BAB III : INSTRUMEN HUKUM INTERNASIONAL BERKAITAN
C. Sanksi PBB dan Kecaman Dari Negara-Negara Lain Terhadap Uji
Ketika Korea Utara sukses melakukan uji coba nuklir, dunia dikejutkan dengan kemampuan negara yang pada awalnya tidak terlalu vokal ini. Tidak hanya karena Korea Utara sebagai salah satu negara yang tidak mampu memberi makan rakyatnya tetapi mampu mengembangkan senjata nuklir, namun karena kenekatannya melanggar sanksi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya telah dijatuhkan pada negaranya yang tentu saja semakin semakin mengisolasi Korea Utara dari pergulatan bangsa-bangsa semakin gencar. Uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara telah mengancam rejim anti pengembangbiakan bahan nuklir dan juga telah menciptakan konflik keamanan yang cukup serius, tidak hanya pada kawasan Asia Timur tetapi juga untuk seluruh masyarakat internasional.96
96 Andi Purwono dan Ahmad Saifuddin Zuhri, Peran Nuklir Korut Sebagai Instrumen Diplomasi Politik Internasional,Spektrum : Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional Vol. 7 No. 2 Tahun 2010, hlm. 6
Ada hubungan yang sangat dekat antara "bahaya" dan "ancaman". Pada dasarnya mereka sering digunakan sebagai “label" yang dimasukkan ke dalam resolusi untuk menunjukkan iklim politik di dalam Dewan Keamanan. Secara konseptual ada perbedaan hukum antara "bahaya" dan "ancaman". Ancaman sering digunakan sebagai alat hukum untuk memfasilitasi penerapan langkahlangkah di bawah Bab VII Piagam PBB. Fungsi dari label "bahaya" secara hukum tidak memenuhi syarat untuk dilaksanakan.97
Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa memuat aturan-aturan perincian yang menentukan kompetensi yang luas dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama kompetensi dari Dewan Keamanan, tentang hal penyelesaian pertentanganpertentangan dan kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan ini dari pada anggota PBB. Dalam Piagam PBB para anggota tidak hanya tidak mengakui hak untuk berperang dan untuk mengambil tindakan-tindakan dengan kekuatan bersenjata saja melainkan juga tidak mengakui hak untuk mengancam dengan Bahwa situasi itu dari "keprihatinan internasional" belum tentu menjadi "ancaman bagi perdamaian" seperti yang diatur dalam Pasal 39 Piagam PBB yang berbunyi sebagai berikut :
“The Security Council shall determine the existence of any threat to the peace, breach of the peace, or act of aggression and shall make recommendations, or decide what measures shall be taken in accordancewith Articles 41 and 42, to maintain or restore
international peace andsecurity” (Dewan Keamanan akan
menentukan keberadaan setiap ancaman terhadap perdamaian, pelanggaran perdamaian, atau tindakan agresi dan akan membuat rekomendasi, atau memutuskan tindakan apa yang harus diambil sesuai dengan Pasal 41 dan 42, untuk memelihara atau memulihkan perdamaian internasional dan keamanan)”
Ada "potensi ancaman bagi perdamaian internasional" dan karena "situasi cenderung membahayakan perdamaian internasional" dalam pengertian pasal 34.
97
N.D. White. “Keeping the peace : The United Nations and the maintenance of International peace and security”. (Oxford: Manchester University Press. 1997). hlm. 37
perang dan tindak semacam itu. Memang benar bahwa kekuasaan dari PBB tidak lebih daripada kekuasaan untuk membuat usul-usul yang tidak mengikat secara legal. Sesungguhnya tidak akan ada kemungkinan ancaman pada perdamaian dan keselamatan internasional, kecuali atas dasar anggapan bahwa salah satu anggota PBB mempunyai maksud untuk menggunakan kekerasan dengan melanggar kewajiban-kewajibannya sebagaimana yang tertera dalam Piagam.98
1. Menuntut Korea Utara menghancurkan semua senjata nuklirnya, senjata pemusnah massal dan rudal-rudal balistik.
Situasi internasional menuntut suatu Dewan Keamanan yang efektif dan untuk itu Dewan harus mengkaji mekanisme dan metode kerja secara terus menerus dalam rangka meningkatkan wewenang dan kemampuan menyelenggarakan tugasnya sesuai dengan Piagam PBB. Dan apa yang dilakukan oleh Korea Utara dianggap dapat mengganggu keamanan dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya yang serius dimasa yang akan datang.
