• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADSORBEN TERHADAP FERMENTABILITAS DAN

SAPRILIAN STYA HAPSARI D24070237

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada

Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

iv Judul : Penambahan Kapur dan Zeolit Sebagai Bahan Adsorben terhadap

Fermentabilitas dan Kecernaan in vitro Suplemen Biomineral Cairan Rumen

Nama : Saprilian Stya Hapsari

NIM : D24070237

Menyetujui,

Pembimbing Utama

(Ir. Anita S. Tjakradidjaja, M.Rur.Sc.) NIP: 19610930 198603 2 003

Pembimbing Anggota

(Dr. Ir. Suryahadi, DEA) NIP: 19561124 198103 1 002

Mengetahui: Ketua Departemen,

Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan

(Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr.) NIP: 19670506 199103 1 001

v RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 13 September 1989 di Bogor, Jawa Barat. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Sukadi dan Ibu Partini. Pendidikan dasar diselesaikan pada tahun 2001 di SD Negeri 1 Pugung Raharjo, Lampung Timur. Pendidikan lanjutan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2004 di SLTPN 1 Pugung Raharjo, Lampung Timur dan dilanjutkan pendididkan menengah atas pada tahun 2007 di SMAN 1 Bandar Sribhawono, Lampung Timur.

Penulis diterima sebagai mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama IPB melalui jalur ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada tahun 2007. Pada tingkat dua penulis diterima pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Selama menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Penulis aktif di berbagai organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-D) sebagai staf Biro Kewirausahaan tahun 2008-2009, Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) sebagai sekretaris Biro Ilmu dan Teknologi tahun 2009-2010. Kegiatan lain yaitu penulis mengikuti dan mendapatkan pembiayaan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dan Penelitian tahun 2009 dan 2010. Penulis juga mendapatkan beasiswa BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa) sejak tingkat dua hingga tingkat akhir (2009-2011).

vi KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirrobbil’alamiin, puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat dan Ridho-Nya, sehingga Penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Penambahan Bahan Adsorben Berupa Kapur

dan Zeolit terhadap Fermentabilitas dan Kecernaan in vitro Suplemen Biomineral Cairan Rumen”. Skripsi ini disusun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Penulis pada Bulan Januari 2011 sampai Agustus 2011 di Laboratorium Biokimia, Fisiologi dan Mikrobiologi Nutrisi, dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Perah, Departemen Ilmu Nutrisi dan teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektifitas penambahan bahan adsorben berupa kapur dan zeolit dan taraf penggunaannya secara optimum dalam pembuatan biomineral cairan rumen terhadap fermentabilitas dan kecernaan in vitro. Penelitian ini memanfaatkan limbah cairan rumen yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas ternak.

Bogor, Februari 2012

42 DAFTAR PUSTAKA

Adawiah, T. Sutardi, T. Toharmat, W. Manalu, N. Ramli, & U. H. Tanuwiria. 2007. Respons terhadap suplementasi sabun mineral dan mineral organik serta kacang kedelai sangrai pada indikator fermentabilitas ransum dalam rumen domba. Med. Pet. 30: 63-70.

Agustin, F. S., Widyawati & Sutardi. 1992. Penggunaan serat dan lumpur sawit dalam ransum sapi perah. Dalam: Agro-industri Peternakan di Pedesaan. Proc. Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan, Ciawi. Hal. 228-236. Ali, C. S., T. Khaliq, A. Javaid, M. Sarwar, M. A. Khan, M. A. Shazad & S. Zakir,

2007. In vitro utilization of NPN sources by increasing levels of corn starch in straw based diets. Pakistan Vet. J. 27(2): 95-101.

Ammiroenas, D. E. 1990. Mutu ransum berbentuk pelet dengan bahan serat biomassa pod cokelat (Theobroma cacao L.) untuk pertumbuhan sapi perah jantan. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia, Jakarta.

