• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Saran yang dapat penulis kemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya untuk mengimplementasikan pendidikan budi pekerti kedalam pembelajaran PPKn guru bisa menyesuaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan realitas yang mereka hadapi sehingga sisswa tidak merasa bosan atau jenuh karena model pembelajaran semakin bervariasi.

2. Guru sebaiknya memberikan dan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi dan berekreasi dalam proses pembelajaran.

3. Diharapkan kepada tenaga-tenaga pengajar bidang studi khususnya bidang studi PPKn untuk menerapkan metode pembelajaran yang tepat dalam mengajar disetiap pokok bahasan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

4. Bagi siswa senantiasa percaya diri dalam mengeluarkan pendapatnya dengan dasar argumentasinya yang kuat dan akurat.

DAFTARPUSTAKA

Azwar, Syaifudin. 1995. Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Daroeso, Bambang. 1998.Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila

Semarang: Aneka Ilmu.

Depdikbud. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. - 2001. Pendidikan Budi Pekerti Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan

Menengah Buku I. Jakarta: Dirjendikdasmen.

- 2001. Pedoman menciptakan Suasana Sekolah Yang Kondusif dalam

Rangka Pemberdayaan Budi Pekerti Luhur bagi Warga Sekolah Buku II.

Jakarta: Dirjendikdasmen

- 2003. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran PKn. Jakarta: Depdiknas. Endraswara, Suwardi. 2003. Pendidikan Budi Dalam Jawa.

Yogyakarta: Gelombang Pasang

Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.

Masrukhi. 2005. Srategi Pendidikan Nilai. Semarang: UNNES.

Miles dan Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. UI Press. Moleong, Lexy. J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rodas karya.

Purwrdarminta, WJS. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Purwanto, M. Ngalimin. 2000. Ilmu Pendidikan Teori dan Praktis.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rachman, Maman. 1999. Strategi dan Langkah – Langkah Penelitian. Semarang: IKIP Semarang Press.

INSTRUMEN WAWANCARA I

Nama : Sahir, S.Pd

Umur : 27 tahun

Pekerjaan : guru

Pendidikan : strata satu (SI) Daftar Pertanyaan :

1. Menurut bapak apakah pendidikan budi pekerti sangant penting untuk diajarkan kepada siswa?

2. Selain didalam kelas, apakah pendidikan budi pekerti juga diterapkan di luar kelas? 3. Dilihat dari teknik penilaiannya?

4. Nilai-nilai budi pekerti apa saja yang dapat diintegrasikan kedalam mata pelajaran PPKn ?

Daftar Jawaban :

1. pendidikan budi pekerti dalam mata pelajaran PPKn sangat penting hal ini bertujuan untuk membentuk siswa agar dalam kehidupanya sehari–hari dapat sesuai dengan budi pekerti, serta berahlak mulia sehingga dapat mempraktekkan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

2. Iya, selain diitegrasikan kedalam mata pelajaran PPKn, nilai – nilai budi pekerti juga diajarkan melalui kegiatan–kegiatan yang diadakan di sekolah, misalnya dengan mengadakan lomba lomba di hari besar nasional maka akan menumbuhkan sikap kebersamaan diantara sesama, selain itu nilai–nilai iman dan takwa dapat kita tingkatkan dengan mengadakan kegiatan pesantren kilat di bulan puasa.

dalam kesehariannya

4. pada waktu proses pembelajaran PPKn saya selalu menyisipkan nilai–nilai budi pekerti untuk diajarkan kepada siswa biasanya saya mengunakan metode ketaladanan dan metode demokrasi

INSTRUMEN WAWANCARA II

Nama : Wahyuni Ismail

Umur : 17 tahun

Pekerjaan : Siswa Kelas X

Daftar Pertanyaan :

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

1. pada waktu guru belajar mata pelajaran PPKn mengenai sikap positif pancasila guru tidak lupa menyisipkan nilai – nilai budi pekerti seperti judul tertib, percaya diri dan tegas.

2. pada saat guru mengajarkan sikap positif terhadap nilai - nilai pancasila guru mata pelajaran PPKn selalu mengajarkan nilai – nilai seperti nilai demokratis, menghargai pendapat orang lain, selalu bijaksana serta pentingnya kebersamaaan.

INSTRUMEN WAWANCARA

Nama : Andi Sopyan

Umur : 17 tahun

Pekerjaan : Siswa Kelas X

Daftar Pertanyaan :

1. apakah dalam setiap pokok bahasan materi guru mata pelajaran PPKn selalu menyampaiakan contoh-contoh nilai budi pekerti ?

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

2. pada saat guru mengajarkan sikap positif terhadap nilai - nilai pancasila guru mata pelajaran PPKn selalu mengajarkan nilai–nilai seperti nilai demokratis, menghargai pendapat orang lain, selalu bijaksana serta pentingnya kebersamaaan.