Setelah sukses melakukan uji coba nuklirnya pada 2006 (peluncuran rudal jarak jauh dengan hulu ledak nuklir bernama Daepodong-2), Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Dewan Keamana PBB nomor 1718 tahun 2006 yang inti daripada isinya adalah sebagai berikut :
2. Mengharuskan semua negara anggota PBB mencegah penjualan atau pemindahan bahan-bahan terkait dengan program-program senjata Pyongyang yang tidak konvensional, selain juga peralatan militer seperti tank-tank, rudal dan helikopter.
3. Menuntut agar semua negara membekukan rekening orang-orang atau berbagai perusahaan yang memiliki kaitan dengan program nuklir dan balistik Korea Utara.
4. Membolehkan berbagai negara memeriksa kargo yang masuk dan keluar dari Korea Utara untuk mencari senjata-senjata yang tidak konvensional. 5. Resolusi ini tidak mencantumkan ancaman penggunaan militer.
98
G.P.H. Djatikoesoemo, “Hukum Internasional tentang Damai”. (Jakarta: Penerbit N.V. Pemandangan Jakarta, 1956). hlm. 149
6. Seruan bagi Pyongyang agar kembali, "tanpa syarat", ke meja perundingan dalam pertemuan enam negara yang membahas program nuklirnya.
Pemungutan suara yang dilakukan secara intensif selama berjam-jam tersebut juga meninggalkan insiden kecil berupa walk out-nya utusan Korea Utara Park Gil Yon dari ruang sidang. Utusan Korea Utara tersebut mengatakan bahwa Pyongyang "menolak total" resolusi yang dianggapnya tidak dapat dibenarkan. Dia juga menambahkan bahwa resolusi itu tak ubahnya seperti "kelompok penjahat", karena Dewan Keamanan seakan-akan mengeluarkan resolusi yang dipaksakan dengan mengabaikan tekanan yang dihadapi oleh Korea Utara.99
Karena hal ini, 24 instansi keuangan didunia (termasuk China) menghentikan transaksi dengan Korea Utara. Dewan Keamanan PBB mulai melakukan rapat untuk mengeluarkan sanksi kepada Korea Utara. Karena adanya hal ini, maka pihak Korea Utara merencanakan untuk melumpuhkan fasilitas nuklirnya. Tim investigasi IAEA yang terdiri dari dua gelombang tim inspeksi mulai mengecek informasi mengenai pelumpuhan fasilitas nuklir yang dilaporkan Korea Utara dan ketua IAEA saat itu, Mohamed ElBaradei mengatakan bahwa lima fasilitas nuklir Korea Utara telah ditutup dan fasilitas yang ditutup ini dipasangi segel dan kamera pengawas untuk memastikan tidak ada uji coba nuklir diam-diam.100
Setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1718 dikeluarkan, Dewan Keamanan PBB juga mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1874 tahun 2009 yang isinya menjatuhkan sanksi keuangan terbatas dan embargo perdagangan sebagian serta senjata Korea Utara. Melalui resolusi ini, Dewan Keamanan PBB mempertajam larangan bagi Korea Utara untuk melakukan proses impor-ekspor senjata, termasuk kendaraan lapis baja, sistem artileri kaliber besar,
99
“Resolusi DK PBB Terhadap Peluncuran Nuklir Korea Utara” sebagaimana dimuat dalam http://jurnalhukum.blogspot.co.id/2006/10/resolusi-1718-dewan-keamanan-pbb.html, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 10.27 WIB
100“Kronologi Program Nuklir Korea Utara” sebagaimana dimuat dalam
http://world.kbs.co.kr/indonesian/event/nkorea_nuclear/news_02.htm, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 10.30 WIB
helikopter penyerang, kapal perang dan proyektil. Dan yang lebih parahnya, Dewan Keamanan mendorong negara-negara anggota PBB untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal laut dan pesawat milik Korea Utara yang dicurigai mengangkut nuklir dan bahan-bahan lainnya yang dilarang oleh PBB.101Tetapi resolusi nomor 1874 ini menjadi kurang efektif karena Cina sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB terkesan melindungi Korea Utara dikarenakan adanya kepentingan politik dan ekonomi dari kedua negara tersebut. Cina sebagai sekutu tradisional Korea Utara mendukung kepemimpinan Kim Jong Un dan memberikan bantuan kepada Korea Utara berupa pangan sejumlah 500 ribu ton dan minyak sejumlah 250 ribu ton. Bantuan ini diberikan Cina dengan alasan kondisi perekonomian Korea Utara yang sangat lemah.102
