BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Kajian mengenai pemerintahan pada masa Kolonial Belanda seperti penelitian Afdeeling ini sangat menarik untuk diteliti terutama untuk wilayah Sibolga, belum banyak dilakukan penelitian mengenai Sibolga apalagi mengenai Pemerintahan Afdeeling Sibolga. Sebab sistem pemerintahan yang ada saat ini merupakan gambaran sistem pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintahan Belanda di wilayah Hindia Belanda. Afdeeling sendiri merupakan wilayah otonomi setingkat Kabupaten saat ini. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa Sibolga merupakan wilayah yang beranjak dari sebuah kampung yang kemudian memiliki kekuasaan administrasi pemerintahan Kolonial Belanda. Kemudian wilayah ini mengalami perkembangan wilayah Afdeeling Sibolga tahun 1906-1942.
Melihat bahwa penelitian tentang Afdeeling Sibolga masih sedikit diteliti oleh berbagai instansi baik instansi pendidikan maupun pemerintahan. Penulis menyarankan untuk lebih banyak lagi yang meneliti mengenai sejarah pemerintahan Kolonial, atau pun sejarah Kolonial. Sebab dari penelitian ini penulis berfikir untuk menyarankan meneliti mengenai Peran masyarakat Toba dalam pemerintahan Sibolga, atau mengenai perkembangan pendidikan pada masa kolonial.
DAFTAR PUSTAKA Sumber-Sumber Arsip:
Arsip. J. Block. “ Algemeen Administratief Verslag van de Residentie Tapanoelie over het Jaar 1857, A Eerste Afdeeling Gewestelijk Bestur”. Sumatra‟s Westkust
Bijblad Op Het Staatsblad Van Nederlandsch Indie No. 8595 Tahun 1917
Binnenlansch Bestuur No. 1937. Algemeene Nota Der Commissie Welsink-Colijn.
Gouvernement Besluit Van 18 Februari 1905 No.31
Binnenladsch Bestuur No. 1211 “Memorie Van Overgave Betreffende de Residentie Tapanoeli”. 7 october 1929-22 Februari 1935
Departemen van Binnenlands Bestuur. “Tapanoeli”, Algemeen Verslag Tapanoeli Over 1917-23 Maart 1918. Hoofdstuk C
Regeering Almanak Tweede Gedeelte: Kalender en Personalia Tahun 1906-1942 Jaarverslag der Handelsvereeniging Sibolga over het jaar 1937
Staatsblad1916 No. 245 dan No. 398 Staatsblad 1911 No. 515 Gedurende het Jaar 1846-1868”, Commerce Statistiek. Deel I. Batavia:
Landsdrukkerij, 1868.
Beknopt Overzigt van den Handel en de Scheepvaart ter Sumatra`s Westkust, Gedurende het Jaar 1846-1870”. Overzigt van den Handel en de Scheepvaart in de Nederlandsche Bezittingen in Oost-Indie, Buiten Java en Madoera over de Jaren 1846 tot 1870 Gedrukt te `s Gravenhage bij Gebroeders Giunta D`albani. Batavia: Landsdrukkerij.
Bernard H. M. Vlekke. Nusantara A History of Indonesia. The Hague: W. Van Hoeve, 1965
Burgerlijke Openbare Werken. Assaineering van Sibolga. 1919.Weltervreden : H.G Nieuwenhuis Architect van Den Waterstaat
Dr. W. T. De Vogel. De Taak Van Den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst In Nederlandsch-Indië. 1917. Amsterdam : En Steendrukkerij,
H. C. Gomperts. Bijdrage Tot De Kennis Der Nederlandsch-Indische Anophelinen, Amsterdam : S. L. Van Looy. 1934
J. J de Wilde, Topographische Schots van Sibogha ( Weskust van Sumatra), d. Lan Geneskundig Tijhschrift voor Ned. Indie,
Koloniaal Verslag van 1918. “C. Tapanoeli, Mededeelingen Staatkundingen en Algemeen Aard”. Zitiing 1918-1919. Gedrukt ter Algemeene Landsdrukkerij Memorie van Advies, 21 November 1842
Overzicht van den handel en de Scheepvaart ter Sumatra`s Westkust en in de Afdeeling Bengkoelen en Onderhoorigheden, Gedurende de Jaren 1846, 1848.
