• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Saran

Fasilitas yang memadai di ruang kerja menunjang pelayanan yang baik sehingga menjadikan manajemen pengelolaan yang baik pada Kementrian Agama itu sendiri. Ruang yang kondusif, dan perangkat komputer serta komponen yang mendukung seperti, internet, printer, komputer, kamera merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga terintegrasi dalam menghasilkan kualitas dan ketepatan pada pengolahan data serta penyajiannya.

Integrasi data yang berasal dari berbagai PPIU perlu

79

adanya sarana dan prasarana yang dapat merekam dan menyimpan dalam bentuk database dan sekaligus dapat dipanggil atau ditemukan kembali secara mudah jika sewaktu- waktu dibutuhkan.

c. Sumber daya manusia

Adanya pembangunan infrastruktur SISKOPATUH di Kementerian Agama perlu adanya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) secara mumpuni. Sumber daya manusia yang sangat vital. Sumber daya manusia yang kompeten akan membuat sistem berjalan dengan baik pada pengoperasian SISKOPATUH.

d. Standar pengoperasian sistem

Dalam rangka optimalisasi SISKOPATUH yang berlandaskan pada visi dan misi kementrian agama untuk itu dilakukan standarisasi pengelolaan SISKOPATUH berupa ruang operasional pada kantor Kemenag RI lantai 6 yang memiliki standar keamanan sistem, pengamanan akses SISKOPATUH, sistem backup uniterruptible power supply (ups). Dengan demikian SISKOPATUH akan berjalan rapih dan terorganisir sesuai pada tujuan yang diinginkan.

Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) dipandang efektif dan bisa membangun nilai aplikatih yang memuaskan dalam memperlancar aktivitas umrah dan haji. Dalam memperlancar pelayanan penyelenggaraan

80

ibadah umrah dan haji khusus di Kementerian Agama yang meliputi :

1. Signifikansi Informasi

Layanan Umrah Kementerian Agama memiliki akses informasi dan sistem manajemen umrah terintegrasi yang terkomputerisasi. Karena banyaknya calon jemaah haji dari berbagai latar belakang yang mendaftar setiap saat, Kementerian Agama harus menawarkan layanan dan keamanan yang optimal serta informasi yang andal yang dapat dengan mudah diakses oleh semua pihak. Akibatnya, calon jemaah umrah harus merasa prosesnya tidak terlalu rumit.

Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk menanyakan konfirmasi keberangkatan, persyaratan pendaftaran, atau kepentingan informasi lainnya. juga dapat memperoleh informasi kapan saja, dari lokasi mana pun.

Sederhananya, informasi berfungsi untuk memperluas pemahaman dan mengurangi kesalahpahaman bagi mereka yang mencari informasi tentang bagaimana melakukan haji dan umrah. Ini adalah tujuan utama dari teknologi informasi (TI).

2. Validitas Informasi yang diterima

SISKOPATUH sangat membantu calon jemaah haji dalam menyelesaikan semua tugas yang berkaitan dengan sistem layanan umroh dan haji yang efektif, sehingga memudahkan jemaah umrah untuk menyelesaikan perjalanannya. Para calon

81

jemaah tidak perlu khawatir dengan keakuratan informasi yang diberikan, seperti yang telah diverifikasi pada tahapan yang telah dilakukan.

3. Informasi yang Tepat Waktu

informasi yang diterima terkait pelayanan calon jamaah sesuai dengan waktu yang dibutuhkan, diterima, dan diperoleh 4. Informasi yang Relevan

SISKOPATUH mengeluarkan informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh jamaah seputar informasi pelayanan ibadah yang mereka akan terima.

5. Informasi yang Bernilai

Merupakan Informasi yang berharga untuk pengambilan keputusan

6. Informasi yang dapat dipercaya

2. Kegunaan SISKOPATUH

Kehadiran SISKOPATUH mempermudah proses pengambilan keputusan dalam rangka kecepatan layanan kepada calon jamaah mulai dari monitoring pendaftaran, pendanaan, paket perjalanan yang diberikan baik dari keberangkatan sampai kepulangan.keberadaan SISKOPATUH mampu memberikan kontribusi yang besar dalam pelayanan Umrah dan Haji Khusus sebab menjadi sarana pengolahan data yang dikelompokkan pada permintaan dari penanggung jawab penyelenggaraan ibadah umrah

82

dan haji khusus, dalam hal ini Ditjen PHU. SISKOPATUH juga memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Pendaftaran

Langkah pertama dalam penerapan SISKOPATUH yaitu pelayanan pendaftaran bagi Jamaah umrah. bagi calon Jamaah umrah yang akan mendaftar bisa langsung mendatangi PPIU. SISKOPATUH menjadi sarana atau media teknologi informasi yang sudah terintegrasi (supporting system) dengan sistem lainnya.

