• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.2 Profil Informan

4.2.10 Sandora S Siallagan : Si Cantik

Umur : 14 tahun

Alamat : Jalan Haranggaol No. 2 Tigaraja Jumlah saudara : 3 orang

Anak ke- : 3 dari 4 bersaudara Nama Ayah : R. Siallagan Nama Ibu : A. Hutapea Pekerjaan Ayah : Wiraswasta Pekerjaan Ibu : Ibu rumah tangga

Gadis belia yang satu ini adalalah tamatan inpres dan ia bertempat tinggal di jalan haranggaol nomordua parapat. Ayahnya seorang wiraswasta dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Anak ketiga dari empat bersaudara ini sangat dekat dengan ibunya. Ia juga rajin membantu ibunya berjualan, karena ia sangat menyayangi ibunya.

Si cantik, begitu ia di panggil teman-temannya satu kelas. Pertama kali ia mendapat haid pada malam hari umur 12 tahun. Tidak ada tanda-tanda waktu ia mengalami haid pertama. Kejadiannya waktu itu ketika saya bangun tidur, qoq celana saya berdarah. Saya terkejut, lalu saya menjerit-jerit keluar dari kamar dan bilang sama mamak. Mamak tersenyum-senyum melihat saya menjerit-jerit memanggilnya. Lalu mamak bilang, kamu itu udah besar, udah dewasa, harus pintar-pintar jaga diri. Gak usah takut, itu darah haid.setiap anak perempuan pasti mengalaminya. Darah haid keluar setiap sebulan sekali, kata mamak. Jadi harus mempersiapkan pembalut setiap bulannya, biar darahnya tertampung..saya di buatkan jamu sama mamak, katanya biar badan

saya bagus, tidak melar dan saya juga disarankan untuk mengatur pola makan saya.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Wanita dilengkapi dengan kodrat yang dimulai dari masa akil balig mereka yaitu menstruasi, beranjak dewasa dan menikah. Wanita dilengkapi dengan kemampuan untuk bisa hamil dan melahirkan, tidak sampai di situ saja lebih lanjut wanita juga diberi kemampuan untuk dapat menyusui dan pada waktunya wanita mengalami apa yang namanya menopause. Menstruasi sebagai suatu hal yang melekat pada seorang wanita merupakan suatu hal sangat wajar, dan ini merupakan salah satu tanda bagi seorang wanita telah memasuki masa pubertas.

Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescere (kata bedanya, adolecentia yang bearti remaja) yang berarti “tubuh” atau tumbuh menjadi dewasa. Dalam bahasa ingris murahaqoh adalah adoecence yang berarti at-tadaruj (berangsur-angsur). Jadi artinya adalah berangsur-angsur menuju kematangan secara fisik, akal, kejiwaan dansosial serta emosional.

Pada umumnya, gadis remaja belajar tentang haid dari ibunya. Sayang, tidak semua ibu memberikan informasi yang memadai kepada putrinya, dan sebagian enggan membicarakan secara terbuka sampai anak gadisnya mengalami haid pertama. Hal ini menimbulkan kecemasan pada anak, bahkan sering tumbuh keyakinan bahwa haid itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau serius.

Pada zaman dulu, wanita yang mengalami haid dianggap berbahaya atau kurang bersih. Bagi masyarakat, hilangnya darah berarti hilangnya kehidupan. Sekarang ini, menstruasi bukan merupakan barang tabu untuk dibicarakan sebagaimana pada jaman dulu. Ketika seorang gadis masih remaja, dikatakan bahwa anak wanita tidak boleh mencuci rambutnya atau mandi pada saat menstruasi karena darah bisa masuk ke dalam otak. Cerita ini hanyalah omong kosong dan aturan yang secara medis berlaku adalah mandilah sesuka hati anda atau setidaknya gunakan bidet (alat untuk menyemprotkan air) jika anda melakukannya sehingga anda merasa nyaman.

Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi merupakan peristiwa pendarahan secara periodik dan siklik (bulanan) dari rahim disertai pelepasan selaput lendir rahim (endometrium) melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa. Setiap wanita sehat yang tidak sedang hamil dan belum menopause akan mendapat menstruasi pada setiap bulannya. Dalam keadaan normal lamanya haid berkisar antara 3-7 hari dan rata-rata berulang setiap 28 hari.