Aningrum, S. 2006. Optimasi jerapan kromium trivalen oleh zeolit Lampung dengan metode lapik tetap dan perlakuan kromium limbah penyamakan kulit. Skripsi. Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Arifin, Z. 2008. Beberapa unsur mineral esensial mikro dalm sistem biologi dan metode analisisnya. J. Lit. Per. 27(3).

Arora, S. P. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Arryanto, Y., Amini, S., & Max G. Q. L. 2002. Prospect of natural zeolites in Indonesia for industrial separations and enviromental management. J. Zeolite Indones 1:1-4.

Aslina Br.Ginting, Dian Anggraini, Sutri Indaryati, & Rosika Kriswarini. 2007. Karakterisasi komposisi kimia, luas permukaan pori dan sifat termal dari zeolit Bayah, Tasikmalaya dan Lampung. J. Tek. Bhn. Nukl. 3:1-48

Astiana, S. & O. W. Wiradinata. 1989. Peranan zeolit dalam peningkatan produksi pertanian. Makalah Seminar Hasil-hasil Penelitian Institut Pertanian Bogor. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Bal, M.A. & D. Ozturk. 2006. Effects of sulfur containing supplements on ruminal fermentation and microbial protein synthesis research. J. Anim. Vet. Sci. 1(1):33-36.

Batubara, L.P. 1988. Peranan minyak kelapa dan minyak jagung serta suplementasi seng dalam meningkatkan manfaat ransum domba. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Cass, J. L. & C. R. Richardson, 1994. In vitro ammonia release from urea/calcium compounds as compared to urea and cottonseed meal. Agr. Sci. Natl. Res. Tech. Rpt. No. T-5-342. Texas Tech University, Lubbock, TX, USA.

43 Cakra, I. G. L. O., N. W. Siti & I. M. Mudita. 2008. Koefisien cerna bahan kering dan nutrien ransum kambing peranakan etawah yang diberi hijauan dengan konsentrat molamik. Majalah Ilmiah Peternakan Universitas Udayana 11(1):12-17.

Charlena, Irma H. Suparto, & M. Farid Humaidi. 2006. Pengaruh penambahan kapur terhadap gas NH3 pada manur ayam petelur. Prosiding Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia. Fakultas Matematika dan MIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Cheeke, P. R., & E. S. Dierenfeld. 2010. Comparative Animal Nutrition and Metabolism. CABI Publishing, Wallingford.

Chumpawadee, S., K. Sommart, T. Vongpralub, & V. Pattarajinda. 2005. Effects of synchronizing the rate of dietary energy and nitrogen release on ruminal fermentation, microbial protein synthesis, blood urea nitrogen and nutrient digestibility in beef cattle. Departement of Animal Science. Khon Kaen University. Thailand.

Church, D. C. 1979. Digestive Physiology and Nutrition of Ruminant. 2nd ed. Oxford Press. Oregon, USA.

Darmono & S. Bahri. 1989. Defisiensi Cu dan Zn pada sapi di daerah Transmigrasi Kalimantan Selatan. Penyakit Hewan 21(38): 128−131.

Darmono. 2007. Penyakit defisiensi mineral pada ternak ruminansia dan pencegahannya. J. Lit. Per: 26(3).

Dehority, B. A. 2004. Rumen Microbiology. 1st Edition. ISBN 1-897676-99-9. Nottingham University Press, Nottingham.

Dijkstra, J., J. M. Forbes, & J. France. 2005. Quantitave Aspect of Ruminant Digestion and Metabolism 2nd ed. CABI Publising, Wallingford.

Doepel, L., A. Cox, & A. Hayirli. 2009. Effects of increasing amounts of dietary wheat on performance and ruminal fermentation of Holstein cows. J. Dairy Sci. 92: 3825-3832.

Erwanto. 1995. Optimalisasi sistem fermentasi rumen melalui suplementasi sulfur, defaunasi, reduksi emisi metan dan stimulasi pertumbuhan mikroba pada ternak ruminansia. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

General Laboratory Procedure. 1966. Departement of Dairy Sciences. University of Wisconsin, Madison.

