• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Diharapkan para guru fisika hendaknya menggunakan pendekatan Understanding by Design agar dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa.

2. Pada penelitian selanjutnya, perlu diteliti apakah pendekatan Understanding by Design dapat digunakan pada topik-topik fisika yang lain.

3. Pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design memerlukan waktu yang lama, terlebih waktu untuk mengajak siswa untuk mau bekerja sama selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

4. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus lebih berkonsultasi dengan guru agar langkah pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan waktu yang ada. Sebaiknya guru yang mengajar dengan pendekatan UbD, bukan peneliti agar pandangan siswa tidak berubah. 5. Pada penelitian selanjutnya, penelitian khususnya untuk mengetahui

keaktifan siswa sebaiknya indikator penilaian keaktifan siswa dibuat lebih detail agar siswa terlihat secara nyata aktif dikelas sesuai dengan indikator tersebut. Dan akan lebih baik lagi jika pengamatan dilakukan pada kedua kelas, agar terdapat perbandingan keaktifan siswa yang lebih baik dan lebih bisa dipertanggungjawabkan secara tegas.

86

DAFTAR PUSTAKA

A, Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Arham Maulana. NN. Instructional Design Model, Backward Designdan Gerlach and Ely Model. (dalam http://www.scribd.com/doc/132085456/Arham-Maulana-113090209-Backward-Design-Gerlach-and-Ely-Model, diakses 10 Februari 2014)

Hamalik, Oemar. Dr. Prof. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung:Balai Pustaka.

Kartika Budi, Fr. Y. “Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika Di SMU, Efektivitasnya, Dan Sikap

Mereka Pada Strategi Tersebut”, Dalam Widya Dharma, Vol.11, No.2, April 2001.

Ken Sanjaya. 2010. Understanding by Design.

(dalam http://indonesiaeducate.org/understanding-by-design.html , diakses 8 Februari 2014)

Lie, A. 2004. Pendidikan Ketrampilan Hidup. Surabaya : Universitas Widya Mandala.

Marthen Kanginan. 2006. IPA FISIKA 2 untuk SMP KELAS VIII. Jakarta: Erlangga

Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

Melvin, L. S. 2004. Active Learning. Bandung: Nusa Media.

Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Edisi Pertama, Bandung: Tarsito

Slamet, A. M. S, et. al. 2008. Perspektif Pembelajaran Berbagai bidang Studi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

SMP Maria 2.2012. Memahami Understanding by Design. Tangerang: SMP Strada Santa Maria 2.

(dalam http://smpmaria2.wordpress.com/2012/06/20/memahami-understanding-by-design/, diakses 9 Februari 2014)

Srikamti, V. P. 2008. Kompetensi Pedagogo guru IPA dan persepsi siswa tentang kompetensi tersebut dalam pembelajaran. Skripsi: Universitas Sanata Dharma.

Sudjana, N. 2004. Landasan Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosdakarya Suharsimi, A. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukmadinata, N. S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Cetakan Ketujuh, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

____________ 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika: Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

____________ 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

____________ 2010. Pengantar Statistika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suparyanto. 2011. Konsep Persepsi. (dalam http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/07/konsep-persepsi.html , diakses 18 Juni 2014)

Djamarah, S. B. 2000. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Wiggins, Grant and McTighe, Jay. 2005. Understanding by Design. ASCD: Alexandria, Virginia USA.

Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia Pustaka.

__________ 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Lampiran A1. RPP dengan Pendekatan UbD

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DENGAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN

Satuan Pendidikan : SMP Maria Asumpta Klaten Kelas / Semester : VIII / II (dua)

Mata Pelajaran : Fisika

Waktu : 6 x 40 menit

A. Standar Kompetensi :

6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi seharí-hari.

B. Kompetensi Dasar :

6.3. Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentukcermin dan lensa.

C. Materi :

Cahaya (pemantulan cahaya pada cermin lengkung) D. Metode Pembelajaran :

- Diskusi Kelompok - Eksperimen - Demonstrasi

Tujuan utama : Mendeskripsikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung yang diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

TAHAP 1

HASIL YANG DIINGINKAN

Tujuan : - Siswa dapat menggunakan persamaan pada cermin lengkung untuk menyelesaikan masalah.

kasus permantulan cermin lengkung serta menyimpulkan sifat bayangannya.