Pendataan calon Jamaah umrah secara langsung dapat dimonitor melalui SISKOPATUH dan dapat dikendalikan kapansaja terutama mengenai posisi jamaah yang telah terdaftar dalam paket keberangkatan umrah. Database calon Jamaah yang tersimpan di SISKOPATUH dapat digunakan untuk memudahkan sehingga mempercepat dalam menyiapkan dokumen, mengeluarkan NPU (Nomor Porsi Umrah), mudahnya pelaporan BPIU karena sudah terintegrasi dengan BPS (Bank Penerima Setoran) yang langsung melakukan pembuatan identitas jemaah umrah, akomodasi, serta menjadi alat control/ cross check dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

2. Prosedur BPIU

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah (BPIU) merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh Jemaah yang akan melaksanakan Ibadah Umrah yang

83

terkoneksi dengan BPS (Bank Penerima Setoran) yang berbasis syariah dan sudah bekerja sama dengan PPIU.

Dengan adanya sistem ini pengawasan terkait biaya perjalanan ibadah umrah lebih mudah dilakukan. Sehingga seluruh data calon jamaah dapat terekam pada database SISKOPATUH.

Melalui jaringan yang terintegrasi ini, seluruh aktivitas transaksi terkait setoran BPIU dapat di monitor oleh Kementerian Agama dan PPIU itu sendiri. Jumlah setoran awal BPIU paling sedikitnya adalah Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), dan dianggap lunas setelah mencapai Rp.

20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah). Pembayaran BPIU ini dapat dibayar secara bertahap sebanyak 3 kali hingga batas waktu pembayaran yang sudah ditentukan.

Setelah jemaah melakukan pembayaran BPIU kemudian BPS akan menindaklanjuti dengan penginputan nomor registrasi jemaah ke dalam aplikasi yang terhubung dengan SISKOPATUH. Kemudian BPS BPIU akan menerbitkan bukti pembayaran yg berisikan Nomor Porsi Umrah (NPU). Database SISKOPATUH digunakan untuk menunjang pelaksanaan sistem akuntansi BPIU dan menjadi alat kendali antara dana setoran calon jamaah pada rekening PPIU di setiap BPS BPIU. Dengan demikian SISKOPATUH juga berfungsi sebagai Sistem Keuangan pada umumnya, Sehingga dengan pengawasan keuangan yang terpantau ini

84

dapat memberikan rasa aman kepada Calon Jamaah dan dapat mengurangi resiko terjadinya kasus penyelewengan penggunaan uang calon jamaah.

3. Database dokumen

SISKOPATUH juga berfungsi sebagai sarana menyimpan database calon jemaah baik dari sisi PPIU maupun Kementrian Agama. Database calon jemaah ini difungsikan untuk mempercepat proses pendataan kelengkapan dokumen calon jamaah. Setelah Nomor Porsi Umrah keluar selanjutnya PPIU melakukan pengisian data perjalanan terkait dokumen-dokumen seperti paspor, akomodasi, dan transportasi selama perjalanan berlangsung.

Setelah PPIU menginput data kelengkapan perjalanan jemaah umrah, PPIU juga wajib menerbitkan kartu identitas jemaah dari aplikasi SISKOPATUH. Dengan memanfaatkan peranan teknologi informasi dan komunikasi database dokumen jemaah umrah yang sudah terintegrasi dengan lembaga yang terkait memudahkan dalam memonitoring seluruh kegiatan pelaksanaan umrah, serta melaporkan informasi pasca perjalanandi tanah suci. Sehingga seluruh kegiatan pelaksanaan ibadah umrah dapat diawasi dan terlaksana dengan baik.

4. Perlindungan Jamaah

SISKOPATUH melakukan upaya yang dalam melindungi jemaah pada pelaksanaan ibadah umrah baik di

85

Tanah Air maupun di Tanah suci. pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya melindungi Jemaah umrah dapat ditingkatkan. Seperti wajibnya asuransi yang meliputi perawatan medis selama di luar negeri, meninggal dunia, kerusakan/kehilangan barang jamaah, dan pemulangan jamah medis darurat/meninggal dunia sesuai perjanjian yang telah disepakati. Dengan adanya pemberian asuransi ini dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi calon jamaah selama melaksanakan ibadah umrah.