Henning, P. H., D. G. Steyn & H. H. Meissner. 1991. The effect of energy and nitrogen supply pattern on rumen bacterial growth in vitro. Anim. Prod. 53:165-175.

Hermon. 2009. Indeks sinkronisasi pelepasan N-protein dan energy dalam rumen sebagai basis formulasi ransum ternak ruminansia dengan bahan lokal. Disertasi. Sekolah Pascarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hobson, P. N. 1989. The Rumen Microbial Eco-system. Elsevier Applied Science. London.

44 Hungate, R. E. 1966. The Rumen and It's Microbes. Academic Press, Newyork. Jayanegara, A., A. S. Tjakradidjaja & T. Sutardi. 2006. Fermentabilitas dan

kecernaan in vitro ransum limbah agroindustri yang disuplementasi kromium anorganik dan organik. Med. Pet. 29(2): 54-62.

Kamaludin, E. 2011. Efektifitas penambahan zeolit dalam ransum dan litter untuk menurunkan kadar amonia dan hidrogen sulfida ekskreta dan meingkatkan kualitas manur ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kamra, D. N. 2005. Rumen Microbial Ecosystem. Special Section: Microbial Diversity Current Sciences. 89 (1) : 124-135.

Kaswari, T., L. P., G. Flachowsky & U. T. Meulen. 2006. Studies on the relationship between the synthesis in the rumen of dairy cows. Anim. Feed Sci. Technol. 139:1-22.

Kusnoputranto H., & I. M. Jaya. 1984. Khasiat pembubuhan kapur tohor dalam hal daya membunuh mikroorganisme E. coli dan peningkatan alkalinitas pada lumpur tinja dari septik tank jamban jamak di DKI Jakarta, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia.

Lee, S. S., C. H. Kim, J. K. Ha, Y. H. Moon, N. J. Choi, & K. J. Cheng. 2002. Distribution and activities of hydrolytic enzymes in the rumen compartemens of Hereford bulls fed alfalfa based diet. Asian-Australas. J. Anim. Sci. 15:1725-1731.

Lubis, M. H. 1992. Laju degradasi bahan kering dan bahan organik Setaria splendida, rumput lapang dan alang-alang (Imperata cylindrica) dengan teknik in situ. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Maryati, Y. 2011. Konsentrasi mineral makro (Ca, P, Mg, dan S) dalam susu pada

sapi yang diberi suplemen biomineral dienkapsulasi. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

McDonald P., R. A. Edwards, J. F. D. Greenhalgh & C. A. Morgan. 2002. Animal Nutrition. 6th Ed. Pearson Education Ltd., Harlow, Essex, German.

McDowel, L. R. 2003. Minerals in Animal and Human Nutrition 2nd. Elsevier Science, Amsterdam.

Mumpton, F. A. & P. H. Fishman. 1977. The apllication of natural zeolit in animal science and aquaculture. J. Anim. Sci. 45: 1188.

National Reseach Council. 1980. Mineral Tolerance of Domestic Animals. National Academy Press, Washington, D.C.

National Reseach Council. 1985. Ruminant Nitrogen Usage. Natl. Acad. Sci. Washington, DC.

National Reseach Council. 2000. Nutrient Requirement of Beef Cattle. 7th rev. ed. Natl. Acad. Sci., Washington, DC.

National Reseach Council. 2001. Nutrient Requirements of Dairy Cattle. 7th rev. ed. Natl. Acad. Sci., Washington, DC.

45 Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Universitas

Indonesia Press, Jakarta.

Pathak, A. K. 2008. Various factors affecting microbial protein synthesis in the rumen. J. Vet. World. 1(6): 186-189.