Rasa nyeri saat haid merupakan keluhan ginekologi yang paling umum dan banyak dialami oleh wanita. Rasa nyeri saat haid tidak diketahui secara pasti kaitannya dengan penyebabnya, namun beberapa faktor dapat mempengaruhi yaitu ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis. Rasa nyeri tersebut dapat merupakan gangguan primer atau merupakan gangguan sekunder dari berbagai jenis penyakit. Nyeri haid yang disebabkan gangguan primer cukup sering terjadi, biasanya timbul setelah dimulainya menstruasi pertama dan sering kali hilang setelah hamil atau dengan meningkatnya umur wanita. Kemungkinan penyebabnya merupakan hasil dari peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus, jenis sakit haid ini banyak menyerang remaja dan berlangsung sampai dewasa. Nyeri haid yang disebabkan oleh gangguan sekunder biasanya terjadi pada wanita yang lebih tua yang sebelumnya tidak mengalami nyeri. Biasanya rasa sakit tersebut berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisi uterus, penyakit radang panggul, dan tumor dari rongga panggul. Oleh karena itu, untuk mengatasinya harus diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga dapat diambil langkah-langkah medis yang tepat.

Gejala-gejala nyeri haid di antaranya yaitu : rasa sakit datang secara tidak teratur, tajam dan kram di bagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, terus ke kaki, pangkal paha dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Rasa sakit menstruasi juga diikuti dengan premenstruasi sindrom yaitu sekumpulan gejala bervariasi yang muncul antara 7 hingga 14

hari sebelum masa haid dimulai dan biasanya berhenti saat haid mulai. Gejala – gejala tersebut meliputi tingkah laku seperti kegelisahan, defresi, iritabilitas/sensitif, lekas marah, gangguan tidur, kelelahan, lemah, mengidam makanan dan kadang-kadang perubahan suasana hati yang sangat cepat. Selain itu juga keluhan fisik seperti payudara terasa sakit atau membengkak, perut kembung atau sakit, sakit kepala, sakit sendi, sakit punggung, mual, muntah, diare atau sembelit, dan masalah kulit seperti jerawat.

Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Proses menstruasi akan membuang keluar darah, dan bermula sekitar umur 12 atau 13 tahun walaupun ada yang lebih cepat atau lebih lama sekitar umur 9 tahun dan selambat-lambatnya umur 16 tahun. Sebagian perempuan yang mengalami simtom atau siklus haid tadi akan mengalami masalah seperti sakit kepala, ketegangan payudara, keresahan, nyeri atau sakit pada tulang belakang, serta kesakitan dan kejang-kejang. Biasanya menstruasi keluar selama tiga hingga tujuh hari. Ada juga sebagian wanita yang haidnya hanya sehari saja, ada juga sebagian wanita yang mengalami menstruasi selama 15 hari,namun ada sebagian wanita mengalami menstruasi 2-3 bulan sekali. Siklus menstruasi ini dipengaruhi oleh serangkaian hormon yang diproduksi oleh tubuh. Selain itu siklus ini juga dipengaruhi oleh kondisi psikis si wanita sehingga bisa maju atau mundur.

Rata-rata siklus menstruasi wanita setiap bulannya cenderung untuk berubah, karena produksi hormone yang tidak selalu memiliki kadar yang sama, ditambah lagi apabila wanita mengidap penyakit atau kelainan seperti kista atau kelainan organ reproduksi lainnya. Siklus haid yang normal umumnya berkisar antara 21-35 hari.Banyak perempuan menjadi khawatir kalau siklus menstruasinya tidak teratur. Macam-macam penyebab siklus menstruasi tidak teratur bahkan dapat menyebabkan terhentinya haid, misalnya oleh karena factor-faktor fisik seperti pada kehamilan, kelelahan, olahraga berat, dsb. Banyak gadis merasa sakit ketika haid. Keluhan ini disebut dysmenorrhoea. Ada beberapa istilah medis yang sering dijumpai untuk menyebutkan adanya gangguan pendarahan pada siklus menstruasi, di antaranya adalah hipermenoria,polimenore, dan metroregia.