5. Informasi publik

SISKOPATUH da[at membantu dalam pengambilan keputusan lainnya, seperti Informasi keberangkatan Jemaah umrah yang dapat diatur melalui sistem ini.

Bagi Jemaah umrah juga disediakan informasi publik yang mudah, cepat dan akurat. Informasi ini meliputi travel yang berizin, bagaimana status pendaftaran calon jemaah umrah bahkan jemaah dapat secara mudah melakukan pelaporan tentang perjalanan ibadah umrah. Informasi tersebut dapat diakses melalui Web www.haji.kemenag.go.id.

Dengan adanya SISKOPATUH tentu sangat bermanfaat bagi PPIU akantetapi juga sangat manfaat untuk calon Jamaah umrah, seperti NPU (Nomor Porsi Umroh), jamaah bisa mengetahui informasi dan memantau status pendaftarannya. Sebelum ada SISKOPATUH, calon Jamaah

86

akan selalu bertanya-tanya tentang kepastian keberangkatan.

Kini calon jamaah tidak merasa khawatir sebab informasi mengenai kepastian keberangkatannya dapat diketahui dengan jelas.

B. Apa faktor pendukung dan penghambat Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) ?

Pada sebuah sistem yang berjalan ada beberapa indikator yang dapat memengaruhi pada implementasi sistem komputerisasi pengelolaan terpadu umrah dan haji khusus. Adanya faktor pendukung membuat sistem berjalan dengan efektif, sebaliknya faktor penghambat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kedepannya. Adapun indikator yang mendukung dan menghambat SISKOPATUH pada Ditjen PHU Kementerian Agama RI meliputi :44

1. Faktor Pendukung SISKOPATUH :

a. Penyempurnaan alat/tools yang berbasis web base yang lebih relevan pada tampilan menu yang banyak untuk diakses sehingga para petugas operator merasa mudah dalam pengoperasian pada masing-masing PPIU. Selain itu SISKOPATUH berbasis koneksi bersifat privasi yang

44 Hasil Wawawncara dengan Bapak Misbachul Munir, S.Kom. Teknisi Bidang Aplikasi SISKOPATUH Kantor Ditjen PHU Kementrian Agama, Pada tanggal 10 Oktober 2021

87

tergabung dengan PPIU dan stakeholder seperti perbankan.

b. SISKOPATUH yang terintegrasi dengan berbagai PPIU dan Bank Penyelenggara Penerima Setoran (BPPS) memudahkan pemerintah dalam melakukan proses pendataan dan pemantauan mulai dari pendaftaran calon jamaah umrah dan haji khusus, pembayaran, pembatalan ataupun seluruh aktivitas penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus dengan cepat dan tepat. Sehingga setiap calon jamaah yang terdaftar dapat tersimpan pada SISKOPATUH tanpa memerlukan proses yang lama c. Regulasi, Adanya regulasi membuat SISKOPATUH tidak

bisa berjalan dengan semena-mena melainkan harus sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan sesuai dengan Keputusan Dirjen 323 Tahun 2019. Atas dasar ini pengelolaan SISKOPATUH tercatat secara permanen pada struktur Diterktorat Jendral Penyelengaraan Ibadah Haji dan Umrah

2. Faktor Penghambat SISKOPATUH : a. Kurangnya pendukung pada penyimpanan

Dalam penimpanan informasi SISKOPATUH menggunakan centralized data processing (CDP) yang terintegrasi. Centralized data processing (CDP) terintegrasi dengan beberapa stakeholder yang terpusat di Kementrian Agama. Namun gangguan pada sistem akan

88

mengakibatkan offline pada proses pengolahan data sehingga user tidak bisa memperoleh informasi dalam beberapa waktu kedepan. Pemerintah terus melakukann antisipasi hal-hal seperti ini agar penyelenggaraan umrah dan haji khusus dapat terlaksana dengan baik

b. Kurangnya Pelatihan pengoperasian SISKOPATUH Kurangnya pelatihan SISKOPATUH menjadikan pengelolaan sistem komputerisasi pengelolaan terpadu umrah dan haji khusus terkadang membuat kesalahan input pada sistem. Dalam meningkatkan kualitas pada SISKOPATUH belum diimbangi dengan pelatihan yang cukup sehingga menghambat kinerja karyawan ketika mengalami kendala sistem dan belum menguasai penggunannya sehingga masih diperlukan pelatihan untuk menambah kemampuan dalam mengoperasikan SISKOPATUH.