Permana, Z. 2010. Konsumsi, kecernaan dan performa tikus putih (Ratus norvegicus) yang diberi ransum disuplementasi biomineral cairan rumen. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Piliang, W. G. & Suryahadi. 1996. Status and level of mineral suplementation for cattle in some areas in Indonesia. The 8th AAAP Animal Science Congres. Proceedings. 2 : 176-177

Pipit. 2009. Respon produksi susu sapi Frisian Holstein terhadap pemberian suplemen biomineral dienkapsulasi. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rakhmanto, F. 2009. Pertambahan ukuran tubuh dan bobot pedet sapi FH jantan lepas sapih yang diberi ransum bersuplemen biomineral cairan rumen. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Salundik & H. C. H. Siregar. 1991. Pengaruh penggunaan zeolit alam yang diaktivasi dan tidak diaktivasi terhadap penampilan ternak babi. Laporan hasil Penelitian. Fakultas Peternakan, Insitut Pertanian Bogor, Bogor.

Satter, L. D. & L. L. Slyter. 1974. Effect of ammonia concentration on rumen microbial production in vitro. Brit. J. Nutr. 32: 199-208.

Selly. 1994. Peningkatan kualitas pakan serat bermutu rendah dengan amoniasi dan inokulasi digesta rumen. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Shadily, H. 1983. Ensiklopedia Indonesia 3. Ikhtisar Baru, Jakarta.

Siagian, P. H. 1990. Pengaruh taraf pemberian, ukuran zeolit dalam ransum dan interaksinya terhadap performans ternak babi. Institut Pertanian Bogor-Australia Project, Bogor.

Sigit, N., Erwanto, & T. Sutardi. 1993. Penggunaan zeolit dalam ransum tinggi konsentrat untuk meningkatkan prestasi produksi dan kualitas susu sapi perah. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sigit, N. 1995. Penggunaan zeolit beramonium dan analog hidroksi metionin dalam ransum sapi perah laktasi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sinclair, L. A., P. C. Garnsworthy, J. R. Newbold & P. J. Buttery. 1993. Effect of synchronizing the rate of dietary energy and nitrogen release on rumen fermentation and microbial protein synthesis in the sheep. J. Agric. Sci. 120:251-263.

Smith, B. J. & H. A. Viles. 2006. Rapid catastropic decay of building limestones : Thoughts on causes, effects and concequences. In: Fort, R. Alvarez de

46 Buergo, M. Gomez-Heraz, M. Vazquez-Calvo, C. (Ed), Heritage, weathering and conservation. Balkema, Rotterdam. pp. 191-197.

Soepranianondo, K. 2002. Teknologi manipulasi nutrisi isi rumen sapi menjadi pakan ternak ruminansia. Disertasi. Pascasarjana Universitas Airlangga.

Suganda. 2009. Performa sapi jantan Frisien-Holstein lepas sapih yang diberi ransum mengandung suplemen biomineral isi rumen. Skripsi. Fakultas peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suryahadi. 1990. Analisis ketersediaan mineral pakan sebagai landasan penanggulangan defisiensi mineral pada ternak. Laporan Penelitian PAU. Ilmu Hayat, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suryahadi & W. G. Piliang. 1996. Pengaruh tingkat dan cara suplementasi mineral terhadap produksi dan kualitas susu sapi perah. Makalah Seminar 7 PAU Biosains. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Suryahadi, B. Bakrie, Amrullah, B. V. Lotulung, & R. Laside. 2003. Kajian Teknik Suplementasi Terpadu untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah di DKI Jakarta. http://web.ipb.ac.id/lppm/. [28 Mei 2011].

Suryahadi & A. S. Tjakradidjaja. 2009. Dairy cattle nutrition in Indonesia problems and solutions. A paper presented in International Seminar in Dairy Cattle : Improving Productivity of Dairy Cattle Using Natural Product. Faculty of Animal Science-Andalas University, 2-3 June 2009, Padang.

Sutardi, T. 1977. Iktisar ruminologi. Bahan Khusus Peternakan Sapi Perah di Kayu Ambon, Lembang. BPLPP-Dirjen Peternakan/ FAO. Hal: 1-5.