Pre menstruasi sindrom (PMS) atau dikenal sebagai gejala datang bulan banyak wanita mengalami ketidaknyamanan fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi datang. Kira-kira setengah dari seluruh wanita menderita akibat dismenore (nyeri menstruasi). Gejala-gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara melunak, putting susu yang nyeri; bengkak dan mudah tersinggung. Beberapa wanita mengalami gangguan yang cukup berat seperti keram yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot alus rahim, sakit kepala, sakit bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung tersumbat dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling berat melibatkan depresi dan kemaraan.

Gangguan menstruasi / haid, ketegangan prahaid merupakan keluhan- keluahan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum

datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang- kadang berlangsung etrus sampai haid berhenti. Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Amenore merupakan tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih. Hipermenore (menorrhagia) adalah pendarahan haid yang jumlahnya banyak. Hipomenore adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit. Metroragia adalah pendarahan dari vagina pada seorang wanita yang tidak teratur tanpa ada hubungan dengan siklus haid.

Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu antara usia 10-16 tahun, tetapi rata-rata 12,5 tahun (Wiknjosastro, 2005 : 104), antara 11-15 tahun, rata-rata 13 tahun (Pardede, 2002 : 154).Macam- macam menarche menurut Wiknjosastro (2005) macam-macam menarche ada 2 yaitu :

1. Menarche prekoks

Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. 2. Menarche tarda

Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche menurut Wiknjosastro (2005) faktor-faktor yang mempengaruhi menarche ada 3 yaitu sebagai berikut :

Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya.

2. Keadaan gizi

Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak, lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus.

3. Kesehatan umum

Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis, terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. Demikian pula obat- obatan.

Menurut Kartono (1992) faktor-faktor yang mempengaruhi menarche ada 4 yaitu sebagai berikut :

1. Faktor ras atau suku bangsa

Perbedaan etnis dalam usia saat menarche, misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada Hispanics, lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada Caucasian.

2. Faktor iklim

Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah.

Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi.

4. Lingkungan

Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar, misalnya berupa film-flim seks (blue flims), buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks, godaan dan rangsangan dari kaum pria, pengamatan secara langsung terhadap perbuatan seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. Rangsangan yang terus menerus, kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior, melalui sistem portal. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise, sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi.

Beberapa cara sederhana untuk mengatasi gangguan ketika anda mengalami nyeri pada saat menstruasi, antara lain :

1. Kompres dengan botol panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bias perut atau pinggang bagian belakang).Bisa dengan cara diletakkan saja atau diusap.

2. Mandi dengan air hangat, selain itu anda juga bias menggunakan aromaterapi untuk menenangkan diri dan menjadikan suasana menjadi lebih santai dan lebih rileks.

3. Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi. 4. Menggosok-gosok perut atau pinggang yang sakit.

5. Apabila nyeri yang dirasakan melebihi keadaan yang menurut anda tidak wajar, anda bias lakukan dengan gerakan dengan posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah, hal ini bias membantu relaksasi dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

6. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan dan dengan beraturan untuk relaksasi.

7. Obat-obatan yang digunakan harus atas pengawasan dokter.Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat, asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.

Dalam upaya menerapkan sosiologi guna memahami keputusan- keputusan orang yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, penyelidikan E.A.Suchman tentang perilaku kesehatan dalam konteks sosial budaya cukup memberi harapan, dan menyangkut hubungan yang bersifat hipotesis antara orientasi kesehatan atau perilaku dengan hubungan sosial atau struktur kelompok. Yang terpenting dalam model Suchman adalah menyangkut pola sosial dari perilaku sakit yang tampak pada cara orang mencari, menemukan, dan melakukan perawatan medis (Suchman, 1965b: 114).Pendekatan yang digunakannya berkisar pada adanya 4 unsur yang merupakan faktor utama

dalam perilaku sakit, yaitu :(1) perilaku itu sendiri; (2) sekuensinya; (3) tempat atau ruang lingkup dan (4) variasi perilaku selama tahap-tahap perawatan medis.