c. Adanya batasan uang muka pada pembayaran

Salah satu penghambat utama dalam penerapan sistem ini yaitu adanya setoran awal sebesar Rp.10.000.000 (Sepuluh juta Rupiah) bagi setiap calon jemaah umrah yang mendaftar, hal ini membatasi bagi jemaah yang memiliki uang kurang dari 10 juta sehingga tidak dapat mendaftar umrah. Biaya pendaftaran masuk ke Virtual Account (VA) PPIU juga tidak bisa digunakan secara langsung. Persoalannya, uang itu disimpan di bank

89

yang tidak bisa digunakan karena menurut peraturan di SK 323/2019 uang tunai baru itu bisa dicairkan kalau sampai Rp 15 juta. Hal ini menjadi penghambat bagi banyak PPIU sehingga tidak bisa mempersiapkan administrasi umrah, karena uang tunai yang digunakan untuk operasional masih ada dalam rekening VA tersebut d. Kapasitas bandwith yang kecil

Bandwidth adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps). Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik. Bandwidth sendiri akan dipindahkan ke komputer yang akan memengaruhi kelancaran dan kecepatan pemindahan data pada jaringan komputer tersebut. Dengan tools SISKOPATUH yang berbasis web base dengan berbagai fitur serta berbagai gambar, sangat membutuhkan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Oleh Karena itu kapasitas bandwidth yang besar akan mempercepat transfer data yang dapat dilakukan oleh client maupun server. Akan tetapi apabila kapasitas bandwidth terlalu kecil maka kegiatan transfer data akan terasa lambat (loading).

90 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis yang telah diteliti tentang efektivitas penerapan dan penggunaan SISKOHPATUH dalam pelayanan umrah dan haji khusus pada Direktorat Jendral penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementrian Agama RI, sehingga penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Efektivitas penerapan dan penggunaan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOHPATUH). Sebagai aplikasi yang mengatur penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus, SISKOPATUH kini telah berjalan dengan efektif karena disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu kemajuan pada sistm teknologi. SISKOPATUH menjadi bagian yang sangat penting bagi pelayanan ibadah umrah dan haji khusus, hal ini dapat dibuktikan dengan berjalannya fungsi-fungsi SISKOPATUH, yaitu :

a. Mudahnya proses pendaftaran jamaah yang akan berangkat ke tanah suci

b. Cepatnya proses penyetoran biaya perjalanan umrah dan haji khusus secara realtime dan lebih akuntabel

c. Cepatnya proses input dokumen seperti paspor, visa, dan dokumen admnistrasi lainnya

91

d. Aman dan terjaganya data jamaah yang nantinya dapat dipantau dan diaviasi pada saat proses kegiatan ibadah berlangsung.

2. Faktor pendukung dan penghambat penerapan dan penggunaan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

a. Faktor pendukung penerapan dan penggunaan SISKOPATUH ialah dengan adanya penyimpanan data terpadu yang berbasis web base sehingga memudahkan berbagai stakeholder, selain itu juga terintegrasinya SISKOPATUH dengan beragai PPIU da BPS membuat proses pendataan dan pemantauan semakin mudah b. Faktor penghambat penerapan dan penggunaan

SISKOPATUH ialah minimnya pelatihan pada operator atau teknisi SISKOPATUH disetiap PPIU menjadi sebuah kendala ketika sedang menjalankan aplikasi, selain itu regulasi pada BPS yang akhirnya menjadi kesulitan pada setiap PPIU akan tetapi kekurangan ini menjadi bahan evaluasi kedepan agar SISKOPATUH tetap eksis sebagai alat pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah khusus.

92 B. Saran

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan ada beberapa saran yang penulis sampaikan dalam penelitian ini, adapun saran penulis yaitu :

1. Bagi Lembaga Ditjen PHU Kemenag RI

a. Adanya kemajuan teknologi pada masa kni dan masa yang akan datang, diharapkan SISKOPATUH dapat meningkatkan pelayanannya dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus

b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi dan informasi sehingga para operator SISKOPATUH itu sendiri mampu dalam hal pengelolahan data dan proses pendaftaran calon jamaah yang akan berangkat ke tanah suci

c. Meningkatkan sosialisasi SISKOPATUH kepada masyarakat luas terkhusus pada calon jamaah umrah dan haji khusus sehingga dapat mengetahui informasi mengenai keerangkatan dan kepulangan dengan mudah dan terpercaya.