- Siswa dapat mengaplikasikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung pada kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan utama :

1. Jenis cermin apa yang dipakai pada spion kendaraan? Mengapa? 2. Mengapa antena parabola berbentuk lengkung (cekung)?

3. Mengapa kita dapat melihat acara di TV yang dipancarkan oleh stasiun TV pusat? Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Pemahaman :

Melalui proses pembelajaran, siswa diharap akan memahami :

- Cermin lengkung terdiri dari cermin cekung dan cembung, yang memiliki beberapa bagian, seperti jari-jari kelengkungan, fokus, pusat kelengkungan cermin dan sumbu utama. Cermin cekung akan memantulkan cahaya pada satu titik sedangkan cermin cembung akan memantulkan cahaya pada beberapa titik.

- Untuk melukiskan pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung dapat menggunakan sinar-sinar istimewa untuk masing-masing cermin. Kemudian menentukan sifat bayangan dari hasil pembentukan bayangan tersebut.

- Jarak bayangan, tinggi bayangan dan perbesaran bayangan dapat ditentukan dengan persamaan cermin lengkung.

- Pengaplikasian konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung di kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan dan Keterampilan : Siswa akan mengetahui :

- Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan sinar sedangkan cermin cembung menyebarkan sinar.

- Tiga sinar istimewa untuk cermin cekung atau cembung digunakan untuk melukiskan pembentukan bayangan.

- Sifat bayangan dapat diketahui melalui gambar pembentukan bayangan. - Penggunaan cermin cekung dan cembung dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa akan dapat :

- Menjelaskan bagian-bagian dan sifat cermin lengkung.

- Menggambar pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung. - Mengidentifikasi sifat-sifat bayangan.

- Menghitung dengan persamaan-persamaan dalam cermin lengkung. TAHAP 2

BUKTI PENILAIAN Tugas :

Siswa akan diberikan tugas sebagai peneliti untuk menganalisa pembentukan bayangan pada pristiwa pemantulan cahaya untuk cermin cekung dan cembung melalui percobaan pemantulan cahaya pada cermin lengkung.

Tugas untuk dikerjakan pada lembar kerja siswa :

- Mengukur jarak fokus cermin cembung dan cermin cekung.

- Menentukan jarak benda dan jarak bayangan, tinggi benda dan tinggi bayangan, kemudian menganalisis perbesaran bayangan dari hasil pemantulan cahaya tersebut.

- Menggambar jalannya sinar pembentukan bayangan untuk masing-masing pemantulan pada cermin cembung dan cermin cekung.

- Menulis kesimpulan dari hasil-hasil penemuan siswa. Bukti lain :

- Soal latihan

1) Sebuah pensil yang tingginya 2 cm diletakkan tegak lurus pada sumbu utama cermin cekung yang jarak fokusnya 4 cm dan jarak pensil terhadap cermin 10 cm. Tentukan :

a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan.

d. Gambar pembentukan bayangannya. e. Sifat bayangan.

2) Sebuah benda setinggi 4 cm diletakkan 8 cm didepan cermin cembung yang jarak fokusnya 3 cm. Tentukan :

a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan.

d. Gambar pembentukan bayangan. e. Sifat bayangannya.

- PR harian

1) Bagaimana pengaplikasian prinsip kerja cermin cekung pada pengumpul sinar matahari dari pembangkit listrik tenaga surya? Jelaskan!

- Keaktifan siswa dikelas

TAHAP 3 RENCANA PEMBELAJARAN Waktu (menit) Media Pertemuan 1 (2 x 40 menit) :

1. Guru memberi pertanyaan tentang cermin lengkung yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai materi. (W)

2. Guru bertanya kepada siswa tentang benda lengkung apa saja yang dapat memantulkan benda, serta macam-macam benda lengkung (H)

3. Guru membagikan handout LKS untuk dikerjakan siswa.

4. Siswa di kelas dibagi dalam lima kelompok dan diberi persoalan tentang bagaimana sifat cermin cekung, titik fokus cermin. (O)

- (mengapa antena parabola dibuat cekung?) (E-1)

- (apa penangkap sinyal pada parabola diletakkan sembarangan?) (E-1)

5. Perwakilan kelompok siswa diminta menyampaikan hipotesisnya. (O)

6. Guru membahas dan menyimpulkan jawaban dari persoalan tersebut. (E-1, R)

7. Guru menjelaskan tentang aturan penomoran ruang pada cermin. (W)

8. Siswa diminta untuk membaca tentang tiga sinar istimewa cermin cekung pada slide. (O)

9. Guru memberi contoh gambar jalannya sinar pembentukan bayangan cermin cekung. (E-1) 10. Guru mendemostrasikan bagaimana mencari titik

pusat kelengkungan, titik fokus cermin dengan secara nyata. (H)