Suchman (1965a) memformulasikan suatu pernyataan teoritis mengenai hubungan antara struktur sosial dan orientasi medis dengan variasi respons individu terhadap penyakit dan perawatan medis. Dalam pengembangan model ini, Suchman membahas fungsi dari berbagai faktor lain (faktor tempat, variasi respons terhadap penyakit, dan perawatan medis).

Struktur sosial kelompok ditentukan oleh keadaan sosial dari 3 tingkat kelompok, yaitu tingkat komunitas, persahabatan, dan keluarga. Pada tingkat komunitas, derajat hubungan sosial diukur dengan tidak kuatnya rasa kesukuan, pada tingkat sosial diukur dengan solidaritas persahabatan, dan pada tingkat keluarga ditandai dengan kuat tidaknya orientasi terhadap tradisi dan otoritas. Ketiga dimensi hubungan sosial tersebut dikombinasikan ke dalam suatu indeks cosmopolitan parochial struktur sosial. Parokialisme diartikan sebagai suatu keadaan sosial di mana terdapat rasa kesukuan yang kuat, solidaritas persahabatan yang tinggi, dan sangat berorientasi pada tradisi dan otoritas dalam keluarga.

Struktur sosial kelompok ditentukan oleh keadaan sosial dari 3 tingkat kelompok, yaitu tingkat komunitas, persahabatan, dan keluarga. Pada tingkat komunitas, derajat hubungan sosial diukur dengan tidak kuatnya rasa kesukuan, pada tingkat sosial diukur dengan solidaritas persahabatan, dan pada tingkat keluarga ditandai dengan kuat tidaknya orientasi terhadap tradisi

dan otoritas. Ketiga dimensi hubungan sosial tersebut dikombinasikan ke dalam suatu indeks cosmopolitan parochial struktur sosial. Parokialisme diartikan sebagai suatu keadaan sosial di mana terdapat rasa kesukuan yang kuat, solidaritas persahabatan yang tinggi, dan sangat berorientasi pada tradisi dan otoritas dalam keluarga. Pada awal kehidupan manusia biasanya agen sosialisasi terdiri atas orang tua dan saudara kandung.Gertrude Jaeger (1977) mengemukakan bahwa peran para agen sosialisasi pada tahap awal ini, terutama orang tua, sangat penting. Sang anak sangat tergantung pada orang tua dan apa yang terjadi antara orang tua dan anak pada tahap ini jarang diketahui orang luar.

Orientasi kesehatan seseorang dilihat sebagai kontinim, yang dibedakan atas orientasi ilmiah (bersifat objektif, professional, dan impersonal) dan orientasi popular (bersifat subjektif, awam, dan personal), yang disesuaikan menurut tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit, skeotisme terhadap perawatan kesehatan, dan ketergantungan seseorang akibat penyakit. Orientasi pada kesehatan popular ditandai oleh rendahnya tingkat pengetahuan tentang penyakit 9dimensi kognitif), tingginya tingkat skeptisme terhadap perawatan medis (dimensi afektif) dan tingginya tingkat ketergantungan seseorang akibat penyakit (dimensi perilaku).

Paralel dengan formulasi sosiologi yang dikemukakan Suchman adalah pengembangan model yang menitikberatkan pada variabel individu (kebalikan dari variabel kontekstual). Model kepercayaan kesehatan (health belief model- HBM) ini berasal dari teori yang telah mapan dalam bidang psikologi dan

ilmu perilaku (terutama pendekatan value-expectancy), dan sama dengan model pengambilan keputusan (decision making model) yang dikemukakan Lewin, Tolman, Rotter, Edwards, Atkinson, dan lain-lain (Maiman dan Becker, 1974).

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa hal yang bias disarankan : 1. Perlunya para remaja putri diberi pemahaman tentang menstruasi,

mencakup pengertian menstruasi, siklus menstruasi, dan pre menstruasi sindrom (gangguan awal menstruasi.

2. Hendaknya diperhatikan perkembangan remaja putri, usia berapakah ia mengalami menstruasi. Khususnya bagi kaum ibu, karena awal pemahaman menstruasi ini didapat dari ibu.

3. Hubungan yang baik dari keluarga, teman bermain, maupun di sekolah merupakan tahap awal remaja untuk bersosialisasi, hendaknya dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Dokumen terkait