INSTRUMEN WAWANCARA

Nama : M. Alfian Nur

Umur : 16 tahun

Pekerjaan : Siswa Kelas X

Daftar Pertanyaan :

1. apakah dalam setiap pokok bahasan materi guru mata pelajaran PPKn selalu menyampaiakan contoh-contoh nilai budi pekerti ?

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

1. kalau saya bertemu dengan guru saya selalu mengucapkan salam baik didalam sekolah maupun diluar sekolah

2. bersikap soapan dan santun kepada siapa saja dalam kehidupan sehari – hari seperti yang selalu diajarkan guru PPKn ketika masuk mengajar dikelas

INSTRUMEN WAWANCARA

Nama : Hasrullah

Umur : 16 tahun

Pekerjaan : Siswa Kelas X

Daftar Pertanyaan :

1. apakah dalam setiap pokok bahasan materi guru mata pelajaran PPKn selalu menyampaiakan contoh-contoh nilai budi pekerti ?

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

1. Ya, guru selalu mengajarkan nilai-nilai budi pekerti dalam setiap pokok bahasan materi seperti saling menghargai dan sopan santun.

2. ya, guru mengajarkan nilai-nilai budi Pekerti pada waktu proses pembelajaran

Nama : Sri Devi

Umur : 17 tahun

Pekerjaan : Siswa Kelas X

Daftar Pertanyaan :

1. apakah dalam setiap pokok bahasan materi guru mata pelajaran PPKn selalu menyampaiakan contoh-contoh nilai budi pekerti ?

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

1. Dalam setiap pokok bahasan guru selalu menyampaikan tentang nilai-nilai budi pekerti kepada kami.

2. ya, guru mengajarkan agar kita selalu berbuat jujur, sopan santun kepada siapa saja.

INSTRUMEN WAWANCARA

Nama : Nur Hikma

Daftar Pertanyaan :

1. apakah dalam setiap pokok bahasan materi guru mata pelajaran PPKn selalu menyampaiakan contoh-contoh nilai budi pekerti ?

2. Apakah pada waktu mengajar mata pelajaran PPKn, guru juga mengajarkan kepada kamu tentang nilai-nilai budi pekerti ?

Daftar Jawaban :

1. Ya, disetiap pokok bahasan guru tidak lupa mengajarkan kepada kami tentang nilai-nilai budi pekerti.

LEMBAR OBSERVASI

No. Kriteria Ya Tidak

1. Pendidikan Budi Pekerti

1.1 Pendidikan budi pekerti tidak hanya diajarkan di dalamkelas saja tetapi juga diajarkan di luar kelas.

2. Materi Pendidikan Budi Pekerti

2.1 Materi pendidikan budi pekerti yang diajarkan telah sesuai dengan pokok bahasan yang relevan.

2.2Materi pendidikan budi pekerti yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pelajar dan minat belajar.

 

3. Kegiatan pendidikan budi pekerti

3.1 Pada saat menyampaikan materi di dalam kelas guru juga tidak lupa menyisipkan nilai-nilai budi pekerti.

3.2 Guru menampilkan diri sebagai sosok yang sopan,berwibawa, menjagatata krama dan berdisiplin.

4. Harapan

4.1Peserta didik bersikap dan membiasakan diri menerapkan nilai-nilai budi pekerti yang di ajarkan di sekolah.

5. PendidikanKewarganegaraan

5.1Pendidikan Kewarganegaraan dapat membentuk budi pekerti yang luhur dalamdiri siswa.

6. Manfaat

6.1Pendidikan budipekerti memberikan manfaat yang penting bagi sekolah pada umumnya dan siswa pada khususnya dalampembentukan kepribadian siswa.

DOKUMENTASI 1. wawancara dengan guru mata pelajaran PPKn

RIWAYAT HIDUP

Syamsir, lahir pada tanggal 18 Mei 1997 di Kindang, Kabupaten Bulukumba merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Haring dan HJ. Sawiyah. Penulis menempuh pendidikan dasar di SDN 208 tahun 2003 dan tamat pada tahun 2009. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan tingkat menengah di MTS I Kindang pada tahun 2009-2012, kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 2 Bulukumba selama tiga tahun dan berhasil menamatkan studinya di Sekolah tersebut pada tahun 2015. Pada tahun yang sama juga penulis melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi melalui jalur tes dan Alhamdulillah diterima dijurusan Pendidikan Pacansila dan kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar program studi Strata 1.

MOTTO DAN PEMBAHASAN

Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama.

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta

Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran

PERSEMBAHAN

Tiang penyangga utama ketika aku membangun masa depanku adalah orang tuaku tercinta olehnya itu, kupersembahkan karya sederhana ini sebagai tanda terima kasihku kepada ayahanda dan ibundaku serta saudara-saudaraku atas dukungan, semangat, pengorbanan, cinta dan kasih sayangnya yang tiada terhingga

Dokumen terkait