan adalah alat paru-paru dan alat Patologi Anatomi.
- Bahwa setahu saksi setiap dokter mewakili setiap bidang / SMF ( staf medis fungsional) dan bertanggungjawab dibidangnya serta membawa usulan kebutuhan alkes dibidang-masing masing.
- Bahwa dalam kerangka Acuan Kegiatan (Term of reference) yang saksi susun mulai sejak tanggal 3 Mei 2011 tersebut tertuang semua perencanaan untuk pelaksanaan kegiatan pengadaan alat kesehatan yang terdiri tujuh (7) paket.
- Bahwa didalam acuan tersebut telah dicantumkan jumlah dana yang digunakan untuk alat kesehatan sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
- Bahwa acuan kegiatan yang dilakukan setelah direvisi tanggal 9 Mei 2011, adalah RAB yang telah dilampirkan untuk KAK kemudian ditanda tangani oleh Plt. BURALIMAR.
- Bahwa setahu saksi Rencana Anggaran Biaya yang diajukan hanya pembanding sebagaimana yang diminta oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.
- Bahwa sepengetahuan saksi harga pembanding tersebut di dapatkan dari PT. Intim Sentra Prima, PT Enseval Medika Prima, PT Medika Utama dan CV Mitra Tapha Abadi.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 143
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 144 dari Putusan Perkara No 14/Pid.Sus -TPK/2016/PN Tpg
- Bahwa yang memerintahkan saksi untuk menyusun RKAK/L adalah Plt Direktur RSUD yakni Drs. BURALIMAR M.Si.
- Bahwa setahu saksi RKAK/L yang dibuat tidak dipergunakan oleh RSUD dalam pelaksanaan kegiatan penggunaan alat kesehatan, alat Kedokteran dan Keluarga berencana.
Atas keterangan saksi tersebut Terdakwa tidak keberatan.
11, Saksi SUSI ENDRIANI
- Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa Drg. FADILLA RATNA DUMILLA MALLARANGAN, M.KES, namun tidak ada hubungan keluarga dengan Terdakwa.
- Bahwa jabatan saksi di RSUD Kota Batam dari tahun 2007 s/d 2008 adalah sebagai Kepala Ruang Bayi.
- Bahwa saksi menjabat selaku kepala Parinatologi semenjak tahun 2007.
- Bahwa pada tahun 2011 saksi pernah mengetahui adanya pengadaan barang dan jasa berupa Alat Kedokteran Kesehatan dan KB di RSUD Embung Fatimah Kota Batam.
- Bahwa ruangan yang saksi kepalai pernah mendapatkan bantuan peralatan kesehatan dari Menteri Kesehatan RI.
- Bahwa mengenai dokumen “Daftar Inventarisasi, Stock dan Usulan pengadaan peralatan RSUD Embung Fatimah Batam TA 2011 tanpa tanggal namun seingat bulan Juli 2011.
- Bahwa setahu saksi dokumen yang dimaksud berisi tentang daftar barang yang dbutuhkan untuk Ruang Perinatology.
- Bahwa dari daftar yang diajukan tersebut dibuat atas permintaan Dr.
ELFRIDA selaku Kabid Pelayanan Medik.
- Bahwa setahu saksi tujuan dilakukan permintaan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan di ruang Perinatology.
- Bahwa atas permintaan tersebut saksi bersama dengan ERMALIANA dan RETNO MURTI LALILA menyusun daftar kebutuhan sesuai dengan kebutuhan ruang anak.
- Bahwa yang menjadi dasar penyusunan daftar barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di ruang tersebut.
- Bahwa selanjutnya dari daftar barang diserahkan kepada Dr. BARSEBA selaku Staf Bagian Penunjang Medic.
- Bahwa atas permohonan yang diajukan tersebut kemudian langsung diberikan kepada Dr.BARSEBA.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 144
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 145 dari Putusan Perkara No 14/Pid.Sus -TPK/2016/PN Tpg
- Bahwa peralatan yang tidak diusulkan tetapi saksi dapatkan adalah Syringe Pump sebanyak satu (1) buah.
- Bahwa sebelum adanya permintaan tersebut tidak pernah dilakukan sosialisasi atau pemberitahuan dalam bentuk apapun.
- Bahwa setahu saksi jenis peralatan yang diusulkan kemudian diakomodir dalam bentuk pengadaan barang.
- Bahwa seingat saksi peralatan diterima pada akhir bulan Desember 2011 dan juga ada awal bulan tahun 2012.
Atas keterangan saksi tersebut Terdakwa tidak keberatan.