Tidak berhenti sampai disitu, Korea Utara yang sudah diberikan sanksi dengan dua resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut tetap melanjutkan uji coba nuklirya. Pada tanggal 13 April 2012, Korea Utara meluncurkan roket Unha-3 diwilayah Dongchang-ri, namun uji coba ini mengalami kegagalan. Kemudian pada tanggal 12 Desember 2013 ujicoba Roket Unha-3 kedua yang dilakukan di wilayah Dongchang-ri mengalami kemajuan dan sukses dilakukan. Hal ini telah membuat PBB melalui Dewan Keamanannya mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2087 tahun 2013. Resolusi ini tidak hanya mengulangi sanksi-sanksi yang tercantum dalam resolusi-resolusi sebelumnya tetapi juga antara lain meningkatkan penggeledahan kapal-kapal yang akan masuk pelabuhan Korea Utara, memantau semua perdagangan yang dibayar dengan uang tunai, meminta Korea Utara mematuhi resolusi sebelumnya dan melucuti semua senjata nuklir dan menghentikan semua program nuklirnya serta tidak boleh ada lagi uji
101
“Korut “Diringkus” Embargo Senjata dan Keuangan” sebagaimana dimuat dalam http://internasional.kompas.com/read/2009/06/13/18522877/korut.diringkus.embargo.senjata.dan.k euangan, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 10.45 WIB
102
Ariyadi, Reaksi Pemerintah Cina Terhadap Kepemimpinan Kim Jong Un di Korea Utara. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, Vol. 1 No. 1, hlm. 29
coba lebih lanjut yang menggunakan teknologi rudal balistik, nuklir dan uji coba lainnya yang memancing provokasi.103
Sebagaimana disebutkan dalam Dokumen Final sidang khusus Majelis Umum untuk pelucutan senjata, “menyingkirkan ancaman perang dunia – perang nuklir – merupakan tugas yang sangat mendesak saat ini. Umat manusia kepada suatu pilihan; kita harus menghentikan pacuan senjata dan memulai pelucutan senjata atau menghadapi kemusnahan”. Pacuan senjata nuklir merupakan ancaman utama bagi keamanan internasional. Perlombaan di bidang senjata nuklir teah menciptakan suatu kekuatan yang mampu memastiakn kehancuran bersama. Mengingat daya penghancur senjata nuklir, maka perang nuklir bukanlah suatu instrumen kebijakan nasional yang rasional. Tidak ada pemenang dalam konflik tersebut.104
Walaupun sudah diberondong dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan sanksi-sanksi yang bisa dikatakan merugikan bagi Korea Utara, negara ini masih tidak berhenti dalam meramaikan uji coba nuklirnya. Pada tanggal 6 Janurai 2016, Korea Utara mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah berhasil menguji bom hidrogen mereka. Uji coba ini menimbulkan gempa bermagnitudo 5,1. Pemerintah Cina telah melakukan pengawasan diwilayah tempat uji coba bom hidrogen ini dilakukan, dan jika ternyata dalam sampel yang ditemukan disekitar area ledakan dinyatakan positif mengandung radiasi nuklir, maka itu artinya Korea Utara telah melakukan uji coba nuklirnya yang keempat dan sudah pasti Resolusi Dewan Keamanan sudah menunggu untuk dikeluarkan kepada Korea Utara.105
Tidak hanya Dewan Keamanan PBB saja yang merasa terganggu dengan uji coba nuklir Korea Utara ini. Sejumlah negara termasuk Cina,
103“Ujicoba Nuklir Korut, Untuk Kepentingan Siapa?”, sebagaimana dimuat dalam http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/89834, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016 pukul 11.00 WIB.