Sutardi, T. 1979. Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi mikroba rumen dan manfaatnya bagi peningkatan produktivitas ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Penunjang Peternakan. LPP Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sutardi, T. 1994. Peningkatan Produksi Ternak Ruminansia melalui Amoniasi Pakan Bermutu Rendah, Defaunasi dan Suplementasi Protein Tahan Degradasi Rumen. Laporan Penelitian Hibah Bersaing 1/1. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tabbu, C. R., & B. Hariono. 1993. Pencemaran lingkungan oleh limbah peternakan dan cara mengatasinya, Ayam sehat 18: 7-9

Ternouth, J. H., & D. B. Coates. 1997. Phosphorus homeostasis in grazing breeder cattle. J Agric Sci 128: 331-337.

Tilley, J. M. A & R. A. Terry. 1963. A two-stage technique for the invitro digestion of forage crops. J. British Grassland Soc. 18: 104-111.

Tillman,A. D., H. Hartadi, & S. Reksohadiprodjo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Tjakradidjaja, A. S., B. Bakrie & Suryahadi. 2007. Pengolahan dan pemanfaatan cairan rumen limbah rumah potong hewan di DKI Jakarta sebagai biomineral.

47 Laporan Hasil Penelitian KKP3T. Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB bekerjasama dengan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Tjakradidjaja, A. S., B. Bakrie, & Suryahadi. 2008. Aplikasi teknik enkapsulasi dalam pembuatan suplemen biomineral sebagai stimulan produksi susu. Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Williamson, G. & W. J. A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Edisi ketiga. ISBN 979-420-287-8. Terjemahan : SGN D. Darmadja, Gadjah Masa University, Yogyakarta.

Wright, C. L., J. W. Spears, & K. E. Webb, Jr. 2008. Uptake of zinc from zinc sulfate and zinc proteinate by bovine ruminal and omasal epithelia. J. Anim. Sci. 86: 1357-1363.

Xin, H. S., D. M. Schaefer, Q. P. Liu, D. E. Axe & Q. X. Meng, 2010. Effects of polyurethane coated urea supplement on in vitro ruminal fermentation, ammonia release dynamics and lactating performance of Holstein dairy cows fed a steam-flaked corn-based diet. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 23: 491-500.

48

49 Lampiran 1. Komposisi Larutan McDougall

a) Larutan Mikromineral : 1. CaCl2.2H2O 13,2 g 2. MnCl2.4H2O 10 g 3. CoCl2.6H2O 1 g 4. FeCl3.6H2O 8 g

5. Aquades sampai menjadi 100 ml b) Larutan Makromineral : 1. Na2HPO4 5,7 g

2. KH2PO4 6,2 g 3. MgSO4.7H2O 0,6 g

4. Aquades sampai menjadi 1000 ml c) Larutan Buffer Rumen : 1. Urea 3,038 g

2. NaHCO3 35 g

3. Aquades sampai menjadi 1000 ml d) Larutan Resazurin : 1. Resazurin 0,1 g

2. Aquades sampai menjadi 100 ml e) Larutan Pereduksi : 1. NaOH 1 N 4 g

2. Na2S.9H2O 5 g 3. Aquades 95 ml Prosedur Pembuatan:

Sebanyak 400 ml aquades ditambahkan dengan 0,1 ml larutan mikromineral, 200 ml larutan makromineral, 200 ml larutan buffer rumen, 1 ml larutan resazurin dan 20 ml larutan pereduksi (campuran ini disiapkan segar sebelum pengambilan cairan rumen). Kemudian dialiri gas CO2 dan direndam dalam shaker water bath

pada suhu 39ºC. Larutan diaduk dengan magnetic stirer agar homogen atau bercampur rata, hingga terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah dan terakhir tidak berwarna (bening).