11. Siswa memperhatikan penjelasan guru bagimana 5 7 5 10 2 3 3 2 5 3 - Bola - PPT - Set alat cermin lengkung - LKS

mengukur jarak bayangan, tinggi bayangan dari benda (W, H)

12. Dalam kelompok siswa diminta berdiskusi bagaimana sifat bayangan jika benda digeser mendekat / menjauhi cermin. (R)

13. Setiap kelompok siswa diberi persoalan yang berbeda-beda untuk menjawab pertanyaaan tersebut. (O)

14. Setiap kelompok diminta eksperimen menentukan sifat bayangan sesuai pada LKS dan persoalan masing-masing kelompok. (O, H, T)

(saat kelompok sedang mencoba, kelompok lain diminta memperhatikan)

15. Perwakilan setiap kelompok diminta maju menyampaikan kesimpulan hasil percobaannya. (O, E-2)

16. Guru menampilkan jalannya sinar pembentukan bayangan untuk masing-masing ruang (membahas hasil percobaan siswa). (E-2)

17. Siswa dan guru menyampaikan kesimpulan dari yang sudah dipelajari. (E-1)

5

20

5

4

Pertemuan 2 (1 x 40 menit) :

1. Guru bertanya kepada siswa. (H, E-1, W)

- Mengapa jika kita bercemin dengan cermin lengkung dihasilkan bayangan yang kecil/besar dari aslinya?

- Bagaimana mengukur perbesarannya?

2. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang persamaan-persamaan yang digunakan dalam cermin. (E-1)

3. Siswa dibagi dalam lima kelompok sesuai pada pertemuan sebelumnya. (O, T)

3

5

2

4. Guru memberikan latihan soal yang harus dikerjakan setiap kelompok untuk setiap persoalan yang berbeda-beda. (E-1, R)

5. Setiap kelompok diminta menyampaikan hasil pekerjaannya didepan kelas sesuai persoalan masing-masing kelompok. (O, W)

6. Guru membahas dan perkerjaan siswa. (E-2)

7. Guru menanyakan apakah ada yang kurang jelas. (jika ada guru sedikit mengulang) (R, T)

13

10

5 2

Pertemuan 3 (2 x 40 menit) :

1. Guru bertanya mengapa spion kendaraan menggunakan cermin cembung. (W, H)

2. Perwakilan siswa diminta bercermin dengan cermin datar dan cembung, lalu menyimpulkan hasilnya. (O)

3. Siswa diminta memperhatikan penjelasan dari guru tentang sifat cermin cembung dan bagian-bagian cermin cembung. (E-1)

4. Siswa diminta membaca tentang sinar istimewa cermin cembung pada slide. (O)

5. Guru menjelaskan tentang pembentukan bayangan melalui sinar istimewa cermin cembung. (E-1) 6. Siswa dibagi dalam lima kelompok sesuai pada

pertemuan sebelumnya. (O)

7. Guru menjelaskan, bagaimana mengukur titik fokus cermin cembung, dengan bantuan lensa. (E-1, E-2) (guru bertanya mengapa harus memakai lensa?) 8. Setiap kelompok diminta mencoba mengukur

mencari titik pusat kelengkungan dan titik fokus cermin cembung. (E-1, O, R, T)

(ini mengetahui bahwa fokusnya dibelakang cermin, sehingga negatif).

8. Perwakilan kelompok diminta menyampaikan hasil 5 3 8 5 5 2 10 25 10 - PPT - LKS - Set alat cermin lengkung

yang diperoleh dari eksperimen.

9. Guru membahas pekerjaan siswa jika masih ada yang mengalami kesalahan.

9. Siswa dan guru menyimpulkan hasil eksperimen bersama-sama. (E-1, E-2)

5 2 Pertemuan 4 (1 x 40 menit) :

1. Guru bertanya apabila benda digeser mendekati/menjauhi cermin cembung, apakah bayangannya tetap maya? (H, E-1, W)

2. Guru menjelaskan bagimana menentukan jarak bayangan, tinggi dan perbesaran pada cermin cembung melalui persamaan. (H)

3. Siswa diberi latihan soal yang harus dikerjakan mengenai cermin cembung. (W)

4. Perwakilan siswa diminta menyampaikan hasil pekerjaannya didepan kelas. (W, O)

5. Guru membahas dan perkerjaan siswa. (E-2, R) 6. Guru menanyakan apakah ada yang kurang jelas.

(jika ada guru sedikit mengulang) (R, T)