2. Bagi Lembaga Terkait

a. Peningkatan pelayanan SISKOPATUH juga bergantung pada lembaga terkait seperti PPIU, BPS-Syariah, dan Kemenkes, maka dari itu pentingnya menjadi satu koordinasi agar tidak menjadi tumpang tindih dalam proses pelaksanaannya

93

DAFTAR PUSTAKA BUKU

Bungin, Burhan. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Jakarta:

Kencana

Djamil, Abdul. 2016. Manajemen Pnyelenggara Ibadah Haji Indonesia. Jakarta: Direktorat Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Replibik Indonesia.

Dr. Ulber Silalahi, M.A, 2015. Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung: PT Refika Aditama

Lexy J. Moleong. 2009. Metode Penelitian Kualitatif Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya

Mahmudi, 2015, Manajemen Kinerja Sektor Publik, Yogyakarta, STIM YKPN

Undang-undang No.13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 6 Diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2008

Himpunan PERPU Penyediaan Layanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi Darat Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 1441H/2020M

Dr. Amja, M..Si, 2020, Efektivitas Sekolah Inklusif, Palembang, PT Penerbit Anugrah Jaya

Kristanto, Andri, 2008, Perancangan SIstem Informasi dan Aplikasinya, Yogyakarta, Gaya Media

Kementerian Agama, 2019, Buku Panduan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji khusus PPIU, Jakarta PT.Gobal Piranti Solusi

Sutabri Tata, 2005, Sistem Informasi Manajemen Yogyakarta, Andi

94

Sutanta Edhy, 2003, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta, Graha Ilmu

Tim Ditjen PHU, 2020, Ringkasan Sejarah dan Tata Kelola Umrah Indonesia, Jakarta, Ditjen PHU

Didin Hafidudin dan Hendri Tanjung, 2003, Manajemen Syariah Dalam Praktik, Jakarta, Gema Insani Press

Basyumi, Muhammad, 2008, Reformasi Manajemen Haji, Jakarta, FDK Press

Kemenag, Rencana Strategis Ditjen PHU 2020-2024, Jakarta Ditjen PHU

Peraturan Menteri Agama, 2016, Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Agama¸Jakarta, Kemenag

Kementrian Agama, 2019, Buku Panduan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus, Jakarta, PT Global Piranti Solusi

Budiyono Haris dan Amirullah, 2004, Pengantar Manajemen, Yogyakarta, Graha Ilmu

Handoko, T. 2003, Manajemen, Yogyakarta, BPFE Yogyakarta

M Steers, Richard. 1985, Efektivitas Kerja, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Karta Widjaja, Daradjat. 2011, Konsep dan Efektivitas Impelemntasi Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Jakarta, Madani Publishing

Husin Usman dan Purnomo Setiady Akbar. 2003 Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: PT. Bumi Aksara

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2005.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka

95 JURNAL

Huvat “Efektivitas Kerja Fasilitator Dalam Pelaksanaan Program PNPM Di Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu “Ejournal Pemerintahan Integratif” Vol. 3 No.1 (2015): 76 – 87 (Journal On-line), tersedia di http://ejournal.pin.or.id/site/?p=754

INTERNET

Siaran Pers Nomor: 32/Humas PMK/II/2020, diakses pada tanggal 200 november 2021, pukul 17.00

https://umrahcerdas.kemenag.go.id/home/travel/index/7, diakses pada tanggal 15 november 2021, pada pukul 16.00

Keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah,

No 323 Tahun 2019 tentang pedoman pendaftaran umrah, Beranda |

Website Haji dan Umrah Kementerian Agama RI (kemenag.go.id) pukul 16.00

WAWANCARA

Wawancara dengan Bapak Misbachul Munir, Operator Siskopatuh pada Seksi Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah Kementerian Agama, pada tanggal 9 November 2021 Wawancara dengan Imam Aji Ubaidah, Operator Siskopatuh pada PT Multazam Utama Tour & Travel, pada tanggal 8 Desember 2021

96

LAMPIRAN 1 : HASIL WAWANCARA

HASIL WAWANCARA DENGAN INFORMAN Nama : Misbachul Munir S.Kom.