50 Lampiran 2. ANOVA Konsentrasi Amonia

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 643,99 33,89 15,93 1,77 2,24 ** Faktor A 4 549,88 137,47 64,61 2,53 3,67 ** Faktor B 3 67,48 22,49 10,57 2,77 4,14 ** Interaksi A*B 12 26,64 2,22 1,04 1,93 2,51 NS Kelompok 3 95,54 31,85 14,97 2,77 4,14 ** Error 57 121,27 2,13 Total 79 860,81 10,90 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

SK : Sumber Keragaman JK : Jumlah Kuadrat

db : Derajat Bebas KT : Kuadrat Tengah

Fhit : F hitung F0,05; F0,01 : F tabel

Lampiran 3. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Perlakuan Biomineral (Faktor A) terhadap konsentrasi NH3 SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 643,99 33,89 15,93 1,77 2,24 ** Faktor A 4 549,88 137,47 64,61 2,53 3,67 ** 1,2 vs 3,4,5 1 419,89 419,89 197,36 4,01 7,10 ** 4 vs 3,5 1 14,59 14,59 6,86 4,01 7,10 * 3 vs 5 1 0,38 0,38 0,18 4,01 7,10 NS 1 vs 2 1 115,00 115,00 54,05 4,01 7,10 ** Kelompok 3 95,54 31,85 14,97 2,77 4,14 ** Error 57 121,27 2,13 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 4. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Waktu Inkubasi (Faktor B) terhadap Konsentrasi NH3 SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 643,99 33,89 15,93 1,77 2,24 ** Faktor B 3 67,48 67,48 10,57 2,53 3,67 ** 2,3 vs 0,1 1 66,64 66,64 31,32 4,01 7,10 ** 3 vs 2 1 0,64 0,64 0,30 4,01 7,10 NS 1 vs 0 1 0,20 0,20 0,09 4,01 7,10 NS Kelompok 3 95,54 31,85 14,97 2,77 4,14 ** Error 57 121,27 2,13 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

51 Lampiran 5. ANOVA Konsentrasi VFA

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 36020,02 1895,79 2,48 1,77 2,24 ** Faktor A 4 18194,46 4548,61 5,94 2,53 3,67 ** Faktor B 3 3669,29 1223,10 1,60 2,77 4,14 NS Interaksi A*B 12 14156,26 1179,69 1,54 1,93 2,51 NS Kelompok 3 31435,325 10478,44 13,69 2,77 4,14 ** Error 57 43633,58 765,50 Total 79 111088,92 1406,19 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 6. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Perlakuan Biomineral (Faktor A) terhadap Konsentrasi VFA

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 36020,02 1895,79 2,48 1,77 2,24 ** Faktor A 4 18194,46 4548,61 5,94 2,53 3,67 ** 3,4,5 vs 1,2 1 13798,57 13798,57 18,02 4,10 7,10 ** 3 vs 4,5 1 3054,28 3054,28 3,99 4,10 7,10 NS 4 vs 5 1 559,48 559,48 0,73 4,10 7,10 NS 2 vs 1 1 782,13 782,13 1,02 4,10 7,10 NS Kelompok 3 31435,32 10478,44 13,69 2,77 4,14 ** Error 57 43633,58 765,50 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 7. ANOVA Degradabilitas Bahan Kering (DBK)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 1721,97 90,63 7,53 1,77 2,24 ** Faktor A 4 1141,60 285,40 23,70 2,53 3,67 ** Faktor B 3 386,43 128,81 10,70 2,77 4,14 ** Interaksi A*B 12 193,93 16,16 1,34 1,93 2,51 NS Kelompok 3 575,45 144,99 12,04 2,77 4,14 ** Error 57 686,30 12,04 Total 79 2983,71 38,55 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