7. Siswa dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran bersama-sama. (E-1, E-2)

3 5 13 10 5 2 3

Yogyakarta, Maret 2014 Mengetahui,

Kepala Sekolah, Guru Pamong,

Sr. Lidwina Suharti, OSU Stephanus Nunu, S.Pd Dosen Pembimbing, Peneliti,

Lampiran A2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa 1

Nama / no : Kel :

Pembentukan dan sifat bayangan pada cermin cekung (konvergen)

Kegiatan 1

Tujuan :

- mengenal bagian-bagian cermin cekung

- melukiskan pembentukan bayangan dengan sinar istimewa cermin cekung

Info : Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan sinar. Berkas sinar yang datang akan mengumpul pada satu titik (titik fokus).

Mungkin jika kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari, cermin cekung sangat berhubungan erat. Misalnya saja pada reflektor lampu mobil/motor. Reflektor tersebut sengaja dibuat cekung agar memfokuskan atau mengumpulkan cahaya, sehingga cahaya lampu tidak menyebar. Kegiatan kali ini akan membantu kalian belajar mengenai cermin cekung dan pembentukan bayangannya.

cermin cekung mempunyai bagian-bagian penting yang mesti kalian pahami. Untuk membayangkannya pernahkan kalian melihat antena parabola?mengapa bentuk antena tersebut dibuat cekung? Lalu apa guna penangkap sinyal pada antena tersebut?bolehkan penagkap sinyal tersebut digeser-geser dari titik awalnya?

Hipotesis :

Perhatikan gambar dibawah !

Jarak titik fokus adalah setengah dari titik R, maka dapat dituliskan :

Keterangan :

- Titik O adalah ... - Titik R adalah ... - Titik F adalah ...

Untuk memperoleh pembentukan bayangan, dapat diketahui dari 3 sinar istimewa cermin cekung:

1. Sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui titik fokus.

2. Sinar datang melalui titik fokus cermin, dipantulkan sejajar sumbu utama.

3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin, dipantulkan melalui titik itu juga.

Kegiatan 2

Tujuan :

- Melukiskan pembentukan bayangan cermin cekung - Menentukan sifat bayangan cermin cekung

Hipotesis :

Alat dan bahan : Set alat pemantulan cermin cekung Langkah percobaan :

a. Menentukan R

- Susunlah alat dengan urutan seperti gambar berikut: (lampu-benda-layar-cermin cekung-layar.

- Geser-geser cermin, agar bayangan jatuh dilayar sebelah benda. Carilah posisi yang tepat agar terbentuk besar bayangan = besar benda dan terbalik.

- Ukur jarak antara benda- cermin (sebagai S) dan jarak bayangan-cermin (sebagai SI)

Bagaimana sifat bayangan cermin cekung jika benda digeser menjauhi atau mendekati cermin cekung?

b. Menentukan sifat bayangan

- Berdasarkan perhitungan R dan F diatas, letakkan benda sesuai tugas kelompokmu. Carilah bayangan karena pemantulan pada cermin

- Ukurlah jarak benda ke cermin, jarak bayangan ke cermin, tinggi benda dan bayangannya. Masukkan pada tabel dibawah.

Tabel pengamatan :

F S S1 h h1

Tugas kelompok :

Berdasarkan referensi yang sudah kalian ketahui, coba kalian tentukan pembentukan bayangan pada persoalan dibawah sesuai kelompok kalian !

Persoalan :

- Kelompok A : jika benda berada diruang I. - Kelompok B : jika benda berada diruang II. - Kelompok C : jika benda berada diruang III.

- Kelompok D : jika benda berada tepat di titik pusat kelengkungan (R) - Kelompok E : jika benda berada tepat di titik fokus (F)

Pertanyaan :

1. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan berdasarkan persoalan pada percobaan kalian.

2. Dari gambar pembentukan bayangan pada soal nomor 1, coba simpulkan sifat bayangannya.

Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen diatas, bagaimana sifat bayangan jika benda semakin mendekat atau menjauhi cermin? Coba simpulkan.