Batavia: Landsdrukkerij, Deel I, 1853
P.Th Couperus. De Residentie Tapanoeli (Sumtra’s Weskust) In 1852. Amsterdam : Koninklijk Instituut
Volkstelling 1930 Deel IV Inheemsche Bevolking van Sumatra, Cencus Of 1930 In The Nederlandsche Indie
Sumber Buku, Tesis, Skripsi, Surat kabar:
Asnan, Gusti. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Yogyakarta : Ombak. 2007 Asnan, Gusti. Pemerintahan Sumatera Barat: Dari VOC Hingga Reformasi.
Yogyakarta: Citra Pustaka. 2006
Asnan, Gusti. Sungai dan Sejarah Sumatera. Yogyakarta: Ombak. 2016
Anonim. Sejarah Perkembangan Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Medan : Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Tanpa Tahun Terbit
Budhisantoso. Studi Pertumbuhan Dan Pemudaran Kota Pelabuhan Kasus Barus Dan Si Bolga. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah Dan Nilai Tradisional Proyek Pengkajian Dan Pembinaan Nilai•Nilai Budaya Pusat. 1994
Castles, Lance. Kehidupan Politik Suatu Keresidenan di Sumatra-Tapanuli 1915-1940. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). 2001
Gottschalk,Louis.Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosanto, Jakarta: UI Press, 1985
Hestiliani, Teti. “Decentralisatie Wet van Nederland Indies 1903”. Dalam Jurnal Istoria, Vol.15, No. 2. September 2019
Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003
Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995 Lubis, M. Aziz Rizky. Pertanian Karet Rakyat di Tapanuli 1908-1942, dalam
Skripsi S-1 belum diterbitkan, Medan: Departemen Sejarah Fakultas Universitas Sumatera Utara , 2016
Nur, Muhammad. Bandar Sibolga di Pantai Barat Sumatera Pada Abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20. 2015. Padang: Balai Pelestarian Budaya Sumatera Barat
Panggabean,H.A. Hamid dkk. Bunga Rampai Tapian Nauli Sibolga-Indonesia.
Jakarta: Tapian Nauli-Tujuh Sekawan, 1995
Pasaribu, Syawal. Bunga Rampai Pesisir Kota Sibolga. Sibolga : Pemerintah Kota Sibolga. 2014
Sari, Nia Kumala. “Afdeeling Bengkalis Tahun 1915-1942”. Dalam Skripsi S-1 belum diterbitkan. Medan : Fakutas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
2018
Simatupang, Sahat. Pasang Surut Kerajaan Sibolga Tempo Doeloe. 2014. Sibolga:
Tanpa Penerbit
Sinar, Tengku Lukman, Sumatera Utara Dibawah Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda (s/d awal abad ke XX). Jilid III . Medan : Lingkungan USU
Spijkman, N. J. Soewaktoe Kemenangan Pekerdjaan Pemeliharaan Kesehatan di Sibolga. Sri Poestaka. Juli 1919
Sumarno, Edi dkk. “Rubber Agriculture Tapanuli in the Malaise Era, 1929-1939”.
Dalam BIRCI Journal, Vol. 3, No. 1. Februari 2020
Tim Pengumpulan, Penelitian Data dan Penulisan Sejarah Pemerintahan Departemen Dalam Negeri Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara, Sejarah Perkembangan Pemerintahan Departemen Dalam Negeri di Propinsi Daerah Tingkat I Sumatra Utara (Masa Pemerintahan/ Pendudukan Kolonial Belanda dan Jepang). Medan : Fasa USU. 1991
Tim Penyusun. Mengenal adat dan Budaya Pesisir Tapanuli Tengah Sibolga.