104
Perserikatan Bangsa-bangsa. Berbagai Konsep Keamanan. (New York. 1986). hlm. 42
105“Korea Utara Uji Senjata Nuklir, Picu Gempa Bermagnitudo 5,1” sebagaimana dimuat dalam http://print.kompas.com/baca/2016/01/06/Korea-Utara-Uji-Senjata-Nuklir%2c-Picu-Gempa-Bermagn, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 08.35 WIB
Jepang, Korea, Selatan dan Amerika Serikat mengecam uji coba bom hidrogen.106Korea Selatan khawatir mengenai sikap bermusuhan negara tetangganya itu serta menginginkan sanksi-sanksi yang kuat dan segera. Pasukannya, yang didukung oleh Amerika, kini dalam tingkat kesiagaan tinggi. China atau Rusia dapat menggunakan hak veto mereka untuk menghalangi resolusi yang dapat memperkuat sanksi-sanksi tersebut, seperti melarang kapal-kapal Korea Utara bersandar di pelabuhan mereka atau membatasi pengiriman minyaknya.107 Pemerintah Amerika Serikat juga mengungkapkan, akan merespons dengan tepat untuk setiap dan semua provokasi yang dilakukan Korea Utara. Rusia juga menganggap tindakan Korut sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Oleh sebab itu, pihaknya menyerukan dimulainya pembicaraan kembali.108 Tiongkok menyampaikan penyesalannya atas peluncuran roket jarak jauh Korea Utara itu. Dari London, Inggris mengecam keras Korea Utara dan memperingatkan jawaban tegas jika Pyongyang terus saja melanggar resolusi-resolusi PBB. Rusia juga mengutuk keras Korea Utara dengan menyebut langkah Korea Utara itu sebagai pukulan serius terhadap keamanan kawasan. Sedangkan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye langsung mendesak PBB mengambil sikap tegas terhadap Korea Selatan.109
Hal yang paling ditakutkan dari semua itu adalah kemungkinan timbulnya perang nuklir. Perang nuklir dapat terjadi sebagai akibat meluasnya konflik bersenjata yang melibatkan Negara-negara bersenjata nuklir. Bencana nuklir dapat disebabkan oeh faktor-faktor manusiawi atau teknis yang belum terbayangkan sebelumnya. Ia dapat pula diakibatkan oleh malfungsi mekanis, atau karena
106
“Kecaman Dunia Terhadap Uji Coba Bom Hidrogen Korea Utara” sebagaimana dimuat dalam http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160106_live_korea_utara, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 11.11 WIB
107
“Dunia Kecam Peluncuran Roket Korea Utara” sebagaimana dimat dalam
http://www.voaindonesia.com/a/dunia-kecam-peluncuran-roket-korea-utara/3181397.html, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, 11.15 WIB
108
“Uji Nuklir Korea Utara Tuai Kecaman Dunia” sebagaimana dimuat dalam http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/01/07/o0jr12382-uji-nuklir-korea-utara-tuai-kecaman-dunia, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 11.20 WIB
109“Kecaman Pemimpin Dunia Ketika Korea Utara Luncurkan Roket” sebagaimana dimuat dalam http://kriminalitas.com/kecaman-pemimpin-dunia-ketika-korea-utara-luncurkan-roket/, terakhir diakses pada tanggal 21 Juni 2016, pukul 11.25 WIB
kekeliruan sistem peringatan dan pengawasan. Kemungkinan lain, juga dapat terjadi sebagai akibat tingkah laku manusia yang tidak rasional dalam pemanfaatannya.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan yang telah penulis sampaikan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut :
a. Nuklir adalah sebuah mahakarya yang diciptakan oleh penemu masa lalu yang karena penemuan tersebut telah menjadikan nuklir sebagai sebuah alat yang dapat memberikan pemenuhan sumber daya yang terbarukan serta alternatif energi yang dapat digunakan untuk mengganti energi fosil yang dihasilkan dari minyak dan gas alam. Sejarah penemuan nuklir sendiri dimulai ketika Wilhelm Conrad Rontgensecara tidak sengaja pada tahun 1895 menemukan bahwa alat tabung lucutan (ontladingsbuis) yang tertumbuk oleh sinar katoda yang cepat, mengeluarkan sinar yang dapat menembus kertas hitam. Sinar yang menembus kertas hitam tersebut kemudian diberi nama Sinar X karena belum lengkapnya informasi mengenai nuklir saat itu. Walaupun nuklir telah diteliti untuk dikembangkan potensinya secara besar-besaran, perkembangan nuklir sendiri haruslah diawasi agar tidak digunakan sebagai alat yang dapat merugikan bagi umat manusia. Untuk itulah perlu adanya badan pengawas yang mengawasi perkembangan dan pengolahan nuklir yaitu IAEA (International Atomic Energy
Agency). Tugas utama IAEA adalah mempromosikan dan mengawasi penggunaan
nuklir secara damai dan menangkal penggunaan nuklir dalam hal militer.