Lembar Kerja Siswa 2

Nama / no : Kel :

Pembentukan dan Sifat Bayangan pada Cermin Cembung

Untuk menentukan jari jari kelengkungan cermin cembung, digunakan persamaan:

R = sI– d dan jarak fokusnya

f = 1/2R = (SI – d) / 2

Pernahkah kalian bercermin dengan spion kendaraan?bagaimana bentuk bayanganmu? Kemudian jika kamu perlahan menjauhi spionmu tersebut bagaimana bentuk bayanganmu, apakah bentuknya menjadi berubah? Apa yang menyebabkan pristiwa tersebut?

Info: cermin cembung bersifat menyebarkan cahaya, karena bentuk cerminnya mencembung.

Hipotesis :

Menentukan jarak fokus dan sifat bayangan

Alat dan bahan : set alat pemantulan cermin cembung Langkah kerja :

- Susun alat seperti berikut: (lampu-benda-layar-lensa cembung-cermin cembung)

- Carilah bayangan yang paling jelas ditangkap layar. Ukur jarak benda ke lensa sebagai s dan jarak lensa ke bayangan sebagai sI.

- Letakkan cermin cembung antara lensa dan bayangan.

- Geser cermin untuk mencari bayangan di depan lensa yang jelas, ukur jarak lensa ke cermin sebagai d.

Tabel pengamatan :

S SI d R f

Pertanyaan :

1. Bagaimana memperoleh jarak fokus secara perhitungan dengan data kalian?

Jawab :

2. Dari percobaan dimanakah letak titik fokus cermin cembung?apa yang dapat kalian simpulkan dari hal itu?

Jawab :

3. Apa kegunaan lensa cembung dalam eksperimen ini? Jawab :

4. Apa akibatnya jika benda digeser mendekat / menjauhi cermin? Bagaimana sifat bayangannya?

5. Berdasarkan sinar istimewa cermin cembung coba kalian lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangannya.

Jawab :

Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen diatas, apa yang dapat kalian ambil? Coba simpulkan.

Soal tambahan :

Sebuah penghapus diletakkan berdiri 20 cm di depan cermin cekung tinggi penghapus adalah 4 cm dan jarak fokus cermin adalah 15 cm. Tentukanlah:

a. Jarak bayangan; b. Perbesaran bayangan; c. Tinggi bayangan;

d. Lukislah pembentukan bayangannya; e. Sifat-sifat bayangan!

Lampiran A3. Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siswa

Lembar Observasi Keaktifan Siswa Selama Proses Pembelajaran dengan Pendekatan UbD Kode siswa Indikator keaktifan Total Persentase keaktifan A B C D E F B1 B2 C1 C2 D1 D2 D3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Rata-rata

Lembar Indikator Keaktifan Siswa Dikelas

Aspek Indikator Keaktifan Kode Sub Kode

Interpretasi Siswa mengungkapkan gagasan A A Siswa menyampaikan hasil percobaan 1

B B1

Siswa menyampaikan hasil percobaan 2 B2 Aplikasi

Siswa melakukan percobaan 1

C C1

Siswa melakukan percobaan 2 C2

Siswa mengerjakan latihan soal 1

D

D1 Siswa mengerjakan latihan soal 2 D2 Siswa mengerjakan pekerjaan rumah D3 Empati Siswa mampu bekerja sama dalam

kelompok E E

Sudut

Lampiran A4. Lembar Kuesioner Persepsi Siswa

Kuesioner Persepsi Siswa Nama :

Petunjuk pengisian !.

a. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Siswa terhadap Pendekatan Understanding by Design dalam Pembelajaran Fisika.

b. Jawablah dengan jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

c. Pengisian angket tidak mempengaruhi nilai atau pandangan guru terhadap siswa.

d. Baca pernyataan dengan teliti dan pilih salah satu jawaban yang paling sesuai, lalu beri tanda centang (V) pada kolom yang tersedia.

Keterangan pilihan jawaban : 4 = Sangat Setuju 3 = Setuju

2 = Tidak Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju

No Pernyataan Skor

1 2 3 4 1 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya

merasa antusias mengikuti pembelajaran ketika guru menyampaikan dengan beberapa media pembelajaran. 2 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru

menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga membuat saya mengerti apa yang akan dipelajari.

3 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, tugas yang diberikan guru membantu saya memahami dan mengingat kembali materi yang diberikan.

senang karena bekerja sama secara berkelompok.

5 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti ketika guru membahas pekerjaan siswa dan menyimpulkan materi secara bersama-sama.

6 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang ketika guru ikut mengamati dan mengarahkan ketika kelompok sedang bereksperimen.