Sumut: Forkala. 2010 Internet :
Ery Soedewo. Arti Strategis Sibolga Dan Daerah Teluk Tapanuli Bagi Pertahanan
Pantai Barat Pulau Sumatera. Diposting dalam
https://balarmedan.wordpress.com/2008/05/13/arti-strategis-sibolga-dan-daerah-teluk-tapanuli-bagi-pertahanan-pantai-barat-pulau-sumatera/,diakses pada tanggal 15 Oktober 2020 pada pukul 16.07 wib
Wikipedia. Bahu (Agraria). https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahu¬¬_(agraria).
Diakses pada tanggal 25 November 2020
Lampiran I
Gambar 1
Kerusakan perkampungan Cina pasca kebakaran Tahun 1890
Sumber : Collectie Tropen Museum tahun 1890
Lampiran II
Gambar 2
Peta Afdeeling Sibolga Tahun 1935
Sumber : Memorie Van Overgave Van den Controleur van Sibolga En Ommelanden, H. Barstra. 1 Juli 1935- 9 Juni 1938
Lampiran III
Gambar 3
Peta Onderneming Afdeeling Sibolga tahun 1935
Sumber : Memorie Van Overgave Van den Controleur van Sibolga En Ommelanden,H. Barstra. 1 Juli 1935- 9 Juni 1938
Lampiran IV
Gambar 4.
Perkampungan Cina di Sibolga Pada Tahun 1920
Sumber : Sahat Simatupang “Pasang Surut Kerajaan Sibolga Tempo Doeloe”Tahun 2014
Lampiran V
Gambar 5.
Kantor Administrasi Afdeeling Sibolga tahun 1936
Sumber : KTLV 1936
Lampiran VI
Gambar 6
Jembatan Batang Toroe Jalan Sibolga-Padang Sidempoean
Sumber : KITLV 1917
Lampiran VII
Gambar 7
Penggunaan Kano Sebagai Transportasi Di Sorkam
Sumber : KITLV 1936
Lampiran VIII
Gambar 8
Terowongan dijalan antara Taroetoeng dan Sibolga
Sumber : KITLV 1915
Lampiran IX
Gambar 9
Goa Belanda, Jalan Sibolga-Taroetoeng
Sumber : KITLV 1936
Lampiran X
Gambar 10
Gudang Niaga di Pelabuhan Sibolga
Sumber : KITLV 1920
Lampiran XI
Gambar 11
Peta Pelabuhan Sibolga
Sumber : KITLV 1936
Lampiran XII
Gambar 12
Pembuatan Parit Disamping Kiri Dan Kanan Jalan 1913
Sumber :Burgerlijke Openbare Werken. Assaineering van Sibolga.
1919.Weltervreden : H.G Nieuwenhuis Architect van Den Waterstaat
Lampiran XIII
Gambar 13.
Parit Yang Sudah Selesai di Bangun Mengalir Sampai Ke Laut.
Sumber :Burgerlijke Oprnbare Werken. Assaineering van Sibolga.
1919.Weltervreden : H.G Nieuwenhuis Architect van Den Waterstaat
Lampiran XIV
Gambar 14.
Rumah Sakit Sibolga
Sumber : Arsip KITLV tahun 1936
Lampiran XV
Gambar 15
Suasana Pasar Kotabaringin tahun 1917
Sumber : Tropen Museum-collectie 1917
Lampiran XVI
Surat Keputusan Pemisahan Tapanoeli dari wilayah Sumatra’s Westkust
Sumber: Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 418 Tahun 1905
Lampiran XVII
Keputusan Pemerintah Mengenai Penetapan Keresidenan Tapanoeli Sebagai Wilayah yang Mandiri, dan Afdeeling Sibolga sebagai Ibukota Keresidenan
Sumber: Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 496 Tahun 1906.
LampiranXVIII
Kantor Resident di Sibolga
Sumber: KITLV 1936
Lampiran XIX
Rumah Ibadah di Sibolga 1. Mesjid di Sibolga
2. Gereja Protestan di Sibolga Djoloe
3. Gereja Katolik di Sibolga
Sumber : KITLV 1936
Lampiran XX
Rumah Masyarakat Eropa
Sumber: KITLV 1936
Lampiran XXI
Kantor Perusahaan Dagang Sumatera Kalimantan (Borsumij) di Sibolga
Sumber: KITLV 1925