b. Perkembangan teknologi yang pesat telah berdampak pada perkembangan penggunaan tenaga nuklir. Nuklir yang pada awalnya hanya dianggap sebagai sebuah hasil dari pembiasan spektrum tinggi yang menghasilkan sinar tidak dikenal (Sinar X) telah menjadi sebuah sarana untuk menciptakan hal-hal baru dizaman sekarang ini, misalnya dalam hal-hal menciptakan sebuah materi bernama “Materi Tuhan” atau lebih dikenal juga sebagai “Anti Materi”. Selain itu
nuklir bisa menjadi alat untuk menentukan umur fosil bagi para arkelog, menghilangkan kanker, pengganti energi fosil (minyak bumi dan gas alam), mengembangbiakkan bibit unggul dan hal-hal positif lainnya. Hal-hal positif yang ada pada penggunaan teknologi nuklir juga dibarengi dengan hal-hal negative seperti misalnya kerusakan organ tubuh akibat terpapar radiasi nuklir terlalu lama, rusaknya ekosistem yang disebabkan kebocoran reaktor nuklir, dan yang paling berbahaya yaitu sebagai senjata pemusnah massal seperti yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki. Walaupun begitu negara-negara didunia apalagi negara maju tetap menggunakan tenaga nuklir untuk perkembangan negaranya masing-masing, tentunya dengan berbagai cara seperti Indonesia yang menjadikan teknologi nuklir untuk menentukan jumlah cadangan minyak, mengembangbiakkan bibit unggul, dan lain-lain.
c. Penggunaan nuklir oleh Korea Utara sebagai sarana militer telah mendapat kecaman dari banyak negara dan dianggap sebagai sebuah provokasi sekaligus pelanggaran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi nuklir. Provokasi ini menjadikan negara-negara lain merasa terancam dengan kemungkinan terjadinya perang besar nuklir. Hal inilah yang menjadikan negara-negara didunia mengecam tindakan ujicoba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara dan meminta agar Korea Utara menghentikan segala ujicoba nuklirnya. Selain negara-negara lain diseluruh belahan dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga melakukan langkah-langkah yang penting dalam upaya menghentikan Korea Utara dari percobaan nuklirnya. Langkah-langkah PBB yaitu dengan mengeluarkan Resolusi Dewan Keamana PBB nomor 1718 tahun 2006, Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1874 tahun 2009 dan yang terakhir yaitu Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2087 tahun 2013.
B. Saran
a. Pada kenyataannya, penggunaan teknologi nuklir perlu untuk diteliti kembali aspek positif dan negatifnya agar seluruh dunia dapat memahami apa dan kenapa nuklir diperlukan dalam perkembangan dunia saat ini. Penggunaan nuklir yang tidak pada tempatnya tidak hanya mengundang kecaman namun juga menghasilkan ketakutan akan terjadinya Nuclear War yang tidak hanya dapat menghancurkan sebuah kota namun juga dunia. Untuk itu IAEA sudah melakukan hal yang tepat dengan melakukan pendataan dan mengajak negar-negara pengguna dan pengembang nuklir untuk menggunakan nuklir sebagai sarana perkembangan, bukan sebagai sarana penghancur.