7 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya tertantang untuk berpendapat ketika guru memberi permasalahan terkait materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

8 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menjelaskan materi pembelajaran atau prosedur kerja dengan jelas sehingga saya lebih paham.

9 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena bisa menyelesaikan latihan soal yang diberikan guru dengan benar.

10 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti karena dapat mengamati dan mengaplikasikan materi pembelajaran secara langsung melalui eksperimen.

11 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menyampaikannya dengan metode pembelajaran bervariasi sehingga saya tidak malas.

12 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya dapat mengambil kemampuan memecahkan masalah ketika guru memberikan persoalan.

13 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena dapat leluasa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi yang belum jelas.

14 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya suka pembelajaran fisika yang hanya dilakukan di dalam kelas.

15 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya merasa puas mengikuti pembelajaran karena pembelajaran lebih melibatkan siswa sehingga saya lebih paham akan materi.

Lampiran A5. RPP Sekolah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah : SMP Maria Assumpta Mata Pelajaran : IPA - Fisika

Kelas / Semester : VIII / Genap Alokasi Waktu : 4 JP (4 x 40 menit) A. Standar Kompetensi :

6 Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

B. Kompetensi Dasar :

6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa

C. Indikator

Indikator yang menandakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai, siswa mampu :

1. Menjelaskan hubungan hukum pemantulan cahaya untuk cermin lengkung 2. Menjelaskan pengertian sumbu utama, titik api utama, titik pusat

kelengkungan cermin dan titik pusat bidang cermin 3. Menjelaskan sifat-sifat cermin cekung

4. Menjelaskan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung 5. Melukis bayangan pada cermin cekung

6. Mengoperasikan rumus : 1/f = 1/So + 1/Si dalam perhitungan cermin cekung

7. Menjelaskan sifat bayangan pada cermin cekung 8. Menjelaskan penggunaan cermin cembung 9. Menjelaskan pengertian perbesaran bayangan 10. Menjelaskan sifat-sifat cermin cembung

11. Menjelaskan sinar-sinar istimewa pada cermin cembung 12. Melukis bayangan pada cermin cembung

13. Menjelaskan sifat bayangan pada cermin cembung

14. Mengoperasikan rumus : 1/f = 1/So +1/Si dalam perhitungan cermin cembung

D. Tujuan Pembelajaran :

Tujuan pembelajaran, siswa dapat :

1. Menjelaskan proses pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cembung 2. Menjelaskan perbedaan ciri-ciri cermin cekung dan cermin cembung 3. Melukis bayangan pada cermin cekung

4. Melukis bayangan pada cermin cembung E. Materi Pembelajaran:

Pemantulan pada cermin cekung/cermin positip

a. Sifat Cermin Cekung

Jika seberkas sinar dijatuhkan pada cermin cekung, maka sinar pantulnya akan mengumpul, seperti pada gambar di bawah ini.

b. Bagian-bagian Cermin Cekung

c. Sinar-sinar istimewa pada Cermin Cekung 1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama,

akan dipantulkan melalui titik fokus O R F M f I II III IV SU

Sinar datang Keterangan gambar :

0 = titik pusat optik f = jarak fokus (m, cm) F = titik fokus

M = titik pusat kelengkungan cermin SU = sumbu utama cermin

R = jari-jari cermin (m, cm)

I, II, III, IV = ruang benda dan ruang bayangan

Tempat bertemunya sinar pantul terletak di titik fokus (F). Jarak antara O dengan F dinamakan jarak fokus ( f ) Disebut cermin positif karena fokusnya nyata (di depan kelengkungan)

2. Sinar datang melalui titik fokus, akan dipantulkan sejajar sumbu utama

3. Sinar datang melalui titik pusat

kelengkungan cermin, akan dipantulkan kembali melalui titik pusat tersebut.

d. Lukisan Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung

Untuk melukiskan bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, dapat dilukis dengan menggunakan sinar istimewa minimal dua buah.

- Jika benda di ruang I, maka bayangan di ruang IV - Jika benda di ruang II, maka bayangan di ruang III - Jika benda di ruang III, maka bayangan di ruang II Contoh : Benda di ruang III, bayangan di ruang II

Sifat bayangan : - Nyata - Terbalik - Diperkecil e. Manfaat Cermin Cekung

a. untuk reflektor/pemantul yang terdapat pada lampu mobil, lampu senter, dsb.

b. Sebagai pengumpul cahaya pada teropong pantul astronomi c. Sebagai pengumpul sinar-sinar matahari pada kompor matahari

Dokumen terkait