Jabatan : Operator/Teknisi Aplikasi SISKOPATUH Hari/Tgl : Selasa, 9 November 2021

Waktu : 13.00- 14.30

Tempat : Kantor Kementrian Agama RI

Apa latar belakang yang mendasari dibentuknya sistem Siskopatuh dan apa itu Siskopatuh itu sendiri ?

Siskopatuh itu sistem komputerisasi terpadu penyelenggaraan Umroh dan Haji khusus. Awal mulanya kebutuhan kita akan data jama'ah Umroh dan meminimalisir tingkat penipuan yang ada di masyarakat oleh pihak travel sehingga kementrian agama hadir dalam hal ini untuk memberikan perlindungan kepada jama'ah Umroh tentang kepastian bahwa saat jama'ah itu daftar ia bisa di berangkatkan dan dengan ada Siskopatuh juga kita juga bisa memberikan edukasi kepada jama'ah bahwa apa yang dia daftarkan di travel, apa yang sudah ia setorkan uangnya di travel bisa di pantau dan bisa kami publikasikan untuk jama'ah

Siskopatuh adalah penyempurnaan dari sipatung apa yang membedakan dari kedua ini dan pembaruan apa yang ada di Siskopatuh ?

97

Dari Sipatuh lama inisiasinya dari eksternal yang datang ke kami untuk dia memudahkan pelaporan bahwa jama'ah ini sudah mendaftar, kapan berangkat, berapa biaya paketnya. Untuk Siskopatuh kita lebih masuk lebih kedalam diperkuat dengan keputusan kementrian agama bahwa apa yang dibayarkan jama'ah Umroh di Travel uangnya benar-benar bisa kita pantau bahwa uang itu benar-benar di transaksi kan di Bank dan disitu perbedan yang paling mendasar adalah adanya rekening penampungan dan rekening operasional di masing-masing PPIU yang ada di Bank, perbedaan sipatuh dan siskopatuh di segi pembayaran nya

Kalau dari segi sistem aplikasinya ?

Aplikasinya sama web base, PPIU mengimput mungkin perbedaannya kalau lebih dari sisi teknisnya dulu Sipatuh terkoneksi dengan dukcapil , untuk siskopatuh kemarin koneksi dengan dukcapil nya sempat di off dulu mungkin karena input pendaftaran itu tidak harus menggunakan NIK ya, mungkin bisa menggunakan paspor

Fungsi Siskopatuh dari sisi kementrian agama dan PPIU bagaimana ?

Kalau Siskopatuh fungsinya dari segi kementrian agama kita bisa memonitor pendaftaran umroh , bisa memonitor PPIU mana saja yang patuh kepada kementrian agama dia menginput, melaporkan. karena untuk melapokan sebenarnya

diundang-98

undang 8 kan ada juga kewajiban seperti itu yang dicipta kerja itu sekarang, kemudian dari sisi PPIU pertama mereka memudahkan untuk melaporkan ke mentri agama tentang keberangkatan, data keberangkatan, data kepulangandan lain-lain, kemudian juga ada sisi keamanan yang membedakan antara PPIU dan non PPIU soalnya kan selama ini masyarakat masih rancu bahwa semua travel kadang ngakunya ada di kementrian agama dan ini dengan adanya Siskopatuh mungkin bisa menjadi pembeda antara yang resmi dan tidak resmi

Berarti ada beberapa PPIU ini yang tidak terdaftar Siskopatuh ?

ooh iya ada banyak , semua PPIU yang terdaftar di perizinan jika dia mendapatkan SK nomer izin mereka berhak mendapatkan user id dan pin Siskopatuh yang kita berikan ini sebagai keabsahan, untuk akses ke Siskopatuh itu sendiri

kemudian, bagaimana cara kerja dari kementrian agama sendiri misalnya dari pendaftaran ? kita langsung mengecek apa secara berkala ?

ini sistem realtime terpusat dikita web base jadi PPIU menginput URL yang sudah kita berikan , menginput user id dan password sehingga mereka bisa membuat paket memasukan data jama'ah jadi satu siklus keberangkatan. jadi mereka menginput,

ini sistem realtime terpusat dikita web base jadi PPIU menginput URL yang sudah kita berikan , menginput user id dan password sehingga mereka bisa membuat paket memasukan data jama'ah jadi satu siklus keberangkatan. jadi mereka menginput,

Dalam dokumen Disususn oleh: Rizal Izra Mahmudi (Halaman 92-123)

Dokumen terkait