b. Negara Korea Utara sudah sepantasnya menghormati permintaan negara-negara dunia untuk menghentikan penggunaan nuklir negaranya sebagai sarana militer. Selain karena negara Korea Utara yang miskin sehingga perlu diperhatikan kesejahteraannya, Korea Utara juga telah menjadi provokator agar negara-negara lain didunia mau menggunakan nuklirnya juga sebagi senjata. Selain itu ujicoba nuklir Korea Utara berdampak pada rusaknya vegetasi lahan di area sekitar tempat ujicoba yang diakibatkan oleh radiasi yang muncul akibat dari ujicoba nuklir tersebut. Mungkin bagi Korea Utara hal itu dianggap tidak masalah karena masih diwilayah negara mereka, namun efek radiasi nuklir yang sampai saat ini masih menjadi misteri bisa saja menyebar dan mencemari tidak hanya wilayah tempat ujicoba nuklir tersebut tetapi juga daerah sekitarnya bahkan mungkin juga mencemari air laut dengen radiasi tersebut sehingga sangat tidak bijak jika ujicoba tersebut dilanjutkan.
c. Resolusi Dewan Keamana PBB kepada Korea Utara untuk menghentikan ujicoba nuklir negaranya adalah sebuah langkah bagus yang penuli anggap sudah lebih dari cukup untuk menghentikan Korea Utara melanjutkan ujicoba nuklirnya. Dan mungkin bagi PBB sendiri dapat melakukan embargo penuh untuk Korea Utara dan juga meminta seluruh anggota PBB agar tidak
melakukan hubungan apapun dengan Korea Utara selama negara tersebut masih melakukan ujicoba nuklirnya secara diam-diam ataupun terang-terangan, walaupun sampai saat ini setiap ujicoba yang berhasil selalu diberitakan secara Internasional. Selain itu perlu adanya mediasi langsung yang terus menerus antara negara-negara anggota PBB dan Korea Utara agar negara-negara lain dapat menyampaikan keluhannya kepada Korea Utara, karena terkadang apa yang disampaikan oleh PBB melalui resolusi-resolusinya belum tentu menjawab sema keluhan yang mungkin masih tertahan di dalam benak masyarakat dunia, terutama negara yang tidak memiliki energi nuklir di negaranya yang bersangkutan.
BAB II
TINJAUAN UMUM MENGENAI NUKLIR DAN DAMPAKNYA
A. Pengertian Nuklir
Istilah nuklir mulai dikenal masyarakat dunia setelah terjadinya serangan bom nuklir di kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 yang meluluhlantakkan kedua kota tersebut. Dua operasi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini merupakan penggunaa masa menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki dalam sekejap dan menimbulkan ribuan orang tewas akibat luka dan sakit sebagai akibat dari radiasi yang dikeluarkan oleh bom serta menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.19
Akibat dari peristiwa tersebut, sebagian orang seringkali mengkaitkan pengertian nuklir ini dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Dalam hal ini, yang semakin membuat orang semakin resah adalah dengan adanya penggunaan teknologi nuklir yang dapat membunuh manusia. Sebagian orang secara langsung mendefinisikan bahwa nuklir adalah senjata nuklir20
Selain peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, bayangan buruk peristiwa ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl pada tanggal 26 April 1986, dianggap sebagai kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah, juga menelan banyak korban jiwa. Pada hari yang naas itu pembangkit listrik nomor 4 meledak, lalu terbakar, dan memakan korban (langsung) 30 orang. itu sendiri. Hal ini disebabkan teknologi nuklir yang kita miliki sudah cukup untuk membuat benda (bom) yang memiliki daya ledak yang sangat besar.
19“Pengeboman Atom Hiroshima dan Nagasaki” sebagaimana dimuat dalam
https://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki, terakhir diakses pada tanggal 18 Mei 2016 pukul 11.42 WIB
20
“Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat” sebagaimana dimuat dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir, terakhir diakses pada tanggal 18 Mei 2016, pukul 11.47 WIB
Setelah 10 hari, barulah kebakaran dahsyat itu bisa dipadamkan dengan tuntas. Namun serbuk radio aktif dari kebakaran itu terbawa angin hingga ke wilayah barat Rusia, Eropa Timur, bahkan Skandinavia, Inggris, dan Amerika Timur. Lebih dari 200.000 penduduk yang bermukim dalam radius 30 km dari tempat ledakan Chernobyl telah dievakuasi.21
Dalam pengertian umum, nuklir adalah berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom.
Kejadian tersebut menimbulkan stigma bahwa nuklir itu adalah sesuatu yang berbahaya tanpa mengetahui dengan pasti