52 Lampiran 8. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Perlakuan Biomineral (Faktor A)

terhadap Degradabilitas Bahan Kering (DBK)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 1721,97 90,63 7,53 1,77 2,24 ** Faktor A 4 1141,60 285,40 23,70 2,53 3,67 ** 1,2,4 vs 3,5 1 1045,17 1045,17 86,81 4,10 7,10 ** 1 vs 2,4 1 52,62 52,62 4,37 4,10 7,10 * 2 vs 4 1 0,43 0,43 0,03 4,10 7,10 NS 3 vs 5 1 43,38 43,38 3,60 4,10 7,10 NS Kelompok 3 575,45 144,99 12,04 2,77 4,14 ** Error 57 686,30 12,04 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 9. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Waktu Inkubasi (Faktor B) terhadap Degradabilitas Bahan Kering (DBK)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 1721,97 90,63 7,53 1,78 2,24 ** Faktor B 3 386,43 128,81 10,69 2,77 4,14 ** 2,3 vs 0,1 1 253,41 253,41 21,05 4,10 7,10 ** 3 vs 2 1 121,36 121,36 10,08 4,10 7,10 ** 1 vs 0 1 11,66 11,66 0,97 4,10 7,10 NS Kelompok 3 575,45 144,99 12,04 2,77 4,14 ** Error 57 686,30 12,04 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 10. ANOVA Degradabilitas Bahan Organik (DBO)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 2390,17 125,80 5,71 1,77 2,24 ** Faktor A 4 865,95 216,49 9,82 2,53 3,67 ** Faktor B 3 1114,31 371,44 16,85 2,77 4,14 ** Interaksi A*B 12 409,90 34,16 1,55 1,93 2,51 NS Kelompok 3 1639,41 546,47 24,79 2,77 4,14 ** Error 57 1256,67 22,05 Total 79 5286,25 66,91 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

53 Lampiran 11. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Perlakuan Biomineral (Faktor A)

terhadap Degradabilitas Bahan Organik (DBO)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 2390,17 125,80 5,71 1,77 2,24 ** Faktor A 4 865,95 216,49 9,82 2,53 3,67 ** 2,4 vs 1,3,5 1 700,84 700,84 31,79 4,10 7,10 ** 1 vs 3,5 1 136,02 136,02 6,17 4,10 7,10 * 3 vs 5 1 21,06 21,06 0,95 4,10 7,10 NS 2 vs 4 1 8,03 8,03 0,36 4,10 7,10 NS Kelompok 3 1639,41 546,47 24,79 2,77 4,14 ** Error 57 1256,67 22,05 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 12. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Waktu Inkubasi (Faktor B) terhadap Degradabilitas Bahan Organik (DBO)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 19 2390,17 125,80 5,71 1,77 2,24 ** Faktor B 3 1114,31 371,44 16,85 2,77 4,14 ** 2,3 vs 0,1 1 1024,88 1024,88 46,49 4,10 7,10 ** 3 vs 2 1 85,83 85,83 3,89 4,10 7,10 NS 1 vs 0 1 3,60 3,60 0,16 4,10 7,10 NS Kelompok 3 1639,41 546,47 24,79 2,77 4,14 ** Error 57 1256,67 22,05 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 13. ANOVA Kecernaan Bahan Kering (KCBK)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 4 646,02 161,50 12,54 3,26 5,41 ** Kelompok 3 319,47 106,49 8,27 3,49 5,95 ** Error 12 154,52 12,88 Total 19 1120,00 58,95 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

54 Lampiran 14. Uji Ortogonal Kontras Pengaruh Perlakuan terhadap KCBK

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 4 646,02 161,50 12,54 3,26 5,41 ** 1,2,3 vs 4,5 1 610,88 610,88 47,44 4,75 9,33 ** 2,3 vs 1 1 2,34 2,34 0,18 4,75 9,33 NS 3 vs 2 1 0,28 0,28 0,02 4,75 9,33 NS 4 vs 5 1 32,51 32,51 2,52 4,75 9,33 NS Kelompok 3 319,47 106,49 8,27 3,49 5,95 ** Error 12 154,52 12,88 Total 19 1120,00 58,95 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Tanda**) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Lampiran 15. ANOVA Kecernaan Bahan Organik (KCBO)

SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01 Perlakuan 4 83,44 20,86 2,26 3,26 5,41 NS Kelompok 3 142,42 47,47 5,14 3,49 5,95 * Error 12 110,91 9,24 Total 19 336,78 17,72 Keterangan:

Tanda NS) menunjukkan perbedaan tidak berbeda nyata (P>0,05) Tanda*) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05)

Dokumen terkait